Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Menkeu Purbaya Seperti ‘Musuh’ Bagi Kepala Daerah

Menkeu Purbaya Seperti ‘Musuh’ Bagi Kepala Daerah

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 335
  • comment 0 komentar

Loading

Ingat, itu musuh tanda kutip, bukan musuh sesungguhnya. Itulah yang dirasakan Menkeu Purbaya seperti musuh bagi kepala daerah. Untuk saat ini, hampir semua kepala daerah tak senang ceplas-ceplosnya Akang asal Bogor itu.

Saat Purbaya buka mulut dan bilang ada uang daerah mengendap di bank, republik ini langsung gemetar. Seperti disiram kopi panas di pagi hari, para gubernur yang tenang mendadak panik. Purbaya menyebut angka fantastis, ratusan triliun rupiah uang rakyat tak dipakai, hanya nongkrong di rekening bank sambil menghasilkan bunga.

Seperti biasa, setelah ledakan data datanglah opera bantahan nasional. Satu per satu gubernur muncul di layar kaca, bukan membawa solusi, tapi dalih yang berlapis-lapis. Hanya satu yang mengaku jujur, DKI Jakarta. Selebihnya, semua tampil sebagai bintang tamu di sinetron bertajuk “Itu Tidak Benar, Pak Menteri!”

Dari timur Jawa, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) paling dulu buka suara. Katanya dana Rp 6,2 triliun itu bukan “mengendap,” tapi “SILPA”—Sisa Lebih Perhitungan Anggaran. Sebuah istilah ajaib yang membuat uang tidur terdengar seperti sedang bermeditasi fiskal.

Di utara sedikit, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menepis tudingan Rp 4,1 triliun dana nganggur. “Itu bukan deposito, tapi giro!” katanya mantap. Seolah kalau uangnya bisa dicairkan sewaktu-waktu, maka ia tak malas, hanya rebahan produktif.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi ikut beraksi. Ia membantah keras tudingan Purbaya, dana Rp 1,9 triliun milik Jateng mengendap. “Itu dana operasional yang sedang berjalan,” ujarnya. Bahasa halus dari, uangnya belum digunakan, tapi jangan ditanya kenapa.

Sementara dari Kalsel, Gubernur Muhidin tak mau ketinggalan. Katanya dana Rp 5,1 triliun itu “tidak mengendap, tapi bergerak.” Bergerak ke mana, tidak dijelaskan. Mungkin berlari di jalur lintas bank sambil menikmati bunga deposito.

Dari Sumatra Utara, suara juga muncul. Pemprov Sumut membantah tudingan Rp 3,1 triliun dana tidur. Mereka menyebut itu hasil keterlambatan proyek dan proses administrasi.

Lalu dari Sulawesi Tengah, Gubernur Anwar Hafid mengatakan uang Rp 819 miliar yang disebut “mengendap” itu masih “proses asistensi di Kemendagri.” Sebuah alasan yang sudah menjadi mantra sakti semua birokrat.

Di Babel, Pemprov juga menyangkal keras kabar adanya Rp 2,1 triliun di bank, katanya jumlah sebenarnya cuma Rp 200 miliar.

Dari Maluku serta Papua, meski tak ada bantahan resmi, keheningan mereka seolah berkata, “Kami juga tidak bersalah, cuma belum sempat bicara.”

Kini, Purbaya berdiri sendirian di tengah badai bantahan. Ia bicara pakai data, mereka membalas dengan drama. Ia minta uang rakyat bekerja, mereka malah sibuk mendefinisikan kata “mengendap” seolah sedang menulis kamus baru. Di mata para kepala daerah, Purbaya kini tampak seperti “musuh” musuh dari kenyamanan saldo yang gemuk, musuh dari bunga deposito yang manis.

