Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Legenda Fatu Kopa

Legenda Fatu Kopa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Apr 2024
  • visibility 313
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Sonny Pellokila

Fatu Kopa merupakan negeri di atas awan. Di sinilah, surga duniawi bagi kaum pencinta pesona alam. Lokasi Fatu Kopa terletak di sebelah tenggara Niki-Niki dan masuk dalam wilayah adat Amnuban. Secara administrasi, Fatu Kopa terletak dalam wilayah administrasi desa Fatukopa, kecamatan Fatukopa, kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur.

Konon ceritanya bahwa nama Fatu Kopa berasal dari sebuah kapal atau bahtera yang telah berubah menjadi batu. Kapal  tersebut datang bersama manusia pertama pada saat penciptaan bumi dan segala isinya, kemudian karam dan jatuh terbalik. Setelah itu berubah menjadi batu (Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap 1921:795). Dari cerita legenda ini, kemudian dikembangkan lagi oleh beberapa pencerita legenda lainnya, bahwa kapal tersebut datang bersama manusia-manusia pertama yang selamat pada saat bencana alam air bah melanda bumi dan segala isinya, kemudian kandas  atau karam dan jatuh terbalik di tempat tersebut. Setelah itu berubah menjadi batu. Seluruh penghuni kapal tersebut, meninggalkan tempat itu, dan pergi untuk tinggal menetap di tempat matahari terbit di pulau Timor.

Ada pula yang mengatakan bahwa, kapal tersebut adalah kapal leluhur Liurai Loro sebagai media transportasi untuk berlayar menuju ke surga. Namun, ketika sampai di cakrawala, kapal tersebut jatuh terbalik ke bumi, lalu berubah menjadi batu.  Itulah sebabnya dalam bahasa Dawan, batu ini disebut Fatu Kopa, “batu seperti kapal terbalik” (Kruyt 1923:457).

Di sebelah timur dari Fatu Kopa merupakan lokasi pemakaman dari raja Amnatun yang meninggal pada tahun 1911. Pemakaman dilakukan secara sederhana dan tubuh dari jenazah hanya dibungkus dengan kain adat, dan ditata sedemikian rupa sehingga kelihatannya seperti sebuah perahu atau sampan terbalik (Poser 1923:278). Walaupun dalam referensi yang digunakan tidak dijelaskan secara detail, siapa nama raja Amnatun yang meninggal, namun kemungkinan besar, raja Amnatun tersebut bernama Loit Banunaek atau keluarga dekat dari raja Amnatun lainnya. Loit Banunaek digantikan oleh putranya, Muti Banunaek II sebagai raja di Amnatun pada tahun 1900.

Raja Amnatun meninggal pada tahun 1911. Pemakaman dilakukan secara sederhana dan tubuh dari jenazah hanya dibungkus dengan kain adat. Foto : istimewa

Ada versi berbeda cerita legenda tentang Fatu Kopa. Versi ini ditulis oleh G. Heujmering dalam artikelnya yang berjudul: “Geschiedenis van het eiland Timor”. Menurut Heijmering, Kopa adalah sebuah batu karang berbentuk kerucut yang sangat mirip dengan gubuk  atau rumah berbentuk kerucut khas Timor. Di sekitar Fatu Kopa adalah tempat tinggal sementara sebuah suku yang kemudian sebagian besar mendiami pulau Semau. Karena mereka mendiami tempat tersebut untuk sementara, pemimpin suku tersebut sering dipanggil dengan nama “Kopan”. Mereka datang dari Tanam Maubes akibat penindasan dan perluasan dari sebuah kerajaan di Belu Selatan (Heimering 1847:16).

Maubes adalah bentuk metatesis dari Maubesi. Namun Tanam Maubes yang dimaksud di atas, bukan terletak di Maubesi-Insana, tetapi terletak dekat sebuah teluk di Belu Selatan, di mana dulunya dikenal dengan Teluk Maubes (Nordholt 2013:64). Saat ini, Teluk Maubes disebut dengan Teluk Maubesi, dan kemungkinan besar wilayah Tanam Maubes yang dimaksud pada waktu itu adalah wilayah Hasan Maubesi di desa Fahiluka, kecamatan Malaka Tengah, kabupaten Malaka yang kita kenal saat ini.

