Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ereksi Elite Partai Politik

Ereksi Elite Partai Politik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
  • visibility 157
  • comment 2 komentar

Loading

Oleh:  Marsel Robot, Dosen Undana & Budayawan

Libido kekuasaan elite partai politik, belakangan mengalami ereksi yang tak tertahankan. Bahkan, mengalami ejakulasi dini dimulai 3 Oktober 2022 lalu, ketika Partai Nasional Demokrat (NasDem) mencalonkan Anies Baswedan sebagai presiden Republik Indonesia tahun 2024.

Padahal, ejakulasi dini selalu mengecewakan. Setidaknya, alogaritma politik Surya Paloh mulai mengalami kerusakan atau dirusakkan dan kemesraan dengan pemerintah mulai berantakan. Walau, pada pihak lain, ejakulasi dini NasDem justru menyedot libido Partai Demokrat. Partai berlambang bintang bersinar merah putih itu begitu lebay mendekati NasDem dengan sejumput harapan yang merindang di hati Bambang Yudhoyono kiranya Agus Harimurti Yudhoyono bisa sepelaminan dengan Anies Baswedan.

Ereksi di ruang sosial pun kian menderas dan berlepotan di sana-sini seakan menekan partai politik.  Karenanya, sejumlah partai politik mengalami birahi serius. Bayangkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terkesan kalem dalam keriuhan dan ingin bermain santai, terangsang juga.

Lantas, mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024. Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah lama turun-naik gunung menggelar silaturahmi, sebuah diksi alkitabiah untuk mengemas libido kekuasaan itu. Golkar bagai mengalami gangguan jiwa, terlihat autis, mondar-mandir, tak betah, dan sulit menentukan bukit untuk meniupkan nafiri politiknya. Keadaan itu justru mengancam Airlangga Hartarto untuk dipecat melalui algojo musyawarah luar biasa (munaslub).

Lantas, apa yang kita dapatkan dari konser elite politik atau kesibukan para elite politik mencari perselingkuhan untuk melampiaskan libido kekuasaannya itu? Jawaban setiap kita oleh berbeda. Tentu, sesuai pengalaman dan ensiklopedi (ketersediaan pengetahuan) kita untuk menafsirkan informasi dari ekspresi para perindu kekuasaan atau para pendamba jabatan itu.

Toh, hemat saya yang fakir atau kafir ilmu politik ini boleh berpendapat. Pertama, sepanjang dua tahun terakhir ini konser elite partai memperlihatkan betapa besarnya libido untuk berkuasa. Sangat kelihatan, raut wajah pemerintahan hanya sekadar persekongkolan para elite partai untuk meraih kekuasaan.

Persis kata Megawati, ketika menetapkan Ganjar Pranowo sebagai capres, bahwa presiden adalah petugas partai. Terkesan, negara ini kepunyaan segelintir orang. Lihatlah pemandangan yang amat getir. Mereka melakukan safari, lobi di sana- sini, memamerkan makanan mewah di hotel megah. Padahal, rakyat hidup dalam serba kesulitan dan perekonomian negara mengalami pendarahan berat.

Sungguh sebuah konser keserakahan.

Kedua, hal yang paling menggetarkan dan menggetirkan sekaligus bahwa politik akomodatif Presiden Joko Widodo membawa buah simalakama (maju mati mama, mundur mati bapa). Ia adalah presiden yang menjinakkan oposisi  dengan cara menyelingkuhi kawan dengan lawan dalam Kabinet Indonesia Maju. Prabowo dan Sandiaga Uno yang menjadi rival berat Jokowi pada periode pencalonan presiden sebelumnya malah dihela ke dalam ruang rangsang perselingkuhan itu.

Hilangnya rival yang generik itu justru memunculkan rival dari bandit-bandit berlabel akademis seperti Roky Gerung, si bajingan tolol itu. Atas nama demokrasi dan kebebasan berpendapat, ia boleh memfitnah dan mencaci pemerintah. Ia sengaja tidak mengeja perbedaan antara mengkritik dan menghina.

Gerung justru membangkrutkan demokrasi sekadar memaki-maki. Dan ia sangat popular karena kemampuan mencaci-maki Presiden Jokowi. Gerung effect kian masif. Sekarang, siapa pun boleh menghina atau memaki pemimpinnya. Mulailah masyarakat kita hidup dalam era jahiliah di mana bahasa bukan lagi modus ungkap peradaban.

