Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Apakah PDI Perjuangan Pecah?

Apakah PDI Perjuangan Pecah?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Josef Herman Wenas

Apakah PDI Perjuangan sedang pecah? Saya pastikan tidak. Apakah PDIP akan pecah? Insting saya meyakini tidak akan. Sewaktu Taufik Kiemas (TK) masih hidup, sudah jadi rahasia umum ada yang disebut faksi TK dan faksi Mega di internal PDIP. Itu bukan perpecahan internal, itu dinamika internal. Sebab, at the end, ketika Ketua Umum memutuskan, semua kader ikut.

Kalau perpecahan, itu seperti Eros Djarot yang keluar dari PDIP mendirikan Partai Nasional Benteng Kemerdekaan (PNBK). Seperti Dimyati Hartono, keluar mendirikan Partai Indonesia Tanah Air Kita (PITA), atau Laksamana Sukardi yang mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Dinamika internal itu seperti di Pilkada DKI 2012. TK maunya dukung Fauzi Bowo untuk masa jabatan kedua, dan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Tetapi Mega melihat lain, dan mencalonkan Jokowi-Ahok. Sebagai Ketua Umum, Mega tidak patuh pada suaminya. Dia lalu kontak Prabowo Subianto yang kemudian sepakat untuk berkoalisi di Jakarta. The rest is history, Megawati terbukti benar.

Faktanya, ketika Ketua Umum sudah memutuskan, TK pun ikut dan mendukung sepenuhnya. Sebaliknya Megawati pun menuruti nasihat TK di awal 2013 (sebelum berpulang) untuk tidak lagi mencalonkan diri di Pilpres 2014, dan memberikan kesempatan kepada kader-kader muda tampil.

TK belajar dari Pikada DKI 2012, bahwa zaman sudah

****

TK meninggal di bulan Juni 2013, tetapi legacy dinamika internal ini berjalan terus. Mana ada partai besar tanpa dinamika internal? SBY-AHY baru saja mengalaminya. Pengalaman Gokar jangan ditanya. PKB, PPP, PAN, sama saja.

Sejak TK pergi, legacy dinamika internal ini terbagi di antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo, dengan Megawati sebagai “godmotherwho’s standing above all.

Puan Maharani itu gaya berpolitiknya seperti Megawati, sekalipun anak kandung TK. Sedangkan Prananda Prabowo yang anak tiri TK, justru mengikuti gaya berpolitik TK yang dibalik layar.

Sebagai politisi, Puan Maharani berkembang di panggung teritorial. Sudah sejak 2009, dia selalu menang di Dapil Jateng V (Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali), di mana ada Wali Kota Jokowi saat itu, untuk duduk di DPR RI.

Perolehan suara Puan selalu di atas BPP. Di 2014, BPP Jateng V untuk DPR RI itu 250 ribu, kinerja Puan jauh di atas BPP, sebanyak 369 ribu suara. Di 2019, Puan adalah Caleg DPR RI dengan suara terbanyak se-Indonesia, dengan perolehan 400 ribu suara.

Prananda Prabowo sebaliknya di belakang layar, sebagai Kepala “Situation Room and Analysis” DPP PDIP, itu gampangnya adalah fungsi intelijen yang cair ke mana-mana. Jokowi sendiri menilai Prananda begini: “Potensinya besar. Cara pengorganisasiannya detail. Orangnya memang tak menonjol, tetapi dekat dengan siapa pun.”

Adalah Prananda yang menjadi konseptor pidato Megawati pada Kongres III PDI Perjuangan tahun 2010 yang dipuji secara luas itu, dia mengutip Bhagawad Gita, “karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada chana.” Dia ingin menekankan militansi kader untuk “kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi.”

Memang ciri khas PDIP adalah kader-kader mereka yang loyal dengan komando tegak lurus ke atas. Prananda itu “the brains behind” sang Ketua Umum.

****

Ganjar Pranowo itu anak didik TK, gaya politiknya pun TK banget, bergaul ke mana-mana lintas partai.

Embargo terhadap Ganjar yang dilakukan oleh Bambang Wuryanto di Semarang kemarin itu (at the behest of Puan Maharani tentunya), jelas menunjukkan tidak suka “pergaulan ke mana-mana” yang dilakukan oleh Ganjar ini.

Sikap tidak suka itu terkait Pilpres di 2024. Manuver Ganjar terkesan prematur, mendahului keputusan partai. Sedangkan proyeksi mendudukkan Puan ke RI-2 adalah pilihan realistis saat ini, mengingat berbagai survei sejauh ini belum ada yang mengindikasikan kader PDIP bisa “eligible” untuk posisi RI-1.

Ganjar memang yang tertinggi di berbagai survei, tetapi kenyataannya masih di belasan persen. Jauh dari cukup.

Itu sebabnya ada hipotesa Gerindra-PDIP, konkretnya Prabowo-Puan, walaupun masa 3 tahun ke depan dinamika politik di Indonesia masih harus membuktikan kebenarannya. Maka, manuver Ganjar yang tujuannya adalah RI-1 dipandang bisa merusak proses pengujian hipotesa ini.

Coba Anda cek Instagram dengan kata kunci “Ganjar Pranowo”, dan bandingkan dengan kata kunci “Anies Baswedan.” Akun-akun yang intinya mau mengantar ke posisi RI-1 mereka berdua hampir sama banyaknya.

