Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Jondry Siki, CMF

Nusa Tenggara Timur; salah satu provinsi yang unik di Indonesia. Keunikannya cukup mencolok di mata nasional. Hal ini dapat dilihat dari pelbagai aspek sosial di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Berbicara tentang bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, NTT sering dan bahkan terus-menerus disoroti oleh pemerintah pusat.

Nusa Tenggara Timur kerap dilabeli sebagai provinsi 3 T; terdepan, terluar, dan tertinggal. Pelabelan itu tidak terlepas dari kenyataan yang ada di NTT seperti selalu terbelakang dalam hal indeks prestasi Nasional, hal ini tidak mengherankan jika Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pendidikan NTT membuat indeks pendidikan nasional menurun.

Selain pendidikan, ada juga dua isu lain yakni kesehatan dan ekonomi. Provinsi NTT juga mendapat predikat sebagai provinsi termiskin. Hal ini mendorong pemerintah pusat untuk membangun banyak bendungan untuk meningkatkan produksi pertanian di NTT.

Isu berikutnya adalah tentang kesehatan. Nusa Tenggara Timur mendapatkan sorotan karena angka gizi buruk masih tinggi yakni stunting. Pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menanggulangi gizi buruk di NTT agar membebaskannya dari predikat termiskin dan terbelakang.

Nono “Angkat Citra Pendidikan NTT”

Ketika jagat maya disibukkan dengan Fajar Sadboy dan Ayya, ada satu sosok yang tidak dikenal mengharumkan nama Indonesia dari balik perbukitan Amarasi dia adalah Nono. Siswa SD kelas 2 berhasil meraih juara 1 (satu) Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 2022

Setelah nama Nono tercium oleh media akan kecerdasannya dalam ilmu matematika, ia pun diundang oleh media nasional ke Jakarta untuk wawancara dan bincang-bincang seputar lomba dan kecerdasan serta kecepatan dalam menghitung kendati tanpa bantuan kalkulator.

Pemilik nama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau akrab disapa Nono ini pun seketika mendadak viral sehingga perbincangan media tentang Fajar Sadboy pun tergantikan. Nono bocah jenius asal Amarasi telah membuat nama NTT semakin harum dan dihargai. Kecerdasan Nono membuka mata kita bahwa meski terkendala oleh fasilitas namun karena kemauan yang kuat setiap tantangan bisa di atasi.

Namkak: Biang Kerok ketertinggalan?

Beberapa label atau cap bagi NTT yang lahir dari NTT sendiri adalah “Namkak” kata ini berasal dari bahasa Timor Dawan dari bentuk kata benda “Mkakat” yang artinya menganga, kebingungan dan kebodohan. Kata “Namkak” merupakan perubahan bentuk dari “Mkakat” yang digunakan untuk subjek orang ketiga.

Untuk subjek orang pertama (saya) dari kata “Mkakat” adalah “umkak” artinya saya bingung, saya ternganga, saya bodoh. Lalu untuk subjek orang kedua (kamu) adalah “mumkak” yang artinya kamu bingung, kamu ternganga dan kamu bodoh. Lantas yang selama ini kita gunakan adalah subjek orang ketiga (dia, mereka). Artinya kata Namkak tidak melibatkan saya dan kamu atau kita tetapi itu tentang mereka.

Sehingga bentuk ketiga dari “Mkakat” adalah “Namkak” yang artinya dia bingung, dia bodoh atau mereka bingung, mereka bodoh. Lantas yang yang dimaksudkan mereka adalah orang-orang yang tidak menyadari apakah mereka Namkak atau tidak karena fasilitas yang ada belum memadai.

Nono vs Mono

Presentasi yang diraih Nono mencoba untuk mengurangi stigma tentang NTT yang Namkak serta bodoh. Kecerdasan Nono patutlah diapresiasi mengingat Nusa Tenggara Timur selalu terbelakang dalam hal pendidikan. Rupanya dengan prestasi yang diraih Nono membuka mata nasional bahasa NTT juga bisa.

