Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Faktor Ganjar dan Andika, Strategi Jokowi Mengukur Politik Relawan

Faktor Ganjar dan Andika, Strategi Jokowi Mengukur Politik Relawan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Ninoy Karundeng

Faktor Ganjar Pranowo ditambah Andika Perkasa membuat peta relawan Jokowi terpecah belah. Awalnya, Ganjar Pranowo hanya menimbulkan masalah bagi Puan Maharani, Prabowo, dan musuh kaum nasionalis.

PKS, PSI, Demokrat, dan NasDem sudah menangkap muntahan PDIP ketika Ganjar dipecat. Prabowo-Puan tetap jalan. Namun, faktor Panglima TNI Andika Perkasa mengubah segalanya. Tentu relawan kocar-kacir sekarang.

Maka, mereka mengurusi dapur dan kue Kabinet dan Kementerian BUMN – mengejar posisi komisaris. Yang tidak kebagian posisi komisaris nyinyir terhadap Jokowi. Caranya? Lewat membusukkan menteri.

Bahkan pernah Adian Napitupulu menyerang Erick Thohir, lalu diam. Ketemu Jokowi sebagai tawaran posisi politik. Tentu terkait PCR yang membawa-bawa LBP dan ET, untuk saat ini akan diam. Tak penting. Deal.

Hal seperti ini berulang sekarang. Menjelang reshuffle Kabinet Jokowi, sekaligus pelantikan Panglima TNI, untuk menempatkan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Perhubungan, para relawan berisik luar biasa. Apa pun dijadikan bahan untuk mengapitalisasi, memanfaatkan situasi untuk mencapai tujuan.

Saya dimintai komentar soal relawan yang sedang perang. Saya malah tertawa. Karena saya tahu makna relawan. Karena relawan terbagi menjadi minimal empat kategori. Masing-masing memiliki kepentingan.

Relawan influencer, seperti saya, Denny Siregar, Deddy Corbuzier, Abu Janda, Zeng Wei Jian, Ferdinan Hutahahean, dan sebagainya. Kelompok ini akan menghantam apa pun yang ada dinilai secara subyektif sebagai masalah bangsa dan negara. NKRI. Tentu masing-masing memiliki afiliasi.

Geng influencer kelas ini rentan serangan. Aktivitas sosial apa pun akan dimunculkan dan dimanfaatkan untuk menyerang, bukan hanya terhadap relawannya; namun bisa menyerang ke menteri, tokoh dan siapa pun. Pelintiran politik kadang melebihi porsi.

Contohnya, perkawinan Abu Janda. Karena aktivitas sosial politiknya, Abu Janda tentu bergaul dengan orang-orang top Prabowo, Said Aqil Shiradj, Yahya Staquf, dan Jokowi pun menjadi temannya. Afiliasi politik Abu Janda cair dan melawan radikalisme dan intoleransi. Maka, tak salah dia bergaul dengan kalangan nasionalis.

Alhasil, perkawinan Abu Janda yang kabarnya dihadiri oleh AM Hendropriyono dan Sufmi Dasco dijadikan serangan politik. Yang diserang bukan Abu Janda, namun Hendropriyono sebagai tokoh yang paling keras terhadap teroris, kaum intoleran, dan kelompok radikal.

Juga Sufmi Dasco diserang karena keberpihakan terhadap stabilitas politik menyatukan Jokowi-Prabowo, mendamaikan Natalius Pigai. Perang kepentingan terkait dengan Prabowo menjadi titik serang terhadap Sufmi Dasco. Aneh memang.

Di tengah persaingan politik dan peran relawan seperti itu, muncul kategori relawan lain. Ada relawan spesialis klarifikasi seperti Budiman Sudjatmiko, Nikita Mirzani, Deddy Corbuzier, Said Didu, dan Fahira Idris.

Mereka adalah relawan yang akan pasang badan untuk melakukan klarifikasi terkait isu apa pun. Terlepas dari kapabilitas dan keahlian mereka. Tentu untuk kepentingan mereka dan afiliasi mereka, serta garis politiknya.

Ada relawan parpol. Relawan parpol ini terafiliasi kepentingan politik praktis seperti Dewi Tanjung, Andi Arif, dan lainnya. Meraka akan pasang body and soul untuk kepentingan partai politik secara menyeluruh. All out.

