Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 287
  • comment 0 komentar

Loading

Pemprov NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

 

Ngada | Peristiwa tragis mengguncang dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT) usai seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis siang, 29 Januari 2026.

Bocah naas itu diketahui akrab disapa Yohanes (YBR) meninggal dunia akibat bunuh diri, diduga karena tidak dibelikan buku dan pensil untuk sekolah. Kasus ini menyita perhatian publik nasional dan membuka persoalan serius terkait kemiskinan, akses pendidikan, serta bantuan sosial.

Dilansir dari detikNews, semasa hidupnya, YBR (10) bocah naas tersebut hidup bersama neneknya di pondok bambu reot berukuran sekitar 2×3 meter. Sejak usia 1 tahun 7 bulan, YBR hidup terpisah dari ibunya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat si ibu harus membagi perhatian untuk lima anak. YBR kemudian hidup bersama neneknya (85 tahun) di pondok kecil milik keluarga di kebun, berbeda desa dengan ibunya.

Diketahui, selama 11 tahun tinggal di Ngada, keluarga ini tak tersentuh oleh bantuan sosial hanya karna masalah administrasi KTP. Mereka adalah warga yang tidak terlihat oleh jaring pengaman negara. Birokrasi yang kaku sering kali membunuh lebih cepat daripada rasa lapar. Ketika kertas dokumen lebih berharga dari pada nyawa manusia.

Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa keluarga siswa tersebut tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) karena kendala data kependudukan. Kondisi ini membuat keluarga tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya bisa meringankan beban ekonomi mereka. Penjelasan ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kondisi keluarga korban yang hidup dalam keterbatasan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.

Korban diketahui sebagai anak yang cerdas dan rajin belajar. Ia disebut memiliki semangat sekolah yang tinggi meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. Fakta ini menambah duka mendalam bagi keluarga, guru, dan masyarakat sekitar.

Kasus ini memicu gelombang empati sekaligus kritik keras terhadap sistem perlindungan sosial dan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal. Peristiwa ini pun menjadi pengingat keras bahwa persoalan kemiskinan struktural, administrasi kependudukan, dan akses pendidikan masih menjadi tantangan besar. Publik mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depan karena persoalan ekonomi dan birokrasi.

Gubernur NTT berduka cita dan tegaskan perbaikan sistem perlindungan sosial

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas tewasnya bocah YBR di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada.

Ditekankan Gubernur Laka Lena, peristiwa ini bukan semata-mata tragedi keluarga, melainkan kegagalan kolektif berbagai sistem baik pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan dalam mendeteksi lebih dini serta memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Kejadian ini, imbuh Laka Lena, merupakan tamparan keras bagi nurani dan kemanusiaan kita bersama, sekaligus pengingat bahwa masih terdapat celah serius dalam sistem perlindungan sosial yang harus segera dibenahi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Saya berduka cita mendalam dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kita berdoa agar anak kita yang tercinta ini diterima di sisi Tuhan, dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga agar kejadian serupa tidak pernah terulang di seluruh pelosok NTT,” ungkapnya kepada awak media di Kupang, 4 Februari 2026.

Sejak menerima informasi tersebut, Gubernur Laka Lena telah berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta jajaran pemerintah dan unsur non-pemerintah di daerah. Pemerintah memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga akan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Gubernur Laka Lena pun menegaskan pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. Salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

“Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan. Ini soal kemanusiaan. Data adalah pintu masuk semua layanan,” tegasnya.

Gubernur Laka Lena telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk camat, lurah, kepala desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Pemerintah Provinsi NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

“Ini harus menjadi kejadian terakhir. Tidak boleh ada lagi anak-anak atau keluarga miskin di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita,” tegas Gubernur Laka Lena.

Pemerintah Provinsi NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama, demi memastikan NTT menjadi rumah yang aman dan manusiawi bagi semua.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa di Lombok Timur, 2 Orang Tewas & Ratusan Rumah Rusak

    Gempa di Lombok Timur, 2 Orang Tewas & Ratusan Rumah Rusak

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Lombok-NTB, Garda Indonesia | Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Lombok Timur. Gempa dengan kekuatan M 5,4 berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km pada Minggu,17 Maret 2019 pukul 14.07 WIB. Selang 2 (dua) menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa […]

  • Wali Kota Yogya Lebih Pilih Gerobak Sampah Dibanding Mobil Baru

    Wali Kota Yogya Lebih Pilih Gerobak Sampah Dibanding Mobil Baru

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Pemkot Yogyakarta pun menerbitkan Kartu Pembuang Sampah (mulai dipakai awal 2025), agar hanya individu atau bisnis terdaftar yang bisa membuang sampah di depo resmi.   Yogyakarta | Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menolak pengadaan mobil dinas baru senilai hampir Rp3 miliar yang semestinya diperuntukkan bagi dirinya dan Wakil Wali Kota. Ia lebih memilih menggunakan mobil […]

  • Kunker ke NTT, DPR RI Segera Tetapkan UU Daerah Kepulauan

    Kunker ke NTT, DPR RI Segera Tetapkan UU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Rab, 24 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia | DPR RI menyatakan tekad untuk segera menetapkan Undang-Undang (UU) Tentang Daerah Kepulauan. Hal ini terungkap dalam Pertemuan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Daerah Kepulauan dengan Gubernur 2 NTT, Josef A. Nae Soi, di Ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Rabu (24/10/18). Terdapat 8 (delapan) anggota Pansus RUU tentang […]

  • Setuju Usul SPK, Prabowo Akan Bangun SMA Taruna Nusantara di NTT

    Setuju Usul SPK, Prabowo Akan Bangun SMA Taruna Nusantara di NTT

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Niat tulus Simon Petrus Kamlasi (SPK) untuk membangun Provinsi NTT memang tak bisa dibendung. Selain sektor pertanian, putra asal Timor Tengah Selatan (TTS) ini juga memprioritaskan bidang pendidikan. Buktinya, ribuan pelajar dan mahasiswa di NTT mendapat bantuan beasiswa. Karena kepeduliannya terhadap pendidikan, SPK Jenderal Bintang Satu ini pun mengusulkan kepada Prabowo Subianto agar […]

  • Dahlan Iskan Ditetapkan Jadi Tersangka Penggelapan

    Dahlan Iskan Ditetapkan Jadi Tersangka Penggelapan

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Selain Dahlan Iskan, Polda Jawa Timur juga menetapkan mantan Direktur Jawa Pos, Nany Wijaya sebagai tersangka. Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap dua tersangka ini untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.   Jakarta | Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan penggelapan. Dilansir dari Tempo.co, Direktorat […]

  • PLN NTT Sedia Listrik Andal, Sambut Nataru 2026 di Tengah Tantangan Cuaca

    PLN NTT Sedia Listrik Andal, Sambut Nataru 2026 di Tengah Tantangan Cuaca

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Loading

    Rita menekankan bahwa penguatan mitigasi risiko sangat vital dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik di wilayah NTT yang dinamis.   Labuan Bajo | Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), PLN memperkuat komitmennya untuk memastikan pasokan listrik yang andal di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen ini diwujudkan melalui kunjungan kerja intensif oleh Vice President Monitoring […]

expand_less