Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Hasan Nasbi “Sosok Baja” Tak Banyak Diketahui Publik

Hasan Nasbi “Sosok Baja” Tak Banyak Diketahui Publik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
  • visibility 170
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Yakub F. Ismail

Publik sempat dihebohkan oleh keputusan Hasan Nasbi yang belum lama ini menyodorkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).

Banyak spekulasi bermunculan pasca-terbit surat tersebut. Mayoritas mengaitkan pengunduran tersebut ditengarai oleh pernyataannya soal teror kiriman kepala babi ke kantor Tempo.

Namun, semua itu hanya soal spekulasi, tidak ada yang tahu pasti soal alasan sebenarnya. Namun, hal yang luput dari amatan publik adalah soal ketegaran dan jiwa kesatria Hasan Nasbi yang bak “baja”.

Hasan Nasbi bukanlah orang baru di dunia media dan komunikasi publik. Beliau telah cukup lama bergelut dengan lingkungan dan dunia media tanah air. Singkatnya, ia terlalu cukup matang dan mapan dalam urusan keprotokolan birokrasi pemerintahan.

Karenanya, wawasan, pengalaman, menjadikannya sosok yang tangguh dan tidak banyak berbasa-basi. Hal terakhir ini yang banyak luput dan tidak disadari banyak orang.

Bukan terbentuk dari rahim politik

Diakui ataupun tidak, hampir sebagian besar elite politik yang muncul di panggung politik nasional adalah mereka yang dibentuk dari “rahim politik”.

Ada yang lahir dari pengaderan partai politik, sebagian ada yang diinkubasi langsung oleh tokoh politik nasional melalui organisasi politik yang dibentuk, hingga mereka yang sejak awal hingga masa tuanya memang mengabdikan diri di jalur politik praktis.

Namun, pengalaman unik dilalui sosok Hasan Nasbi–seorang pria dengan mental “baja” yang justru tak banyak diketahui publik namun tiba-tiba tampil di publik dengan jabatan yang terbilang “mewah”–Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Sebuah jabatan yang tentu tidak mudah diduduki oleh sembarang orang, kalau bukan karena kapasitas, pengalaman dan jam terbang yang cukup di bidangnya.

Bukan rahasia umum bahwa nama Hasan Nasbi mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa yang mengenal beliau hanyalah mereka yang telah lama berkecimpung di dunia media dan strategi komunikasi publik.

Perjalanan karier beliau memang tidak mudah. Ia merupakan pendiri Cyrus Network, sebuah lembaga konsultan politik yang telah melahirkan banyak tokoh nasional di tanah air.

Hasan Nasbi memang bukan sosok konsultan politik kemarin sore. Ia telah lama malang melintang dan melanglang buana di semesta perpolitikan Indonesia.

Memang, dirinya terkenal tidak suka tampil di depan kamera – satu peran yang tampak sedikit kontradiktif dengan tugas dan perannya saat ini. Namun, begitulah ia memperlihatkan dirinya ke publik apa adanya. Ia tipe orang yang tidak suka pencitraan. Barangkali inilah yang membuat dirinya sedikit berbeda dalam hal membangun komunikasi publik dengan minus embel-embel basa-basi.

Orangnya sangat to the point dan berbicara penuh makna. Orang awam bahkan di kalangan intelektual sekalipun jarang memahami pernyataannya secara taken for granted, kalau tidak melalui sebuah interpretasi yang dalam.

Pekerjaannya di belakang layar memang jauh dari sorotan kamera. Tapi, justru bekerja dalam sunyi itulah memainkan perannya dengan penuh kecermatan—lugas, tajam, dan strategis.

Ketajaman membaca arah politik

Satu kelebihan dari Hasan Nasbi yang mungkin tidak banyak orang tahu ialah kepiawaiannya dalam membaca arah politik.

Pergulatannya di dunia konsultan politik membawanya ke dalam sebuah “habitus” yang tidak dimiliki banyak orang: tajam dalam menganalisis probabilitas politik.

Untuk sampai pada tahap ini, ia harus jatuh bangun, bahkan pernah hilang arah. Tapi justru dari kejatuhan berkali-kali inilah ia belajar bagaimana menyusun tumpuan yang kokoh untuk “melompat”.

Seperti besi yang ditempa panas berkali-kali, Hasan Nasbi terbentuk oleh masalalu yang penuh lika-liku. Membuatnya ia menjadi sosok yang tangguh, ulet, dan tak gampang menyerah.

Berangkat dari masa kelam penuh getir itulah muncul “baja” dalam dirinya. Baja bukan hanya logam kuat, tapi ia merupakan simbol dari ketangguhan, keberanian, dan konsistensi.