Model akomodasi Jokowi, semula begitu mesra. Namun, dua tahun menjelang akhir masa jabatannya, politik akomodatif persis memelihara kalajengking di kasur pengantin Kabinet Indonesia Maju. Kelihatan misalnya, hari-hari ini, para pejabat perlahan mendua. Bahkan, meninggalkan Jokowi dengan cara masing-masing. Rasa genit tadi, mulai terasa pahit. Muncul kosa kata cinta, “itu dulu, Bung, ke depan lain, Bang”.

Jokowi terperosok di jalan licin yang dibuatnya. Atau memang, sengaja ia dibuatkan jalan licin itu untuk keperluan tertentu. Setidaknya, Pak Jokowi merival dengan dirinya. Pak Jokowi mengalami penderitaan atau minimal vertigo (sakit kepala sebelah). Sebab, ia berdiri persimpangan jalan licin itu (Prabowo atau Ganjar, atau yang lainnya).

Prabowo yang telah membantunya selama hampir 5 tahun. Ia telah menunjukkan loyalitas yang begitu latah terhadap Pak De (Jokowi). Bahkan, Prabowo dipandang orang yang paling tepat meneruskan program raksasa Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang diributkan oleh sebagian masyarakat, terutama oleh Rocky Gerung, si bajingan tolol itu. Tentu, termasuk urusan tengik lainnya. Karena itu, Prabowo kelihatan santai menghadap pemilu presiden 2024 ini.

Seperti ada semilir angin berembus dari jendela surga yang menggelembungkan optimisme. Semakin dia santai, semakin misteri pula misi perjuangannya.

Rupanya, Airlangga Hartarto (Golkar) dan Budiman Sudjatmiko (PDIP) cukup pandai membaca larik-larik puitis politik yang menghubungi Prabowo dengan Jokowi. Tak terbayangkan misalnya, Budiman Sujatmiko yang dibesarkan sejak ingusan di PDI, berpaling dan menuju Prabowo. Hal yang sama dilakukan Airlangga Hartarto, loyalitas Pak De dengan jabatan menteri paling strategis.

Lalu, Airlangga angkat koper menuju Prabowo.

Terasa memang, dan memang terasa, tahun 2023 ini angin di istana kian tengik. Kursi-kursi di kantor kelihatan berantakan. Sebab, para menteri atau pejabat yang tak lain petugas partai itu lebih banyak waktu di luar kantor untuk melakukan manuver. Mereka perlahan menghela pelampung di bawah kursi untuk dipakai menyelamatkan diri pasca-Jokowi.

Nah, perangai yang paling baik saat ini ialah “bermuka dua” (muka-belakang alias muka semua). Sebab, badai politik yang halus itu lebih dahsyat daripada badai lautan.

Dasar manusia miskin. Semakin kaya, malah semakin merasa miskin. Semakin menjabat, semakin merasa hina dina. Padahal, jabatan sekadar aksesoris duniawi. Atau mungkin terlanjur menjadikan jabatan sebagai eksistensi atau modus eksistensi kemanusiaan. Akibatnya, martabat dimutasikan ke jabatan. Itulah sebabnya, mereka sangat gelisah bila kehilangan jabatan. Inilah kesialan eksistensial yang paling mengerikan.

Bayangkan, yang pulang penjara karena korupsi, malah dengan senyum dikulum masuk lagi partai dan mendapat jabatan strategis. Ada pula yang dicalonkan lagi menjadi wali kota.

Ini bukan kekeliruan, tetapi keterlaluan.

Artinya, sebodoh-bodohnya rakyat tidak sebodoh orang-orang ini. Semiskin-miskinnya rakyat tidak semiskin Mahkamah Agung, DPR, menteri, pejabat.  Dari sini pula, ketahuan, pemimpin kita telah kehilangan watak karitatifnya. Mereka seakan tidak perlu mengetahui harga beras semakin naik. Mereka tidak perlu mengetahui, rakyat hanya makan sekali dalam sehari. Mereka tak perlu mengetahui harga kebutuhan pokok yang terus merayap naik ke bukit penderitaan.

