Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Berpura-pura Itu Menyakitkan

Berpura-pura Itu Menyakitkan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 19 Des 2023
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Sobar Harahap

Berpura-pura adalah perbuatan yang sangat menguras tenaga dan sangat merusak mental. Kelihatannya hidup enak, bergelimang harta, tapi tiba-tiba depresi. Itu yang terjadi pada Robbin Williams. Siapa sangka, di balik sikap humoris dan riangnya, komedian kawakan Amerika yang sukses lewat film “Jumanji” itu justru semasa hidupnya mengidap depresi akut. Sikapnya yang riang, gemoy, dan gemar melawak, adalah cara Robins menutupi sakit dan siksaan yang menerpa mentalnya.

Berpura-pura, dengan begitu, adalah hal yang tidak boleh dilakukan oleh siapa pun, apalagi oleh seorang capres. Jujur saja, di antara tiga kandidat capres, Prabowo adalah sosok yang paling kuat untuk urusan ini. Bagaimana tidak, ketika capres lain tampil dengan kepribadian dan watak aslinya, Prabowo justru sekuat mati bersikap pura-pura. Sebagai penggemar Prabowo sejak satu dekade silam, saya justru merasa sikapnya setahun belakangan sangat aneh, dan itu sungguh mengkhawatirkan.

Pada pemilu 2014 dan 2019, kita bisa melihat watak asli Prabowo. Bicaranya lantang, ekspresi wajahnya garang seolah semua orang hendak ia hajar. Tiap pidato, marah-marah dan bentak-bentak adalah menu utamanya. Hingga para pendukungnya yang khilaf menyebutnya tegas bak pendekar dalam cerita-cerita silat.

Bahkan ada rumor yang beredar secara bisik-bisik, Prabowo berubah ringan tangan saat emosi.

Konon banyak anak buahnya yang kena gampar. Kita tentu tidak percaya rumor itu. Yang orang tahu, Prabowo hanya gemar gebrak-gebrak podium, seperti saat kampanye di Sleman pada 2019 silam. Video kejadian itu bahkan sudah banyak dikoleksi pendukungnya.

Mungkin sebagai pengingat bahwa junjungannya itu adalah pemimpin yang tegas, bukan pemimpin planga-plongo seperti rivalnya pada dua pemilu kemarin.

Mana mungkin Prabowo yang penyayang kucing bersikap kasar. Satu-satunya tokoh penyayang kucing yang bengis dan kejam adalah Hitler, Prabowo tentu tidaklah seperti itu. Kalau hanya gebrak-gebrak dan gampar anak buah, masak sih mau disebut kejam. Tidak dong. Segala watak asli itu mendadak hilang setahun belakangan. Tak ada lagi Prabowo yang dulu tampil dengan kuda jantan yang ia tunggangi. Tak ada lagi Prabowo yang doyan ngomong terstruktur, masif, dan sistematis.

Kini, hanya Pak Tua yang jogat-joget tak jelas. Dan celakanya minim gagasan pula. Kata seorang netizen setelah menonton debat capres kemarin, ketika Anies hanya beretorika, Ganjar bercerita prestasinya di Jawa Tengah, Prabowo malah sibuk cerita program-program Jokowi.

Tentu sungguh aneh, calon presiden kok bercerita kesuksesan orang lain.

Tapi bukan itu yang bikin saya khawatir. Mimik wajah Prabowo, ya, raut wajahnya selama debat itulah yang bikin orang-orang cemas. Jika diamati baik-baik, senyum Prabowo seperti memendam amarah yang terpendam selama setahun belakangan. Dalam istilah psikologi, itu disebut “smiling depression“. Senyum yang dimunculkan guna menutup depresi yang tengah dirasakan oleh seseorang.

Kita tentu tidak ingin cepat-cepat percaya hal itu, tetapi beberapa adegan yang tertangkap kamera di televisi justru mengungkapkan satu fakta. Sungguh mengkhawatirkan melihat Prabowo memonyongkan mulut saat mendapat kritikan. Bahkan sampai-sampai Prabowo menjulurkan lidahnya. Sungguh kita tak ingin mengetahui bahwa segala kejadian itu adalah kenyataan.