Ada pula relawan tokoh atau figur. Misalnya, Haikal Hassan akan membela mati-matian Rizieq Shihab. Fahira Idris membela Anies Baswedan. Atau para relawan Jokowi membela Jokowi tanpa batas. Kadang lupa memberikan kritik kepada Jokowi. Nah, relawan seperti ini bisa disebut sebagai Relawan Komisaris. Mereka akan melakukan serangan dengan tujuan minta posisi komisaris.

Nah, faktor Ganjar Pranowo dan ditambah Andika Perkasa menimbulkan penguatan terhadap posisi politik Jokowi. Kini, Jokowi memiliki kaki kuat tambahan: Andika Perkasa. Ganjar Pranowo disimpan Jokowi, untuk dibuang Jokowi. Atau didukung Jokowi – dengan konsekuensi Jokowi dimusuhi PDIP. Berat.

Namun, sejatinya munculnya Andika Perkasa adalah perhitungan matang Jokowi untuk menetralkan Ganjar Pranowo, sekaligus menyeimbangkan kepentingan partai politik dengan kekuatan politik sesungguhnya: TNI, Polri, BIN dan Presiden. Parpol hanya urusan duit. (*).

Foto utama (*/koleksi IG Jokowi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganjar Tiba di Kupang, Disambut Natoni & Sapa Warga di Car Free Day

    Ganjar Tiba di Kupang, Disambut Natoni & Sapa Warga di Car Free Day

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Calon presiden nomor urut ketiga, Ganjar Pranowo menginjakkan kaki di Kota Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat siang, 1 Desember 2023. Tiba di bandara internasional El Tari Kupang, Ganjar Pranowo pun disambut tutur adat khas masyarakat Timor yakni Natoni. Dilansir dari ciutan Ganjar Pranowo di Twitter @ganjarpranowo, […]

  • Sidak Inspektorat Belu, Bupati Instruksi Inspektur Presentasi Hasil Kerja 5 Tahun

    Sidak Inspektorat Belu, Bupati Instruksi Inspektur Presentasi Hasil Kerja 5 Tahun

    • calendar_month Sel, 4 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna memastikan kondisi kedisiplinan Aparatur Sipil Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin presensi kerja, disiplin masuk kerja, dan disiplin menaati jam kerja, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, SpPD-KGEH, Finasim didampingi Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Johanes A. Prihatin, M.Si. melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Inspektorat […]

  • Istana Kepresidenan Tegur Para Menteri Kabinet Merah Putih

    Istana Kepresidenan Tegur Para Menteri Kabinet Merah Putih

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Saat belum genap sepekan para pembantu Presiden Prabowo Subianto dilantik masuk dalam jajaran Kabinet Merah Putih pada Senin, 21 Oktober 2024, mereka langsung mendapat teguran dari Istana Kepresidenan. Teguran dilayangkan oleh Sekretaris Kabinet (Setkab) Mayor Teddy Indra Wijaya kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih melalui grup WhatsApp (WA). Hal itu diungkap Menteri Koperasi […]

  • CSR Astra–14 Guru Muda bagi Pendidikan di NTT, Wagub Josef Apresiasi

    CSR Astra–14 Guru Muda bagi Pendidikan di NTT, Wagub Josef Apresiasi

    • calendar_month Sel, 2 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengapresiasi kepedulian PT Astra Internasional yang manfatkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di NTT, Provinsi Kepulauan yang memiliki 1.192 pulau besar dan kecil. Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya agar semakin banyak perusahaan terlibat […]

  • Beredar Hoaks Berhenti Total 3 Hari, Ini Penjelasan Gugus Tugas Kota Kupang

    Beredar Hoaks Berhenti Total 3 Hari, Ini Penjelasan Gugus Tugas Kota Kupang

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak Rabu—Kamis, 8—9 April 2020, beredar informasi di berbagai platform media sosial tentang penghentian aktivitas sosial seluruh masyarakat Kota Kupang selama tiga hari penuh, mulai tanggal 10—12 April 2020. Informasi ini kemudian diklarifikasi langsung oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang, selaku Humas Gugus Tugas Covid-19 […]

  • Mutasi 164 Pejabat, Bupati Belu : Butuh Kerja Seirama, Cepat & Baik

    Mutasi 164 Pejabat, Bupati Belu : Butuh Kerja Seirama, Cepat & Baik

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Untuk melaksanakan visi dan misi menuju Kabupaten Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif di era kepemimpinan Bupati Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Aloysius Haleserens, periode 2021—2025, maka dibutuhkan sistem kerja yang seirama dengan pimpinan dan kebutuhan organisasi untuk bekerja lebih cepat dan baik. Demikian, diungkapkan Bupati Belu dalam arahannya, ketika mengambil […]

expand_less