Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Berpura-pura Itu Menyakitkan

Berpura-pura Itu Menyakitkan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 19 Des 2023
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Sobar Harahap

Berpura-pura adalah perbuatan yang sangat menguras tenaga dan sangat merusak mental. Kelihatannya hidup enak, bergelimang harta, tapi tiba-tiba depresi. Itu yang terjadi pada Robbin Williams. Siapa sangka, di balik sikap humoris dan riangnya, komedian kawakan Amerika yang sukses lewat film “Jumanji” itu justru semasa hidupnya mengidap depresi akut. Sikapnya yang riang, gemoy, dan gemar melawak, adalah cara Robins menutupi sakit dan siksaan yang menerpa mentalnya.

Berpura-pura, dengan begitu, adalah hal yang tidak boleh dilakukan oleh siapa pun, apalagi oleh seorang capres. Jujur saja, di antara tiga kandidat capres, Prabowo adalah sosok yang paling kuat untuk urusan ini. Bagaimana tidak, ketika capres lain tampil dengan kepribadian dan watak aslinya, Prabowo justru sekuat mati bersikap pura-pura. Sebagai penggemar Prabowo sejak satu dekade silam, saya justru merasa sikapnya setahun belakangan sangat aneh, dan itu sungguh mengkhawatirkan.

Pada pemilu 2014 dan 2019, kita bisa melihat watak asli Prabowo. Bicaranya lantang, ekspresi wajahnya garang seolah semua orang hendak ia hajar. Tiap pidato, marah-marah dan bentak-bentak adalah menu utamanya. Hingga para pendukungnya yang khilaf menyebutnya tegas bak pendekar dalam cerita-cerita silat.

Bahkan ada rumor yang beredar secara bisik-bisik, Prabowo berubah ringan tangan saat emosi.

Konon banyak anak buahnya yang kena gampar. Kita tentu tidak percaya rumor itu. Yang orang tahu, Prabowo hanya gemar gebrak-gebrak podium, seperti saat kampanye di Sleman pada 2019 silam. Video kejadian itu bahkan sudah banyak dikoleksi pendukungnya.

Mungkin sebagai pengingat bahwa junjungannya itu adalah pemimpin yang tegas, bukan pemimpin planga-plongo seperti rivalnya pada dua pemilu kemarin.

Mana mungkin Prabowo yang penyayang kucing bersikap kasar. Satu-satunya tokoh penyayang kucing yang bengis dan kejam adalah Hitler, Prabowo tentu tidaklah seperti itu. Kalau hanya gebrak-gebrak dan gampar anak buah, masak sih mau disebut kejam. Tidak dong. Segala watak asli itu mendadak hilang setahun belakangan. Tak ada lagi Prabowo yang dulu tampil dengan kuda jantan yang ia tunggangi. Tak ada lagi Prabowo yang doyan ngomong terstruktur, masif, dan sistematis.

Kini, hanya Pak Tua yang jogat-joget tak jelas. Dan celakanya minim gagasan pula. Kata seorang netizen setelah menonton debat capres kemarin, ketika Anies hanya beretorika, Ganjar bercerita prestasinya di Jawa Tengah, Prabowo malah sibuk cerita program-program Jokowi.

Tentu sungguh aneh, calon presiden kok bercerita kesuksesan orang lain.

Tapi bukan itu yang bikin saya khawatir. Mimik wajah Prabowo, ya, raut wajahnya selama debat itulah yang bikin orang-orang cemas. Jika diamati baik-baik, senyum Prabowo seperti memendam amarah yang terpendam selama setahun belakangan. Dalam istilah psikologi, itu disebut “smiling depression“. Senyum yang dimunculkan guna menutup depresi yang tengah dirasakan oleh seseorang.

Kita tentu tidak ingin cepat-cepat percaya hal itu, tetapi beberapa adegan yang tertangkap kamera di televisi justru mengungkapkan satu fakta. Sungguh mengkhawatirkan melihat Prabowo memonyongkan mulut saat mendapat kritikan. Bahkan sampai-sampai Prabowo menjulurkan lidahnya. Sungguh kita tak ingin mengetahui bahwa segala kejadian itu adalah kenyataan.