Padahal data ia ungkap bukan dongeng. Kalsel Rp 3,9 triliun deposito + Rp 846 miliar giro. Jatim Rp 6,2 triliun. Jabar Rp 4,1 triliun. Jateng Rp 1,9 triliun. Sumut Rp 3,1 triliun. Sulteng Rp 819 miliar. Babel Rp 2,1 triliun. Totalnya bisa membiayai beasiswa nasional dan bikin jalan tol sampai Merauke. Tapi uang itu lebih suka berjemur di bank, menghasilkan bunga sambil menatap nasib rakyat dari kejauhan.

Lucunya, pejabat jujur di negeri ini sering tampak seperti pemberontak. Purbaya bukan sedang menyerang, ia cuma membuka jendela agar rakyat melihat, uang mereka ternyata lebih rajin jadi nasabah dari jadi pembangunan. Namun dalam republik hobi berdalih, kebenaran memang sering kelihatan seperti ancaman.

Purbaya kini bukan musuh negara, tapi musuh bagi mereka yang nyaman tidur di atas saldo.(*)

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Rendam Delapan Desa di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

    Banjir Rendam Delapan Desa di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Konawe-Sultra, Garda Indonesia | Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir yang merendam 8 (delapan) desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Ketinggian muka air 70—80 centimeter. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB per Sabtu, 11 Juli 2020 pukul 12.27 WITA, delapan desa di 5 kecamatan terdampak banjir tersebut yaitu Desa Labungga […]

  • Pelecut Ide Kreatif Rektor Undana Perangi Sampah

    Pelecut Ide Kreatif Rektor Undana Perangi Sampah

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menilai pendekatan tersebut merupakan langkah kecil yang berdampak besar.   Kupang | Undana berdampak melecut ide kreatif Rektor Undana, Prof. Dr.drh.Maxs U E Sanam, M.Sc. ikut andil memerangi persoalan sampah di Kota Kupang. Menilik kondisi sampah bertebaran di depan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), maka rektor yang dilantik pada 2 […]

  • Totalitas Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai, PLN Didukung Penuh TNI Polri

    Totalitas Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai, PLN Didukung Penuh TNI Polri

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    1.115 gardu berhasil dioperasikan dan 168.082 pelanggan menikmati listrik Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bersinergi dengan TNI dan Polri, PLN terus berupaya memulihkan kelistrikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-Badai Siklon Seroja. Dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,  sebanyak 1.115 unit gardu berhasil dioperasikan kembali dan sebanyak 168.082 pelanggan kembali menikmati listrik pada Rabu, 7 April 2021. “Kami […]

  • Kinerja Pencegahan KPK, Firli : Takaran Tak Hanya dari Unit Korsupgah

    Kinerja Pencegahan KPK, Firli : Takaran Tak Hanya dari Unit Korsupgah

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi H. Firli Bahuri angkat suara terkait pemberitaan tentang hasil audit BPK atas kinerja pencegahan KPK yang tengah beredar. Dalam media statement yang diterima redaksi, pada Minggu sore, 11 Juli 2021, Ketua KPK H. Firli menyampaikan beberapa hal, bahwa : Pertama, audit yang dimaksud adalah pemeriksaan dengan tujuan […]

  • Pemprov NTT dan BPOM RI Inisiasi Bangun Karya Dukung UMKM

    Pemprov NTT dan BPOM RI Inisiasi Bangun Karya Dukung UMKM

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Sejak diluncurkan pada Mei 2024, Bangun Karya telah menjadi wadah kolaborasi strategis antara sektor industri, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan BPOM RI dalam mendorong pemberdayaan UMKM lokal.   Kupang | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), dan Bentoel Group menginisiasi Program Bangun Karya. Program […]

  • Perubahan Keempat RUU MK dari Panja DPR diterima Pemerintah

    Perubahan Keempat RUU MK dari Panja DPR diterima Pemerintah

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pemerintah menerima hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (RUU MK) di tingkat Panitia Kerja (Panja). “Atas nama Pemerintah, kami menerima hasil pembahasan RUU di tingkat panitia kerja (Panja), yang […]

expand_less