Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memonitor adanya peningkatan intensitas sirkulasi udara menjadi satu sistem Bibit Siklon Tropis 99S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Timor sebelah utara Australia, tepatnya di posisi 12.6°LS 128.3°BT di mana area tersebut sudah masuk di wilayah tanggung jawab TCWC Australia.

Sistem Bibit Siklon 99S tersebut memiliki tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 1001mb dan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 25 knots (46 km/jam).

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam rilis resminya pada Jumat, 25 Februari 2022, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan citra satelit cuaca Himawari-8 kanal IR terlihat adanya pumpunan awan konvektif yang telah bertahan selama 12 jam terakhir dan dari analisis angin per lapisan terpantau pembentukan sirkulasi pada lapisan permukaan hingga menengah.

Pembentukan pola sirkulasi angin, ungkap Siswanto, meningkat menjadi sistem bibit siklon tersebut diperkuat dengan adanya faktor konektivitas udara yang signifikan di wilayah timur Indonesia sebagai dampak dari aktifnya fenomena gelombang atmosfer, yaitu; MJO (Madden Julian Oscilation), Gelombang Kelvin, serta Gelombang ER (Equatorial Rosbby) di wilayah timur Indonesia.

Data model prediksi BMKG menunjukkan bahwa pergerakan sistem sirkulasinya menuju ke arah Selatan dan menjauhi wilayah Indonesia. Sementara itu, potensi sistem 99S tersebut untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam periode 24—48 jam ke depan masih berada dalam kategori menengah dengan potensi peningkatan sirkulasi yang semakin terorganisir untuk periode 72 jam ke depan. Suatu kriteria bahwa Bibit Siklon dapat dikatakan meningkat menjadi Siklon Tropis adalah apabila kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai minimal 35 knot (65 km/jam).

Keberadaan sistem sirkulasi tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian Jawa – Bali, NTB, NTT. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah pertemuan dan belokan angin tersebut.

Dalam periode 24 jam ke depan, sistem 99S tersebut dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di wilayah Indonesia sebagai berikut :

  • Potensi hujan sedang-lebat disertai kilat/petir/angin kencang yang dapat berdampak pada potensi terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir bandang, longsor, dan sebagainya) di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku bagian barat daya.
  • Potensi gelombang tinggi di wilayah perairan: tinggi Gelombang 1.25—2.5 meter (moderate sea): perairan Kepulauan Selayar, Laut Flores, perairan utara Kepulauan Flores, Laut Sawu, perairan Kupang – Pulau Rote, Selat Ombai, Samudra Hindia selatan NTT, perairan Fakfak – Kaimana, perairan selatan Pulau Buru – Pulau Seram, Laut Seram, perairan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur;
  • Tinggi Gelombang 2.5— 4.0 meter (Rough Sea) di Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah;
  • Tinggi Gelombang 4—6 m (Very Rough Sea) di Laut Timor dan Laut Arafuru bagian barat.

Sistem Bibit Siklon 90S

Sementara pada waktu yang bersamaan, sistem Bibit Siklon 90S terbentuk di perairan Samudra Hindia barat daya Sumatra tepatnya di 13.0°LS 95.9 °BT. Kecepatan angin maksimum sistem 90S mencapai 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan udara minimum di sekitar pusatnya mencapai 1003 mb.

Pantauan citra satelit cuaca Himawari-8 terlihat adanya peningkatan pumpunan awan selama 12 jam terakhir. Dari analisis angin pelapisan tampak sirkulasi mulai dari lapisan bawah hingga menengah. Berdasarkan Model Prediksi BMKG, intensitas sistem 90S dalam 24 jam ke depan cenderung menunjukkan penurunan dengan pergerakan sistem ke arah barat hingga barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Sementara itu, potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam dari Jumat, 25 Februari 2022 ke depan dalam kategori menengah dampak tidak langsung yang dapat ditimbulkan dari keberadaan Sistem 90S adalah potensi gelombang tinggi 1.25—2.5 meter (Moderate) di wilayah perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano – Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa. (*)

Sumber (*/BMKG)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut BPJS Kesehatan Tak Penuhi Panggilan Polri, Ini Klarifikasi Soal Data Bocor

    Dirut BPJS Kesehatan Tak Penuhi Panggilan Polri, Ini Klarifikasi Soal Data Bocor

    • calendar_month Sen, 24 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti tidak memenuhi panggilan Bareskrim Polri pada Senin, 24 Mei 2021, soal dugaan bocornya 279 juta data pribadi warga negara Indonesia (WNI). Ali diwakili oleh pejabat BPJS Kesehatan lainnya. “Pada hari ini, Polri meminta klarifikasi dari pejabat BPJS Kesehatan. Dalam hal ini yang menangani […]

  • Para Kepala Suku di Pegunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang

    Para Kepala Suku di Pegunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang

    • calendar_month Ming, 21 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Papua, Garda Indonesia | Kepala-kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Provinsi Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otonomi Khusus (Otsus) bagi tanah Papua terkait Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua. Para kepala suku yang hadir menyatakan dukungannya agar program Otsus di Papua harus tetap dilanjutkan, karena sangat berdampak […]

  • Kunker Presiden Jokowi di Belu, Korem/161 WS Gelar Pasukan Pengamanan VVIP

    Kunker Presiden Jokowi di Belu, Korem/161 WS Gelar Pasukan Pengamanan VVIP

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Presiden RI Ir H Joko Widodo beserta rombongan ke Kabupaten Belu untuk meresmikan Bendungan Rotiklot, Korem 161/Wira Sakti melaksanakan Apel Gelar Pasukan pengamanan VVIP pada Minggu, 19 Mei 2019 di Lapangan Atambua Kab Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam kunjungan kerja ini, Presiden RI Ir H […]

  • Menista Agama, Yahya Waloni Ditetapkan Bareskrim Polri Jadi Tersangka

    Menista Agama, Yahya Waloni Ditetapkan Bareskrim Polri Jadi Tersangka

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan penceramah Yahya Waloni sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama usai ditangkap di kawasan Cibubur pada Kamis, 26 Agustus 2021. “Yang bersangkutan disangkakan beberapa pasal,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono, pada Jumat, 27 Agustus 2021. Brigjen Rusdi menuturkan, penetapan tersangka […]

  • Kerja Jalan Tak Sesuai Target, CV. Putra Buana Belu Kena Surat Peringatan I

    Kerja Jalan Tak Sesuai Target, CV. Putra Buana Belu Kena Surat Peringatan I

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Pengerjaan lanjutan jalan sepanjang 4 (empat) kilo meter di Dusun Halidais, Desa Nanaet dan Dusun Haliwen, Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak sesuai target waktu kontrak yang ditentukan. Sesuai papan informasi, program peningkatan jalan desa strategis Desa Beremuti – Dubesi – Talerun, Kecamatan Nanaet […]

  • Lima Bupati/Wabup Terpilih di NTT Dilantik Tatap Muka, Sabu Raijua Ditunda

    Lima Bupati/Wabup Terpilih di NTT Dilantik Tatap Muka, Sabu Raijua Ditunda

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mewakili Mendagri bakal melantik 5 (lima) pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak  pada 9 Desember 2020. Semula, sesuai rencana dilakukan pelantikan secara online atau virtual, namun sesuai arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), maka dilakukan pelantikan tatap muka atau offline. […]

expand_less