Selama ini NTT masih terbelenggu dengan cap “mono” artinya bodoh karena prestasi belajar NTT secara nasional selalu urutan ketiga dari belakang setelah Papua dan Papua Barat. Namun, kita tetap bangga bahwa di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan, masih ada siswa NTT yang bisa mengharumkan nama NTT dan Indonesia di mati dunia.

Nono telah menepis Mono. Banyak anak NTT menjadi “mono” karena tidak ada daya juang untuk mendapatkan prestasi belajar. Anak-anak NTT yang berprestasi selalu gagal untuk menggapai cita-cita karena ada konspirasi di institusi negara yang ada di provinsi ini.

Bahkan Putra putri daerah NTT tak satu pun yang lolos dalam rekrutmen perwira Polri di NTT. Ini salah satu bentuk tak langsung bahwa anak-anak NTT masih “mono”. Kendati demikian, kejujuran perlu diperhatikan sebab banyak anak NTT yang berprestasi namun gagal dalam meraih cita-cita.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi NTT & Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korlantas Berlakukan Ganjil Genap di 10 Ruas Jalan Selama KTT G20

    Korlantas Berlakukan Ganjil Genap di 10 Ruas Jalan Selama KTT G20

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, Garda Indonesia | Korlantas Polri mulai memberlakukan sistem ganjil genap pada tanggal 11—17 November 2022 di 10 (sepuluh) ruas jalan di Bali selama KTT G20. Sepuluh ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap itu sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai hingga Nusa Dua. Ganjil genap diterapkan mulai pukul 06.00—22.00 WITA. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman […]

  • Bekal KKN — Undana Latih Mahasiswa Bikin Pupuk Bokashi

    Bekal KKN — Undana Latih Mahasiswa Bikin Pupuk Bokashi

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Undana (Universitas Nusa Cendana) Kupang akan melepas 3.004 orang mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester ganjil 2019/2020 pada Senin, 8 Juli 2019. Sebelum para mahasiswa bergabung bersama masyarakat selama 2 (dua) bulan, mereka dibekali dengan beberapa program yang dinilai bermanfaat. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/07/03/pembekalan-3-004-mahasiswa-kkn-undana-rektor-jaga-nama-baik-almamater/ Salah satu program yang diberikan […]

  • CSR 100 Juta Bank NTT bagi SLB Ruteng dan Klinik Rehabilitasi Jiwa

    CSR 100 Juta Bank NTT bagi SLB Ruteng dan Klinik Rehabilitasi Jiwa

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT BPD NTT) menyerahkan tanda cintanya berupa dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp100 juta kepada dua lembaga di Ruteng, Kabupaten Manggarai, yakni SLB Karya Murni Ruteng dan Klinik Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose pada Jumat, 3 Maret 2023. Masing-masing lembaga menerima dana sebesar Rp50 […]

  • PSBB di Jawa Tengah ala Gubernur Ganjar Pranowo

    PSBB di Jawa Tengah ala Gubernur Ganjar Pranowo

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menghadapi penyebaran Covid-19, diterapkan dengan pendekatan berbeda, seperti Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa kunci dari pengaturan di tengah pandemi ini adalah kontrol pemerintah dan kesadaran masyarakat. Ia mencontohkan Bupati Banyumas melakukan kontrol dengan hadir langsung […]

  • Lantamal VII Kupang Helat Bakti Sosial di KRI Escolar—871

    Lantamal VII Kupang Helat Bakti Sosial di KRI Escolar—871

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Menyambut HUT ke – 77 TNI AL, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang menggelar Bakti Sosial Kesehatan di atas KRI Escolar – 871, bertempat di Dermaga Lantamal VII, Jalan Supul Raya, Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 6 September 2022. Bakti sosial kesehatan Lantamal VII Kupang tersebut […]

  • Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

    Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Pertumbuhan wisata selancar dan pembangunan di daerah pesisir Sumba Barat diharapkan dapat diimbangi dengan upaya pelestarian ekosistem sekitar agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur. Waikabubak | Puluhan anak muda dari 4 (empat) desa pesisir di Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul di Pantai Kerewei dan Pantai Watu Bela, Desa Patiala […]

expand_less