Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Momen Indah, Bakti Kemenkumham NTT di Oepoli—Batas RI dan Timor Leste

Momen Indah, Bakti Kemenkumham NTT di Oepoli—Batas RI dan Timor Leste

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
  • visibility 176
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Melesitkan bayangan tentang seperti apa suasana perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di beberapa titik lokasi dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah bergelayut dalam benak saya sejak dahulu, seiring dengan berbagai pemberitaan tentang aktivitas ekonomi, sosial dan budaya antara dua negara yang bertalian saudara dalam satu daratan di Pulau Timor yang memiliki luas 30.777 km2 tersebut.

Negara Timor Leste sendiri memiliki luas 15.007 km2 telah menyisihkan setengah (1/2) luas Pulau Timor yang terdapat 1 (satu) kota dan 5 (lima) kabupaten yang mana Kabupaten Kupang memiliki luas daerah terbesar yakni 5.526 km2 (1/3 luas daratan Timor tanpa Timor Leste) termasuk di dalamnya Oepoli, daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Saya pun memperoleh kesempatan menelisik Oepoli dari Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone saat kami dengan beberapa teman media ikut dalam Idul Qurban 1443 H. Sosok Kakanwil Perempuan Pertama di Kemenkumham NTT tersebut pun mengungkapkan bahwa akan melaksanakan bakti sosial pada 6—8 Agustus 2021.

Namun, memasuki akhir Juli 2021, kami diinformasikan lebih awal bahwa kegiatan yang mengusung tema “Kumham Peduli Kumham Berbagi” dilaksanakan secara serempak di seluruh perbatasan pada Kamis, 29 Juli 2021 bersama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Lalu, kami dibagi atas beberapa tim yang ditugaskan untuk melakukan bakti sosial Kemenkumham Provinsi NTT.  Awalnya saya diberikan lokasi di Napan lokasi perbatasan di Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), daerah asal mula nenek moyang atau buyut kami (ayah saya berasal dari TTU dan memiliki saudara tersebar di Bikomi dan Miomaffo). Namun, saya pun mengubah lokasi ke Oepoli dengan beberapa pertimbangan dan permintaan pindah lokasi ke Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT.

Dan, bersyukur permintaan saya pun diterima oleh Ibu Kakanwil Merci Jone yang bertugas di perbatasan Kabupaten Belu (sambil tak hentinya membayangkan seperti suasana di Oepoli), kami pun bertolak menuju ke Oepoli pada Rabu pagi, 28 Juli 2021 bersama Kadiv Administrasi Kemenkumham NTT, Garnadi dan tim menuju ke Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang yang kini dapat menikmati listrik 24 jam tanpa henti berkat peningkatan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) (dan berkat kerja keras dan cerdas dari GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan tim).

Anak sekolah di Oepoli berjalan kaki di terik matahari menempuh perjalanan pulang berkilo-kilo meter dari sekolah ke rumah masing-masing

Bertolak dari Kota Kupang pada pukul 09.00 WITA, dan tiba sekitar pukul 20.30 WITA (hampir 12 jam perjalanan menggunakan mobil Sport Utility Vehicles diesel, 2,7L 4-silinder, lumayan membuat saya sempat mabuk perjalanan kemudian memutuskan berhenti sejenak di Eban, Kecamatan Miomaffo Barat (perjalanan kami ke Oepoli melalui Kefa Ibu Kota Kabupaten Timor Tengah Utara).

Menyusuri jalanan perpaduan aspal dan pengerasan, berlubang, terjal, dan terdapat material batu dan pasir termasuk melintasi beberapa sungai membuat tubuh kami terguncang, meski menggunakan mobil dengan suspensi shockbreaker KYB. Namun, perjalanan panjang setengah hari membuat kami terpesona atas suguhan view ‘pemandangan alam’ dan udara sejuk saat melintasi padang sabana di Bikomi dan Miomaffo dan sempat melintas di antara dua excavator yang sementara membelah bukit.

