Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Corona dan Karnaval Cinta Kembali Ke Rumah

Corona dan Karnaval Cinta Kembali Ke Rumah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Mar 2020
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Corona dan Karnaval Cinta Kembali Ke Rumah

Oleh Marsel Robot 

Kala dunia lagi berlumuran duka lantaran kehidupan sedang tersedak oleh virus misterius “corona” yang mewabah sedunia dan mematikan itu, seorang teman mengirim pesan singkat begini, “Bung, apa yang sedang dunia pikirkan saat ini? Saya sedang membayangkan kota-kota menggantang sepi, berubah menjadi kuburan raksasa, rumah-rumah sakit menjadi padang mayat. Lantas, semua orang menghamburkan semacam tangisan naratif (berkisah) di atas kuburan itu tentang dunia yang kian kerdil, dekil, dan hidup mulai susut dalam gulungan kafan.”

Pesan singkat teman ini, tentu di luar logika kodokteran, ilmuwan, atau para penganut teori konspirasi. Ia hanya menaut-nautkan corona dengan keadaan dunia hari-hari ini. Tidak masuk akal, dan memang ada bagian hidup ini yang misterium, tidaklah cukup akal kita untuk menggapainya. Barangkali teman tadi berimajinasi tentang Tete Manis (Tuhan) mencicilkan hari kiamat atau sedang mengusap romantis ubun manusia yang sedang menciptakan surga rasa neraka di bumi. Atau Tete Manis sedang menyembuhkan manusia dari kesurupan yang selama ini lalai pulang rumah, lupa pulang ke dalam diri, dan lupa jalan menuju-Nya. Mungkin selama ini manusia terus keluar dan meliar di jalanan kehidupan, begitu suntuk menimbun rindu pada dirinya yang tak pernah kelar. Atau selama ini manusia terlalu berhala pada benda. Persis yang diwantikan Yuval Noah Harari (2018), “Saat revolusi saintifik, umat manusia membungkam Tuhan juga.”

Efek Domino Corona

Corona menjadi lida maut yang menjulur dari pojok kelam menyedot nyawa dan mematikan kehidupan. Tak ada virus semisterius corona sepanjang abad ini. Rutinitas manusia sebagai manusia dihentikan. Dari sanalah dirasakan efek sosial corona jauh lebih luas daripada virus corona itu sendiri. Kita diingatkan tidak berkumpul melebihi sepuluh orang. Bahkan, di mana satu dua orang berkumpul, diduga berpotensi virus corona. Itu berarti pula, virus corona menggunting konser kemanusiaan atau basa-basi sosial seperti berjabat tangan, berpelukan, berciuman, dan bentuk-bentuk kemunafikan kolektif lainnya.

Demikian pula, acara penting segenting apapun dihindari. Orang diimbau untuk beribadah di rumah, tinggalkan gereja, masjid, rumah adat, meninggalkan pasar, mall, dilarang bepergian. Kita diminta segera melakukan semacam karnaval cinta pulang ke rumah, pulang ke dalam diri, menikmati hari-hari bahagia di ruang tengah bersama keluarga tercinta. Saat jedah ini adalah waktu paling indah melakukan konser kemanusiaan dengan keluarga seraya menghela napas iman yang kian karatan. Bintang pesepak bola Barcelona, Leonal Messi menikmati masa jedah akibat corona dengan imbauan, “Sudah waktunya untuk bertanggung jawab dan tinggal di rumah, ditambah lagi ini adalah waktu yang tepat untuk bersama orang-orang yang Anda cintai, yang tidak selalu bisa Anda lakukan. Sebuah pelukan…” https://amp.kompas.com/bola/read/2020/03/15/10200068/virus-corona-lionel-messi–waktunya-bersama-dengan-orang-tercinta

Kepanikan dunia lebih krusial pula di bidang ekonomi. Perusahaan nasional atau korporasi transnasional berantakan. Perusahaan maskapai, usaha pariwisata tekor berat. Bayangkan, corona justru muncul dari China yang merupakan negara eksportir terbesar dengan ekspansi paling luas di dunia. Virus Corona menyebabkan perekonomian China memburuk dan berdampak langsung pada fluktuasi ekonomi dunia. Keadaan itu pula yang mendorong pertemuan G-20 yang berlangsung 22—23 Februari 2020. Negara-negara yang tergabung dalam G-20 Amerika, China, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Uni Eropa mengehela tema pertemuan masalah corona, dan membangun solidaritas antara negara, lihat http://www.bi.go.id

Virus Hoaks

Dasar manusia. Masih saja jutek, ugal, dan bandel menimpahkan hoaks menjadi beban tambahan di atas duka dunia karena corona. Virus hoaks yang ditularkan melalui media sosial berhamburan untuk menggemburkan keadaan. Indonesia memang negara paling subur untuk membiakkan hoaks. “Sejumlah 196 hoaks yang terdeteksi. Beragam konten hoaks seperti resep penyembuhan (hoaks tentang bawang putih dapat menyembuhkan corona), tokoh terkenal, Sri Paus dan Herry Poter (Daniel Radcliffe) positif corona, Pangeran Uni Emirat Arab dikabarkan Positif Virus corona, pesan perantai pencegahan virus corona yang mengatasnamakan UNICEF, takut corona, warga tiongkok berebut Al-Quran untuk dipelajari”. Pemerintah Malaysia dan Singapura yang akan menyemprotkan racun pembasmi virus corona atau Covid-19 beredar di media sosial. Pesan berantai lewat aplikasi percakapan WhatsApp pada Minggu, 22 Maret 2020.

