Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Akademisi Kemendikti Saintek Edukasi Program INTAN di Desa Oenif Nekamese

Akademisi Kemendikti Saintek Edukasi Program INTAN di Desa Oenif Nekamese

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
  • visibility 421
  • comment 0 komentar

Loading

Program ini merupakan buah pemikiran Dosen Prodi Peternakan Universitas Nusa Cendana, Ir. Grace Maranatha, M.Si., IPM, ASEAN Eng dan Asri Apriana Widu, S.ST., M.Pt. serta dari Prodi Pertanian Universitas Timor, Dr. M M. Endah Mulat Satmalawati, STP.

 

Kupang | Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya via program INTAN UNTUK DESA (Integrasi Tani-Ternak untuk Desa Edukasi, Sehat, Sejahtera) yang dilaksanakan di Desa Oenif Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang.

Program ini merupakan buah pemikiran Dosen Prodi Peternakan Universitas Nusa Cendana, Ir. Grace Maranatha, M.Si., IPM, ASEAN Eng dan Asri Apriana Widu, S.ST., M.Pt. serta dari Prodi Pertanian Universitas Timor, Dr. M M. Endah Mulat Satmalawati, STP.

Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Ditjen Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Untuk Diterapkan.

Selain itu, program ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya kesejahteraan masyarakat pedesaan di Pulau Timor yang masih minim pengetahuan terkait inovasi teknologi serta menggantung hidup pada budidaya di sektor pertanian, pola budidaya yang masih bersifat monokultur antara usaha tani dan ternak, serta persoalan iklim karena Pulau Timor merupakan daerah lahan kering beriklim kering.

Mengusung konsep integrasi, para akademisi mendorong masyarakat mengelola usaha tani dan ternak secara terpadu, ramah lingkungan, sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi. Tak hanya itu, penggunaan teknologi irigasi tetes dan pemupukan otomatis menggunakan injector (fertigation system) semakin mempermudah budidaya karena menghemat tenaga, efisien air dan pupuk sehingga akan meningkatkan minat masyarakat dan adopsi teknologi untuk memperbaiki ekonomi rumah tangga.

Adapun tahapan kegiatan dimulai dari persiapan dan sosialisasi, dilanjutkan pelatihan budidaya hortikultura, pengolahan pakan fermentasi, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik cair dan padat. Inovasi teknologi yang diterapkan ini didukung dengan pelatihan, manajemen usaha dan pendampingan.

Para akademisi Kemendikti Saintek saat memantau progres pertanian dengan dukungan Program INTAN UNTUK DESA. Foto : tim PKM

Ketua Tim Program, Ir, Grace Maranatha, M.Si, IPM, ASEAN Eng, memaparkan kini masyarakat merasakan perubahan nyata. “Hasil panen hortikultura meningkat hingga 25 persen, minat masyarakat naik 80 persen setelah aplikasi teknologi, dan limbah ternak kini bisa diolah menjadi pupuk organik cair dan padat sehingga akan menghemat biaya produksi, dan dapat memberikan tambahan ekonomi rumah tangga karena laku dijual. Yang lebih membanggakan, Kepala Desa Oenif, ibu rumah tangga dan remaja berperan sangat aktif mengelola” ungkapnya.

Kepala Desa Oenif, Metusalak Limau, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini. “Kami sudah lama mendambakan teknologi seperti ini. Kehadiran irigasi tetes, bank pakan, dan pengolahan limbah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berkomitmen untuk mengadopsi teknologi ini pada lahan yang lebih luas, yakni sekitar 10 hektar, dengan komoditas mentimun, pare, kol, cabai rawit, dan tomat,” tegasnya.

Kades Metusalak Limau pun yakin hasilnya pertanian akan jauh lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa. Lebih dari itu, masyarakat juga semakin kompak melalui penguatan kelembagaan kelompok tani-ternak. Produk desa kini memiliki identitas branding “Desa Edukasi, Sehat, Sejahtera” sebagai strategi untuk menembus pasar lokal maupun online.

Metusalak Limau menandaskan dalam waktu dekat, sekitar akhir Oktober 2025, pihaknya bersama para akademisi dan masyarakat bakal melakukan panen perdana.

Berbekal keberhasilan ini, program INTAN UNTUK DESA diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, bahkan direplikasi ke desa-desa lain di NTT. Selain meningkatkan produksi dan pendapatan, program ini juga memperkuat partisipasi masyarakat lintas generasi dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun ekonomi desa.

Tak ayal, aliran ucapan terima kasih pun beriringan mengalir kepada DPPM Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, sebagai penyandang dana.(*)

Sumber (*/tim PKM)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Pesiar Aqua Blu Diluncurkan di Labuan Bajo, Tawarkan Wisata Bahari

    Kapal Pesiar Aqua Blu Diluncurkan di Labuan Bajo, Tawarkan Wisata Bahari

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapal pesiar mewah berlambung baja Aqua Blu resmi diluncurkan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan siap menawarkan wisata bahari di perairan kawasan tersebut. Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina pada Selasa, 19 November 2019 mengatakan diluncurkannya Aqua Blu menambah alternatif […]

  • Komunitas Ume Kbubu Pinta Pemda TTS Berikan Ruang Kreasi bagi Kaum Milenial

    Komunitas Ume Kbubu Pinta Pemda TTS Berikan Ruang Kreasi bagi Kaum Milenial

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Pagelaran lomba peragaan busana (fashion show) tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Rabu, 21 Agustus 2019, yang dilaksanakan di kantor Bupati TTS (kantor lama,red) menuai kritikan dari pendiri Komunitas Ume Kbubu-TTS, Norci Nomleni. Menurut Pegiat kreasi tenun ikat itu, pemerintah daerah harus memberikan ruang bagi kaum milenial […]

  • Era Gubernur Laiskodat, Inspektorat Daerah Raih Predikat Sangat Berhasil

    Era Gubernur Laiskodat, Inspektorat Daerah Raih Predikat Sangat Berhasil

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntut untuk tanggap terhadap kebutuhan dan tuntutan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik, transparan dan berkualitas. Guna menggapai visi dan misi serta pemenuhan target-target yang ada dalam RPJMD provinsi NTT, maka perangkat daerah telah membuat perjanjian kinerja tahun 2021 dengan Gubernur Nusa Tenggara […]

  • Tingkatkan Akses dan Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi

    Tingkatkan Akses dan Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi

    • calendar_month Kam, 2 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya,gardaindonesia.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) , Yohana Yembise,Kamis/2 Agustus 2018, memberikan keynote speech dalam acara Voyage to Indonesia’s Seminar on Women’s Participation for Economic Inclusiveness di Surabaya. Seminar ini sebagai bagian dari program Kelompok Bank Dunia – Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional 2018 (AMS 2018), memberikan […]

  • CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Hingga Juni 2023, tercatat 515 kejadian gigitan anjing (terkonfirmasi) pada 28 kecamatan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), wabah rabies telah menyebar di Pulau Timor dan memakan korban 3 (tiga) orang meninggal dunia. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) pun telah menghubungi Menteri Kesehatan untuk memperoleh serum antirabies. Bagi masyarakat, […]

  • Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

    Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik Kota Kupang berkomitmen mendapatkan sertifikasi ISO pada akhir tahun 2019. Hal itu ditandai dengan melakukan pembenahan dan juga melengkapi dokumen Pedoman Mutu Pelaksanaan ISO 9001: 2015, yang diserahkan langsung oleh Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. Halek kepada Wali Kota […]

expand_less