Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » George, Sang Inspirator dan Eksekutor

George, Sang Inspirator dan Eksekutor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 26 Jul 2024
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Sam Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT

Rabu petang, 24 Juli 2024, saya mendapat informasi dari salah satu rekan kerja di Biro Umum Setda Provinsi NTT bahwa mantan Kepala Biro Umum kami, Bapak George M. Hadjoh yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT memutuskan untuk pensiun dari Aparatur Sipil Negara.

Setelah ditelusuri, ternyata keputusan ini diambil karena beliau memutuskan untuk terjun dalam dunia politik, yang mana dirinya berniat mencalonkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Kupang periode 2024—2029.

Bukan mau membahas seberapa besar peluang dirinya terpilih sebagai wali kota kelak, atau memberikan kiat dan tips agar dirinya mendapat simpati dari para pemilih, tetapi sebagai mantan staf di Biro Umum, saya ingin sedikit berbagi tentang semangat kerja dan karakter seorang George Melkianus Hadjoh yang sudah 5 tahun ini saya kenal.

Puluhan tahun mendedikasikan dirinya sebagai pelayan masyarakat, George dikenal sebagai pribadi yang tegas dan teguh pendirian. Tidak ada kata “TIDAK BISA” dalam kamus pribadinya. Apa pun akan diperjuangkan asalkan masyarakat terlayani dengan baik.

Berbekal latar belakang sebagai seorang atlet bela diri (Kempo), George memiliki disiplin kerja yang begitu tinggi, di mana hal ini kerap menjadi beban tersendiri bagi staf. Belum lagi kerja cepat, kerja cerdas dan kerja tuntas yang menjadi spiritnya, terkadang membuat staf kewalahan untuk dapat mengimbangi setiap pergerakan beliau. Tetapi karena hal ini dilakukan terus menerus, akhirnya kami sebagai staf perlahan-lahan mulai dapat mengikuti pola kerja sang kepala biro.

Setiap pagi pukul 07.30 WITA semua wajib mengikuti apel kekuatan, di mana momen ini dimanfaatkan George selain untuk mengevaluasi kinerja staf, juga untuk menggelorakan semangat agar kami dapat bekerja dengan baik. Setelahnya seluruh staf dibawa komando Shinsei George melakukan kegiatan bersih – bersih di seluruh lingkungan kantor Gubernur NTT selama kurang lebih setengah jam. Sampah plastik, kaleng-kaleng bekas dan juga sampah sisa makanan lainnya menjadi sasaran kami. Dan untuk sekarang ini, sebagai ASN yang bertugas di Kantor Gubernur, saya berani pastikan bahwa untuk mendapatkan puntung rokok saja di lingkungan kantor sangat mustahil, karena semua kami diberi tanggung jawab oleh Kepala Biro untuk dengan disiplin menjaga kebersihan. Dan lama kelamaan hal ini sudah menjadi budaya bagi kami untuk tetap menjaga lingkungan dengan baik.

Awalnya memang kami merasa jengkel, dan tanda tanya besar bagi kami; mengapa kami yang ASN ini harus memungut sampah? Bukankah ada bagian cleaning service yang bertugas membersihkan kantor? Ternyata jawaban dari semua tanda tanya dalam diri kami terjawab dengan sendirinya. Bahwa masalah sampah bukan hanya tanggung jawab cleaning service, tetapi masalah sampah adalah masalah kita semua, masalah yang hanya bisa diselesaikan ketika semua orang ikut bertanggungjawab secara nyata. Dan satu hal bahwa ketika kita bekerja dalam sebuah lingkungan yang bersih, maka pikiran dan hati kita akan terbuka dengan sendirinya untuk bekerja lebih baik.

