Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jaksa Ini Apes Ditangkap KPK, Padahal Semua Juga Pemain

Jaksa Ini Apes Ditangkap KPK, Padahal Semua Juga Pemain

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sab, 20 Des 2025
  • visibility 591
  • comment 0 komentar

Loading

Jumat Keramat, momen penangkapan tikus got gorong-gorong. Setelah kita telanjangi Bupati Bekasi yang di-OTT KPK bersama ayahnya, sekarang kita ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Di sini lebih parah, jaksa yang biasa tangkap koruptor, malah ditangkap KPK.

Namanya bukan kaleng-kaleng, Dr. Albertinus Parlinggoman Napitupulu S.H., M.H. Gelarnya panjang. Doktor hukum. Jaksa karier. Mantan “pahlawan” pemberantas korupsi di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Selama tiga tahun, beliau digambarkan bak bendungan raksasa penahan banjir duit haram. Prestasi paling sering dielus-elus media. Berhasil memulihkan kerugian negara Rp1,3 miliar dari kasus pengadaan kapal penangkap ikan tahun 2019. Angka yang dielu-elukan seperti mukjizat turun dari langit.

Waktu itu beliau dipuja. Tegas tapi humanis, kata brosur moralitas. Tegas seperti gempa bumi yang bikin pejabat gemetar, humanis seperti embun pagi di baliho upacara. Senyum rapi. Dasi lurus. Aura aparat bersih. Saat dimutasi dari Tolitoli, konon masyarakat menangis, seolah pahlawan super pulang ke planet asalnya.

Lalu datanglah September 2025. Seperti angin monsun membawa hujan emas, sang doktor mendarat mulus sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara. Baru lima bulan menjabat. Lima bulan, belum sempat foto keluarga di rumah dinas benar-benar berdebu. Tapi aktivitasnya padat. Mulai dari upacara, peringatan hari besar, pose formal, jargon tegas-humanis kembali dipamerkan.

HSU sendiri bukan tanah steril. Tahun 2021, bupatinya pernah kena OTT KPK. Kasus berlanjut sampai 2022–2023, menyeret pejabat Dinas PUPR. Tapi selama ini, aparat penegak hukum di wilayah itu aman sentosa. Jaksa, polisi, hakim, ibarat gunung yang katanya suci, tak pernah tersentuh tsunami KPK. Publik pun berharap, akhirnya ada penjaga hukum seteguh Merapi, siap menahan lahar korupsi.

Harapan itu ternyata cuma payung kertas di tengah badai. Tanggal 18 Desember 2025, tanpa sirene, tanpa aba-aba, KPK datang seperti tsunami Aceh 2004. OTT ke-11 tahun ini. Sang doktor agung digelandang. Bersama Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto, plus beberapa pihak swasta. Barang bukti? Uang tunai ratusan juta rupiah, mengalir deras seperti banjir bandang di musim hujan Kalimantan. Dugaan pemerasan dan suap.

Baru lima bulan menjabat. Belum genap satu semester. Tapi panennya langsung raya. Seperti gunung api yang baru bangun tidur, langsung memuntahkan lava panas ke kantong sendiri.

Di sinilah tragedi nasional itu mencapai klimaks komedinya. Jaksa ini dibilang apes. Apes karena ditangkap. Apes karena kena OTT. Padahal di negeri ini, semua juga main. Bupati main. Pejabat main. Pengusaha main. Aparat main. Wasit ikut main. Penonton pura-pura buta. Tapi entah kenapa, cuma dia yang kena siklon KPK. Yang lain licin seperti ikan di sungai keruh, kena ombak dikit, lalu berenang bebas lagi.

Dulu dipuja setinggi langit, kini ambruk seperti bendungan jebol. Dari simbol keadilan, berubah jadi lumpur hipokrisi. Jaksa korup bukan sekadar pelanggaran hukum, ini bencana alam kepercayaan publik. Gempa pengkhianatan bermagnitudo tak terukur. Perut rakyat mual. Kepala pening. Hati muntah busa. Ingin rasanya meludah di wajahnya.

