Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Tim Dosen Fapet Undana Beri Diseminasi Teknologi Peternakan bagi Warga Noeltoko

Tim Dosen Fapet Undana Beri Diseminasi Teknologi Peternakan bagi Warga Noeltoko

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Loading

Noeltoko-TTU, Garda Indonesia | Desa Noeltoko di Kabupaten TTU memiliki nilai sejarah karena merupakan wilayah “Sonaf” atau pusat kerajaan dan ditetapkan oleh Bappenas sebagai desa percepatan dalam pengembangannya. Akhir-akhir ini Desa Noeltoko semakin terkenal dengan terungkapnya kasus “stunting” yang memiliki tingkat prevalensi cukup tinggi.

Mencermati potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Noeltoko, tim Dosen Fapet Undana dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia (Kemristekdikti) melalui skim Program Diseminasi Teknologi pada Masyarakat (PDTM) tahun 2019 telah dan sedang melakukan kegiatan Hilirisasi Teknologi Peternakan bagi peternak di Desa Noeltoko.

Alasan pelaksanaan kegiatan tersebut karena masyarakat Desa Noeltoko mengandalkan sektor pertanian termasuk peternakan sebagai sumber pendapatan utama dalam perekonomian rumah tangga mereka. Akan tetapi dalam pengelolaannya masih dilakukan secara tradisional, sehingga pemanfaatan berbagai sumber daya yang tersedia belum optimal dan berdampak pada rendahnya produktivitas usaha, khususnya di bidang peternakan, masyarakat (peternak) Desa Noeltoko masih dilakukan secara tradisional yang ditandai dari penyediaan pakan pada ternaknya masih tergantung pada pakan konvensional seperti hijauan untuk ternak sapi dan umbi-umbian serta biji-bijian pada ternak babi.

Foto bersama Tim Dosen Fapet Undana dan warga Desa Noeltoko Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Selain itu, ternak yang diusahakan masih mengandalkan genetik lokal baik ternak babi maupun sapi. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada kegiatan teknologi perbaikan pakan dan teknologi inseminasi buatan pada ternak babi dan sapi.

Adapun tujuan kegiatan Program Diseminasi Teknologi pada Masyarakat (PDTM) tahun 2019 antara lain:

Pertama, meningkatkan pemahaman peternak dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan untuk perbaikan usaha ternak dan pentingnya perbaikan mutu genetik ternak lokal melalui introduksi genetik unggul dengan memanfaatkan teknologi inseminasi buatan;

Kedua, meningkatkan ketrampilan peternak dalam mengolah bahan pakan lokal berupa limbah pertanian terutama bonggol pisang sebagai pakan ternak babi dan sapi;

Ketiga, meningkatkan ketrampilan peternak khususnya generasi muda desa dalam penguasaan teknologi inseminasi buatan baik untuk ternak babi maupun ternak sapi.

Pakan ternak merupakan faktor penentu dalam suatu pemahaman peternakan oleh karena biaya pakan memiliki porsi terbesar dalam suatu siklus produksi. Pada tingkat peternak khususnya di pulau Timor, usaha peternakan sapi potong masih dilakukan secara tradisional memanfaatkan pakan lokal yang tersedia di tingkat peternak terutama hijauan legume dan rumput alam. Pada kondisi pemeliharaan yang demikian menyebabkan produktivitas sapi potong masih rendah, di mana pertambahan berat badan harian hanya mencapai 0.25—0.30kg/e/h jauh dari pertumbuhan optimal sapi bali yaitu 0.6—0.7kg/e/h (Sobang, 2005).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan konsentrat Sapi Bali dapat meningkatkan pertambahan berat badan harian dapat mencapai 0.50kg/e/h. Namun penyusunan pakan konsentrat di tingkat peternak masih menghadapi kendala bahan pakan sumber energi seperti jagung giling dan dedak padi memiliki harga yang cukup mahal dan bersaing dengan kebutuhan manusia dan ternak lainnya terutama ternak babi dan unggas.

