Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Bayu Muhammad

Sering kali orang dibentuk oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sikap mereka akan ditata oleh perbuatan yang sering dilihat. Dan pandangan mereka akan dipengaruhi oleh pemikiran yang kerap kali tersampaikan.

Dalam konteks itulah kita harus mendalami kehidupan sosok-sosok besar, jika ingin mempelajari sejarah mereka.

Bapak Proklamator Kemerdekaan Soekarno, yang juga menjadi Presiden Indonesia pertama bukanlah pengecualian. Seperti banyak tokoh-tokoh lainnya yang penting dalam sejarah, ia merupakan produk dari lingkungannya.

Lingkungan Soekarno mengembangkan sikap dan pemikirannya seputar politik adalah tempat yang menarik. Pada usianya yang muda, Soekarno dititipkan oleh bapaknya untuk tinggal bersama dengan Oemar Said Tjokroaminoto. Sosok yang dikenal waktu itu sebagai pemimpin politik dari orang-orang Jawa.

Hidup bersama Tjokroaminoto di Surabaya memberikan banyak pengalaman dan wawasan yang akan membentuk sikap dan pemikiran Soekarno.

Dalam buku karangan Cindy Adams yang berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat, Soekarno menceritakan pengalamannya hidup dan bergaul dengan Tjokroaminoto, di tengah lingkungan politik pergerakan nasional Indonesia waktu itu.

Salah satunya adalah ketika pria yang kerap disapa Bung Besar itu diajak Tjokroaminoto untuk menonton pidatonya dalam pertemuan-pertemuan politik. Soekarno mengingat bagaimana dirinya belajar dari Tjokroaminoto cara berorasi dari sosok yang dikaguminya itu.

“Aku memperhatikannya menjatuhkan suaranya. Aku melihat gerak tangannya dan ‘ku pergunakan penglihatan ‘ku ini pada pidatoku sendiri,” tutur Soekarno kepada Cindy.

Pengalaman itu akan membuahkan hasil yang manis bagi Soekarno. Ketika ia berkesempatan memberikan pidato di hadapan khalayak umum, saat tiba gilirannya memimpin pergerakan dan revolusi nasional Indonesia.

Sementara itu, Surabaya sendiri merupakan kota yang bisa menjawab kehausan intelektual Soekarno. Terdapat perpustakaan milik kaum Theosofi berisikan banyak tulisan yang bisa dibaca olehnya.

Dari kedekatannya dengan buku-buku, Soekarno berkenalan dengan berbagai pemikiran-pemikiran beserta para pemikirnya. Mulai dari sosialisme, liberalisme, sampai dengan nasionalisme, semua dipelajari oleh Soekarno ketika ia berkenalan dengan nama-nama pemikir besar.

“Di dalam dunia pemikiranku aku pun berbicara dengan Gladstone dari Britannia ditambah dengan Sidney dan Beatrice Webb jang mendirikan Gerakan Buruh Inggris. Aku berhadapan muka dengan Mazzini, Cavour dan Garibaldi dari Italia. Aku berhadapan dengan Otto Bauer dan Adler dari Austria,” jelas Soekarno.

Tidak hanya mempelajari pemikiran-pemikiran mereka, Soekarno mengklaim menghayati kehidupan orang-orang yang ia pelajari. “Aku berhadapan dengan Karl Marx, Friedrich Engels dan Lenin dari Rusia dan aku mengobrol dengan Jean Jacques Rousseau’ Aristide Briand’ dan Jean Jaures ahli pidato terbesar dalam sejarah Prancis. Aku meneguk semua cerita ini. Ku alami kehidupan mereka,” sambungnya.

Pada saat yang sama Soekarno menggunakan waktunya untuk belajar pemikiran-pemikiran para tokoh besar, ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Rumah Tjokroaminoto merupakan tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan. “Setiap hari para pemimpin dari partai lain atau pemimpin cabang Sarekat Islam datang bertamu. Aku duduk dekat kaki orang-orang ini dan mendengarkan,” katanya.

Sesekali, Soekarno menanyakan dan membicarakan persoalan-persoalan politik dengan mereka. Misalnya, ia berbicara mengenai penderitaan rakyat yang dijajah dan Marxisme dengan tokoh- Alimin dan Musso yang datang dari kubu politik kiri.

