Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Tak Semua Pemda di NTT Respons Informasi Kekayaan Intelektual

Tak Semua Pemda di NTT Respons Informasi Kekayaan Intelektual

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak sekali kekayaan khas produk daerah NTT yang memang benar-benar ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan memberikan dampak yang sangat besar dari merek suatu barang atau jasa dan indikasi geografis suatu daerah seperti dampak perlindungan hukum dan dampak ekonomis.

“Indikasi geografis ini sangat bermanfaat dan penting untuk dilindungi karena memperjelas identifikasi produk, menetapkan standar produksi, menghindari praktik persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen, dan menjamin kualitas produk,” jelas Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone dalam sesi dialog interaktif yang disiarkan langsung dari Studio Pro 1 RRI Kupang pada Kamis pagi, 11 Juni 2020.

Dialog yang berdurasi 1 jam ini (pukul 09.00—10.00 WITA) membahas mengenai Pengenalan Merek dan Indikasi Geografis dalam rangka menyebarluaskan informasi Kekayaan Intelektual kepada masyarakat.

Mercy Jone, sapaan akrab dari Kakanwil perempuan pertama di lingkup Kemenkumham Provinsi NTT ini didampingi oleh Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual yakni Kabid Pelayanan Hukum, Erni Mamo Li dan Kasubbid Pelayanan Kekayaan Intelektual, Dientje Bule Logo.

Menurut Mercy, reputasi suatu kawasan indikasi geografis akan ikut terangkat apabila indikasi geografis tersebut sudah didaftarkan, misalnya Kopi Bajawa, Vanili Alor dan Tenun Ikat Sikka yang sudah didaftarkan untuk mendapat perlindungan secara hukum. “Walaupun harganya tinggi, tapi konsumen akan tetap membelinya karena tahu bahwa kualitasnya terjamin, itulah pentingnya pendaftaran indikasi geografis,” ungkapnya.

Ada pun indikasi geografis yang berada di Provinsi NTT dan sudah didaftarkan sekitar 8 antara lain 2 tenun ikat dan 6 lainnya merupakan komoditi pertanian, yakni Kopi Manggarai dan Jeruk Keprok Soe. Sedangkan untuk merek, sudah ada sekitar 30-an, contohnya Roti Borneo dan Beras Nona Kupang dan lagu Gemu Famire yang sudah memiliki hak cipta.

Selain Indikasi Geografis, imbuh Mercy, Merek yang termasuk kekayaan Intelektual personal dapat didaftar adalah individu/perseorangan, sedangkan Indikasi Geografis yang termasuk Kekayaan Intelektual Komunal harus didaftarkan oleh pemerintah daerah melalui Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

“Ketika dilihat dari sisi teknis pelayanan hukum, Kekayaan Intelektual tersebut dikatakan sudah mempunyai perlindungan hukum ketika telah didaftarkan,” terang Mercy.

Dalam sesi dialog interaktif tersebut, terlontar pertanyaan dari para pendengar via telepon termasuk Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut Mercy menegaskan, Pemerintah daerah harus berperan aktif.

“Kami hanya bertugas melakukan sosialisasi dan edukasi. Pada tahun 2018 kami bersama Ditjen Kekayaan Intelektual sudah punya MoU dengan hampir semua kepala daerah di kabupaten NTT, tapi sampai saat ini belum semua merespons hal tersebut dan di lain pihak ketika ada masalah misalnya tenun ikat yang dijiplak, ramai-ramai mereka menuntut untuk dilindungi,” urai Mercy.

Padahal prinsip Kekayaan Intelektual, terang Mercy, siapa pendaftar pertama, itulah yang akan dilindungi. “Lewat kesempatan ini juga kami berterima kasih kepada Pemprov NTT yang pada tahun 2019 lalu telah memfasilitasi untuk pembentukan MPIG di 8 kabupaten/kota, bahkan sampai menyiapkan biaya pendaftaran, tapi dalam perjalanannya itu pun tidak semua merespons baik hal tersebut,” ucapnya.

Karena itu, tegas Mercy yang mulai menjabat Kakanwil Kemenkumham NTT sejak 17 Maret 2020 lalu, menegaskan pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab utama untuk melindungi karya anak budaya di daerah, terutama indikasi geografis dan ekspresi budaya tradisional. “Jadi memang sangat penting sekali Kekayaan Intelektual tersebut didaftarkan agar mempunyai perlindungan hukum yang kuat,” jelas Mercy saat menjawab pertanyaan-pertanyaan pendengar.

