Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Sensus Pertanian 2023 di Tengah Kinerja Pertanian Pasca-pandemi

Sensus Pertanian 2023 di Tengah Kinerja Pertanian Pasca-pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
  • visibility 187
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Yezua H.F.H. Abel (Statistisi BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Sektor pertanian masih memegang peranan penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia terlebih di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada beberapa alasan mengapa sektor pertanian disebut sebagai sektor yang penting dan strategis.

Pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, berdasarkan data PDB tahun 2022, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,40 persen dari total PDB Indonesia di bawah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.

Kedua, sekalipun hanya berkontribusi terhadap PDB di urutan ke-3, namun sektor pertanian merupakan sektor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Pada rilis data ketenagakerjaan kondisi  Agustus 2022, penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 28,60 persen, jauh melampaui sektor perdagangan sebesar 19,36 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 14,17 persen.

Untuk provinsi NTT sendiri, sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar pertama di mana pada tahun 2022 kontribusi sektor pertanian mencapai 29,60 persen, di atas sektor jasa administrasi pemerintahan sebesar 12,82 persen dan konstruksi sebesar 10,20 persen. Nilai penting dan strategis dari sektor pertanian di Provinsi NTT juga terlihat dari serapan tenaga kerja sektor ini, di mana pada tahun 2022 jumlah penduduk NTT yang bekerja di sektor pertanian mencapai 49,36 persen, di atas industri pengolahan sebesar 11,43 persen dan perdagangan sebesar 11,03 persen.

Kinerja Sektor Pertanian Sebelum dan Selama Pandemi

Kinerja perekonomian secara nasional pada tahun 2017, 2018, dan 2019 masing-masing sebesar 5,07 persen, 5,17 persen, dan 5,02 persen. Kinerja perekonomian Provinsi NTT juga tumbuh sebaik tingkat nasional pada tahun 2017, 2018 dan 2019 tercatat masing-masing sebesar 5,16 persen, 5,11 persen dan 5,25 persen.

Kinerja sektor pertanian secara nasional pada tahun 2019 sebesar 12,72 persen di mana kontribusinya yang terus menurun, dibandingkan tahun 2017 dan 2018 masing-masing sebesar 13,16 persen dan 12,81 persen. Sementara, dari sisi laju pertumbuhan, sektor pertanian pada tahun 2017, 2018 dan 2019 tercatat masing-masing sebesar 3,92 persen, 3,89 persen dan 3,61 persen.

Pada tingkat Provinsi NTT, kontribusi sektor pertanian juga cenderung menurun pada tahun 2017, 2018, dan 2019 di mana kontribusinya masing-masing sebesar 28,81 persen, 28,34 persen, dan 27,93 persen.  Pertumbuhan sektor pertanian NTT sedikit berfluktuasi pada periode 2017, 2018 dan 2019 yang masing-masing tumbuh sebesar 4,88 persen, 2,94 persen dan 3,69 persen.

Pada awal 2020, perekonomian nasional dilanda badai pandemi global dengan menyebarnya virus Covid-19. Pembatasan pergerakan atau mobilitas penduduk, bahkan penutupan wilayah dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19 yang mengakibatkan aktivitas ekonomi menurun drastis. Banyak perusahaan atau usaha yang kolaps bahkan tutup, hal ini tercermin dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 menjadi 2,97 persen.

Pandemi semakin dalam memukul perekonomian Indonesia pada triwulan II, III dan IV 2020 di mana secara berturut-turut pada ketiga triwulan tersebut pertumbuhan ekonomi terkontraksi sebesar -5,32 persen, -3,49 persen dan -2,17 persen.

Sektor pertanian tidak luput dari hantaman krisis ini, yang mana hal tersebut terlihat dari melambatnya pertumbuhan sektor ini pada triwulan I, II, III dan IV 2020 yang masing-masing sebesar 0,02 persen, 2,20 persen, 2,17 persen dan 2,63 persen, dari sebelumnya di triwulan IV 2019 tumbuh sebesar 4,25 persen.

Pada tingkat Provinsi NTT, pengaruh pandemi juga terlihat pada melambatnya perekonomian di triwulan I 2020 yang tumbuh melambat sebesar 2,98 persen dibanding sebelumnya triwulan IV 2019 yang tumbuh sebesar 5,62 persen. Dampak pandemi semakin dalam terasa di triwulan berikutnya, hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi NTT yang terkontraksi pada triwulan II, III dan IV tahun 2020 masing-masing sebesar -1,97 persen, -1,75 persen dan -2,28 persen.

