Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kasat Reskrim Polres Belu Klarifikasi Dugaan Tim Buser Aniaya Mesak Bau

Kasat Reskrim Polres Belu Klarifikasi Dugaan Tim Buser Aniaya Mesak Bau

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 8 Jan 2021
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kasat Reskrim Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Wira Satria Yudha, S.I.K. memberikan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tim buser terhadap Masak Bau, warga Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang pergantian tahun 2020 di Dusun Halitoko, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Kamis sore, 31 Desember 2020.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/01/02/buser-polres-belu-diduga-aniaya-warga-di-kecamatan-tasifeto-barat/

“Menurut informasi yang saya dapat, orang ini mabuk, parkir motor di tengah jalan. Anggota kita, buser sudah menegur secara baik – baik supaya kalau mau menghidupkan motor, di pinggir, jangan di tengah jalan. Ternyata, orang – orang di sekitar lokasi itu keluar dengan membawa batu, kunci inggris dan macam – macam untuk berusaha menyerang anggota kita. Oleh karena itu, anggota kita yang lain turun dari mobil. Setelah tahu bahwa itu adalah anggota, barulah mereka ini mundur”, urainya kepada Garda Indonesia di ruang kerjanya, pada Kamis, 7 Januari 2021.

Kalau waktu itu, lanjut Wira Yudha, orang sipil atau wartawan yang ada di lokasi tersebut, mungkin sudah dipukul dan dilempari batu. Tapi, karena mereka tahu bahwa yang ada saat itu adalah anggota dengan senjata api di pinggang, makanya mereka mundur.

Sebenarnya Mesak Bau itu, sambung Kasat Reskrim, mau dibawa ke Polres Belu, tetapi karena kebetulan saling kenal dengan anggota buser, akhirnya urung dan dibawa pulang ke rumahnya.

“Sebenarnya, itu bisa diproses”, tegas Kasat Reskrim.

Kasat Wira Yudha pun mengaku tidak mengetahui tentang informasi adanya tindakan pemukulan anggota buser terhadap Mesak Bau. “Setahu saya, tidak ada pemukulan. Entah memarnya itu kenapa, kita juga tidak tahu. Tapi, yang jelas waktu itu hampir ada penyerangan masyarakat di situ terhadap anggota kita. Makanya, Mesak Bau itu kita amankan untuk dibawa ke Polres. Tapi, karena anggota kita kenal, akhirnya dibawa pulang ke rumahnya”, terang Kasat Reskrim lagi. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    “Kita bangga Kota Kupang dan NTT tak seperti kota besar dan provinsi lain di Indonesia,” tekan Kepala BNN Kota Kupang, Kombes Pol Nelson Quintas yang sempat pula menangkap pengedar narkoba dari India.   Kota Kupang | Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama Kota Kupang cenderung tak seperti beberapa kota besar di Indonesia yang masif dari bahaya […]

  • Gakkumdu Hentikan Proses Kasus Bagi Sembako oleh Yayasan Fahiluka

    Gakkumdu Hentikan Proses Kasus Bagi Sembako oleh Yayasan Fahiluka

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu melalui Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andreas Pareira mengatakan, proses laporan dugaan pembagian sembako di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk sudah dihentikan. Hal itu dikemukakan Andreas Pareira kepada Garda Indonesia, pada Senin, 9 November 2020. Baca […]

  • Pendopo Gandeng Didiet Maulana Latih Komunitas Tenun Sikka

    Pendopo Gandeng Didiet Maulana Latih Komunitas Tenun Sikka

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Sikka, Garda Indonesia | Sejalan dengan misi Kawan Lama Group untuk memberikan nilai tambah bagi kehidupan yang lebih baik, Pendopo, unit bisnis Kawan Lama Group yang menjadi rumah bagi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dan telah bekerja sama dengan lebih dari 100 UKM di seluruh nusantara, menggandeng Didiet Maulana sebagai perancang busana […]

  • Pasca Gempa Maluku Utara, Dua Tewas & Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

    Pasca Gempa Maluku Utara, Dua Tewas & Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Utara, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitudo 7.2 pada Minggu, 14 Juli 2019, pukul 18:10:51 WIT. Lokasi berada pada 0.59 LS,128.06 BT (62 km Timur Laut Labuha-Malut ) dengan kedalaman 10 Km. Goncangan kuat gempa dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera selatan selama 2—5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Plh. Kepala Pusat […]

  • PATBM Nunhila Jadi Percontohan, Menteri Bintang Tinjau Langsung

    PATBM Nunhila Jadi Percontohan, Menteri Bintang Tinjau Langsung

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Mengakhiri kunjungan kerja perdana selama 2 (dua) hari sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri PPPA Bintang Puspayoga berkunjung ke Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan Nunhila Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Jumat, 8 November 2019. “Kita memang datang dari warna […]

  • Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 1Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Sebagai bagian dari Rotary International, dan secara  administratif, Rotary Kupang Central dibentuk sejak 2018 berada di bawah koordinasi District 3420; konsisten menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan dukungan relawan yang tergabung dalam Rotary Community Corps (RCC) di bawah koordinasi Agnes Bunga. Telisik […]

expand_less