Lantas siapakah rakyat? Penyair Hartoyo Andangjaya menjawab lirih.

Rakyat ialah kita

jutaan tangan yang mengayun dalam kerja

di bumi di tanah tercinta

jutaan tangan mengayun bersama

membuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga

mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota

menaikkan layar menebar jala

meraba kelam di tambang logam dan batubara

Rakyat ialah tangan yang bekerja.

  • Penulis: Penulis

Komentar (2)

  • Fabyan Onduk

    Trimakasih atas tulisan yang sungguh mencerahkan ini. Mudah-mudahan semua mereka (pejabat dan politikus) turut membacanya. Merekapun bisa berkaca pada isi tulisan ini. Salam keraeng.

    Balas29 Agustus 2023 10:04 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Insiden Jaket PSI Itu, Sampai Wacana Duet Ganjar-Anies

    Dari Insiden Jaket PSI Itu, Sampai Wacana Duet Ganjar-Anies

    • calendar_month Kam, 24 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Supporter kesebelasan di liga Inggris terkenal heboh, sampai-sampai ada yang nyelonong ke lapangan di tengah pertandingan. Motifnya macam-macam, ada yang sekedar cari perhatian dari bintang pujaannya, atau motif lainnya. Memang di luar rencana manajer pertandingan, tapi itu kerap terjadi di banyak stadion. Ada-ada saja. Memang bikin kaget ya, tapi itu tak […]

  • Di Alor, Pelabuhan Internasional Maritaing Bakal Dibangun Tahun 2020

    Di Alor, Pelabuhan Internasional Maritaing Bakal Dibangun Tahun 2020

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia |”Saat ini kita dalam tahap menindaklanjuti persiapan dan penyusunan rencana kerja. Kita harapkan nanti pada awal tahun 2020 sudah bisa kita mulai Pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur”,ungkap Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Drs. Robert Simbolon, MPA Pernyataan tersebut disampaikannya dalam […]

  • Kisah Perjuangan Petugas Siaga PLN di Balik Sukses KTT ASEAN

    Kisah Perjuangan Petugas Siaga PLN di Balik Sukses KTT ASEAN

    • calendar_month Ming, 14 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Gemerlap cahaya di panggung hiburan Gala Dinner Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo berhasil memikat perhatian para delegasi. Penataan panggung dengan latar laut itu tampak semarak dengan warna-warni lampu yang memesona. Di balik kesuksesan tersebut terdapat lebih dari 500 petugas kelistrikan yang bersiaga mengamankan kelistrikan event KTT […]

  • Pemda dan Pengusaha Dukung Bank NTT Jadi ‘Super Smart Bank’

    Pemda dan Pengusaha Dukung Bank NTT Jadi ‘Super Smart Bank’

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menjelang  HUT ke-59 Bank NTT pada Sabtu, 17 Juli 2021, apa harapan para pemegang saham terhadap masa depan bank kebanggaan masyarakat NTT ini? Bupati Belu, Taolin Agustinus adalah satu dari sekian kepala daerah, sebagai pemegang saham yang memiliki keinginan agar Bank NTT tumbuh menjadi bank yang kuat, sehat, terpercaya, dan harus […]

  • LUHUT TEKAN Pj GUBERNUR NTT : “Audit dari Nol”

    LUHUT TEKAN Pj GUBERNUR NTT : “Audit dari Nol”

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 9Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jumat, 8 September 2023 merupakan hari pertama bagi Ayodhia Kalake sebagai Penjabat Gubernur NTT berkantor di gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Selain itu, pada hari sama pukul 09.00—selesai, dilakukan pisah sambut dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018—2023, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi. Penjabat Gubernur NTT patut menunaikan tugas […]

  • Generasi Hijau TTS Program Vokasi PLN NTT Raih Penghargaan Gold ISDA 2025

    Generasi Hijau TTS Program Vokasi PLN NTT Raih Penghargaan Gold ISDA 2025

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, yang menerima langsung penghargaan tersebut, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil kolaborasi hati antara PLN dan dunia pendidikan.   Kupang | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) membuktikan bahwa misi menerangi negeri tak hanya soal mesin, kabel dan tiang listrik, tetapi juga tentang membangun […]

expand_less