Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Jondry Siki, CMF

Nusa Tenggara Timur; salah satu provinsi yang unik di Indonesia. Keunikannya cukup mencolok di mata nasional. Hal ini dapat dilihat dari pelbagai aspek sosial di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Berbicara tentang bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, NTT sering dan bahkan terus-menerus disoroti oleh pemerintah pusat.

Nusa Tenggara Timur kerap dilabeli sebagai provinsi 3 T; terdepan, terluar, dan tertinggal. Pelabelan itu tidak terlepas dari kenyataan yang ada di NTT seperti selalu terbelakang dalam hal indeks prestasi Nasional, hal ini tidak mengherankan jika Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pendidikan NTT membuat indeks pendidikan nasional menurun.

Selain pendidikan, ada juga dua isu lain yakni kesehatan dan ekonomi. Provinsi NTT juga mendapat predikat sebagai provinsi termiskin. Hal ini mendorong pemerintah pusat untuk membangun banyak bendungan untuk meningkatkan produksi pertanian di NTT.

Isu berikutnya adalah tentang kesehatan. Nusa Tenggara Timur mendapatkan sorotan karena angka gizi buruk masih tinggi yakni stunting. Pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menanggulangi gizi buruk di NTT agar membebaskannya dari predikat termiskin dan terbelakang.

Nono “Angkat Citra Pendidikan NTT”

Ketika jagat maya disibukkan dengan Fajar Sadboy dan Ayya, ada satu sosok yang tidak dikenal mengharumkan nama Indonesia dari balik perbukitan Amarasi dia adalah Nono. Siswa SD kelas 2 berhasil meraih juara 1 (satu) Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 2022

Setelah nama Nono tercium oleh media akan kecerdasannya dalam ilmu matematika, ia pun diundang oleh media nasional ke Jakarta untuk wawancara dan bincang-bincang seputar lomba dan kecerdasan serta kecepatan dalam menghitung kendati tanpa bantuan kalkulator.

Pemilik nama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau akrab disapa Nono ini pun seketika mendadak viral sehingga perbincangan media tentang Fajar Sadboy pun tergantikan. Nono bocah jenius asal Amarasi telah membuat nama NTT semakin harum dan dihargai. Kecerdasan Nono membuka mata kita bahwa meski terkendala oleh fasilitas namun karena kemauan yang kuat setiap tantangan bisa di atasi.

Namkak: Biang Kerok ketertinggalan?

Beberapa label atau cap bagi NTT yang lahir dari NTT sendiri adalah “Namkak” kata ini berasal dari bahasa Timor Dawan dari bentuk kata benda “Mkakat” yang artinya menganga, kebingungan dan kebodohan. Kata “Namkak” merupakan perubahan bentuk dari “Mkakat” yang digunakan untuk subjek orang ketiga.

Untuk subjek orang pertama (saya) dari kata “Mkakat” adalah “umkak” artinya saya bingung, saya ternganga, saya bodoh. Lalu untuk subjek orang kedua (kamu) adalah “mumkak” yang artinya kamu bingung, kamu ternganga dan kamu bodoh. Lantas yang selama ini kita gunakan adalah subjek orang ketiga (dia, mereka). Artinya kata Namkak tidak melibatkan saya dan kamu atau kita tetapi itu tentang mereka.

Sehingga bentuk ketiga dari “Mkakat” adalah “Namkak” yang artinya dia bingung, dia bodoh atau mereka bingung, mereka bodoh. Lantas yang yang dimaksudkan mereka adalah orang-orang yang tidak menyadari apakah mereka Namkak atau tidak karena fasilitas yang ada belum memadai.

Nono vs Mono

Presentasi yang diraih Nono mencoba untuk mengurangi stigma tentang NTT yang Namkak serta bodoh. Kecerdasan Nono patutlah diapresiasi mengingat Nusa Tenggara Timur selalu terbelakang dalam hal pendidikan. Rupanya dengan prestasi yang diraih Nono membuka mata nasional bahasa NTT juga bisa.

Selama ini NTT masih terbelenggu dengan cap “mono” artinya bodoh karena prestasi belajar NTT secara nasional selalu urutan ketiga dari belakang setelah Papua dan Papua Barat. Namun, kita tetap bangga bahwa di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan, masih ada siswa NTT yang bisa mengharumkan nama NTT dan Indonesia di mati dunia.