Perubahan ekspresi wajah yang sangat cepat pada seseorang, adalah pertanda ada masalah mental dan psikologis pada diri orang tersebut.

Ingat karakter Joker?

Lihatlah betapa ulang alik ekspresi wajahnya. Dari tertawa kemudian berubah jadi amarah dalam hitungan detik, lalu menjadi sosok beringas yang kejam.

Prabowo bukan Joker, kita semua berharap demikian.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Pemakaman Edu Nabunome, VBL Kasih Beasiswa bagi Anak-anaknya

    Hadiri Pemakaman Edu Nabunome, VBL Kasih Beasiswa bagi Anak-anaknya

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Fautmolo-TTS, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri upacara pemakaman sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Anderias Hiler Eduard Nabunome (Edu Nabunome) sang Legenda Atletik Indonesia asal NTT di Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 16 Oktober 2020. Almarhum Edu Nabunome merupakan Putra NTT kelahiran Pene Utara, […]

  • Terpantau Bibit Siklon Tropis 98S, Waspada Hujan Angin 8—11 April

    Terpantau Bibit Siklon Tropis 98S, Waspada Hujan Angin 8—11 April

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | BMKG dalam rilis resminya menyampaikan bahwa terpantau adanya bibit siklon tropis 98S di Laut Arafuru. Potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah. Dampak tidak langsung dari bibit Siklon Tropis 98S  terhadap cuaca di NTT yaitu adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan dan peningkatan kecepatan […]

  • Gubernur Bali Paparkan Kebijakan  Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

    Gubernur Bali Paparkan Kebijakan Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

    • calendar_month Jum, 23 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id | I Wayan Koster, Gubernur Bali menerima kunjungan Konjen Tiongkok, Gou Haodong yang didampingi dua orang stafnya di kediamannya ,Jayasaba Denpasar, Jumat (23/11/18). Gubernur Koster yang didampingi oleh Wakil Gubernur Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata A.A.Gd. Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya pada kesempatan tersebut […]

  • Ekonom Senior Kwik Kian Gie Tutup Usia di 90 Tahun

    Ekonom Senior Kwik Kian Gie Tutup Usia di 90 Tahun

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Loading

    Sebagai politisi, Kwik Kian Gie aktif di PDI-Perjuangan dan turut memberi warna dalam berbagai kebijakan ekonomi nasional.   Jakarta | Kabar duka datang dari dunia ekonomi dan politik Indonesia. Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Kwik Kian Gie, meninggal dunia dalam usia 90 tahun pada Senin malam, 28 Juli 2025 pukul 22.00 WIB. […]

  • Hari Dharma Karyadhika 2020, Kumham NTT Peduli Kepada Warga Tak Mampu

    Hari Dharma Karyadhika 2020, Kumham NTT Peduli Kepada Warga Tak Mampu

    • calendar_month Sab, 31 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hari Dharma Karyadhika (HDKD) sebagai hari ulang tahun Kementerian Hukum dan HAM RI tahun 2020, dimaknai dan dirayakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT dengan melaksanakan program “Kumham Peduli, Kumham Berbagi.” Melalui program Kumham Peduli Kumham Berbagi, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone bersama Kepala Divisi Administrasi […]

  • Penti : Ungkapan Syukur Kepada Tuhan dan Leluhur dalam Tradisi Manggarai

    Penti : Ungkapan Syukur Kepada Tuhan dan Leluhur dalam Tradisi Manggarai

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Ferdy Daud
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Loading

    Penti merupakan salah satu upacara adat tahunan masyarakat Manggarai di Flores, Nusa Tenggara Timur(NTT), yang hingga kini tetap eksis dan dilestarikan secara lintas generasi. Tradisi ini merupakan ritus warisan leluhur sebagai media ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun. Selain itu, Penti juga dimaknai sebagai perayaan tahun baru bagi masyarakat […]

expand_less