Bahkan, ia pernah berbagi kamar dengan aktivis-aktivis dan politikus-politikus era pergerakan yang menyambangi rumah Tjokroaminoto. Soekarno memanfaatkan itu dengan lagi-lagi mengajak ngobrol soal isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat.

“Kadang-kadang ku bagi tempat-tidurku dengan salah seorang pemimpin itu dan minum dari mata air keahlian mereka hingga waktu fajar,” kenang Soekarno.

Persinggungan antara kehadiran sosok Tjokroaminoto yang berpengaruh, Kota Surabaya yang kaya dengan literatur, dan pergaulan yang memperluas wawasan—dengan Soekarno berada di tengah-tengahnya—telah menempa Soekarno jadi sosok pemikir dan orator ulung yang kini dikenal oleh sejarah.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Pertanian NTT Selama 10 Tahun – ‘Sama Sa Atau Lebe Bae?’

    Potret Pertanian NTT Selama 10 Tahun – ‘Sama Sa Atau Lebe Bae?’

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yezua Abel, Statistisi BPS Provinsi NTT Jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) hasil Sensus Pertanian 2023 mencapai 902 ribu unit atau turun 2,85 persen dibanding ST2013. Sedangkan jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) mengalami kenaikan menjadi 873 ribu rumah tangga dari 780 ribu rumah tangga atau naik 12,10 persen dari tahun 2013. Jumlah petani […]

  • Enam Ton Per Hektar, Target Produksi Jagung di ‘Food Estate’ Belu

    Enam Ton Per Hektar, Target Produksi Jagung di ‘Food Estate’ Belu

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, MP., PH.D, Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, Kepala BWS Nusra II, Kadis Pertanian Provinsi NTT dan Kadis […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 460, Pemprov NTT Tunggu PP ‘Lockdown’ Lokal

    ‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 460, Pemprov NTT Tunggu PP ‘Lockdown’ Lokal

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT meng-update perkembangan kasus Corona Virus Disease (Covid) 19 di Bumi Flobamorarata. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang juga juru bicara Pemprov NTT soal Coronavirus, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, NTT masih negatif Covid-19, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan […]

  • Sosok Haji Isam Punya Kekayaan Rp101 Triliun Tapi Belum Masuk Forbes

    Sosok Haji Isam Punya Kekayaan Rp101 Triliun Tapi Belum Masuk Forbes

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Loading

    Haji Isam merupakan pengusaha asal Kalimantan Selatan yang keturunan bangsawan Bugis. Ia memulai kariernya sebagai sopir angkutan kayu dan tukang ojek, sebelum akhirnya merambah ke sektor perkebunan, pertambangan, dan transportasi.   Banjarmasin | Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp101,3 triliun. Nilai tersebut berasal dari kepemilikan saham […]

  • Lebih Murah dari Rokok, Menkes Ingatkan Warga Aktifkan BPJS Kesehatan

    Lebih Murah dari Rokok, Menkes Ingatkan Warga Aktifkan BPJS Kesehatan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Loading

    Budi menerangkan layanan penanganan gratis merupakan pengembangan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam skema ini, masyarakat dapat memperoleh layanan pengobatan gratis selama 15 hari pertama setelah pemeriksaan.   Jakarta | Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar rutin membayar iuran BPJS Kesehatan supaya status kepesertaan tetap aktif. Kepesertaan aktif dinilai penting karena dapat […]

  • Kepala Kantor Bahasa NTT ajak Media Massa Mengenalkan “Kosakata Baru”

    Kepala Kantor Bahasa NTT ajak Media Massa Mengenalkan “Kosakata Baru”

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Media massa mempunyai peran strategis untuk memopulerkan kosakata baru. Seperti kosakata; “seronok dan senonoh“ dan kosakata lain yang belum terbiasa digunakan oleh masyarakat. Kosa kata lain yaitu “sekadar“ dan kosakata-kosakata baru lain yang belum populer dan perlu dikenalkan kepada masyarakat. Untuk diketahui, kosakata baru dapat dilihat dalam aplikasi KBBI V yang berbasis […]

expand_less