Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » George, Sang Inspirator dan Eksekutor

George, Sang Inspirator dan Eksekutor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 26 Jul 2024
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Sam Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT

Rabu petang, 24 Juli 2024, saya mendapat informasi dari salah satu rekan kerja di Biro Umum Setda Provinsi NTT bahwa mantan Kepala Biro Umum kami, Bapak George M. Hadjoh yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT memutuskan untuk pensiun dari Aparatur Sipil Negara.

Setelah ditelusuri, ternyata keputusan ini diambil karena beliau memutuskan untuk terjun dalam dunia politik, yang mana dirinya berniat mencalonkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Kupang periode 2024—2029.

Bukan mau membahas seberapa besar peluang dirinya terpilih sebagai wali kota kelak, atau memberikan kiat dan tips agar dirinya mendapat simpati dari para pemilih, tetapi sebagai mantan staf di Biro Umum, saya ingin sedikit berbagi tentang semangat kerja dan karakter seorang George Melkianus Hadjoh yang sudah 5 tahun ini saya kenal.

Puluhan tahun mendedikasikan dirinya sebagai pelayan masyarakat, George dikenal sebagai pribadi yang tegas dan teguh pendirian. Tidak ada kata “TIDAK BISA” dalam kamus pribadinya. Apa pun akan diperjuangkan asalkan masyarakat terlayani dengan baik.

Berbekal latar belakang sebagai seorang atlet bela diri (Kempo), George memiliki disiplin kerja yang begitu tinggi, di mana hal ini kerap menjadi beban tersendiri bagi staf. Belum lagi kerja cepat, kerja cerdas dan kerja tuntas yang menjadi spiritnya, terkadang membuat staf kewalahan untuk dapat mengimbangi setiap pergerakan beliau. Tetapi karena hal ini dilakukan terus menerus, akhirnya kami sebagai staf perlahan-lahan mulai dapat mengikuti pola kerja sang kepala biro.

Setiap pagi pukul 07.30 WITA semua wajib mengikuti apel kekuatan, di mana momen ini dimanfaatkan George selain untuk mengevaluasi kinerja staf, juga untuk menggelorakan semangat agar kami dapat bekerja dengan baik. Setelahnya seluruh staf dibawa komando Shinsei George melakukan kegiatan bersih – bersih di seluruh lingkungan kantor Gubernur NTT selama kurang lebih setengah jam. Sampah plastik, kaleng-kaleng bekas dan juga sampah sisa makanan lainnya menjadi sasaran kami. Dan untuk sekarang ini, sebagai ASN yang bertugas di Kantor Gubernur, saya berani pastikan bahwa untuk mendapatkan puntung rokok saja di lingkungan kantor sangat mustahil, karena semua kami diberi tanggung jawab oleh Kepala Biro untuk dengan disiplin menjaga kebersihan. Dan lama kelamaan hal ini sudah menjadi budaya bagi kami untuk tetap menjaga lingkungan dengan baik.

Awalnya memang kami merasa jengkel, dan tanda tanya besar bagi kami; mengapa kami yang ASN ini harus memungut sampah? Bukankah ada bagian cleaning service yang bertugas membersihkan kantor? Ternyata jawaban dari semua tanda tanya dalam diri kami terjawab dengan sendirinya. Bahwa masalah sampah bukan hanya tanggung jawab cleaning service, tetapi masalah sampah adalah masalah kita semua, masalah yang hanya bisa diselesaikan ketika semua orang ikut bertanggungjawab secara nyata. Dan satu hal bahwa ketika kita bekerja dalam sebuah lingkungan yang bersih, maka pikiran dan hati kita akan terbuka dengan sendirinya untuk bekerja lebih baik.

Itulah yang mungkin menjadi dasar bagi seorang George agar kami sebagai staf harus peduli pada lingkungan. Sebuah keberuntungan yang sangat besar karena boleh diberi kesempatan  bekerja dengan orang yang menginginkan perubahan. Awalnya pasti sakit, tetapi kalau kita mengikuti dan menjalankan secara baik pasti ada hikmah yang dapat kita peroleh.

Tentu masih banyak lagi cerita sarat inspirasi yang beliau buktikan melalui aksi nyata dan gagasan yang sering kami dapat dan lihat secara langsung. Seperti turun langsung ke selokan untuk membersihkan sampah tanpa melihat dirinya sebagai seorang Kepala Biro, atau uang pribadi yang selalu beliau keluarkan untuk orang yang sangat membutuhkan khususnya kepada anak sekolah dan orang sakit (mungkin hal ini tidak diketahui banyak orang, karena beliau bukan tipe orang yang tangan kanan memberi tangan kiri harus mengetahui), belum lagi ide, gagasan serta aksi nyata  memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman – tanaman  produktif. Lahan kosong yang ada di Kantor Gubernur dan Rumah Jabatan Gubernur disulap menjadi kebun sayur yang hasilnya dapat dibeli oleh seluruh pegawai.

Buah karya lainnya adalah lahan kosong yang ada persis di samping rumah jabatan Gubernur NTT, atas instruksinya diwajibkan untuk dapat dimanfaatkan. Dan inilah cikal bakal seorang Presiden Joko Widodo datang dan mampir ke tempat ini.

Om George (sapaan akrab saya untuk beliau) bukanlah tipe orang yang hanya cepat untuk memerintah melalui ide dan gagasan yang cemerlang seperti pada ulasan saya di atas, tetapi beliau juga orang yang cepat untuk mengeksekusi setiap perintah dan amanah dari atasannya. Apa pun itu, asalkan tidak bertentangan dengan hukum pasti dieksekusinya.

Suatu saat ketika sedang berbincang ringan dengan beliau, saya bertanya mengapa beliau begitu cepat menjawab “SIAP” ketika ada perintah dari pimpinan (Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda).