Pada sektor pertanian dampak pandemi baru terlihat pada triwulan II 2020  pertumbuhannya mengalami kontraksi -0,33 persen, sebelumnya pada triwulan I masih tumbuh positif sebesar 3,11 persen. Pada triwulan III dan IV 2020 kembali tumbuh meskipun melambat sebesar 0,55 persen, dan 0,93 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki ketahanan yang cukup menghadapi pandemi yang meningkat pada tahun 2020.

Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 pada periode 2021 dan 2022, maka perekonomian nasional maupun Provinsi NTT mulai kembali menggeliat.  Di Provinsi NTT, kinerja perekonomian pada tahun 2021 juga tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pada triwulan I, II, III dan IV 2021 tumbuh masing-masing sebesar 0,23 persen, 4,32 persen, 2,36 persen dan 3,10 persen. Sektor pertanian juga terus meningkat kinerjanya pada tahun 2021, pada triwulan I, II, III dan IV masing-masing tumbuh sebesar 10,57 persen, 3,54 persen, 4,18 persen dan 2,01 persen.

Memasuki tahun 2022, kasus Covid-19 sudah jauh menurun, sehingga berdampak positif terhadap proses pemulihan kinerja perekonomian baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat provinsi, termasuk peningkatan pada kinerja sektor pertanian. Pada tingkat nasional hal itu terlihat secara keseluruhan, ekonomi tumbuh sebesar 5,31 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang tumbuh 3,27 persen dan tahun 2020 yang terkontraksi -2,07 persen.

Sektor pertanian secara nasional juga tumbuh 2,25 persen pada tahun 2022, lebih tinggi dari tahun 2021 yang sebesar 1,87 persen dan tahun 2020 yang terkontraksi sebesar -1,77 persen.

Pada tingkat Provinsi NTT pada tahun 2022 ekonomi juga tumbuh secara keseluruhan sebesar 3,51 persen, lebih tinggi dari tahun 2021 yang tumbuh sebesar 2,52 persen, dan lebih tinggi dari tahun 2020 yang terkontraksi sebesar -0,84 persen. Sementara, kinerja sektor pertanian pada tahun 2022 tumbuh sebesar 3,77 persen, melambat dibandingkan tahun 2021 yang tumbuh sebesar 4,93 persen, namun lebih baik dibanding tahun 2020 sebesar 1,00 persen.

Sensus Pertanian di Tengah Kinerja Sektor Pertanian Pasca-pandemi 

Pada tahun 2023, perekonomian Indonesia dihadapkan dengan berbagai dinamika global termasuk perang Rusia-Ukraina yang masih berlanjut. Ketidakpastian menjadi pengingat Indonesia untuk tidak saja optimis, namun juga waspada dalam menjaga perekonomian domestik. Beberapa Lembaga internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Misalnya Asian Development Bank (ADB) memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 menjadi 4,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi ini menurun dibandingkan target sebelumnya di kisaran 5 persen. (Sumber:

https://www.inews.id/finance/makro/outlook2023prospekekonomiindonesiaditengahancamanresesidunia)

Di triwulan I 2023, pada tingkat nasional ekonomi tumbuh sebesar 5,03 persen, dan sektor pertanian tumbuh 0,34 persen. Kinerja ekonomi nasional pada triwulan I hanya meningkat sedikit dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh sebesar 5,01 persen, bahkan kinerja sektor pertanian melambat jauh dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh sebesar 4,51 persen

Di Provinsi NTT, pada triwulan I 2023 ekonomi tumbuh lebih lambat dibanding nasional yaitu sebesar 3,05 persen dan sektor pertanian tumbuh sebesar 3,68 persen. Kinerja ekonomi NTT pada triwulan I 2023 ini sedikit lebih lambat dibandingkan dengan triwulan IV 2022 yang tumbuh sebesar 3,45 persen, begitu juga pada sektor pertanian melambat dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh sebesar 4,53 persen.

Capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi NTT belum bisa dikatakan sepenuhnya kembali normal. Secara nasional capaian di triwulan I 2023 ini memang lebih tinggi dibandingkan kinerja sebelum krisis di triwulan IV 2019 yang tumbuh sebesar 4,96 persen, akan tetapi capaian ini dinilai pengamat lebih disebabkan karena masih berlanjutnya faktor low base effect yang cukup dalam di tahun 2020 yang lalu. Sementara di Provinsi NTT, kinerja ekonomi pada triwulan I 2023 masih lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2019 yang tumbuh sebesar 5,62 persen, menandakan bahwa kegiatan ekonomi di NTT belum kembali normal seperti pada masa sebelum pandemi.