Koruptor berjubah toga bukan cuma mencuri uang, tapi juga membuang harapan rakyat ke got yang sudah penuh bangkai moral. Wajar kalau publik marah, muak, ingin meletus seperti gunung berapi. Karena di lapangan bola korupsi nasional ini, kartu merah cuma berlaku untuk yang apes.

“Bang, anggapan umum di masyarakat, bila ATM masih penuh, jaksa pun sopan. Bila ATM kosong, mereka liar dan berubah menjadi singa lapar. Yang ditangkap itu memang lagi apes saja. Padahal, sejatinya mereka pemain. Agar aman, hanya oknum.”(*)

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Laka Lena Sebut Sampai Kapan NTT Pakai Listrik PLTD

    Gubernur Laka Lena Sebut Sampai Kapan NTT Pakai Listrik PLTD

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Merespons berbagai perspektif, keresahan, dan penolakan akan pengembangan proyek geotermal di pulau Flores, Gubernur Laka Lena menegaskan pentingnya menekan kemiskinan di NTT dengan meningkatkan pengembangan jalan, air, dan listrik bagi masyarakat.   Kupang | Semangat kolaborasi mengembangkan potensi energi panas bumi atau geotermal di pulau Flores ditunjukkan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, Kementerian Energi Sumber […]

  • STIKes Nusantara Kini Punya Layanan Ambulans

    STIKes Nusantara Kini Punya Layanan Ambulans

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Nusantara yang berdiri sejak 12 November 2009 dan bernaung di bawah Yayasan Kunci Ilmu, kini telah menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga tersebut diejawantahkan dalam penyediaan layanan ambulans bagi masyarakat sekitar lingkungan tempat STIKes Nusantara di Kelurahan Tuak Daun […]

  • Presiden Jokowi Serahkan 1 Juta Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Secara Virtual

    Presiden Jokowi Serahkan 1 Juta Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Secara Virtual

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyerahkan 1 juta sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat secara virtual, pada Senin siang, 9 November 2020, di Istana Negara. Satu juta sertifikat tersebut diserahkan kepada masyarakat di 31 provinsi dan 201 kabupaten/kota. Penyerahan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang. “Satu juta sertifikat adalah […]

  • PJC Gandeng IMO-Indonesia & DPW Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik

    PJC Gandeng IMO-Indonesia & DPW Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Sab, 23 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Pekanbaru-Riau, Garda Indonesia | PJC (Pekanbaru Journalist Center) bersama IMO-Indonesia DPW Provinsi Riau mengadakan pelatihan jurnalis bagi para pewarta, demikian dikatakan Direktur Pendidikan Journalistik Center Pekanbaru, Drs. Wahyudi El Panggabean MH kepada para pewarta, Sabtu/23/02/2019. Wahyudi, menuturkan bahwa giat pelatihan ini diadakan selama 22—23 Februari 2019 dengan Tema “Menulis/Editing Berita – Menulis Tajuk Rencana” yang […]

  • Hapus Stigma Miskin dan Lapar, Gubernur VBL Dorong Program TJPS di TTS

    Hapus Stigma Miskin dan Lapar, Gubernur VBL Dorong Program TJPS di TTS

    • calendar_month Kam, 24 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Soe-TTS,  Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, melakukan tanam jagung secara  simbolis pada  lokasi Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan Tanam Padi  di Desa Bena Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu, 23 Desember 2020. Untuk diketahui, luasan lahan Program TJPS di […]

  • Tepis Berita Klaster Perbankan, Ini Penjelasan Resmi Plt. Dirut Bank NTT

    Tepis Berita Klaster Perbankan, Ini Penjelasan Resmi Plt. Dirut Bank NTT

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Selamat pagi Om Ernes (Ernest Ludji, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kota Kupang, red)… terima kasih infonya tentang penyebaran dan data paparan Covid-19 di Kota Kupang, memang betul ada 1 pegawai dari Kantor Cabang Khusus (KCK) yang positif Covid, pelaku perjalanan dari Bali 2 minggu yang lalu, dia mengantar […]

expand_less