Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Debat Capres: Ganjar Mau Bekerja, Anies Pandai Beretorika, Prabowo Anti Kritik

Debat Capres: Ganjar Mau Bekerja, Anies Pandai Beretorika, Prabowo Anti Kritik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 14 Des 2023
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rika Sudjiman

Dari debat capres semalam, kita bukan hanya bisa menilai kualitas gagasan masing-masing calon presiden. Namun, secara gamblang kita juga disuguhi karakter kepemimpinan setiap kandidat. Karakter itu bisa kita lihat dari bagaimana mereka memaparkan gagasan, menjawab, maupun menanggapi pernyataan.

Aku percaya, masa depan memang misteri. Termasuk masa depan Indonesia. Namun dengan melihat karakter kepemimpinan calon presiden, kita bisa lebih mudah untuk melihat seberapa serius mereka ingin membawa kemajuan terhadap bangsa ini.

Terus terang, melihat kemunculan Ganjar Pranowo dengan mengenakan kemeja putih bertuliskan Sat-set, dan Mahfud MD bertulisan Tas-tes, membuat aku sempat tercengang kagum. Namun tentu saja aku tidak ingin terjebak hanya pada penampilan saja.

Ketika sesi debat kemudian ku ikuti dari awal sampai akhir, barulah aku bisa menyimpulkan, Ganjar memang berbeda dengan kandidat lain. Ia berhasil memadukan antara gagasan dan pengalaman, sehingga apa yang disampaikan benar-benar jelas dan mudah dipahami. Misalnya bagaimana dia menjelaskan soal pelayanan pemerintah terhadap kelompok rentan, hingga soal pencegahan korupsi yang benar-benar konkret; rampas aset, dan lempar ke Nusakambangan.

Itu adalah gagasan paling berani yang pernah kita dengar dari seorang pemimpin.

Kemauan Ganjar untuk melebur bersama rakyat, barangkali adalah karakter yang memang tidak dimiliki kandidat lain. Ini membuat gagasan yang Ganjar lahirkan benar-benar mampu menjawab permasalahan bangsa saat ini. Contoh lain adalah rencananya menghadirkan satu desa satu puskesmas dan satu nakes (tenaga kesehatan).

Kita pun kemudian tahu gagasan itu benar-benar menjadi sesuatu yang mendesak dan mesti segera diselesaikan bangsa ini. Dari data kementerian kesehatan, terdapat 171 kecamatan tanpa Puskesmas, dan tiga kabupaten tanpa rumah sakit.

Kepekaan yang besar terhadap kondisi sosial inilah yang membedakannya dengan Anies Baswedan. Secara retorika, penyampaian teori, harus diakui, Anies memang andal. Namun nyaris kita tidak mendengar detail yang konkret dari gagasannya. Misalnya saat dia bicara soal ketimpangan dan pemerataan. Ketimpangan dalam sektor apa, dan bagaimana dia mengatasinya, kita justru tidak mendengarnya.

Bahkan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) pun Anies tampak tidak setuju. Padahal itu adalah rencana yang jelas-jelas untuk menghilangkan dominasi Jawa sentris. Agar perputaran ekonomi sebagian besar tidak hanya berkutat di pulau Jawa. Memang pemindahan ibukota itu masih dalam jangka waktu yang panjang, tapi bukan berarti bisa begitu saja disepelekan. Sebab itu adalah upaya bagaimana negara menghadirkan rasa keadilan.

Jika harus menilai dari debat semalam, jujur saja, yang paling menggelitik adalah penampilan Prabowo Subianto. Sepanjang debat, kita nyaris tidak disuguhi apa pun selain tontonan marah-marahnya. Kita pun dengan sendirinya bisa menilai karakter kepemimpinan Prabowo yang jelas sangat anti kritik.

Pemimpin yang anti kritik tentu saja sangat menjenuhkan. Rakyatlah yang kemudian akan dituntut untuk menuruti keinginannya. Padahal mestinya pemimpinlah yang harus memahami dan menuruti apa yang dibutuhkan rakyat, bukan sebaliknya. Belum lagi potensi otoriter, satu karakter kepemimpinan yang hanya lahir dari sikap anti kritik.

Ada momen lucu saat pembaca acara mengajak foto bersama kandidat usai debat selesai. Pasangan Prabowo Gibran menolaknya, sampai-sampai pembawa acara berkali-kali memanggilnya.

Tapi tetap saja tidak digubris.

Pada akhirnya kita tahu kenapa tayangan debat capres dan cawapres memang sangat ditunggu-tunggu khalayak. Sebab dari proses inilah kita memiliki gambaran yang jelas tentang karakter dan arah kepemimpinan masing-masing kandidat.

Semua itu pun kemudian akan kembali pada kita, apakah mau memilih pemimpin yang pintar beretorika, anti kritik, atau pemimpin yang benar-benar mau bekerja dan turun langsung bersama rakyat.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG : ‘Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi!’

    BMKG : ‘Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi!’

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Memasuki awal Maret beberapa fenomena atmosfer terpantau muncul secara bersamaan. Fenomena-fenomena tersebut dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. Saat ini teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia. MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat […]

  • Sepeda Motor Thunder Picu Kebakaran SPBU di Kefa Timor Tengah Utara

    Sepeda Motor Thunder Picu Kebakaran SPBU di Kefa Timor Tengah Utara

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kepada media ini pada Kamis malam, 3 Juli 2025, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyampaikan klarifikasi terkait insiden kebakaran SPBU tersebut.   Kefa | Video kebakaran sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berdurasi 26 detik beredar dan viral di media sosial, api tampak berkobar-kobar dari bagian […]

  • Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

    Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

    • calendar_month Sab, 10 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat mengunjungi layanan Perbankan di Bank CIMB Niaga yang disambut oleh Kepala CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait pada Jumat, 9 April 2021 mengungkapkan bahwa layanan Perbankan sudah 100 persen sejak kemarin (Kamis, 8 April 2021, red) walaupun ATM belum 100 […]

  • Bimtek Kurikulum 2013 bagi Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan di NTT

    Bimtek Kurikulum 2013 bagi Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan di NTT

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | DPW Forum Komunikasi (FK) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur menghelat Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum 2013 bagi penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan yang berada di 1 (satu) Kota dan 4 (empat) Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 bagi penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan […]

  • DIPA Provinsi NTT Tahun 2020 Total Pagu Rp.12,9 Triliun

    DIPA Provinsi NTT Tahun 2020 Total Pagu Rp.12,9 Triliun

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 19 November 2019 pukul 13.00 WITA—Selesai, dilaksanakan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2020. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lydia Kurniawati […]

  • Teriakan SIAGA Menang di Pasar Oeba

    Teriakan SIAGA Menang di Pasar Oeba

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Simpon Petrus Kamlasi (SPK) blusukan ke tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba dan pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang pada Jumat pagi, 27 September 2024. SPK bersama rombongan didampingi George Hadjoh dan Ewalde Taek, yang juga calon wali kota dan wakil wali kota Kupang tiba di […]

expand_less