“Kalau perintah itu untuk kepentingan dan kesejahteraan banyak orang, maka jangan tunda. Kalau ada kendala di lapangan maka pakailah seluruh kemampuan untuk mengatasi  kendala tersebut. Dan itu hanya bisa didapat melalui orang yang memiliki tiga hal yakni kecerdasan, keberanian dan hati yang peduli pada sesama”. Itulah jawaban singkat yang saya dapat atas pertanyaan yang diajukan ke beliau.

Semangat kerja kolaborasi yang didesain oleh George membuat beban kerja kami semakin ringan. Baginya, untuk mencapai hasil kerja yang maksimal bukan SUPERMAN yang dibutuhkan, tetapi SUPERTIM. Tim kerja yang solid dan kuat, menurutnya akan mampu menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

Ada juga hal menarik yang saya temukan dalam diri seorang George Melkianus Hadjoh, S.H.

Pada setiap kesempatan ketika dirinya didaulat untuk membawakan sambutan dalam berbagai acara, tidak pernah sekalipun membaca sambutan tertulis yang telah disiapkan oleh staf. Semua perkataan, semua arahan, saran dan jalan keluar yang disampaikan mengalir secara teratur, tegas dan jelas. Semua orang dari berbagai latar belakang akan sangat mudah untuk mencerna maksud dan arah pembicaraannya.

Sebagai staf yang kerap mendapat perintah langsung dari Kepala Biro, saya punya pengalaman yang masih diingat sampai saat ini. Saya pernah dihukum push up 30 kali. Ini karena saya terlambat membuat berita tentang inovasi – inovasi yang telah dan akan dibuat oleh Biro Umum saat itu.

Saya pribadi tahu bahwa hukuman yang diberikan saat itu bukan karena dendam, bukan karena faktor suka atau tidak suka,  tetapi itu adalah bentuk kasih sayang dan perhatiannya bagi saya. Tujuannya hanya satu yakni saya harus berubah. Berubah cara kerja yang dulunya lambat harus menjadi lebih cepat, berubah untuk lebih mencintai pekerjaan dan juga tentunya berubah untuk lebih bertanggungjawab terhadap beban kerja yang diberikan.

Hubungan kerja antara Kepala Biro dan Staf mungkin sudah usai. Tetapi saya percaya, bahwa gaya seorang George Hadjoh yang selalu bergaul dengan siapa pun akan membuat hubungan persahabatan ini tetap terjalin.

Teruslah bekerja jujur seperti yang selalu digaungkan kepada kami, karena Tuhan pasti punya rencana yang lebih besar bagi setiap orang yang mau bekerja dengan hati melayani orang yang membutuhkan.

Terima kasih om George, sudah menjadi inspirator dan eksekutor bagi kami.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana, Gubernur Sulsel Jalan Kaki 2.2 Km Usai Sholat Idul Fitri

    Perdana, Gubernur Sulsel Jalan Kaki 2.2 Km Usai Sholat Idul Fitri

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar-Sulsel, Garda Indonesia | Untuk pertama kali dari seluruh Gubernur yang menjabat di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan jalan kaki sejauh 2.2 kilometer, usai Sholat Idul Fitri, di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu, 5 Juni 2019. Jalan kaki di pagi hari merupakan kebiasaan sosok dengan sejuta karya itu, sejak puluhan tahun silam. Pria kelahiran Kota […]

  • Kini, LTMPT Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

    Kini, LTMPT Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id |Kini, di tahun 2019; proses penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri diselenggarakan oleh sebuah lembaga baru yang dibentuk oleh pemerintah; karena diperlukan lembaga penyelenggara tes yang tetap, kredibel, proporsional, efisien dan efektif sehingga pemerintah membentuk Lembaga bernama LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, […]

  • Persarai Sabu Raijua vs Persim Manggarai, Siapa Pulang Kampung?

    Persarai Sabu Raijua vs Persim Manggarai, Siapa Pulang Kampung?

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | 8 (delapan) tim Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI akan berjuang maksimal meraih tiket 4 (empat) besar atau semifinal. Sebelumnya, pada Liga 3 ETMC tahun 2019 di Malaka, tuan rumah PS Malaka menempati posisi pertama diikuti Persamba Manggarai Barat di posisi kedua. 8 tim liga 3 ETMC XXXI 2022 […]

  • Sarlin Jones Miss Grand Indonesia 2019 Siap Berkompetisi di Venezuela

    Sarlin Jones Miss Grand Indonesia 2019 Siap Berkompetisi di Venezuela

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ajang perebutan gelar Miss Grand Indonesia 2019 telah usai. Finalis asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Sarlin Jones akhirnya berhasil memenangkan ajang bergengsi itu. Miss Grand Indonesia merupakan kontes kecantikan yang digagas oleh Yayasan Dharma Gantari. Even tersebut dirancang untuk mencari bakat dan kemampuan yang dimiliki putri terbaik di seluruh penjuru tanah […]

  • Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di Guangzhou China

    Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di Guangzhou China

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu, 7 Juli 2019, pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB. Informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat grup WhatsApp Info Publik Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) NTT dari Wawan, salah […]

  • Bupati & Wakil Bupati Belu Pinta Satgas Kebersihan Tegakkan Disiplin Kerja

    Bupati & Wakil Bupati Belu Pinta Satgas Kebersihan Tegakkan Disiplin Kerja

    • calendar_month Jum, 30 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia| Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM saat memimpin Apel Satuan Petugas (Satgas) Kebersihan di Lapangan Umum Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat pagi, 30 April 2021; menegaskan dalam sambutannya, kebersihan merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2021—2024. Karena itu, ia […]

expand_less