Oleh karena itu, diperlukan strategi penyediaan pakan konsentrat di tingkat peternak dengan harga yang lebih terjangkau melalui pemanfaatan bahan limbah hasil pertanian. Salah satu limbah pertanian yang cukup tersedia di tingkat peternak dan belum banyak dimanfaatkan adalah bonggol pisang. Bonggol pisang merupakan bagian umbi dari tanaman pisang yang tertinggal setelah pemanenan buah pisang.

Beberapa keunggulan bonggol pisang sebagai bahan pakan ternak adalah :
1) tanaman pisang dapat beradaptasi berbagai tipe dan topografi lahan, 2) tersedia sepanjang tahun, 3) mengandung unsur pati atau karbohidrat mudah tercerna yang tinggi sebagai unsur nutrisi penting selain protein yang dibutuhkan oleh ternak, 4) kandungan serat kasarnya yang rendah, 5) melalui fermentasi nilai nutrisi bonggol pisang dapat ditingkatkan terutama kandungan protein kasarnya.

Saat ini melalui pendanaan Kemristekdikti, Tim Peneliti Fakultas Peternakan Undana telah melakukan riset terhadap penggunaan tepung bonggol pisang sebagai bahan penyusun pakan konsentrat pada sapi potong.

Kegiatan telah dilakukan dalam kurun waktu Agustus—November 2019 dengan melakukan pertemuan bersama masyarakat untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan program kegiatan. Ketua Tim Pelaksana, Ir.Grace Maranatha, M.Si. menyampaikan tentang tujuan program diseminasi teknologi bagi masyarakat dan lebih khusus pada masyarakat Noeltoko.

Grace Maranatha menjelaskan bahwa Kemenristekdikti bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana telah memfasilitasi melalui bantuan pendanaan untuk melakukan deseminasi teknologi bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas ternak yang selama ini masih dikelola secara tradsional.

Anggota tim pelaksana, Ir. Yohanis Umbu L. Sobang, M.Si. menyampaikan upaya penyediaan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia di sekitar peternak, secara menekankan penggunaan bonggol pisang sebagai pakan sumber energi yang cukup baik dan berpotensi menggantikan porsi jagung dalam pakan konsentrat sesuai hasil riset yang dilakukannya pada sapi penggemukan di Kabupaten Kupang. Selain itu, dibahas juga pentingnya aspek perkandangan yang sehat dan nyaman bagi ternak sehingga dapat berproduksi dengan optimal.

Ir. Petrus Kune,M.Si memberikan edukasi teknologi inseminasi buatan pada ternak babi serta memberikan tips bagi peternak untuk mendeteksi birahi

Disamping itu, anggota tim yang lain, Ir. Petrus Kune,M.Si menekankan pada penerimaan teknologi inseminasi buatan baik pada ternak sapi dan babi serta memberikan tips bagi peternak untuk mendeteksi birahi ternak secara baik dan tepat, sehingga pelaksanaan IB atau perkawinan dapat dilakukan tepat waktu, menentukan kelompok sebagai mitra binaan yaitu 1 kelompok untuk ternak babi dan 1 kelompok untuk ternak sapi dengan anggota masing-masing 20 orang.

Adapun fasilitas yang diberikan kepada kelompok ternak babi adalah 1 (satu) pasang ternak babi unggul jenis Landrace (betina) dan Duroc (jantan) umur kawin, bahan untuk pembuatan kandang berupa semen, seng, dan paku, dummy untuk penampungan semen ternak babi, peralatan IB, dan 1 (satu) mesin pakan dengan fungsi chopper dan penepung. Sedangkan fasilitas yang diperoleh kelompok ternak sapi adalah bahan untuk pembuatan kandang berupa semen, seng, dan paku, peralatan IB pada sapi, dan 1 (satu) mesin pakan dengan fungsi chopper dan penepung.

