Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Korban Angin Puting Beliung di Belu Belum Dibantu, Ini Tanggapan Bupati

Korban Angin Puting Beliung di Belu Belum Dibantu, Ini Tanggapan Bupati

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Angin Puting Beliung yang menerjang 4 (empat) desa di Kecamatan Lakmanen Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 2 Oktober 2019 pukul 08.00—18.00 WITA mengakibatkan ratusan rumah rusak dan 1 (satu) korban patah tulang.

Informasi yang dihimpun media Ini, 4 (empat) desa yang diterjang angin puting beliung yakni Desa Makir banyak rumah rusak parah dan 1 (satu) korban patah tulang; Desa Mahuitas sekitar 60 rumah rusak; Desa Lamaksemulu, dan Desa Kewar sekitar 40 rumah rusak.

Konradus Koli Asa, salah satu keluarga korban angin puting beliung di Desa Makir mengatakan hingga saat ini mereka belum memperoleh bantuan dari pemerintah setempat meski peristiwa angin puting beliung telah terjadi seminggu lalu.

“Saya berdomisili di Kupang namun orang tua di Desa Makir tertimpa musibah makanya saya telah berada di sini sejak Minggu, 5 Oktober 2019,” ujar Konradus.

Lanjutnya, Khusus di Desa Makir terdapat 1 (satu) korban bernama Maria Bui (60 tahun) yang mengalami patah tulang di seluruh tubuh dan tidak bisa bergerak sama sekali.

Yosep Mau Lau, suami dari Maria Bui korban patah tulang akibat angin puting beliung

“Kami sesalkan dan kecewa dengan aparat Pemerintah Desa maupun Pemkab Belu belum ada respon dan tidak ada perhatian sama sekali dan banyak warga yang mengungsi ke rumah keluarga karena rumah mereka rusak parah,” ungkap Konradus.

Konradus juga telah berkoordinasi dengan salah satu LSM dan menyampaikan bahwa seharusnya pemdes maupun pemerintah kecamatan segera mengambil inisiatif bantuan yang bersifat darurat seperti bantuan medis, makan minum, terpal dan bantuan lain yang sangat dibutuhkan warga.

“Para aparat pemerintah dari desa, BPBD, Koramil dan Kepolisian sempat berkunjung pascabencana untuk sekadar mengambil data jumlah korban dan dokumentasi namun tidak ada kelanjutan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak musibah,” ujar Konradus kesal sambil menyampaikan bahwa orang tuanya juga terdampak bencana angin puting beliung.

Hingga saat ini, terang Konradus, banyak warga yang masih mengungsi karena rumah mereka rusak parah, terpaksa mereka menginap di rumah keluarga dan tempat yang dirasa aman.

Terpisah, Bupati Belu, Wilibrodus Lay, S.H. saat dikonfirmasi media Garda Indonesia melalui pesan Whatsapp pada Senin, 7 Oktober 2019 pukul 12.10 WITA lalu memberikan tanggapan pada Selasa, 8 Oktober 2019 pukul 08:49 WITA menyampaikan Pemkab Belu sedang mencari regulasi yang sesuai untuk membantu para korban angin puting beliung.

“Saya sudah data terkait korban kerusakan dan sementara masih dicari regulasinya untuk bantuan, kalau sesuai petunjuk teknis hanya bantuan ala kadarnya saja,” jelas Bupati Willy.

“Untuk rusak ringan hari ini (Selasa, 8 Oktober 2019) kita bantu seng, dan rusak berat masih cari solusi,” pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Konradus Koli Asa

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korlantas Berlakukan Ganjil Genap di 10 Ruas Jalan Selama KTT G20

    Korlantas Berlakukan Ganjil Genap di 10 Ruas Jalan Selama KTT G20

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, Garda Indonesia | Korlantas Polri mulai memberlakukan sistem ganjil genap pada tanggal 11—17 November 2022 di 10 (sepuluh) ruas jalan di Bali selama KTT G20. Sepuluh ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap itu sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai hingga Nusa Dua. Ganjil genap diterapkan mulai pukul 06.00—22.00 WITA. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman […]

  • Tepis Berita Klaster Perbankan, Ini Penjelasan Resmi Plt. Dirut Bank NTT

    Tepis Berita Klaster Perbankan, Ini Penjelasan Resmi Plt. Dirut Bank NTT

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Selamat pagi Om Ernes (Ernest Ludji, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kota Kupang, red)… terima kasih infonya tentang penyebaran dan data paparan Covid-19 di Kota Kupang, memang betul ada 1 pegawai dari Kantor Cabang Khusus (KCK) yang positif Covid, pelaku perjalanan dari Bali 2 minggu yang lalu, dia mengantar […]

  • Rektor IAKN Kupang Bakal MoU dengan BPC GMKI Kupang

    Rektor IAKN Kupang Bakal MoU dengan BPC GMKI Kupang

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang |Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, melakukan kunjungan dan silaturahmi di sekretariat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang pada Rabu, 4 September 2024. Turut mendampingi Wakil Rektor II, Maxi Lakapu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Martin Liufeto, Kabag FKIP Difat Saetban. I Made Suardana pun memperkenalkan diri […]

  • Dian Lenggu, Staf Kemenkumham NTT Enggan Divaksin Covid, Kenapa ?

    Dian Lenggu, Staf Kemenkumham NTT Enggan Divaksin Covid, Kenapa ?

    • calendar_month Sel, 12 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Meski telah diterbitkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terkait vaksin Covid-19 oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin, 11 Januari 2021, belum dapat memberikan rasa yakin dan nyaman kepada masyarakat tentang kepastian aman dan tak berefek samping bagi tubuh penerima vaksin. Apalagi vaksin produksi Sinovac dengan […]

  • Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak). Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, […]

  • Menteri Kehutanan Pinta Kapolri Usut Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

    Menteri Kehutanan Pinta Kapolri Usut Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Loading

    Selain itu, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Satgas Penertiban Kawasan Hutan juga telah turun ke lapangan menelusuri keberadaan kayu-kayu tersebut.   Jakarta | Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri pada Kamis malam, 4 Desember 2025. Pertemuan tertutup selama hampir satu jam itu digelar untuk meminta dukungan penyelidikan […]

expand_less