Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sirekap KPU Eror, Perhitungan Suara Kacau

Sirekap KPU Eror, Perhitungan Suara Kacau

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 19 Feb 2024
  • visibility 176
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Terjadi kesalahan atau eror dari aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi atau Sirekap milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada laman Sirekap tersebut, ada pasangan calon (paslon) yang diuntungkan karena jumlah suaranya melambung. Sementara paslon lainnya merasa tak puas karena jumlah suara yang terhitung manual dengan data Sirekap terjadi kekeliruan.

Buka : https://pemilu2024.kpu.go.id/pilegdpr/hitung-suara/dapil/5302

Kondisi tersebut pun terjadi pada calon anggota legislatif (caleg) pada daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (dapil NTT 2 [Timor, Rote, Sabu,dan Sumba]). Seperti suara Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H. M.Si dari Partai NasDem, pada 16 Februari 2024 pukul 21.53 (progres 3.210 dari 8.911 TPS [36,02%]) meraih 25.124 suara, namun pada kondisi 19 Februari, alami penurunan ke 21.715 suara (raib 3.409 suara).

Serupa, terjadi pada caleg perempuan dari Gerindra, Serena Cosgrova Franscies yang meraih 15.567 suara (progres 3.022 dari 8.911 TPS [33,91%]) pada 16 Februari 2024 pukul 17.30 lalu turun menjadi 12.151 suara (raib 3.416 suara) pada kondisi 19 Februari 2024 pukul 19:00 (progres 3.739 dari 8.911 TPS [41,96%]).

Kondisi memprihatinkan ini pun terjadi pada caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ir. Yucundianus Lepa, M.Si. pada kondisi 16 Februari 2024 pukul 17.30 meraih 9807 suara (progres 3.022 dari 8.911 TPS [33,91%]) berkurang menjadi 755 suara pada 19 Februari pukul 15:00 lalu berkurang lagi ke angka 666 pada pukul 18:00 (progres 3.729 dari 8.911 TPS [41,85%]).

Berbanding terbalik dengan perolehan suara Julie Sutrisno Laiskodat dari Partai NasDem dapil NTT 1 (Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat); memperoleh 18.298 suara pada 16 Februari (progres 3.382 dari 7.835 TPS [43,17%]) naik ke angka 24.589 kondisi 19 Februari pukul 19:00 (progres 4.160 dari 7.835 TPS [53,10%]).

Terpisah, dilansir dari CNBC Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui telah terjadi kekeliruan di aplikasi Sirekap yang menyebabkan angka penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda dengan yang ada di aplikasi tersebut. KPU menyebut kekeliruan data itu terjadi di 2.325 TPS.

“Di dalam Sirekap yang ditemukan ada 2.325 TPS yang ditemukan antara konversi hasil penghitungan suara dan formulir yang diunggah itu berbeda,” ucap Ketua KPU Hasyim Asy’ari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta pada Kamis, 15 Februari 2024.

Hasyim mengatakan kesalahan pembacaan data tersebut tergolong minor. Sebab, kata dia, total sudah ada 358.775 TPS yang mengunggah datanya ke dalam aplikasi Sirekap. Dengan adanya kesalahan pembacaan data untuk 2.325 TPS, berarti jumlah data yang error hanya setara dengan 0,64% dari keseluruhan data.

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

    Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

    • calendar_month Kam, 19 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon saat acara ramah tamah bersama Pimpinan Perangkat Daerah NTT dan Awak Media di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu/18 Juli 2018 siang, menyampaikan keinginannya untuk dapat menghentikan status NTT sebagai sumber Human Trafficking. Penjelasan tersebut disampaikan terkait adanya pertanyaan wartawan tentang status NTT sebagai penyumbang terbesar Human Trafficking […]

  • Guru dan Keluarga Garda Terdepan Antikorupsi

    Guru dan Keluarga Garda Terdepan Antikorupsi

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Vinsensius Lado,S.Pd Flotim-NTT, Garda Indonesia | Sebuah opini menggelitik tentang Korupsi dari Seorang Guru SMPK Phaladhya di Waiwerang, sebuah desa di Pulau Adonara , Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi ini terjadi karena beberapa faktor yang terjadi di dalam kalangan […]

  • Belajar dari Lastri, Kampus Bagian dari Pembentukan Diri

    Belajar dari Lastri, Kampus Bagian dari Pembentukan Diri

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Isu sebagai seorang ibu dan perempuan, Lastri ingin membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pilar keluarga dan masyarakat.   Soe | Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Soe menghelat nonton bareng dan diskusi film berjudul ‘Mahasiswa Baru’ bertempat di kampus Institut Pendidikan Soe pada Jumat, 11 Juli 2025. Film ini merupakan film hasil […]

  • Presiden Jokowi: Jangan Menyepelekan Covid-19

    Presiden Jokowi: Jangan Menyepelekan Covid-19

    • calendar_month Sen, 3 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ancaman penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 masih ada di negara kita. Oleh karena itu, dalam pernyataan terbaru yang disampaikan pada Minggu, 2 Mei 2021, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko tersebut. “Kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak […]

  • Penduduk Miskin NTT hingga Maret 2019 sebesar 1,14 Juta Orang

    Penduduk Miskin NTT hingga Maret 2019 sebesar 1,14 Juta Orang

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic need approach) untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Metode ini dipakai oleh BPS sejak tahun 1998 agar hasil […]

  • DPR Terbuka Kaji Pengusulan E-Voting dari PDI Perjuangan

    DPR Terbuka Kaji Pengusulan E-Voting dari PDI Perjuangan

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Loading

    Dasco menyebut setiap gagasan yang dinilai baik untuk pemilu tentu layak dibicarakan oleh DPR. Ia menilai e-voting sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.   Jakarta | Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR terbuka untuk mengkaji usulan penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilihan umum, termasuk pilkada. Pernyataan itu disampaikan […]

expand_less