Satu momen yang bakal tak terlupakan saat kami merasa lapar, penat, dan memutuskan mampir sejenak beristirahat dan menikmati suguhan mie rebus pakai telur di rumah Mama Ima Fallo  di Dusun 4, Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Kupang Timur. Kemudian momen menarik datang menghampiri saat mie rebus panas tiba dan terdapat potongan bungkus plastik bumbu di dalamnya.

Pak Garnadi pun dengan suara setengah berbisik ke saya lalu berkata, “Loh, kok ada ini di dalam mie?” lalu saya saat sementara ingin mengambil sedikit porsi mie rebus pun dengan segera mengangkat potongan plastik bumbu tersebut sambil tersenyum ke Diana (Sekretaris Kadivmin), Nanda (Humas Kemenkumham NTT) dan Maksi Bukifan dari Kanim Kupang (driver dadakan karena tahu alur perjalanan menuju ke Oepoli).

Udara dingin disertai embusan angin malam segera mendinginkan mie rebus panas tersebut, namun dengan segera kami melahapnya. Dan alam pun menyuguhkan bagi kami hamparan bintang berkilau indah di Desa Netemnanu Selatan yang belum memiliki listrik, meski masyarakat telah menyetorkan uang masing-masing senilai 1,9 juta kepada Kepala Desa sejak Maret 2021 (ungkapan Mama Mia Fallo kepada saya dan Maksi Bukifan menggunakan Bahasa Dawan Timor).

Setibanya di Oepoli, kami melewati Pos Oepoli Sungai (sungai yang menjadi sengketa batas Indonesia dan Timor Leste) kemudian langsung menuju ke Pos Oepoli Kantor Imigrasi Kelas I Kupang, di sana telah ada beberapa staf Kanim Kupang termasuk Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Ketsia S. P. M. Lanoe., S.H., M.H. sementara mengemasi bingkisan bakti Kemenkumham NTT kepada masyarakat Desa Netemnanu Utara.

Kadiv Administrasi Kemenkumham Provinsi NTT, Garnadi, Maksi Bukifan (dari Kanim Kupang), dan warga Fatumnasi saat di sabana dengan ternak kuda mereka

Usai sedikit membantu persiapan giat Kumham Peduli dan Kumham Berbagi, kemudian kami menginap di beberapa rumah warga (di Oepoli belum ada penginapan apalagi hotel), saya dan beberapa staf Kanim Kupang dan Kanwil Kemenkumham mendapat tempat istirahat malam di rumah Sandri Kameo, Honorer yang menjaga dan mengurus Pos Oepoli.

Keesokan harinya pada Kamis, 29 Juli 2021 pukul 05.00 WITA saya pun terjaga dari tidur malam yang tak begitu nyenyak, lalu berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalan batas negara Indonesia dan Timor Leste yang masih berupa jalan pengerasan, berdebu, dan berbatu hingga tiba di pos lintas batas negara (PLBN) Oepoli yang terhenti pengerjaannya terkait sengketa tapal batas.

Tepat pukul 08.00 WITA, kami beranjak menuju ke Pos Imigrasi Oepoli dan di sana sudah ada beberapa warga yang menunggu. Persiapan pun dilakukan dan pada pukul 08.30 WITA mulai melayani warga Desa Netemnanu Utara yang sekitar 90 persen berprofesi sebagai Petani. Tahapan Kumham Peduli dan Kumham Berbagi dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat, termasuk di dalam bingkisan terdapat handsanitizer dan masker.

Beberapa warga desa yang menerima bingkisan Bakti Kemenkumham di Oepoli, Perbatasan Indonesia dan Timor Leste pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mereka. Seperti Bapak Vincensius Tabil yang tak mengetahui umurnya dan memiliki 6 (enam) orang anak.

“Terima kasih banyak, bantuan ini membantu kami,” ujar pria lanjut usia saat saya wawancarai.

Senada, Yakobus Lay (65 tahun) mengaturkan terima kasih, “Terima kasih,” ucapnya singkat sembari menjawab pertanyaan saya terkait hasil pertanian yang terasa kurang di tengah pandemi Covid-19.