Setelah beberapa lama tinggal di Fatu Kopa, suku kecil ini, kembali diusir oleh orang asing yang menetap di sana. Untuk mencegah perpindahan yang ketiga, mereka berpindah semakin jauh ke arah barat daya. Ke arah ini mereka menemukan suatu tempat yang belum berpenghuni (Heijmering 1847: 16). Tempat ini, kemudian dikenal dengan nama Koepang (Kupang) yang diambil dari nama pemimpin suku tersebut, yaitu Kopan.

Dari cerita-cerita legenda di atas, Fatu Kopa sepertinya memiliki 2 (dua) arti, yaitu batu seperti kapal terbalik dan batu berbentuk kerucut. Batu seperti kapal terbalik, saat ini telah menjadi tempat destinasi wisata bagi pencinta pesona alam, sedangkan eksistensi batu berbentuk kerucut masih misteri sampai saat ini. (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruben Sarwendah Cerai, Betrand Pilih Tinggal Bersama Sarwendah

    Ruben Sarwendah Cerai, Betrand Pilih Tinggal Bersama Sarwendah

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Loading

    Sarwendah menjadi sorotan setelah Betrand Peto, putra angkatnya, lebih memilih tinggal bersama dirinya ketimbang dengan Ruben Onsu usai kabar perceraian mereka tersebar. Keputusan ini tentu memicu banyak pertanyaan di kalangan penggemar, apalagi Betrand terlihat sangat dekat dengan Sarwendah. Tapi, apa sih alasan di balik pilihan Onyo, panggilan akrab Betrand, ini? Ternyata bukan hanya soal kedekatan […]

  • District Converence Rotary 3420, Dari Expo UMKM Hingga Menteri Hadir

    District Converence Rotary 3420, Dari Expo UMKM Hingga Menteri Hadir

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | Rotary District 3420 kembali menghelat konferensi distrik atau district converence (Discon) secara tatap muka yang bakal diselenggarakan pada tanggal 19—21 Mei di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tahun sebelumnya, pada masa pandemi Covid-19, Discon dihelat secara hybrid (daring dan luring) di Denpasar, Bali pada 28—29 Mei 2021. Simak juga :  https://youtube.com/shorts/ilZBdWOPTkQ?feature=share […]

  • Beli Mobil Tunai versus Kredit, Lebih Baik Mana? Ini Jawabannya

    Beli Mobil Tunai versus Kredit, Lebih Baik Mana? Ini Jawabannya

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 1Komentar

    Loading

    Beli mobil tunai atau secara kredit memang menjadi kegalauan tersendiri bagi seorang yang ingin memiliki kendaraan. Memang tidak dapat dipungkiri jika memiliki kendaraan pribadi akan lebih memudahkan proses mobilisasi, akan tetapi juga perlu dipertimbangkan bagaimana mengatur keuangan agar bisa membeli mobil impian. Untuk membeli mobil secara tunai atau cash maupun kredit, Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan […]

  • 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Presiden: Tak Spontan Jadi Dasar Pemberhentian

    75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Presiden: Tak Spontan Jadi Dasar Pemberhentian

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memandang bahwa hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu maupun institusi KPK. Menurut Presiden Jokowi, hasil tes tersebut juga hendaknya tidak serta-merta atau spontan dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak […]

  • Peduli Lingkungan, Rotary Club Kupang Central Tanam Pohon di Taman Nostalgia

    Peduli Lingkungan, Rotary Club Kupang Central Tanam Pohon di Taman Nostalgia

    • calendar_month Sen, 9 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan perwujudan dari salah satu program utama Rotary Club Kupang Central di bawah kepemimpinan Presiden Club, Ratna Pongkapadang, maka Rotary Club Kupang Central menyelenggarakan Program Penghijauan dengan tema “A Thousand Threes for Kupang”. Kegiatan perdana penghijauan dimulai pada Sabtu, 7 Desember 2019 di area Taman Nostagia, […]

  • PLN UIP Nusra Raih Penghargaan dari TVRI NTT

    PLN UIP Nusra Raih Penghargaan dari TVRI NTT

    • calendar_month Sab, 22 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil meraih penghargaan sebagai mitra terbaik produksi dan penyiaran advertorial/infotorial terbanyak periode semester II tahun 2023 s/d semester 1 tahun 2024 dalam kegiatan tahunan TVRI NTT bertajuk marketing gathering TVRI Stasiun NTT 2024 pada Kamis, 20 Juni 2024. Acara yang dihelat di Hotel Harper Kupang […]

expand_less