Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Faktor Ganjar dan Andika, Strategi Jokowi Mengukur Politik Relawan

Faktor Ganjar dan Andika, Strategi Jokowi Mengukur Politik Relawan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Ninoy Karundeng

Faktor Ganjar Pranowo ditambah Andika Perkasa membuat peta relawan Jokowi terpecah belah. Awalnya, Ganjar Pranowo hanya menimbulkan masalah bagi Puan Maharani, Prabowo, dan musuh kaum nasionalis.

PKS, PSI, Demokrat, dan NasDem sudah menangkap muntahan PDIP ketika Ganjar dipecat. Prabowo-Puan tetap jalan. Namun, faktor Panglima TNI Andika Perkasa mengubah segalanya. Tentu relawan kocar-kacir sekarang.

Maka, mereka mengurusi dapur dan kue Kabinet dan Kementerian BUMN – mengejar posisi komisaris. Yang tidak kebagian posisi komisaris nyinyir terhadap Jokowi. Caranya? Lewat membusukkan menteri.

Bahkan pernah Adian Napitupulu menyerang Erick Thohir, lalu diam. Ketemu Jokowi sebagai tawaran posisi politik. Tentu terkait PCR yang membawa-bawa LBP dan ET, untuk saat ini akan diam. Tak penting. Deal.

Hal seperti ini berulang sekarang. Menjelang reshuffle Kabinet Jokowi, sekaligus pelantikan Panglima TNI, untuk menempatkan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Perhubungan, para relawan berisik luar biasa. Apa pun dijadikan bahan untuk mengapitalisasi, memanfaatkan situasi untuk mencapai tujuan.

Saya dimintai komentar soal relawan yang sedang perang. Saya malah tertawa. Karena saya tahu makna relawan. Karena relawan terbagi menjadi minimal empat kategori. Masing-masing memiliki kepentingan.

Relawan influencer, seperti saya, Denny Siregar, Deddy Corbuzier, Abu Janda, Zeng Wei Jian, Ferdinan Hutahahean, dan sebagainya. Kelompok ini akan menghantam apa pun yang ada dinilai secara subyektif sebagai masalah bangsa dan negara. NKRI. Tentu masing-masing memiliki afiliasi.

Geng influencer kelas ini rentan serangan. Aktivitas sosial apa pun akan dimunculkan dan dimanfaatkan untuk menyerang, bukan hanya terhadap relawannya; namun bisa menyerang ke menteri, tokoh dan siapa pun. Pelintiran politik kadang melebihi porsi.

Contohnya, perkawinan Abu Janda. Karena aktivitas sosial politiknya, Abu Janda tentu bergaul dengan orang-orang top Prabowo, Said Aqil Shiradj, Yahya Staquf, dan Jokowi pun menjadi temannya. Afiliasi politik Abu Janda cair dan melawan radikalisme dan intoleransi. Maka, tak salah dia bergaul dengan kalangan nasionalis.

Alhasil, perkawinan Abu Janda yang kabarnya dihadiri oleh AM Hendropriyono dan Sufmi Dasco dijadikan serangan politik. Yang diserang bukan Abu Janda, namun Hendropriyono sebagai tokoh yang paling keras terhadap teroris, kaum intoleran, dan kelompok radikal.

Juga Sufmi Dasco diserang karena keberpihakan terhadap stabilitas politik menyatukan Jokowi-Prabowo, mendamaikan Natalius Pigai. Perang kepentingan terkait dengan Prabowo menjadi titik serang terhadap Sufmi Dasco. Aneh memang.

Di tengah persaingan politik dan peran relawan seperti itu, muncul kategori relawan lain. Ada relawan spesialis klarifikasi seperti Budiman Sudjatmiko, Nikita Mirzani, Deddy Corbuzier, Said Didu, dan Fahira Idris.

Mereka adalah relawan yang akan pasang badan untuk melakukan klarifikasi terkait isu apa pun. Terlepas dari kapabilitas dan keahlian mereka. Tentu untuk kepentingan mereka dan afiliasi mereka, serta garis politiknya.

Ada relawan parpol. Relawan parpol ini terafiliasi kepentingan politik praktis seperti Dewi Tanjung, Andi Arif, dan lainnya. Meraka akan pasang body and soul untuk kepentingan partai politik secara menyeluruh. All out.

