Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Nasib nahas menimpa seorang wanita kelahiran Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nelci Manao (36), yang kesehariannya memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Ia dihina dan dianiaya hingga babak belur dan sempat tak sadarkan diri oleh tetangganya dan sekelompok penjudi Bingo di Lingkungan Lesepu, RT 18C/ RW 05, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Minggu siang, 3 Januari 2021, pukul 13.00 WITA.

Menurut pengakuan Nelci kepada wartawan pada Senin, 4 Januari 2021, bahwa ia diolok dengan kata – kata “pembantu rumah tangga dan membawa  pulang nasi sisa ke rumahnya”.

Sebelum penganiayaan yang disertai dengan tendangan ke tubuhnya oleh pelaku A, F dan L itu terjadi, urai Nelci, kelompok penjudi itu terlebih dahulu mengejek dan mempermalukannya di lokasi perjudian dengan kata – kata tak senonoh. Ejekan – ejekan itu pun sudah sering kali dialami Nelci dan ia selalu berusaha mengabaikan. Namun, rupanya pada Minggu siang tragis itu, kesabaran Nelci terlampau tak terkontrol, lalu menghampiri kelompok penjudi itu untuk sekadar mempertanyakan alasan dirinya dihina.

Saat itulah, Nelci  diserang secara membabi buta oleh kelompok penjudi Bingo di lokasi perjudian, dan berkelanjutan di rumahnya beberapa saat kemudian, dengan menggunakan kumpulan batu yang dibungkus dalam kain Bali dan setangkai sapu lidi tanpa ada perlawanan.

Akibatnya, Nelci Manao menderita memar pada dahi, kepala dan sekujur tubuhnya. Bahkan, merasa pusing hingga seharian penuh.

“Saya, setelah cuci pakaian di rumah tetangga, saya pergi ke rumah kakak. Saat saya balik ke rumah, pelaku A bersama beberapa orang sedang bermain Bingo menyindir saya, bilang pulang kampung jangan datang lagi karena sama saja menjadi pembantu di rumah orang dan pulang bawa makanan sisa. Tidak tahu kerja, hanya jadi pembantu,” kisah Nelci menirukan kata-kata hinaan si A, sembari mengaku sangat malu lantaran ditertawai kelompok Penjudi Bingo tersebut.

Nelsi menuturkan, bahwa usai diolok dan dianiaya di lokasi perjudian, ia kembali ke rumahnya. Ia pun tidak menduga, kalau pelaku berinisial A dan suaminya F bersama keluarga berinisial L membuntut dan menganiayanya di rumah sejam kemudian hingga jatuh pingsan.

“Sekitar setengah jam baru saya sadar. Saya langsung naik ojek pergi lapor polisi. Saya juga sudah visum di RSUD Atambua,” tuturnya.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Wira Satria Yudha yang dikonfirmasi wartawan di Ruang Kerjanya pada Kamis sore, 7 Januari 2021, menuturkan bahwa laporan itu belum ada. Bahkan, untuk memastikan ada tidaknya laporan tersebut, Kasat Wira Satria memerintahkan dua anggotanya mengecek di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Namun, tetap juga tidak ada.

Selanjutnya, sesuai dengan salinan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/ Penyidikan (SP2HP) yang diterima Garda Indonesia pada Minggu petang, 10 Januari 2021, tertera kasus tersebut sudah dilaporkan sejak Minggu, 3 Januari 2021 dengan Laporan Polisi, Nomor: LP 01 / I / 2021 / Polres Belu tentang tindak pidana di muka umum bersama–sama melakukan kekerasan terhadap orang (pengeroyokan) a.n. Fransisca, CS.

“Bersama ini, kami beritahukan bahwa kami telah melakukan penyelidikan tindak pidana tersebut dan perkembangan hasil penyelidikan selanjutnya akan kami beritahukan kepada saudari dan kami telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan untuk menaikkan ke tingkat penyidikan kami masih menunggu hasil VER (Visum Et Repertum) dari Rumah Sakit Umum Gabriel Manek, serta pemanggilan calon tersangka”, isi poin 2 dalam surat bertanggal 6 November 2021, ditujukan kepada pelapor Nelsi Manao dan ditandatangan oleh penyidik Agus Haryono, S.H. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto utama (*/pixabay)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sanggar Lopo Gaharu – Komunitas Budaya Berbasis Keluarga

    Sanggar Lopo Gaharu – Komunitas Budaya Berbasis Keluarga

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Mencintai Budaya mutlak dan pantas diperjuangkan, juga menanamkan dasar karakter, mental positif dan leadership yang di tanamkan dan di kedepankan terhadap para anak muda dalam Komunitas Budaya Sanggar Lopo Gaharu. Berdiri 4 September 2010, Sanggar Lopo Gaharu di pelopori oleh Erni Handayani seorang Guru SMA Negeri 1 Kupang dengan dukungan Drs. Floribertus […]

  • Kasus Covid-19 Menanjak, Pemkot Kupang Makin Perketat PPKM Mikro

    Kasus Covid-19 Menanjak, Pemkot Kupang Makin Perketat PPKM Mikro

    • calendar_month Sel, 22 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak awal Juni 2021, jumlah kasus Covid-19 semakin menanjak naik, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk bertindak cepat, dengan melakukan penguatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 […]

  • Pengembangan PLTP Ulumbu Poco Leok Didukung Gubernur NTT

    Pengembangan PLTP Ulumbu Poco Leok Didukung Gubernur NTT

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengungkapkan kalau potensi panas bumi yang dimiliki Pulau Flores bisa menjadi modal dalam menjalankan transisi energi. Salah satu langkah untuk mewujudkan visi tersebut adalah melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. VBL menekankan pengembangan energi terbarukan harus menjadi pilihan utama […]

  • Rotary Kupang Central Helat Pelatihan P3K via Webinar di Era Normal Baru

    Rotary Kupang Central Helat Pelatihan P3K via Webinar di Era Normal Baru

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pertama kali sejak berdirinya Rotary Club Kupang Central, diinisiasi pelatihan Pengenalan Dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan telah diselenggarakan bersama Rotaract (Rotary in Action) Kupang Fortuna pada Sabtu, 5 September 2020. Pelatihan yang dilaksanakan melalui webinar ini bertujuan mendorong masyarakat umum untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K […]

  • Julie Laiskodat Jadi Bunda PAUD, Wagub Josef : Revolusi Bentuk Manusia NTT

    Julie Laiskodat Jadi Bunda PAUD, Wagub Josef : Revolusi Bentuk Manusia NTT

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan, untuk membentuk sumber daya manusia NTT yang berkualitas, dibutuhkan upaya luar biasa. Harus dipersiapkan sejak awal sehingga bisa menghasilkan manusia-manusia berkualitas. “Kita harus melakukan suatu revolusi radikal. Ini harus dilakukan secara serius. Masalah pembentukan sumber daya manusia di NTT tidak bisa kerja […]

  • Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0

    Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Tangerang-Banten, Garda Indonesia | Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat merangsang inovasi, menyediakan ide dan sumber daya yang bervariasi tetapi di sisi lain memunculkan berbagai ancaman kejahatan terhadap perempuan dan anak, seperti bahaya pornografi dan cyber […]

expand_less