Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
  • visibility 118
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Bukan agama yang jadi musuh Pancasila. Tapi manipulasi terhadap agamalah yang jadi musuh Pancasila. Itu jelas. Tak perlu dipolemikkan, atau dipolitisir. Buang tenaga dan buang waktu saja.

Realitas politik belakangan ini menunjukkan fakta bahwa isu agama adalah komoditi paling murah (gampangan) untuk menyulut emosi massa.

Ada dua permasalahan di sini.

Pertama, masih ada sementara pihak yang hitam hatinya untuk tega memanipulasi agama demi kepentingan sektarian atau kepentingan politik sempitnya sendiri. Peristiwa-peristiwa di Karimun, Sampang-Madura, Minahasa Utara, dan beberapa wilayah lain telah menunjukkan fakta ini.

Kedua, masih kentara juga betapa ceteknya pemahaman agama, atau katakanlah kadar keimanan sementara kelompok masyarakat. Takut keimanannya rontok gara-gara terpapar dengan hal-hal yang absurd (gedung gereja, lagu, ucapan selamat, dan lain-lain). Kita tidak bisa menggeneralisasi bahwa seluruh rakyat Indonesia masih cetek pemahaman agamanya. Tidak ada survei yang bisa memverifikasi ini.

Maka terhadap kedua hal tadi, perlu diambil langkah taktis dan strategis dalam penanganannya.

Taktis, terhadap setiap gerakan anarkis, pengacau keamanan, dan perusak keharmonisan hidup berbangsa, harus segera ditumpas. Wajib bagi aparatus negara untuk bertindak dengan sigap dan cepat.

Gerakan atau ulah anarkisme seperti ini sangat berbahaya, toxic atau racun bagi konsensus hidup bersama di Indonesia yang bhinneka. Satu saja pembiaran terhadap anarkisme seperti ini, akan menular dan menjalar ke mana-mana.

Mengapa begitu? Sebabnya sederhana saja. Bukan di sisi masyarakatnya, tapi ini bisa jadi preseden bagi para penjahat politik lainnya. Mereka merasa bahwa anarkisme dan kesewenang-wenangan yang dibungkus agama bisa jadi alat untuk menekan pemerintah pusat dan lawan politik demi memaksakan kehendak egoistik mereka. Sekali dibiarkan, toman, ketagihan.

Strategis, terhadap kelompok masyarakat yang kenyataannya gampang digosok dengan sentimen keagamaan (padahal cuma manipulasi agama) mereka ini mesti di-reedukasi terus. Peran pendidikan oleh para ulama, rohaniwan dan cendekia menjadi imperatif. Panggilan untuk mencerdaskan bangsa. Jangan biarkan saudara-saudara kita ini jadi bebek tolol yang gampang disetir.

Namun, saat kelompok sumbu pendek seperti ini melihat ketegasan sikap aparat negara dalam menangani anarkisme, mereka juga  akan belajar dengan sendirinya. Seeing is believing. Bahwa negara tidak pernah menoleransi intoleransi dalam keragaman hidup beragama, latar belakang suku, maupun antar golongan.

Sekali lagi digaris bawahi di sini bahwa ketegasan sikap, dan kesigapan bertindak dari aparat negara adalah ‘conditio sine qua non’ terhadap jaminan keamanan dan kedamaian.

Musuh Pancasila adalah para manipulator agama. Kalau ada, segera sikat!

Penulis merupakan Sekjen Kawal Indonesia — Komunitas Anak Bangsa

Foto utama oleh bpip.go.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyepi–Hari Suci Umat Hindu di Bali

    Nyepi–Hari Suci Umat Hindu di Bali

    • calendar_month Ming, 14 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Nyepi adalah hari raya Umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa inti sari amerta air hidup. Untuk itu Umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Hari Raya Waisak, bersamaan dengan Hari Raya Nyepi, ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983. Makna Nyepi Nyepi […]

  • Prokes Ketat, Gubernur Lantik Bupati-Wabup Belu, Malaka & Sumba Barat

    Prokes Ketat, Gubernur Lantik Bupati-Wabup Belu, Malaka & Sumba Barat

    • calendar_month Sen, 26 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) resmi melantik 3 (tiga) Bupati dan Wakil Bupati hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 yakni Belu, Malaka, dan Sumba Barat periode jabatan 2021—2024 pada Senin pagi, 26 April 2021 di Aula El Tari. Pelantikan ketiga Bupati dan Wakil Bupati periode 2021—2024 ini mengedepankan protokol […]

  • PLN UPK Flores Tanam Ratusan Pohon Perindang di Pusat Pembangkit Listrik

    PLN UPK Flores Tanam Ratusan Pohon Perindang di Pusat Pembangkit Listrik

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-NTT, Garda Indonesia | Aksi nyata peduli lingkungan sekitar dibuktikan dengan penanaman pohon oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Flores dengan melibatkan seluruh pegawai di Unit Pusat Listrik Maumere–Wolomarang selama bulan Juni 2020. Aksi yang digelar dengan tajuk “Jumat Bersih” tersebut bertujuan untuk mewujudkan kawasan hijau (Go Green) di sekitar kawasan pembangkit tersebut ditanami […]

  • UGM Angkat Bicara Soal Foto Ijazah Jokowi Yang Viral, Ini Faktanya

    UGM Angkat Bicara Soal Foto Ijazah Jokowi Yang Viral, Ini Faktanya

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Loading

    Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan pihak kampus tidak bertanggung jawab atas tersebarnya foto tersebut. Pasalnya, ijazah asli Jokowi sudah diserahkan langsung kepada yang bersangkutan sejak kelulusannya.   Yogyakarta | Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara terkait beredarnya foto dokumen ijazah yang disebut milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di media sosial. Rektor UGM, Ova […]

  • KPK RI : ‘Konflik Kepentingan Pemicu Korupsi di Indonesia!’

    KPK RI : ‘Konflik Kepentingan Pemicu Korupsi di Indonesia!’

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua KPK RI, Saut Situmorang mengajak para Bupati/Walikota se-NTT untuk menghindari conflict of interest atau konflik kepentingan dalam menjalankan pemerintahan. Korupsi tidak akan pernah selesai kalau kita tidak mau berubah. “Setelah pemimpin itu selesai dipilih oleh rakyat, berikutnya adalah urusan bapak (pemimpin) dengan Tuhan bapak. Tidak boleh ada yang ngatur-ngatur. […]

  • Kelangkaan Minyak Goreng : Energi (Biodiesel) vs Pangan (Migor)?

    Kelangkaan Minyak Goreng : Energi (Biodiesel) vs Pangan (Migor)?

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “…jangan cepat menyalahkan pengusaha karena pengusaha tidak dilarang untuk mendapatkan untung, tentu saja pengusaha akan mencari bidang yang untungnya lebih banyak,” begitu kata Faisal Basri. Tentu kita setuju, bahwa insting pengusaha adalah cari untung. Mana ada pengusaha cari buntung? Kali ini kita pakai saja basis data (dari GAPKI) seperti yang disampaikan […]

expand_less