Ada pula relawan tokoh atau figur. Misalnya, Haikal Hassan akan membela mati-matian Rizieq Shihab. Fahira Idris membela Anies Baswedan. Atau para relawan Jokowi membela Jokowi tanpa batas. Kadang lupa memberikan kritik kepada Jokowi. Nah, relawan seperti ini bisa disebut sebagai Relawan Komisaris. Mereka akan melakukan serangan dengan tujuan minta posisi komisaris.

Nah, faktor Ganjar Pranowo dan ditambah Andika Perkasa menimbulkan penguatan terhadap posisi politik Jokowi. Kini, Jokowi memiliki kaki kuat tambahan: Andika Perkasa. Ganjar Pranowo disimpan Jokowi, untuk dibuang Jokowi. Atau didukung Jokowi – dengan konsekuensi Jokowi dimusuhi PDIP. Berat.

Namun, sejatinya munculnya Andika Perkasa adalah perhitungan matang Jokowi untuk menetralkan Ganjar Pranowo, sekaligus menyeimbangkan kepentingan partai politik dengan kekuatan politik sesungguhnya: TNI, Polri, BIN dan Presiden. Parpol hanya urusan duit. (*).

Foto utama (*/koleksi IG Jokowi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hibah Tanah ke Warga Eks Timtim, Pemprov NTT: Itu Perintah Konstitusi

    Hibah Tanah ke Warga Eks Timtim, Pemprov NTT: Itu Perintah Konstitusi

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Semenjak jajak pendapat di Timor Timur (Timtim) pada tahun 1999 (sekarang Republik Demokrat Timor Leste [RDTL], red), sebagian besar warga memilih tetap bergabung dengan Indonesia. Karena itu, sesuai perintah Konstitusi (UUD 1945, red) negara wajib melindungi dan menyejahterakan rakyatnya. Demikian ditekankan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Jelamu […]

  • ‘Diplomatic Tour 2018 – Amati Pembangunan Perempuan dan Anak di Papua

    ‘Diplomatic Tour 2018 – Amati Pembangunan Perempuan dan Anak di Papua

    • calendar_month Jum, 20 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Sorong-Papua,gardaindonesia.id – Agenda Diplomatic Tour Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri kembali digelar untuk kedua kalinya. Setelah tahun 2016 lalu dilaksanakan di Aceh, kali ini Kota Sorong dan Raja Ampat menjadi tuan rumah Diplomatic Tour 2018. Mengusung tema “Exhibition of Women Empowerment in Papua Land”, kegiatan ini bertujuan untuk […]

  • Perempuan dalam Problematik

    Perempuan dalam Problematik

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Perempuan dalam Problematik Oleh Yufengki Bria Tubuhmu merupakan bagian terlarang yang sepatutnya dilindungi Namun engkau selalu di jelma dengan berbagai rayuan hingga kesucian itu egkau relakan demi memuaskan hasrat laki-laki Tenagamu dikuras habis-habisan di sebuah industri besar, bahkan juga dalam urusan domestik Waktu belajar dan perjuanganmu sangat sekali dibatasi oleh sistem yang selalu mengharuskan engkau […]

  • Yaqut Qoumas Tersangka, Jokowi Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    Yaqut Qoumas Tersangka, Jokowi Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Loading

    Jokowi mengatakan setiap kasus hukum yang berkaitan dengan program kementerian kerap mengaitkan namanya sebagai kepala negara saat itu.   Solo | Presiden ke-7 RI Joko Widodo angkat bicara terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka. Pada perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut, nama […]

  • BPJS PBI 11 Juta Peserta Nonaktif, DPR–Pemerintah Janji Pulihkan Tiga Bulan

    BPJS PBI 11 Juta Peserta Nonaktif, DPR–Pemerintah Janji Pulihkan Tiga Bulan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Loading

    Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan, penonaktifan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan transformasi data yang diatur melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.   Jakarta | Polemik penonaktifan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) terus menjadi sorotan. Pemerintah dan DPR akhirnya sepakat untuk memulihkan status kepesertaan BPJS PBI dalam waktu tiga bulan, menyusul […]

  • Political Murder dan Tendencious Judicial Mahkamah Konstitusi

    Political Murder dan Tendencious Judicial Mahkamah Konstitusi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Firman Wijaya menilai situasi Indonesia terkini sedang dalam prahara konstitusional. “Hal itu bermula ketika palu godam yang dijatuhkan Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK, red) pada Selasa, 7 November 2023 dengan hasil dua kali RPH tanggal 3 November 2023 dan 6 November 2023 oleh Jimly Asshidiqqie, […]

expand_less