Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Aktivis Muhammadiyah NTT Deklarasi Dukung SIAGA

Aktivis Muhammadiyah NTT Deklarasi Dukung SIAGA

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang | Relawan Matahari NTT yang terdiri dari ratusan aktivis Muhammadiyah yang pernah berkecimpung di berbagai organisasi otonom bentukan Kyai Haji Ahmad Dahlan, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiah (NA), menyatakan dirinya mendukung Simon Petrus Kamlasi dan Andrianus Garu (SIAGA) pada perhelatan pilkada serentak 27 November 2024.

Relawan Matahari NTT mendeklarasikan dukungan kepada Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu pada Minggu sore, 7 Oktober 2024. Merespons itu, Simon Petrus Kamlasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh kader Muhammadiyah di NTT kepada dirinya.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih. Alhamdulillah tergerak hatinya sehingga menjadi satu tujuan. Muhammadiyah menjadi satu, Relawan Matahari NTT. Tanpa ada pencerahan dari Tuhan dan kesadaran dari kita, tidak bisa menjadi seperti ini,” tutur SPK via Whatsapp pada Selasa,1 Oktober 2024.

Menurut SPK, kemunculan relawan bukanlah karena dia merupakan keturunan putra Timor dan beragama Kristen. Tapi karena di dalam Muhammadiyah sendiri ada vaksum Muhammadiyah Kristen yang simpul – simpul itu berada di wilayah Indonesia Timur.

Sementara itu, Ketua Rekalan Matahari NTT, Burhan Ansari menyebut, dukungan relawan Muhammadiyah kepada SIAGA merupakan hal yang sudah tepat. Sebab, menurut pria kelahiran Lembata itu, ormas tersebut memiliki jiwa Islam maju dan moderat seperti nilai yang dituangkan Presiden Pertama RI, Soekarno.

“Kita ingin tunjukkan bahwa benar-benar Islam berkemajuan, yaitu mampu merawat Bineka Tunggal Ika, kemajemukan,” kata Burhan dalam rilis yang diterima oleh media.

“Bung Karno dulu dibuang ke Maluku dan dia menulis Panji Islam. Islam berkemajuan itu merupakan istilah saat Bung Karno menulis risalah itu. Yang dia merupakan menantu dari ulama Hassan Din (tokoh Muhammadiyah) yang merupakan ayah dari Ibu Fatmawati, dan setelah itu bung Karno dibuang ke Ende, dan melahirkan Pancasila sebagai Kalimatun Sawa “titik temu” semua elemen masyarakat dan bangsa, terkhusus NTT yang hari ini masih menjalankan nilai-nilai Pancasila tersebut,” imbuh Burhan.

Ketua Relawan Matahari NTT menyampaikan, pihaknya dengan tegas menolak dan menghindari politisasi agama. Sebab, hal itu dapat merusak kebinekaan bangsa.

“Kami melihat secara nyata, banyak program dan kinerja Pak Simon Petrus Kamlasi yang berpihak kepada kepentingan umat, masyarakat di NTT. Program pengadaan air bersih, Industri olahan di NTT, tanaman hortikultura dan masih banyak program lainnya.

Untuk itu, aktivis muda Muhammadiyah yang kini bersatu dan menamakan diri Relawan Matahari NTT, merasa memiliki tanggung jawab sejarah.

“Bagaimana tidak? pendahulu kami adalah para pendiri yang ikut melahirkan republik ini. Republik yang disepakati dalam kerangka Pancasila, sebagai anti-tesis dari pemikiran keislaman yang progresif berkemajuan dengan wawasan kebangsaan yang diimpikan.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manggarai Raya ‘Tepo’ SIAGA

    Manggarai Raya ‘Tepo’ SIAGA

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng | Pada Rabu malam, 25 September 2024, kampung Wangkung di Desa Pong Murung, Kabupaten Manggarai, menjadi saksi peluncuran istilah baru yang menggerakkan semangat masyarakat dalam kontestasi politik Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada acara tatap muka antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, ratusan warga bersorak menggemakan istilah […]

  • Berantas Pinjaman ‘Online’ Ilegal, Kapolri Teken Pernyataan Bersama

    Berantas Pinjaman ‘Online’ Ilegal, Kapolri Teken Pernyataan Bersama

    • calendar_month Sab, 21 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendukung upaya bersama pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal melalui penandatanganan pernyataan bersama oleh lima kementerian dan lembaga, salah satunya Kepolisian Republik Indonesia yang dilaksanakan secara virtual. Penandatanganan pernyataan bersama dalam upaya pemberantasan pinjaman online ilegal diikuti Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, […]

  • Kasad Jenguk dan Beri Bantuan Bagi Prajurit Korban Gempa & Tsunami Palu

    Kasad Jenguk dan Beri Bantuan Bagi Prajurit Korban Gempa & Tsunami Palu

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Palu-Sulteng, gardaindonesia.id – Di sela-sela mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengunjungi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menyempatkan diri menjenguk prajurit dan keluarganya di Palu – Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Kasad dalam kunjungannya mengucapkan berlangsungkawa dan prihatin dengan peristiwa yang menimpa […]

  • Indonesia Negeri Diskon Hukuman Koruptor, Kabar RUU Perampasan Aset?

    Indonesia Negeri Diskon Hukuman Koruptor, Kabar RUU Perampasan Aset?

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Negeri diskon hukuman koruptor. Begitulah kesan yang muncul akhir-akhir ini gara-gara kasus Djoko Tjandra (pengusaha), Pinangki (eks Jaksa), Eddy Prabowo (eks MenKKP, Politisi Gerindra) dan Juliari P. Batubara (eks Mensos/Politisi PDIP). Kasus-kasus berbau diskon hukuman yang sebelumnya juga banyak sih sebetulnya. Belum lagi kita bicara soal fasilitas mewah di Penjara Sukamiskin […]

  • Politisasi Pembangunan dan Budaya Korupsi Kekuasaan

    Politisasi Pembangunan dan Budaya Korupsi Kekuasaan

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Karolus Leo, Mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Hiruk-pikuk ketidakpastian pembangunan di Indonesia seharusnya menjadi proses yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan sebagai simbol kemajuan suatu daerah maupun bangsa. Jalan yang mulus, jembatan yang megah, waduk yang mengkilap, gedung sekolah yang glamor, pusat layanan kesehatan yang berkilau. Namun, […]

  • Wagub Josef Nae Soi : Pemprov NTT Serius Tangani Pandemi Covid-19

    Wagub Josef Nae Soi : Pemprov NTT Serius Tangani Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi sangat serius dalam mengurus dan merespons penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19. “Kami sangat serius urus Covid-19. Karena itu, jikalau ada rumor yang mengutip pernyataan saya bahwa virus corona […]

expand_less