Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Cara Sederhana CIRMA Hadirkan Keadilan Iklim Petani Timor Barat

Cara Sederhana CIRMA Hadirkan Keadilan Iklim Petani Timor Barat

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Sel, 2 Des 2025
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Loading

Pulau Timor | Keadilan iklim bagi petani yakni memastikan bahwa para petani terutama petani kecil yang paling terdampak perubahan iklim, mendapat perlindungan, akses, dan dukungan yang adil untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah krisis iklim yang mana bukan mereka penyebab utamanya.

Petani berhadapan langsung dengan kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, serangan hama baru. Keadilan iklim berarti negara dan dunia menyediakan sistem peringatan dini, perlindungan risiko gagal panen, dan bantuan saat terjadi bencana iklim.

Tak hanya itu, petani juga dihadapkan pada keterbatasan akses terhadap pembiayaan dan teknologi ramah iklim, petani sering tidak punya modal untuk irigasi hemat air, benih tahan perubahan iklim, dan teknologi pertanian presisi.

Maka, keadilan iklim berarti mereka bisa mendapatkannya tanpa beban berat.

Menilik kondisi ini, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) duduk bersama para petani kecil, kebanyakan para lansia yang telah melewati begitu banyak musim panjang, gagal panen, dan ketidakpastian iklim yang makin tak menentu.

Di bawah naungan pohon dan di depan rumah adat, mereka membuka ruang hati, melepaskan beban lama, menata ulang rasa lelah menghadapi perubahan cuaca, lalu menata kembali harapan dan mimpi tentang tanah yang tetap subur, air yang tetap ada, dan kebun yang tetap memberi makan.

Hari ini, Sabtu, 29 November 2025, perjalanan baru dimulai dari Poktan Tae Tat Tit, Desa OelEkam, Timor Tengah Selatan (TTS). Pertemuan ini bukan hanya soal mengorganisir kelompok tani. Ini adalah bagian dari perjuangan kecil untuk keadilan iklim, upaya memastikan bahwa mereka yang paling sedikit menyumbang kerusakan bumi, tetapi paling pertama merasakan dampaknya, mendapat ruang untuk bangkit, bersuara, dan memperkuat daya tahan hidupnya.

Dari dialog penuh ketulusan, lahir sebuah roadmap aksi menuju arah baru perjalanan Poktan Tae Tat Tit dalam mentorship CIRMA berupa penguatan kelompok, adaptasi berbasis kebun rakyat, dan perubahan yang pelan, namun pasti.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar menekankan bahwa ketika komunitas paling rentan diberi ruang untuk bermimpi dan menentukan arah hidupnya, di situlah keadilan iklim mulai bekerja, dan bukan dari konferensi besar, tetapi dari lingkaran kecil seperti ini.

“Mereka (petani kecil, red) yang paling sedikit berkontribusi terhadap perubahan iklim tidak boleh menjadi pihak yang paling menanggung akibatnya,” tegasnya.

 

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

    CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Loading

    Habituasi membuang hajat besar sembarangan kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).   Kupang | Buang hajat besar sembarangan dapat menimbulkan banyak dampak negatif, baik untuk kesehatan maupun lingkungan seperti penyakit menular sebab kotoran manusia mengandung banyak bakteri, virus, dan parasit. Jika […]

  • Terima Juri Lomba Kebersihan, VBL : Ke depan Tak Ada ‘Cleaning Service’ di Instansi

    Terima Juri Lomba Kebersihan, VBL : Ke depan Tak Ada ‘Cleaning Service’ di Instansi

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa ke depan setiap ASN harus bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan tempat dia bekerja. Hal ini diungkapkan Gubernur saat beraudiensi dengan para Juri Lomba Kebersihan antar-instansi Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, di Ruang Kerja Gubernur, pada Kamis, 6 Agustus 2020. Para Juri yang berjumlah […]

  • Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

    Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

    • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Eddy Ngganggus Tujuan berkuasa adalah untuk kesejahteraan orang yang dikuasainya. Menguasai orang lain dengan typical intimidatif adalah ciri penguasa yang kekuasaannya akan dicabik oleh orang yang dipimpinya. Karena tidak mungkin ada loyalis sejati di sekitarnya. Yang pasti ada hanyalah loyalis semu. Karena pada ihkwalnya tidak ada manusia yang suka dengan penguasa yang membawa […]

  • Ganjar Pranowo Mengulang Kisah Jokowi

    Ganjar Pranowo Mengulang Kisah Jokowi

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Siregar “Jokowi tidak akan jadi Capres !” begitu perkataan tegas almarhum Taufik Kiemas, tokoh besar PDIP pada 2014. Di saat itu, Jokowi baru saja jadi Gubernur Jakarta dan muncul desas-desus bahwa dialah calon terkuat untuk menjadi Capres 2014, karena suara Megawati setiap survei selalu di bawah Prabowo. Memang bukan sesuatu yang umum […]

  • Triwulan II 2022, Ekonomi NTT Tumbuh 3,01 Persen

    Triwulan II 2022, Ekonomi NTT Tumbuh 3,01 Persen

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2022 mencapai Rp29,49 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp18,16 triliun. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS Provinsi NTT), Matamira.B.Kale, S.Si., M.Si. dalam sesi rilis pers ala […]

  • Maknai HUT Ke–76 RI, Poktan Binaan Golkar Belu Menanam

    Maknai HUT Ke–76 RI, Poktan Binaan Golkar Belu Menanam

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Kelompok tani (Poktan) Milenial Fatukfia, salah satu kelompok binaan partai Golkar di Dusun Fukalaran, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengisi HUT ke–76 RI dengan kegiatan menanam jagung, kacang hijau dan hortikultura. “Ada dua kelompok yang sedang saya tangani saat ini, yaitu kelompok tani Milenial […]

expand_less