Namun, otak Prananda nampaknya meyakini kalau “ajimat” Bung Karno yang percaya kombinasi “Nasionalis-Islam” masih relevan di 2024 nanti. Dia pasti memantau betul bagaimana kuatnya “Kampanye Arab” di balik reaksi publik Indonesia dalam isu Palestina akhir-akhir ini. Dan “Kampanye Arab” ini juga yang terbukti merusak Pilkada DKI 2017, Pilpres 2014, dan Pilpres 2019.

Selain itu, PDIP juga tidak bisa bersandar pada satu hipotesa saja. Perlu ada “contingency hypotheses.”

Apalagi sifat survei itu selalu kontemporer, tidak pernah permanen. Oleh karena itu, perlu repetisi untuk melihat konsistensi hasilnya, dan— ini penting diingat— bila dilakukan sedekat mungkin dengan momentumnya (ie. pemilihan umum), maka survei terkait juga semakin mendekati kenyataan. Jadi, perlu waktu!

Pelajaran dari Ahok di Pilkada DKI, dari Jokowi di dua Pilpres lalu, bahkan dari Ganjar sendiri di Pilkada Jateng 2018, adalah fakta bahwa para responden survei itu volatile sifatnya, bahkan bisa melakukan “ghosting.” Masih ingat kan, dalam dua minggu terakhir manuver Sudirman-Ida ternyata mampu merebut 41% suara dari yang awalnya hanya di rentang 14%–18% saja?

Perlu diingat, bagi PDIP tahun 2024 itu bukan saja soal Pilpres. Pada tahun itu juga akan ada pergantian Ketua Umum. Saat itu usia Megawati sudah mencapai 77 tahun.

****

Saya memperkirakan Megawati akan merestui Joko Widodo menggantikan dirinya sebagai Ketua Umum, untuk mendongkrak elektabilitas PDIP di 2024 nanti.

Maka kedua faksi itu, serta para pendukungnya, perlu menyesuaikan permainan mereka.

Yogyakarta, 24 Mei 2021

Foto utama oleh pinterpolitik.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2020, Kadin Indonesia Bidik 20.000 UMKM Untuk Naik Kelas

    Tahun 2020, Kadin Indonesia Bidik 20.000 UMKM Untuk Naik Kelas

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pelaku usaha di Indonesia berdasarkan data Kemenkop 2017 berjumlah 62,9 juta, di mana 99,99% adalah pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil & Menengah). Dalam 10 tahun terakhir, secara persentase, jumlah pelaku usaha UMKM tidak menunjukkan peningkatan kelas secara signifikan. Dari jumlah total pelaku usaha UMKM, di mana 98,7% adalah usaha Mikro. […]

  • Tim Gugus Tugas: 8 Pasien Positif Covid-19 Terpapar di Luar Kota Kupang

    Tim Gugus Tugas: 8 Pasien Positif Covid-19 Terpapar di Luar Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Berdasar hasil pemeriksaan laboratorium (metode RT-PCR) terdapat penambahan 7 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Kupang. Sehingga kumulatif kasus konfirmasi menjadi 8 orang. Ketujuh pasien telah dipindahkan ke ruang isolasi RS Bhayangkara, Kupang. Semua pasien konfirmasi ini berjenis kelamin laki-laki dan berumur sekitar 30—44 tahun, sedangkan 1 pasien telah dinyatakan […]

  • Kepada Presiden, PLN Paparkan Konsep Transisi Energi Menuju COP28

    Kepada Presiden, PLN Paparkan Konsep Transisi Energi Menuju COP28

    • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) menekankan komitmen dalam menjalankan transisi energi di hadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, para menteri dan pejabat setingkat menteri di acara puncak Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Senayan pada Senin, 18 September 2023. Komitmen yang disampaikan di acara Kementerian Lingkungan Hidup dan […]

  • Eddy Kusuma Wijaya – Konsistensi Politik dengan Dukungan Kaum Marginal

    Eddy Kusuma Wijaya – Konsistensi Politik dengan Dukungan Kaum Marginal

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Sosok Inspektur Jenderal Polisi Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, S.H., M.H., M.M., Purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia lulusan Akpol tahun 1977 dalam kanca perpolitikan makin terus mengerucut pada kepedulian masyarakat kelas menengah ke bawah. Tak henti-hentinya, ia melakukan komunikasi politik dalam konteks Politik Pilpres dan Legislatif di 2019 mendatang. Pria dengan jabatan […]

  • George Hadjoh Dilantik Jadi Penjabat Wali Kota Kupang, Ini Tugasnya

    George Hadjoh Dilantik Jadi Penjabat Wali Kota Kupang, Ini Tugasnya

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | George Melkianus Hadjoh, S.H. dilantik dan diambil sumpah menjadi Penjabat Wali Kota Kupang oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat atas nama Presiden Republik Indonesia pada Senin siang, 22 Agustus 2022 pukul 14.00 WITA—selesai di aula El Tari. Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan Menteri Dalam Negeri oleh Asisten […]

  • Di Fatu Kapal Matahari Tenggelam di Hatimu, Destinasi di Ketiak Kota Kupang

    Di Fatu Kapal Matahari Tenggelam di Hatimu, Destinasi di Ketiak Kota Kupang

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Marsel Robot dan Tim Dosen PKM Undana dan Kepala Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata Undana Sensualitas Pulau Timor acap dihubungkan dengan hamparan sabana disulam lenguh sapi menerpa dinding tebing, atau onggokan pulau yang berserakan di telapak semesta. Belakangan, tidak hanya itu. Gunung Batu bercerita tentang Timor sebagai pulau yang indah. Kita mengenal beberapa […]

expand_less