Itulah yang mungkin menjadi dasar bagi seorang George agar kami sebagai staf harus peduli pada lingkungan. Sebuah keberuntungan yang sangat besar karena boleh diberi kesempatan  bekerja dengan orang yang menginginkan perubahan. Awalnya pasti sakit, tetapi kalau kita mengikuti dan menjalankan secara baik pasti ada hikmah yang dapat kita peroleh.

Tentu masih banyak lagi cerita sarat inspirasi yang beliau buktikan melalui aksi nyata dan gagasan yang sering kami dapat dan lihat secara langsung. Seperti turun langsung ke selokan untuk membersihkan sampah tanpa melihat dirinya sebagai seorang Kepala Biro, atau uang pribadi yang selalu beliau keluarkan untuk orang yang sangat membutuhkan khususnya kepada anak sekolah dan orang sakit (mungkin hal ini tidak diketahui banyak orang, karena beliau bukan tipe orang yang tangan kanan memberi tangan kiri harus mengetahui), belum lagi ide, gagasan serta aksi nyata  memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman – tanaman  produktif. Lahan kosong yang ada di Kantor Gubernur dan Rumah Jabatan Gubernur disulap menjadi kebun sayur yang hasilnya dapat dibeli oleh seluruh pegawai.

Buah karya lainnya adalah lahan kosong yang ada persis di samping rumah jabatan Gubernur NTT, atas instruksinya diwajibkan untuk dapat dimanfaatkan. Dan inilah cikal bakal seorang Presiden Joko Widodo datang dan mampir ke tempat ini.

Om George (sapaan akrab saya untuk beliau) bukanlah tipe orang yang hanya cepat untuk memerintah melalui ide dan gagasan yang cemerlang seperti pada ulasan saya di atas, tetapi beliau juga orang yang cepat untuk mengeksekusi setiap perintah dan amanah dari atasannya. Apa pun itu, asalkan tidak bertentangan dengan hukum pasti dieksekusinya.

Suatu saat ketika sedang berbincang ringan dengan beliau, saya bertanya mengapa beliau begitu cepat menjawab “SIAP” ketika ada perintah dari pimpinan (Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda).

“Kalau perintah itu untuk kepentingan dan kesejahteraan banyak orang, maka jangan tunda. Kalau ada kendala di lapangan maka pakailah seluruh kemampuan untuk mengatasi  kendala tersebut. Dan itu hanya bisa didapat melalui orang yang memiliki tiga hal yakni kecerdasan, keberanian dan hati yang peduli pada sesama”. Itulah jawaban singkat yang saya dapat atas pertanyaan yang diajukan ke beliau.

Semangat kerja kolaborasi yang didesain oleh George membuat beban kerja kami semakin ringan. Baginya, untuk mencapai hasil kerja yang maksimal bukan SUPERMAN yang dibutuhkan, tetapi SUPERTIM. Tim kerja yang solid dan kuat, menurutnya akan mampu menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

Ada juga hal menarik yang saya temukan dalam diri seorang George Melkianus Hadjoh, S.H.

Pada setiap kesempatan ketika dirinya didaulat untuk membawakan sambutan dalam berbagai acara, tidak pernah sekalipun membaca sambutan tertulis yang telah disiapkan oleh staf. Semua perkataan, semua arahan, saran dan jalan keluar yang disampaikan mengalir secara teratur, tegas dan jelas. Semua orang dari berbagai latar belakang akan sangat mudah untuk mencerna maksud dan arah pembicaraannya.

Sebagai staf yang kerap mendapat perintah langsung dari Kepala Biro, saya punya pengalaman yang masih diingat sampai saat ini. Saya pernah dihukum push up 30 kali. Ini karena saya terlambat membuat berita tentang inovasi – inovasi yang telah dan akan dibuat oleh Biro Umum saat itu.

Saya pribadi tahu bahwa hukuman yang diberikan saat itu bukan karena dendam, bukan karena faktor suka atau tidak suka,  tetapi itu adalah bentuk kasih sayang dan perhatiannya bagi saya. Tujuannya hanya satu yakni saya harus berubah. Berubah cara kerja yang dulunya lambat harus menjadi lebih cepat, berubah untuk lebih mencintai pekerjaan dan juga tentunya berubah untuk lebih bertanggungjawab terhadap beban kerja yang diberikan.

