Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » PMI Markas Belu Vaksin Warga Atambua, Luar Biasa Antusias Masyarakat

PMI Markas Belu Vaksin Warga Atambua, Luar Biasa Antusias Masyarakat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Palang Merah Indonesia (PMI) Markas Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didanai oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menghelat vaksinasi tahap I bagi masyarakat umum di Kantor Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Ketua Markas PMI Belu, Yance Taek mendeskripsikan PMI sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, berperan aktif mendukung program pemerintah daerah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid–19.

PMI Belu melalui dukungan pemda sudah mulai memerangi Covid sejak tahun 2019 – 2020 dengan melakukan berbagai kegiatan, salah satunya penyemprotan disinfektan di tempat–tempat umum, kantor, gereja, perusahaan, dan rumah penduduk. Selain itu, PMI Belu mengedukasi masyarakat dengan menyebarkan selebaran dan fliplet (sosialisasi online) tentang bahaya Covid.

Yance Taek mengatakan, tugas pokok PMI adalah transfusi darah, sehingga bagi siapa pun yang mau mendonorkan darahnya, diimbau untuk melakukan vaksin lengkap terlebih dahulu. Pada tahun 2021, dengan dukungan pemda dan ICRC, PMI Belu membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi 80% melalui 20 kali kegiatan vaksin. Sasaran capaiannya 10 ribu masyarakat Kabupaten Belu.

“Syukur karena masyarakat makin sadar akan pentingnya vaksin, sehingga hari ini, yang seharusnya target hanya 150 orang, malahan yang datang ke sini justru membludak hingga 600 lebih orang. Kami pun langsung koordinasikan dengan Plt. Kadis Kesehatan yang saat ini hadir, sehingga dari dinas kesehatan bersedia memasok 1.000 dosis tambahan,” ungkap Yance Taek.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Drs. Egidius Nurak (kemeja putih) didampingi anggota DPRD Belu Komisi III, Benediktus Hale (kemeja coklat) dan Ketua Markas PMI, Yance Taek (rompi merah) sedang memantau kegiatan vaksinasi

Setelah di Kabuna, imbuh Yance Taek, PMI Belu akan melakukan kegiatan serupa di Desa Manumutin, Sadi, Tulakadi, dan Desa Umaklaran. Kemudian, berputar lagi ke Kabuna dan seterusnya hingga 20 kali kegiatan.

Jadwal vaksinnya disesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan Puskesmas Haliwen, setiap hari Selasa sampai Sabtu. Sedangkan hari Minggu dan Senin PMI Belu memanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus berkoordinasi dengan camat, para kepala desa, RT dan RW terkait perencanaan dan pelaksanaan vaksin di wilayah target.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini bupati dan wakil bupati bersama jajarannya, kepala dinas kesehatan dan kepala Puskesmas Haliwen atas kerja sama dan dukungannya. Kami sangat merasakan harmonisasi luar biasa di antara Pemda Belu, Kepala Desa Kabuna, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan seluruh komponen masyarakat  sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Ditanya terkait adanya anggapan buruk masyarakat, bahwa vaksin adalah hal yang sangat menakutkan, Yance mengimbau masyarakat untuk berkaca dari orang – orang sekitar yang telah terlebih dahulu menerima vaksin, apakah ada dampak negatifnya? “Sejauh kita melihat, tidak ada sama sekali dampak negatifnya. Jadi, saya sampaikan ke masyarakat, jangan takut vaksin! Mari lindungi diri, keluarga, orang – orang sekitar supaya kita bisa beraktivitas normal kembali untuk memulihkan ekonomi keluarga masing–masing,” tandasnya.

Anggota DPRD Belu Komisi III, Benediktus Hale Pantau Proses Vaksinasi

Anggota DPRD Belu Komisi III, Benediktus Hale memantau langsung proses giat vaksinasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada PMI Markas Kabupaten Belu yang sudah menjalin hubungan kerja dengan LSM ICRC atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi. Peran menyukseskan vaksinasi bagi masyarakat tidak hanya diharapkan dari pemerintah, karena itu perlu ada kepedulian dari semua pihak, termasuk partai–partai politik.