Eforia Tim Kemenkumham Provinsi NTT saat rehat sejenak di Jembatan Aplal, usai giat Kumham Peduli dan Kumham Berbagi

Begitu pun dengan Mama Bertha Taeboko mengucapkan terima kasih. “Mama tak bisa bekerja lagi, Mama sakit,” ucap perempuan lanjut usia yang mengaku berusia di atas 60 tahun.

Termasuk Kakak Meriana Baisila (23 tahun) berprofesi sebagai Petani yang memperoleh informasi tentang Bakti Kemenkumham Provinsi NTT dari Ketua RT.10. “Kami bekerja sebagai Petani yang dapat merasakan bantuan dari Kemenkumham sangat bermanfaat dan kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya kemudian membopong bingkisan berwadah tas plastik berwarna merah.

Foto (*/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank NTT Terima PARITRANA Award dari Pemprov NTT

    Bank NTT Terima PARITRANA Award dari Pemprov NTT

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Segenap karyawan/karyawati, kepala cabang, kepala divisi, jajaran direksi hingga komisaris patut berbangga karena PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) yang dikelola putra-putri terbaik daerah berhasil meraih penghargaan dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT). Penganugerahan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan (PARITRANA Award) Tingkat Provinsi NTT tahun 2023 yang dihelat di […]

  • Pjs. Bupati Belu Terima Rekomendasi KASN tentang Sanksi Bagi 9 Camat

    Pjs. Bupati Belu Terima Rekomendasi KASN tentang Sanksi Bagi 9 Camat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Rekomendasi KASN-nya sudah ada, diberikan kepada pejabat pembina kepegawaian daerah untuk menjatuhkan sanksi kepada 9 camat yang bermasalah. Jenis sanksinya tentu sama karena terlibat dalam titik kegiatan yang sama,” ungkap Pjs. Bupati Belu, Zakarias Moruk saat ditemui awak media di ruang kerjanya, pada Selasa siang, 3 November 2020. Dalam rekomendasi KASN […]

  • PLN UIP Nusra-Puskemas Poco Leok Bantu Gizi 34 Anak Stunting

    PLN UIP Nusra-Puskemas Poco Leok Bantu Gizi 34 Anak Stunting

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    PLN pun membenahi saluran air hingga sanitasi warga Poco Leok, termasuk unit MCK di Postu Lungar. Bantuan-bantuan tersebut merupakan upaya preventif dan diharapkan dapat menekan risiko penyakit akibat fasilitas sanitasi yang kurang memadai.   Manggarai | PLN (Persero) UIP Nusra bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, NTT, melalui Puskesmas Ponggeok menghelat pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis […]

  • Lihat Indah dan Damainya Papua, Panglima TNI & Tokoh Papua Berlayar Bersama

    Lihat Indah dan Damainya Papua, Panglima TNI & Tokoh Papua Berlayar Bersama

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Papua, Garda Indonesia | Kehadiran Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., di Bumi Cendrawasih sepekan belakangan ini adalah sebuah bukti nyata bahwa TNI serius untuk menyelesaikan permasalahan dan berdialog langsung dengan para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Papua. Setelah menggagas deklarasi damai di Tanah Papua pasca aksi massa di wilayah Papua […]

  • KPK OTT Rektor Universitas Lampung, Ada Uang, Emas & Deposito 4,4 Miliar

    KPK OTT Rektor Universitas Lampung, Ada Uang, Emas & Deposito 4,4 Miliar

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | KRM, Rektor Universitas Lampung (UNILA) periode 2020—2024, HY Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung, MB Ketua Senat Universitas Lampung, BS Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung, ML Dosen 6, HF Dekan fakultas Teknik Universitas Lampung, AT Ajudan KRM, dan AD Swasta; terciduk operasi tangkap tangan (OTT) dari Komisi […]

  • Adipura Bertransformasi, Gagal Kelola Sampah Dapat Predikat Kota Kotor

    Adipura Bertransformasi, Gagal Kelola Sampah Dapat Predikat Kota Kotor

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”.   Jakarta | Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup […]

expand_less