Hubungan kerja antara Kepala Biro dan Staf mungkin sudah usai. Tetapi saya percaya, bahwa gaya seorang George Hadjoh yang selalu bergaul dengan siapa pun akan membuat hubungan persahabatan ini tetap terjalin.

Teruslah bekerja jujur seperti yang selalu digaungkan kepada kami, karena Tuhan pasti punya rencana yang lebih besar bagi setiap orang yang mau bekerja dengan hati melayani orang yang membutuhkan.

Terima kasih om George, sudah menjadi inspirator dan eksekutor bagi kami.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakta Unik Tekstur Garis Cokelat Batangan

    Fakta Unik Tekstur Garis Cokelat Batangan

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Sekitar 1.300 tahun yang lalu, orang akan mencampur biji kakao yang dibudidayakan dengan bubuk biji-bijian dan cabai merah untuk membuat minuman. Ini adalah prototipe cokelat. Orang-orang yang telah membeli sepotong cokelat pasti telah menemukan, apa gunanya “alur” pada cokelat. Apakah hanya untuk terlihat bagus, atau hanya sekedar hiasan dekorasi saja, atau ada kegunaan lainnya? Bahkan, […]

  • Perempuan diantara Rasa dan Logika

    Perempuan diantara Rasa dan Logika

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rianti Aprilia Feoh Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perempuan berasal dari kata dasar “empu” yang artinya orang yang mahir atau berkuasa. Saat ini perempuan dihadapkan dengan masalah pada dirinya sendiri diantara “Rasa” dan “Logika”, sehingga Perempuan harus merubah pola pikirnya, Karena apa? Karena perempuan lebih menggunakan rasanya dalam menyikapi masalah daripada menggunakan logikanya. Perempuan […]

  • Diduga, Bocah 2,8 Tahun Jadi Korban Malpraktik RSUD Gabriel Manek

    Diduga, Bocah 2,8 Tahun Jadi Korban Malpraktik RSUD Gabriel Manek

    • calendar_month Jum, 23 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bocah berumur 2,8 tahun Gamaliel Pobas berdomisi di Kompleks Kuburan China, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); diduga menjadi korban malpraktik dr. Mega dan dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua, pada Kamis malam, 15 April 2021, sekitar pukul 21.20 […]

  • Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

    Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

    • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Nasib nahas menimpa seorang wanita kelahiran Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nelci Manao (36), yang kesehariannya memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Ia dihina dan dianiaya hingga babak belur dan sempat tak sadarkan diri oleh tetangganya dan sekelompok penjudi Bingo di Lingkungan Lesepu, RT 18C/ RW […]

  • Ayodhia Kalake Lantik Linus Lusi Jadi Pj Wali Kota Kupang

    Ayodhia Kalake Lantik Linus Lusi Jadi Pj Wali Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Linus Lusi, mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mengemban amanah baru sebagai Penjabat Wali Kota Kupang periode 2024—2025. Prosesi pengambilan sumpah dan  pelantikan Linus Lusi sebagai Pj Wali Kota Kupang dilakukan oleh Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake atas nama Presiden Republik Indonesia pada Sabtu siang, 24 Agustus 2024 di aula El Tari […]

  • IDI 2019, Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural Belum Substansial

    IDI 2019, Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural Belum Substansial

    • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD memaparkan bahwa berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019, Indonesia masih berada pada fase demokrasi prosedural, belum memasuki fase demokrasi substansial. Untuk menuju ke sana, memang diperlukan proses yang panjang, dengan didukung oleh semua aspek yang menyangkut kesigapan struktur, substansi dan kultur demokrasi yang matang dan […]

expand_less