Penyerahan fasilitas mesin pakan, ternak, dan peralatan telah dilakukan oleh Dr. Umbu Lily Pekuwali, S.H., M.Hum. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat mewakili Universitas Nusa Cendana meminta para anggota kelompok untuk memelihara dan memanfaatkan semaksimal mungkin sehingga dengan fasilitas yang diterima dapat memberikan manfaat untuk peningkatan produktivitas ternaknya.

Selanjutnya dilakukan pendampingan dalam pengoperasian mesin pakan dan dalam hal pembuatan pakan yang dilakukan tim teknisi, F. D. Samba, S.Pt. dengan memberikan pendampingan dalam penampungan semen babi dan Inseminasi Buatan. Respons kelompok mitra terhadap kegiatan ini cukup tinggi, terlihat dari kesediaan mereka untuk menyediakan bahan lokal untuk pembuatan kandang secara gotong royong, dan bersedia menyediakan limbah pertanian khususnya bonggol pisang untuk digunakan sebagai pakan ternak. (*)

Sumber berita (*/Tim PDTM Fapet Undana)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung Tahan WP Orang Kepercayaan Korupsi BTS Kominfo

    Kejagung Tahan WP Orang Kepercayaan Korupsi BTS Kominfo

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) bersama Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Kulon Progo, telah melakukan pengamanan terhadap saksi WP (orang kepercayaan Tersangka IH). Usai diamankan, tim penyidik menetapkan dan melakukan penahanan terhadap WP dalam perkara BAKTI Kominfo pada Senin, […]

  • Anugerah ASN 2020 Dihelat dengan Tiga Kategori

    Anugerah ASN 2020 Dihelat dengan Tiga Kategori

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali dihelat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di tahun 2020. Pelaksanaannya ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 131/2020 tentang Anugerah ASN Tahun 2020. Ajang Anugerah ASN merupakan penghargaan bagi ASN sebagai individu maupun organisasi yang telah memberikan kontribusi luar biasa dan secara […]

  • Kasus ‘Crazy Rich’ Bandung Doni Salmanan Naik ke Penyidikan

    Kasus ‘Crazy Rich’ Bandung Doni Salmanan Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Sab, 5 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri menaikkan kasus yang menjerat Crazy Rich Bandung, Doni Salmanan ke tahap penyidikan. Doni diduga affiliator investasi bodong aplikasi Quotex. “Terkait dengan Doni Salmanan bukan menggunakan platform Binomo, melainkan menggunakan platform Quotex,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko dalam keterangannya pada Jumat, 4 Maret 2022. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2022/03/03/usai-indra-kenz-giliran-doni-salmanan-dilaporkan-ke-bareskrim-polri/ Adapun […]

  • Hujan Mulai Oktober, Pemprov NTT Ajak Petani Optimalkan Lahan

    Hujan Mulai Oktober, Pemprov NTT Ajak Petani Optimalkan Lahan

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mempersiapkan dan mengoptimalkan lahan-lahan yang tersedia untuk berproduksi melalui program TJPS Pola Kemitraan. Sesuai perkiraan BMKG, musim hujan di NTT diprediksi akan dimulai pada akhir Oktober 2022. “Sesuai dengan hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan di NTT diperkirakan akan terjadi di dasarian […]

  • Pidato Kenegaraan di MPR RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak

    Pidato Kenegaraan di MPR RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ada hal unik yang mewarnai pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI yang dihelat di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Jika pada pidato di Sidang Tahunan MPR Presiden Jokowi mengenakan setelan jas berwarna biru lengkap dengan dasi merah, […]

  • 33 Orang Meninggal dalam Tragedi Wamena, Presiden Ucap Dukacita

    33 Orang Meninggal dalam Tragedi Wamena, Presiden Ucap Dukacita

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan duka atas jatuhnya korban jiwa dalam kejadian di Wamena baru-baru ini. Presiden meminta masyarakat Wamena untuk dapat saling menahan diri pascakejadian yang menyebabkan 33 orang meninggal dunia. “Saya ingin mengucapkan duka yang mendalam, belasungkawa yang mendalam, atas meninggalnya korban yang ada di Wamena,” ujarnya di Istana […]

expand_less