Terkait tenun ikat dari Sumba Timur yang sudah sangat terkenal, Mercy juga menyarankan untuk didaftarkan secara benar sesuai prosedur resmi. “Kami juga sampaikan terima kasih karena Pemkab Sumba Timur sudah membentuk MPIG pada tahun 2019 lalu, di mana sudah kami daftarkan, kita tinggal menunggu tim peneliti untuk pemeriksaan substantifnya. Tapi sebelum keluar sertifikat MPIG, harus tolong dipastikan keberlangsungan motif tenun ikat tersebut, agar ketika tenun ikat yang sudah didaftarkan dan mendapatkan sertifikat indikasi geografis, produksinya tidak semakin berkurang. Di situlah peran pokja-pokja MPIG, sehingga penting sekali untuk dibuat Perda-nya, agar intervensi-intervensi programnya bisa berjalan, sehingga dalam perjalanannya tidak mengalami mati suri seperti MPIG beberapa daerah lain, karena tidak dikawal oleh pemerintah dalam suatu kebijakan yang baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Hukum, Erni Mamo Li mengajak untuk melindungi Kekayaan Intelektual yang ada di Provinsi NTT, dengan mendaftarkannya secara tepat sesuai prosedur yang ada agar tidak diklaim oleh pihak lain.

“Kami di Kanwil Kemenkumham NTT siap membantu masyarakat yang ingin mendapatkan legalitas. Dengan kita mendaftar, kita akan mendapatkan hak eksklusif dan perlindungan dari negara atas hak milik kita sendiri,” pungkas Erni dalam closing statement sebagai narasumber.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Feby Asadoma—Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT)
Foto utama oleh nalar.id
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cinta dan Bintang

    Cinta dan Bintang

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Cinta dan Bintang Oleh Irjan Buu Iming harap tak pelak tindak Seia sekata dalam senada Kalau cinta ingin merekah.. Kedip bintang merias tepian Mula bercumbu di kaki langit Atas nama cinta Disaksikan bintang Bersit cahaya berpijar kembang Membias riang membawa cinta Gejolak merombak masa Tak hengkang meremas genggam Memacu tangguh bernaung bintang Cinta.. Bintang.. Sejoli […]

  • Menko Polhukam : Kerja Sama Antar Negara Potong Alur Dana Teroris

    Menko Polhukam : Kerja Sama Antar Negara Potong Alur Dana Teroris

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Thailand, gardaindonesia.id | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, menegaskan pentingnya kerja sama antar negara untuk memotong aliran dana yang mengalir kepada para pelaku terorisme di seluruh dunia. Apalagi, saat ini teknologi penyaluran dana semakin canggih sehingga dibutuhkan tukar menukar pengalaman untuk bisa memotong aliran dana terorisme tersebut. “Kegiatan terorisme pasti membutuhkan dana, […]

  • IMO-Indonesia Pertanyakan 60% Belanja Iklan Nasional Diambil Asing

    IMO-Indonesia Pertanyakan 60% Belanja Iklan Nasional Diambil Asing

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pernyataan Presiden Jokowi pada Hari Pers Nasional 2023 pada Kamis, 9 Februari 2023 di Medan Sumatra Utara, membuat publik dan pengusaha media nasional tercengang. Bagaimana tidak, presiden dengan jelas dan akurat menyebut bahwa 60 persen belanja iklan nasional diambil asing. “Kenapa bisa begitu?” tukas Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia Yakub […]

  • Silaturahmi Pengurus Muhammadiyah NTT ke Korem 161/Wira Sakti

    Silaturahmi Pengurus Muhammadiyah NTT ke Korem 161/Wira Sakti

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S,Sos. menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Muhammadiyah Provinsi NTT, pada Senin 2 September 2019 di Lobi Makorem 161/Wira Sakti. Hadir dalam silaturahmi tersebut Ketua Umum Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT Musta’in, Lc.  Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Amir Patiradja dan Ketua Pengurus Daerah Pemuda […]

  • Minggu Berkah di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius Kendari

    Minggu Berkah di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius Kendari

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kendari, Garda Indonesia | Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg melaksanakan Ibadah Minggu di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna) di Kec. Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu, 16 Februari 2020. Ibadah Minggu di pimpin oleh […]

  • Gubernur NTT Minta Bupati & Wali Kota Hadir di Tengah Masyarakat

    Gubernur NTT Minta Bupati & Wali Kota Hadir di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Sen, 21 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada rapat yang dilaksanakan secara virtual di aula rumah jabatan Gubernur NTT pada Minggu, 20 Desember 2020, dalam Rangka HUT ke-62 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam arahannya menyampaikan pada para Bupati dan Wali Kota untuk bekerja lebih giat dan bersinergi dengan baik untuk mendukung pembangunan […]

expand_less