Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengunjungi beberapa titik lokasi pengungsian dan daerah lokasi bencana akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, pada Senin, 12 April 2021. Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL minta warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana agar mau direlokasi.

“Bagaimana semua sehat ko?, “tanya Gubernur VBL saat menyambangi pengungsi di Gereja GMIT Kaisarea, BTN Kolhua Kota Kupang.

“Sehat Bapa,” jawab pengungsi serempak.

Gubernur meminta kesediaan para pengungsi untuk direlokasi supaya lebih aman dan nyaman ke depannya. “Yang (rumahnya) rusak berat dan yang ada di (sekitar) daerah aliran sungai,  keputusan Pemerintah Kota Kupang akan direlokasi. Tinggal di tempat yang lebih bagus, rumahnya dibangun oleh Pemerintah. Pindah ke situ. Semua disiapkan dengan baik. Kalau sudah tinggal di situ, nanti saat hujan lebat,  tidak ada kekawatiran yang berlebihan lagi. Setuju (untuk relokasi) toh?,” tanya Gubernur VBL.

“Setuju!,” jawab para pengungsi dengan penuh semangat.

Kepada awak media di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen,  Gubernur VBL menegaskan, yang direlokasi adalah mereka yang tinggal di daerah yang tidak layak  lagi dan punya risiko tinggi untuk dihuni di Kota Kupang.

“Hari Rabu, 14 April, waktu paling terakhir (batas akhir) untuk verifikasi lahannya yang harus clear dan clean. Dan juga jumlah kepala keluarga (KK) yang direlokasi harus jelas. Sehingga secepatnya dikirimkan ke Pemerintah Pusat untuk segera ditangani. Dana untuk pembangunan berasal dari Pemerintah Pusat,” tegas Gubernur VBL.

VBL pun menjelaskan,  sambil menunggu pembangunan rumah di lokasi baru, Pemerintah Pusat khususnya BNPB siapkan dana bagi masyarakat yang akan direlokasi ini untuk sewa tinggal di rumah-rumah kerabat atau keluarga, “Hal ini untuk hindari penyebaran Covid-19, kalau tinggal di tempat pengungsi dalam waktu lama. Besaran biaya sewa ini adalah 500 ribu rupiah per KK.”

Khusus untuk yang rusak ringan, lanjut Gubernur VBL, Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi akan memberikan bantuan secepatnya sehingga masyarakat yang ada di tempat pengungsian segera menempati rumahnya kembali, “Yang rusak-rusak ringan agar kita langsung memberikan bantuan baik seng, paku maupun kayu agar mereka segera kerjakan (perbaiki) sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya minggu ini.”

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Gubernur VBL atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kota Kupang akan lakukan pendataan secara akurat secepatnya.

“Ada 475 rumah yang harus direlokasi. Semalam, kami sudah rapat dan mengecek lokasi untuk relokasi. Peluang besar adalah di Manulai, tanah milik Pemerintah Kota. Mudah-mudahan SK-nya bisa kelar hari ini untuk segera dikirimkan ke Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut Wali Kota Jefri mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari,  Pemerintah Kota akan melakukan beberapa upaya secepatnya. “Langkah berikutnya, kita akan segera kumpulkan mereka untuk memastikan mereka mau pindah ke sana. Kemarin kita ketemu dengan mereka semuanya dan mereka sampaikan secara lisan oke. Sehingga kita juga akan minta mereka buat pernyataan tertulis sehingga tidak ada protes di kemudian hari,” pungkasnya.

Beberapa titik pengungsian dan lokasi bencana yang dikunjungi Gubernur VBL adalah Posko 4  Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja, dan Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen, Lorong Jati Kelurahan Manutapen dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Air Nona, Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Basuki Terima Penghargaan GridOto Award 2018 Kategori Kontribusi Untuk Negeri

    Menteri Basuki Terima Penghargaan GridOto Award 2018 Kategori Kontribusi Untuk Negeri

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id |Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima penghargaan GridOto Award 2018 untuk kategori khusus yakni Kontribusi Untuk Negeri yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia melalui situs otomotif GridOto.com. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Harry Kristianto dari GridOto kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Rabu 10 […]

  • HMJ Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang Inisiasi Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

    HMJ Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang Inisiasi Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang (PNK) menginisiasi untuk membantu para mahasiswa/mahasiswi yang terdampak Pandemi Covid-19, terutama mereka yang tak dapat pulang ke kampung halaman karena penutupan akses transportasi laut dan udara. Upaya empati HMJ Teknik Sipil PNK tersebut direspons oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang, […]

  • Tantangan Julie Laiskodat Dijawab Politeknik Negeri Kupang

    Tantangan Julie Laiskodat Dijawab Politeknik Negeri Kupang

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) diminta Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat untuk tak hanya sekadar belajar di papan tulis dan di kelas saja, namun sekiranya dapat mengimplementasikan ilmu kepada masyarakat. Dan ini merupakan tindak lanjut dari PNK usai kunjungan kerja ke Dekranasda. Demikian disampaikan Direktur PNK, Frans Mangngi, S.T., M.Eng. kepada […]

  • Lantamal VII Kupang Publikasi ‘Mandalika International Marathon 2018’

    Lantamal VII Kupang Publikasi ‘Mandalika International Marathon 2018’

    • calendar_month Sab, 29 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Lantamal VII Kupang melakukan publikasi kegiatan Lomba Lari Internasional yang diinisiasi oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 4 November 2018 di Kuta Beach The Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB). Bertajuk ‘The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018’ semula direncanakan digelar pada tanggal 23 September 2018 diundur […]

  • “Tertinggi di NTT” Cakupan Vaksinasi Covid-19 Tahap I dan II di Kota Kupang

    “Tertinggi di NTT” Cakupan Vaksinasi Covid-19 Tahap I dan II di Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Antusias masyarakat Kota Kupang untuk mendapat vaksin covid-19 cukup tinggi. Dalam kurun waktu 7 bulan periode Januari—Juli , sudah 48 persen warga layak vaksin sudah menerima vaksin tahap I, berdasarkan data resmi dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Sementara, untuk vaksinasi tahap II, tercatat 22,5 persen. Angka […]

  • Pemuda

    Pemuda

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Pemuda Oleh Gregorius Bai Bagaimana bisa anak muda berdiam, ketika mereka jadi tukang pukul kekuasaan. Saat ruang publik ditentukan uang, Air di kampung pun kering kerontang. Alam berubah menjadi bencana, atas nama investasi dikeruk dan diperkosa. Benar salah diputarbalikkan, tersesat pekatnya konflik kepentingan. Dalam dunia yang penuh pura-pura, anak muda yang akhirnya pisahkan dusta dari […]

expand_less