“Pemda Belu melalui Dinas Kesehatan sangat proaktif melalui jalinan hubungan kerja sama dengan semua pihak. Mudah – mudahan kita bisa mencapai target 80%, bahkan lebih pada Desember 2021,” harap Bene Hale yang juga menjabat sebagai salah satu pengurus PMI Markas Belu. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Menenun Sanggar Nunupu Kuneru Diapresiasi Dekranasda Belu

    Semangat Menenun Sanggar Nunupu Kuneru Diapresiasi Dekranasda Belu

    • calendar_month Kam, 27 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Ketua Dekranasda/TP PKK Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dra. Freni Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua Rinawati BR Perangin Angin, S.E., M.M. bersama rombongan berkunjung ke Sanggar Tenun Ikat Nunupu Kuneru di Kelurahan Manumutin, RT 12, RW 04, Kecamatan Kota Atambua, pada Selasa, 25 Mei 2021; memberikan apresiasi […]

  • Ompreng Makan Bergizi Gratis dari China Berasa Minyak Babi

    Ompreng Makan Bergizi Gratis dari China Berasa Minyak Babi

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala BGN Dadan Hindayana secara terbuka meminta BPJPH menginspeksi food tray yang dipakai dalam program MBG. Ia mengakui kebutuhan food tray nasional belum bisa dipenuhi produsen dalam negeri.   Jakarta | Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan alias Babe Haikal akan segera berangkat ke China untuk menginspeksi langsung food tray atau ompreng […]

  • Pupuk Bersubsidi Langkah di Manggarai, LPPKPD Siap Tempuh Jalur Hukum

    Pupuk Bersubsidi Langkah di Manggarai, LPPKPD Siap Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Di tengah usaha memerangi pandemi virus corona yang cukup membebankan, tampaknya masyarakat Manggarai, khususnya para petani juga dihadapkan dengan salah satu persoalan serius lainnya yaitu soal kelangkaan pupuk bersubsidi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua umum sekaligus pendiri Lembaga Pusat Pengkajian Kebijakan Pembangunan Daerah (LPPKPD), Heribertus Erik San dalam siaran pers yang […]

  • Rotary D.3410 Lakukan Transplantasi Terumbu Karang & Latih Olah Limbah

    Rotary D.3410 Lakukan Transplantasi Terumbu Karang & Latih Olah Limbah

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Banyuwangi, Garda Indonesia | Salah satu kegiatan Rotary Club dalam 6 (enam) fokus area kegiatan (six area fokus) adalah melakukan konservasi lingkungan, kali ini Rotary Club Bandung Siliwangi mengawali kegiatan pengelolaan sampah dan Kriya Limbah di Banyuwangi; melakukan konservasi lingkungan laut dengan upaya transplantasi terumbu karang. Kegiatan dilakukan pada Selasa, 4 Februari 2020 bertempat di […]

  • Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

    Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dijemput dengan sapaan adat dan tarian di depan gerbang Istana Keuskupan Ruteng saat bersua dengan Uskup Mgr. Siprianus Hormat, PR. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2020/06/23/tatap-muka-dengan-warga-cunca-wulang-gubernur-vbl-pakai-riset-bangun-ntt/ Dalam kunjungan kerja hari kedua di daratan Flores tersebut, turut serta dalam rombongan Gubernur NTT antara lain sejumlah pejabat lingkup Pemerintah […]

  • Soal Impor Garam Pernah Bikin Jokowi Murka, Lalu Bagaimana?

    Soal Impor Garam Pernah Bikin Jokowi Murka, Lalu Bagaimana?

    • calendar_month Ming, 21 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Berapa kebutuhan (konsumsi) garam nasional kita? Dan berapa produksi nasionalnya? Seperti biasa, data mendasar seperti ini ada beberapa versi. Salah satu versi, bilang kebutuhan konsumsinya sekitar 4,4 juta ton (2021). Sementara produksi garam nasional sekitar 2,5 juta ton. Jadi, masih defisit sekitar 1,9 juta ton. Lalu, bagaimana? Ya impor! Lagi-lagi impor. […]

expand_less