Nono telah menepis Mono. Banyak anak NTT menjadi “mono” karena tidak ada daya juang untuk mendapatkan prestasi belajar. Anak-anak NTT yang berprestasi selalu gagal untuk menggapai cita-cita karena ada konspirasi di institusi negara yang ada di provinsi ini.

Bahkan Putra putri daerah NTT tak satu pun yang lolos dalam rekrutmen perwira Polri di NTT. Ini salah satu bentuk tak langsung bahwa anak-anak NTT masih “mono”. Kendati demikian, kejujuran perlu diperhatikan sebab banyak anak NTT yang berprestasi namun gagal dalam meraih cita-cita.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi NTT & Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri : Kerumunan Jokowi di NTT Tak Masuk Pelanggaran Hukum

    Polri : Kerumunan Jokowi di NTT Tak Masuk Pelanggaran Hukum

    • calendar_month Ming, 28 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mabes Polri membantah menolak laporan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) soal kerumunan presiden saat kunjungan ke NTT. Bareskrim Polri memiliki alasan tersendiri tidak menerbitkan laporan polisi atas kerumunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Tenggara Timur (NTT). ”Sebenarnya bukan menolak laporan. Bareskrim Polri menyimpulkan tidak ada pelanggaran pidana dalam […]

  • Dua Hari Jadi Bupati Belu, Agus Taolin: Dilarang Keluar Uang di Rumah Sakit

    Dua Hari Jadi Bupati Belu, Agus Taolin: Dilarang Keluar Uang di Rumah Sakit

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Prioritas jabatan bupati periode 2021—2024, semua warga masyarakat Belu yang berobat tidak perlu membayar lagi. Tunggu sedikit, hari ini kami refocusing, uang–uang yang lari naik turun tidak jelas itu kita masukkan di pos kesehatan fisik dan kehidupan. Dilarang kasih keluar uang di rumah sakit nanti. Itulah pengobatan gratis,” sambut Bupati Belu, […]

  • Segera!, Eksekusi Terhadap PT.PLN Atas Pemohon Dorkas Maranduri-Djami

    Segera!, Eksekusi Terhadap PT.PLN Atas Pemohon Dorkas Maranduri-Djami

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lesly Anderson Lay, SH selaku kuasa hukum dari pemohon eksekusi atas nama Dorkas Marunduri – Djami di Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu, 22 Mei 2019 mengatakan PT. PLN Persero (PLN) Pusat, PT. PLN Persero Wilayah II NTT dan PT. PLN Persero Area Kupang sebagai pihak yang kalah dalam Perkara Perdata Perdata […]

  • “Danau Baru” di Kota Kupang, Ini Penjelasan Ilmiah Prof Jan dari UI

    “Danau Baru” di Kota Kupang, Ini Penjelasan Ilmiah Prof Jan dari UI

    • calendar_month Kam, 22 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fenomena alam muncul pasca-Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang pada rentang waktu 3—5 April 2021, lahan pertanian warga di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi “Danau Baru” seluas lebih kurang 2 (dua) hektar pada Senin, 5 April 2021. Danau yang dinamakan sebagai “Danau Seroja” […]

  • ‘Danau Toba-10 Bali Baru’, Mulai Dikembangkan Pemerintah

    ‘Danau Toba-10 Bali Baru’, Mulai Dikembangkan Pemerintah

    • calendar_month Kam, 7 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Medan-Sumut, gardaindonesia.id | Danau Toba sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru” mulai dikembangkan Pemerintah. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir sepanjang 123 Km. Penanganan jalan tersebut akan meningkatkan konektivitas dan mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) “Dari 10 prioritas KSPN yang ditetapkan sebagai […]

  • Gubernur Viktor Ajak Kembalikan Amarasi Sebagai Lumbung Pangan di Kab. Kupang

    Gubernur Viktor Ajak Kembalikan Amarasi Sebagai Lumbung Pangan di Kab. Kupang

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Lahairoi Tubu, di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu, 21 April 2019, meminta kepada seluruh jemaat yang hadir agar mampu mengembalikan nama besar Amarasi sebagai lumbung pangan di Kabupaten Kupang. “Dulu, sebelum pemekaran, Amarasi memiliki seorang camat yang sangat luar […]

expand_less