Perubahan ekspresi wajah yang sangat cepat pada seseorang, adalah pertanda ada masalah mental dan psikologis pada diri orang tersebut.

Ingat karakter Joker?

Lihatlah betapa ulang alik ekspresi wajahnya. Dari tertawa kemudian berubah jadi amarah dalam hitungan detik, lalu menjadi sosok beringas yang kejam.

Prabowo bukan Joker, kita semua berharap demikian.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi Farmasi Intens Kenalkan Potensi Kelor

    Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi Farmasi Intens Kenalkan Potensi Kelor

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka World Pharmacist Day yang dirayakan pada setiap 25 September dan mendukung program Pemprov NTT maka Poltekkes Kemenkes Prodi Farmasi menghelat even 1.001 seduhan instan kelor kepada peserta car free day di Jalan Raya El Tari Kupang pada Sabtu, 28 September 2019. Pantauan media ini para mahasiswa dan dosen jurusan […]

  • HUT Ke-75 PMI, Dokter Herman Man : PMI Kota Kupang Bangun Solidaritas Pelayanan

    HUT Ke-75 PMI, Dokter Herman Man : PMI Kota Kupang Bangun Solidaritas Pelayanan

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Peringatan HUT ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) di masa Pandemi Covid-19, dihelat PMI Kota Kupang dengan perayaan sederhana dan mengedepankan protokol kesehatan. Berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, pada Kamis, 17 September 2020, dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, Forkopimda Tingkat Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota […]

  • Murid SD Kasih Yobel Kupang Belajar Manfaat Hingga Bahaya Listrik

    Murid SD Kasih Yobel Kupang Belajar Manfaat Hingga Bahaya Listrik

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Meilani Naomi Adangla, S.Pd., Wakepsek SD Kasih Yobel menyambut baik dan mengapresiasi langkah PLN yang peduli terhadap pendidikan karakter dan keselamatan siswa.   Kupang | Guna mengedukasi dan mengenalkan manfaat dan bahaya listrik sejak dini kepada siswa-siswi SD Kasih Yobel Kota Kupang, maka PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Kupang menghelat sosialisasi bertema “Listrik […]

  • Catatan dari 6 Pesan Presiden Jokowi Saat Sidang Kabinet Paripurna

    Catatan dari 6 Pesan Presiden Jokowi Saat Sidang Kabinet Paripurna

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ada yang masih ingat apa kepanjangan dari PPKM? Ya betul, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Jangan pandang enteng, C19 belum usai, tugas kita bersama belum juga tuntas untuk melawannya. Maka, mari tetap menjaga prokes dengan ketat. Sekali lagi, dengan ketat! Bukan dengan kesal. Prokes apa? Ya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. […]

  • Gubernur Viktor Bertekad Rubah Indeks Persepsi Korupsi Jadi Lebih Baik

    Gubernur Viktor Bertekad Rubah Indeks Persepsi Korupsi Jadi Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur 1 NTT, bertekad merubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik. Karena korupsi berkaitan erat dengan karakter manusia. “Hari ini IPK NTT adalah keempat yang terburuk dari seluruh Provinsi di Indonesia. Sebagai Gubernur saya ingin agar ke depan turun jauh tingkat persepsi publik terhadap korupsi penyelenggara negara […]

  • Jabat Kapolda NTT, Ini Profil Lengkap Irjen Pol Rudi Darmoko

    Jabat Kapolda NTT, Ini Profil Lengkap Irjen Pol Rudi Darmoko

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Loading

    Irjen Rudi menegaskan komitmennya melanjutkan program-program yang telah dirintis pendahulunya. Ia memastikan kebijakan yang belum sempat diselesaikan akan tetap dilanjutkan bersama seluruh jajaran Polda NTT.   Kupang | Irjen. Pol. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. merupakan perwira tinggi Polri yang sejak 20 Mei 2025 mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT). Prosesi […]

expand_less