Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » “Sikap Sungkem Gibran” ke Habib Luthfi Jadi Sorotan Saat Doa Rajut Kebinekaan

“Sikap Sungkem Gibran” ke Habib Luthfi Jadi Sorotan Saat Doa Rajut Kebinekaan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2020
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Loading

Solo, Garda Indonesia | Gibran Rakabuming menghadiri acara silaturahmi kebinekaan dan doa bersama oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (Anggota Wantimpres) dengan para tokoh lintas agama se-Solo Raya guna merajut kebinekaan dalam bingkai NKRI, pada Senin pagi, 7 September 2020 di Lapangan Benteng Vasternberg.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu dibuka sejak pukul 08.00 WIB. Datang kala Gubernur Ganjar Pranowo memberikan sambutan, Gibran pun langsung diarahkan oleh FX. Hadi Rudyatmo untuk menempati kursi di deretan depan samping kursi Gubernur. Sembari menunduk Gibran mengikuti arahan Rudy.

Tampak pria lulusan Singapura itu langsung menunjukkan sikap sungkem kepada Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya saat bertemu. Habib Luthfi pun tampak menyambut salam Gibran, terlihat dalam momen itu Habib Luthfi juga memberi nasihat kepada Gibran.

Sikapnya tak berubah, ia memilih mendekatkan dirinya kepada Habib sembari menunduk sambil mendengarkan apa yang disampaikan ulama itu.

Usai acara berlangsung, Gibran pun ditanya awak media soal sikap yang ia tunjukkan, “Ya, namanya anak muda harus ada ungah-ungguh, apalagi beliau ini habib,” tutur anak sulung Presiden Jokowi ini.

Sikap sungkem Gibran Rangkabuming ke Habib Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (Anggota Wantimpres) dengan para tokoh lintas agama se-Solo Raya guna merajut kebinekaan dalam bingkai NKRI, pada Senin pagi, 7 September 2020 di Lapangan Benteng Vasternberg

Gibran mengaku ia terngiang dengan sambutan Habib Luthfi yang menyinggung soal kebanggaan menggunakan produk asli buatan Indonesia. Termasuk istilah menyebut nama-nama barang dari luar negeri yang terkenal seperti Lele Bangkok, hingga Duren Bangkok. Padahal kekayaan produk asli Indonesia tak kalah dengan luar negeri.

“Kita terapkan saja di Solo (produk lokal). Kalau di Solo ya kita harus bangga pakai batik. Kemarin saya mendaftar (ke KPU) pakai lurik, ya hal-hal kecil seperti itu tapi ada efeknya,” pungkas Calon Wali Kota Solo ini dengan antusias.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga memaknai acara doa kebinekaan ini dapat membawa ketenangan dan kedamaian di Kota Bengawan sekaligus sebagai simbol kebangkitan melawan pandemi Covid-19.

“Harapannya semoga Indonesia, terutama di Solo tetap adem ayem, ini juga jadi momen kebangkitan melawan pandemi Covid-19,” tegas Gibran.

Dalam acara tersebut turut hadir jajaran pejabat seperti, Gubernur Jateng, Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, Wali Kota Surakarta, Danrem 074/Warastratama, para Komandan Kodim dan Kapolres se-Solo Raya.

Diketahui, sebelum acara dimulai, para tamu undangan harus mengikuti rapid test di Balai Kota Surakarta dan Lodji Gandrung guna meminimalisir penyebaran Covid-19.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim media)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kita Selama PPKM Darurat!

    Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kita Selama PPKM Darurat!

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Kita semua sadar sepenuhnya tentang kenyataan kasus COVID-19 akhir-akhir ini yang telah mencapai 2,7 juta kasus lebih atau rata-rata 54 ribu kasus per hari. Di mana sempat terjadi ada 71,39 ribu kasus kematian sebagai akibatnya. Ini artinya, 1.205 kasus kematian per hari! Saudara dan sahabat kita jatuh bergelimpangan. Dan ini rekor […]

  • Cara Sederhana CIRMA Hadirkan Keadilan Iklim Petani Timor Barat

    Cara Sederhana CIRMA Hadirkan Keadilan Iklim Petani Timor Barat

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Loading

    Pulau Timor | Keadilan iklim bagi petani yakni memastikan bahwa para petani terutama petani kecil yang paling terdampak perubahan iklim, mendapat perlindungan, akses, dan dukungan yang adil untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah krisis iklim yang mana bukan mereka penyebab utamanya. Petani berhadapan langsung dengan kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, serangan hama baru. Keadilan iklim […]

  • YASPORA NTT Berbagi Kasih Kepada 100 Warga di Tengah Pandemi Covid-19

    YASPORA NTT Berbagi Kasih Kepada 100 Warga di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Yayasan Polikarpus Do Flobamora (YASPORA NTT) melakukan aksi berbagi kasih bagi 100 warga yang terdampak langsung Covid-19 di seputar Kota Kupang pada 27—29 Mei 2020. Bentuk uluran kasih YASPORA NTT berupa 100 paket sembako dan 100 rak telur ayam untuk 100 orang dan 200 masker. Adapun warga yang mendapat uluran kasih […]

  • Kasus Ibu Aniaya Bayi Usia 15 Hari di Lebak, Kemen PPPA Turun Dampingi

    Kasus Ibu Aniaya Bayi Usia 15 Hari di Lebak, Kemen PPPA Turun Dampingi

    • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga sangat menyayangkan terjadinya penganiayaan terhadap seorang anak (bayi, red) berusia 15 hari oleh ibu kandungnya di Lebak, Provinsi Banten. (Pelaku berinisial PS [31] warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, masih diperiksa petugas untuk mendalami motif penganiayaan terhadap anaknya sendiri. Kasus aniaya bayi tersebut, viral melalui media […]

  • Pertamina Goes To Campus 2025 Dihelat, Yuk Berkompetisi

    Pertamina Goes To Campus 2025 Dihelat, Yuk Berkompetisi

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Rangkaian kegiatan diawali dengan kick off PGTC 2025 pada Kamis, 10 Juli secara hibrid dari Jakarta. Kegiatan PGTC 2025 dihelat sepanjang Juli hingga November 2025.   Jakarta | Pertamina Goes to Campus (PGTC) akan kembali hadir, PT Pertamina (Persero) bakal melibatkan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Tiga kompetisi utama dihelat, untuk meningkatkan kemampuan […]

  • Rumah Sejuta Mimpi–Wadah Pecut Mimpi Anak Kurang Mampu & Putus Sekolah

    Rumah Sejuta Mimpi–Wadah Pecut Mimpi Anak Kurang Mampu & Putus Sekolah

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Anak NTT takut bermimpi tinggi, karena takut bermimpi tinggi, mereka lebih memilih bermimpi untuk menjadi budak di Malaysia. Mereka keluar dari Sekolah Dasar (SD) langsung jalan karena tidak pernah didorong untuk bermimpi tinggi”, ujar Imaculata Bete, Pengelola Rumah Sejuta Mimpi yang berlokasi di Fatuboki Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

expand_less