Setiap hari virus hoaks menular jauh lebih masif daripada virus corona. Virus hoaks memproduksi kepanikan yang sangat luas dan berdampak pada kegelisahan, dan ketakutan. Keadaan itu pula menjadi rentan (daya tahan tubuh menurun), memudahkan corona menyerbuh tubuh. Virus corona dan virus hoaks mempunyai dampak yang sama dengan cara kerja yang berbeda.

Ada dua perusahaan yang secara kasat mata meraup keuntungan besar. Pertama, perusahaan media sosial yang memproduksi video, kesaksian, pesan pendek atau narasi peristiwa. Terbayang jika ratusan jenis hoaks diproduksi setiap hari, ditularkan 30 juta penduduk, maka mudah dibayangkan keuntungan yang diperoleh dari menjual kebohongan atas kedukaan itu. Kedua, perusahaan pembuat masker yang omsetnya berlipat ganda dan mendatangkan laba yang tak pernah diperkirakan sebelumnya.

Barangkali, kita sedang diingatkan. Sebab, waktu dan ruang telah menyatu dengan eksistensi. Corona, melalui gejala yang sederhana dan menular begitu mudah, mematikan, menghentikan kehidupan. Semua orang diminta pulang ke rumah, pulang ke dalam diri meranumkan kemesrahan dengan keluarga. Sesekali memandang fajar dari serambi timur bersama keluarga, sambil membayangkan tangan pencipta-Nya. Atau bersama keluarga membuka jendela barat memandang sunset (matahari terbenam) merayap menuju peraduan tanpa kita turut ke sana. Lilin memori dinyalakan di hati dan di ruang tengah sambil bertanya siapa kita ini. Kita memang sedang membutuhkan jedah kehidupan yang pernah dikeluhkan Anthony Smith (baca Simiers, 2009), “… bahwa dunia secara keseluruhan tidak dapat menawari kita memori, mitos, dan simbol yang kita butuhkan sebagai makhluk manusia.” Atau minimal seperti terucap dalam penggalan puisi di bawah ini:

Masih punya waktu untuk sekadar mewanti
Apakah kita sedang pergi atau sedang pulang ke eksistensi?
Ketika, aku, kau, dan dia hanya bagian dari perkakas dalam kontainer
Pelabuhan teramat jauh, atau tak ada pelabuhan itu
Kaupun tahu, memori mulai mengering di ladang-ladang
Kaupun tahu, roti yang tak sempat kaubagikan bukan milik kita (Em Er)

(*/Penulis merupakan Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • WASPADA! ‘Tropical Low 09U’ Berdampak Cuaca Ekstrem di NTT

    WASPADA! ‘Tropical Low 09U’ Berdampak Cuaca Ekstrem di NTT

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan banjir ROB di sepanjang pesisir pantai, banjir, hingga longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur. Adapun dampak dari cuaca ekstrem pada tanggal 8 – 14 Maret 2024 yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur ini adalah bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, jalanan […]

  • Diare Penyakit Terbanyak Kedua di NTT : Ubah Kebiasaan Atasi Diare

    Diare Penyakit Terbanyak Kedua di NTT : Ubah Kebiasaan Atasi Diare

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Josephin N. Fanggi, S.S.T. Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Ah, sonde apa-apa, aman sa”. Itulah kata yang sering terdengar apabila kita diingatkan untuk menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Suatu pemandangan yang biasa kita lihat di provinsi tercinta kita ini. Hal-hal beresiko seperti setelah memegang benda kotor, buang air besar, memegang makanan sisa untuk makanan ternak […]

  • Kinerja Baik, Bank NTT Jadi BUMD Terbaik di Indonesia

    Kinerja Baik, Bank NTT Jadi BUMD Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Solo, Garda Indonesia | Bank NTT kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Bank kebanggaan masyarakat NTT ini boleh masuk dalam jajaran BUMD terbaik se-Indonesia dalam ajang tahunan bertajuk ‘Top BUMD 2022’ yang  diselenggarakan oleh majalah nasional Infobank. Penghargaan ini diberikan dalam sebuah seremoni yang berlangsung pada Kamis, 19 Mei 2022 di Hotel Alila Solo. Untuk diketahui […]

  • Milenial NTT Berdiskusi, Tantangan dan Peluang di Tahun 2021

    Milenial NTT Berdiskusi, Tantangan dan Peluang di Tahun 2021

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna menjawab tantangan dan peluang di tahun 2021, Rumah Milenial Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat diskusi online pada Sabtu, 2 Januari 2021 dengan tema, “Tantangan dan Peluang di Tahun 2021.” Menjadi pemateri dalam diskusi tersebut adalah Sahat M. P Sinurat, Pendiri Rumah Millenial Indonesia, Sahat. M.P Sinurat; Aktivis dan […]

  • Gubernur NTT Bantu Dana 200 Juta untuk Rumah Sakit Marianum Halilulik

    Gubernur NTT Bantu Dana 200 Juta untuk Rumah Sakit Marianum Halilulik

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM didampingi Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi menyerahkan bantuan dana hibah dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat senilai Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan alat tes Covid–19, GeNose. Penyerahan bantuan Gubernur VBL tersebut diserahkan oleh Pemda Belu kepada Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik, Desa […]

  • Jadi Mendikbudristek, Nadiem Makarim : Terima Kasih Untuk Amanah Ini

    Jadi Mendikbudristek, Nadiem Makarim : Terima Kasih Untuk Amanah Ini

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Nadiem Anwar Makarim memperoleh kepercayaan untuk memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 28 April 2021. Bidang riset dan teknologi merupakan suatu hal yang amat dekat dengan keseharian Nadiem sebelum bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/28/presiden-lantik-dua-menteri-satu-kepala-lembaga-masa-bakti-2019-2024/ “Riset dan teknologi […]

expand_less