Dalam beragam hasil wawancara maupun tulisan yang jarang terekspos tentang dirinya, Hasan tampil tidak sekadar konsultan politik, melainkan sebagai pemikir yang gelisah akan arah bangsa.

Ia tanpa ragu meninggalkan tugas dan titipan tanggung jawab, jika ia merasa apa yang dikerjakannya tidak membawa makna apa pun bagi kebaikan bangsa.

Ia ingin demokrasi yang dibangun di rahim Ibu Pertiwi ini benar-benar substantif, dalam arti ia lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat dan menderita dalam pelukan rakyat.

Akhirnya, di negeri yang kerap sibuk mengejar sensasi ketimbang substansi, Hasan Nasbi hadir sebagai paradoks yang menampar wajah elite. Ia menunjukkan bahwa seorang pelayan publik semestinya bekerja untuk rakyat. Dan, seorang pekerja dalam sunyi tidak mesti membuktikan suaranya terdengar gahar. Cukup dengan segala bukti dan dedikasi, maka rakyat akan menilai dengan nurani dan kejernihan pikir.

Hasan Nasbi adalah cahaya sunyi dalam kegelapan yang telah lama menyelimuti negeri. Ia hadir membawa pelita untuk menerangi bangsa yang tengah terhuyung mencari jalan kebajikan.(*)

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia.

 

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah KDRT? KemenPPPA Kembangkan Rumah Tangga Tangguh

    Cegah KDRT? KemenPPPA Kembangkan Rumah Tangga Tangguh

    • calendar_month Sab, 25 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Sorong-Papua, gardaindonesia.id –KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) merupakan kekerasan berbasis gender dan masalah sosial yang kompleks. Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 menunjukkan, 1 dari setiap 4 perempuan yang pernah/sedang menikah pernah mengalami kekerasan berbasis ekonomi dan 1 dari 5 perempuan yang pernah/sedang menikah mengalami kekerasan psikis. Kondisi ini menggambarkan jika KDRT sudah […]

  • Sidak Hari Minggu di Rutan Kupang, Merci Jone: Jaga Instansi Kemenkumham

    Sidak Hari Minggu di Rutan Kupang, Merci Jone: Jaga Instansi Kemenkumham

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Rutan Kelas IIB Kupang, pada Minggu, 26 September 2021, guna memantau kondisi keamanan dan ketertiban serta pelayanan saat hari libur. Tiba di Rutan, Kakanwil didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Rocky Osingmahi langsung menuju ke dalam blok tahanan untuk melihat […]

  • 107 Tahun Melayani, Urai Sejarah Gereja Protestan Polycarpus Atambua

    107 Tahun Melayani, Urai Sejarah Gereja Protestan Polycarpus Atambua

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Jemaat GMIT Polycarpus Atambua merupakan satu jemaat Protestan tertua di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia melayani sejak pemerintah Belanda memindahkan pusat administrasi sipil dan militer dari Atapupu. Jemaat GMIT Polycarpus berjumlah 4.277 jiwa yang menetap di hampir semua sudut kota Atambua. Perjalanan pelayanan GMIT Polycarpus Atambua, […]

  • Kemah Bakti Sosial KBPP Polri 2019, Jatah Bagi Warga Desa Benu

    Kemah Bakti Sosial KBPP Polri 2019, Jatah Bagi Warga Desa Benu

    • calendar_month Sab, 8 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Takari-Kupang, Garda Indonesia | Rangkaian HUT Bhayangkara Ke-73 Tahun 2019 oleh Keluarga Besar Putra Puteri Polri (KBPP Polri) dilaksanakan dalam kegiatan dan suasana Kemah Bakti Sosial di Desa Benu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Kegiatan Kemah Bakti Sosial KBPP Polri NTT dilaksanakan dalam suasana berbeda dengan mendirikan kemah dan berkemah di depan […]

  • PLN Pakai Energi Terbarukan, Lahan PLTP Mataloko Mulai Digarap

    PLN Pakai Energi Terbarukan, Lahan PLTP Mataloko Mulai Digarap

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 1Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memulai proses pengembangan program energi baru terbarukan (EBT) bersumber  panas bumi di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). PLN mulai melakukan proses pengadaan lahan untuk pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko berkapasitas 20 MW. Secara keseluruhan […]

  • Dua Polwan Naik Pangkat Jadi Irjen dan Brigjen

    Dua Polwan Naik Pangkat Jadi Irjen dan Brigjen

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (ST) kenaikan pangkat terhadap sejumlah perwira tinggi (pati) Polri. Sigit menaikkan setingkat lebih tinggi dari pangkat yang telah didapat sejumlah pati tersebut. Dari sejumlah perwira yang dipromosikan itu, di antaranya merupakan dua polwan. Keduanya mendapat kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal (Irjen) dan brigadir […]

expand_less