Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » ‘Trafficking’ Pengantin Pesanan Ke Taiwan, ParTha: Polda Metro Jaya Harus Serius

‘Trafficking’ Pengantin Pesanan Ke Taiwan, ParTha: Polda Metro Jaya Harus Serius

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Parinama Astha (ParTha) sedang menangani kasus perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan yang akan diberangkatkan ke Taiwan. Tindakan perdagangan orang seperti ini sering terjadi, dan ini dilakukan oleh kelompok atau sindikat perdagangan orang Teng Yan Cju dan Susi.

Modus trafficking diawali sebuah proses perekrutan dengan cara mengajak korban untuk menikah dengan seorang laki-laki berwarganegara Taiwan dan menjanjikan untuk hidup bahagia, mapan, memiliki uang yang banyak dan dapat mengirimkan uang kepada keluarga setiap bulan. Selain itu, pelaku bekerja sama dengan instansi terkait melakukan pemalsuan terhadap dokumen milik korban, berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan berbagai dokumen lain.

Tidak ada perkawinan yang sah secara keyakinan dan juga secara hukum, korban hanya dibawa ke studio dan melakukan foto dengan menggunakan pakaian pengantin.

Korban sempat dibawa ke Jakarta untuk melakukan pengurusan visa keberangkatan ke Taiwan, dan sempat menginap di tempat penginapan yang dikelola oleh seorang laki-laki yang bernama Tony, di mana Tony yang menjemput korban dan suami (orang Taiwan) di Bandara Soekarno Hatta.

Pelaku membawa korban ke suatu tempat, di mana korban tidak mengetahui alamat secara detail, tempat tersebut seperti kos yang berada di antara wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, dan untungnya korban dapat melarikan diri dari tempat tersebut.

Berdasarkan penuturan korban, bahwa bukan hanya korban yang berada di tempat tersebut, namun banyak perempuan yang berada di tempat tersebut dan sedang mengurus visa keberangkatan ke negara yang akan ditujukan.

Korban diamankan di salah satu rumah aman. Bersama ParTha, Suster dari beberapa ordo kesusteran telah membuatkan laporan ke Polda Metro Jaya, dan Polda Metro Jaya telah memanggil saksi-saksi pada kasus ini, namun Polda Metro Jaya juga meminta untuk melakukan pemanggilan terhadap saudara korban yang berada di Pontianak Kalimantan Barat.

Menyoroti persoalan di pengantin pesanan, ParTha yang merupakan sebuah lembaga yang dibentuk atas dasar visi dan misi untuk melawan perdagangan orang di Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kemandekan kasus tersebut, dan meminta kepada Kepolisian Polda Metro Jaya untuk memproses kasus ini dengan baik dan cepat, dan berharap dapat mengungkapkan lebih banyak lagi kasus perdagangan orang khusus perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan, yang selama ini cenderung mengalami kemandekan secara hukum, karena unsur eksploitasi belum terjadi.

Ketua ParTha, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo pada Selasa, 24 Agustus 2021, mengatakan bahwa ParTha sangat mendukung Kepolisian Polda Metro Jaya untuk memproses kasus ini dengan baik dan tuntas sesuai dengan Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan juga bisa ditambahkan dengan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang akrab disapa Sara pun menambahkan penggunaan undang-undang ITE pada kasus ini karena adanya ajakan pelaku kepada korban melalui media. Terlebih dari itu, juga ada beberapa ancaman dari pelaku terhadap korban karena melarikan diri dari tempat tinggal (kos) yang dikelola oleh Tony, yang diduga bagian dari sindikat yang ada di Pontianak.

Sara menandaskan bahwa Kepolisian dapat melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban melalui Konferensi video, sebagaimana dengan Analisa Hukum Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Saksi/Ahli dalam menyikapi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang telah dikeluarkan oleh Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Umum.(*)

Sumber dan foto (*/ParTha)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruh Leadership Ben Mboi di Raga Simon Petrus Kamlasi

    Ruh Leadership Ben Mboi di Raga Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng | Pasangan calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu (SIAGA), langsung tancap gas usai mendapatkan nomor urut yang ditetapkan KPU. Paslon nomor urut 3 ini langsung terbang ke Manggarai, Flores pada Rabu, 25 September 2024, bertemu langsung dengan masyarakat yang sudah menanti. Setibanya di Bandara Frans Seda Ruteng, mereka disambut dengan […]

  • Satgas COVID-19 FKIPGK NTT Sodor Enam Usulan kepada Gubernur NTT

    Satgas COVID-19 FKIPGK NTT Sodor Enam Usulan kepada Gubernur NTT

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen (FKIPGK) di wilayah Nusa Tenggara Timur membentuk Satuan Tugas yang bertujuan membantu dan mendukung Pemerintah dan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dan membantu keluarga terdampak Covid-19. Satuan Tugas ini diberi nama SATGAS COVID-19 FKIPGK NTT yang bertugas dan bertanggung jawab […]

  • Jawa Barat Provinsi Terkorup Versi KPK, Masihkah Tuhan Tersenyum?

    Jawa Barat Provinsi Terkorup Versi KPK, Masihkah Tuhan Tersenyum?

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum.” - M.A.W. Brouwer Memang Jawa Barat itu alamnya indah, tanahnya ‘Subur Makmur Gemah Ripah Lohjinawi’. Sehingga seyogianya masyarakatnya pun hidup dalam keadaan ‘Tata Tentrem Kerta Raharja’. Namun, sering terjadi ironi. Di mana suatu keadaan wilayah yang berkecukupan (berlebihan) anugerah kekayaan alamnya, malah kerap terjadi situasi […]

  • Teken MoU Kesehatan, Warga Malaka Berobat Gratis di RSUD Atambua

    Teken MoU Kesehatan, Warga Malaka Berobat Gratis di RSUD Atambua

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Malaka dan Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menandatangani nota kesepahaman (MoU — Memorandum of Understanding) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang pelayanan kesehatan gratis di ruang rapat Bupati Belu pada Senin, 30 Agustus 2021. Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, M.H. pada kesempatan pertama, menyebut Kabupaten Malaka sebagai anak […]

  • Jaga Listrik Tetap Nyala, PLN ULTG Kupang Lakukan Pemeliharaan Sistem Timor

    Jaga Listrik Tetap Nyala, PLN ULTG Kupang Lakukan Pemeliharaan Sistem Timor

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang melakukan pemeliharaan peralatan utama Gardu Induk Bay Line 1 dan 2 arah Bolok di Gardu Induk Maulafa pada 9—10 Juni 2020. Gardu Induk Maulafa Kupang merupakan sub-sub sistem dari sistem tenaga listrik. Sebagai sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi), gardu […]

  • BNPB : Terdapat 177 Tsunami Besar & Kecil Sejak Tahun 1629—2018

    BNPB : Terdapat 177 Tsunami Besar & Kecil Sejak Tahun 1629—2018

    • calendar_month Rab, 26 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sejak tahun 1629—2018 terdapat 177 kejadian tsunami besar dan kecil dengan sebaran tsunami diawali di Maluku pada tahun 1629 disusul tahun 1648 di Pulau Timor; kemudian pada tahun 1674 tsunami di Ambon yang menelan korban sebanyak 2.243 orang meninggal, kejadian serupa juga terjadi di Banda. Kepala […]

expand_less