Di tengah potensi ketidakpastian global dan kinerja sektor pertanian yang belum sepenuhnya pulih, Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Juni – Juli 2023 akan melaksanakan Sensus Pertanian yang merupakan kegiatan sensus 10 tahunan yang diamanahkan oleh Undang-undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997.

Sensus Pertanian Tahun 2023 atau disingkat dengan ST2023 akan mencakup seluruh usaha pertanian perorangan, perusahaan pertanian yang berbadan hukum, dan usaha pertanian lainnya. ST2023 akan memutakhirkan banyak sekali informasi tentang sektor pertanian, mulai dari luas lahan dan tipe kepemilikan, lahan beririgasi, penggunaan pupuk dan pestisida, dan lain-lain.

Untuk itu, keterlibatan dan dukungan dari berbagai pihak akan menjadi faktor penentu keberhasilan ST2023 ini.

Mari, kita sukseskan ST2023 untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia dan khususnya di Provinsi NTT.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala P3M Politeknik Negeri Kupang Jadi Guru Besar

    Kepala P3M Politeknik Negeri Kupang Jadi Guru Besar

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Loading

    Prof Deddy Lasfeto dilahirkan di SoE, Timor Tengah Selatan (TTS), 28 Juni 1980 merupakan anak dari pasangan Almarhum Simon Lasfeto dan Maria Blandina Lasfeto Boru. Ia menamatkan pendidikan dasar SD hingga SMA di SoE kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.   Kupang | Politeknik Negeri Kupang (PNK) patut berbangga, hingga Maret […]

  • Hujan Jadi Teman 25 Ribu Warga TTS Deklarasi SIAGA

    Hujan Jadi Teman 25 Ribu Warga TTS Deklarasi SIAGA

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    SoE | Lebih kurang 25 ribu warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memadati lapangan Puspenmas Kota Soe untuk berjumpa dengan putra kebanggaan yang akan bertarung di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024. Puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai pelosok-pelosok desa di TTS hadir di deklarasi akbar paket calon gubernur dan […]

  • Kristo…Tanpa Kau Sadari, Kamu adalah Inspirasi Bagiku

    Kristo…Tanpa Kau Sadari, Kamu adalah Inspirasi Bagiku

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Laurensius Ade Suyanto, S.H. Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ini fakta dan bukan opini. Kristo nama kecilnya, Pria Pekerja Keras dari Desa Oesusu, Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Bersama Ayahnya, setiap hari mereka bergegas menjemput rejeki. Bergerak dari desa ke desa mencari sapi-sapi unggulan untuk dikirim ke Kalimantan Tengah. Dengan rutinitas ini, […]

  • Diduga Cemar Nama Baik, DPRD Lapor Bupati TTS ke Polres

    Diduga Cemar Nama Baik, DPRD Lapor Bupati TTS ke Polres

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Pimpinan DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seluruh anggota DPRD TTS (minus fraksi Golkar) melaporkan Bupati TTS, Egusem P. Tahun ke Polres TTS atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook pada Rabu, 9 Maret 2022. Pantauan media, rombongan DPRD dipimpin ketua DPRD, Marcu Buana Mbau, […]

  • Advokat Wartawan Sergap.id Pinta Aktivitas Polres Malaka Dihentikan

    Advokat Wartawan Sergap.id Pinta Aktivitas Polres Malaka Dihentikan

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota Tim Advokat wartawan Sergap.id Ferdinandus E.Tahu Maktaen,S.H. meminta secara tegas kepada Polres Malaka agar menghentikan sementara aktivitasnya hingga pandemi Covid-19 berlalu. Hal ini, diungkapkannya kepada wartawan di Lopo tunggu Kantor Pengadilan Negeri Atambua pada Kamis, 4 Juni 2020 usai menghadiri kesepakatan antara pihak Pemohon bersama Hakim tunggal Gustav Bless Kupa, […]

  • Harbelnas PLN, Puluhan Ribu Order Banjiri Marketplace UMKM

    Harbelnas PLN, Puluhan Ribu Order Banjiri Marketplace UMKM

    • calendar_month Jum, 2 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Program Hari Belanja Nasional (Harbelnas) PLN dengan bonus promo diskon tambah daya di  marketplace aplikasi PLN Mobile sukses membuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dibanjiri puluhan ribu pelanggan. Tercatat jumlah pelanggan yang mengikuti program ini lebih dari 28 ribu pelanggan atau mencapai 114 persen dari target. Khusus di NTT, sebanyak […]

expand_less