Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gubernur NTT : Pariwisata Bukan Persoalan Halal atau Haram

Gubernur NTT : Pariwisata Bukan Persoalan Halal atau Haram

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 22 Mei 2021
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Loading

Labuan Bajo, Garda Indonesia | “Saya senang karena banyak sekali teman-teman hadir malam ini dan saya bangga kepada panitia API (Anugerah Pesona Indonesia, red), terutama Pak Rio Kapela selaku penasihat yang telah bekerja luar biasa dan kita harapkan, ke depan apresiasi ini menjadi sebuah kekuatan lembaga yang dapat memberikan apresiasi terhadap seluruh destinasi pariwisata di Indonesia,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam sambutannya saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 di Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo pada Kamis malam, 20 Mei 2021.

Baca juga:  http://gardaindonesia.id/2021/05/21/taklukkan-sumsel-aceh-ntt-juara-umum-anugerah-pesona-indonesia-2020/

Berbicara tentang pariwisata memang tidak gampang terutama bagi kami, ungkap Gubernur VBL, walaupun secara kasat mata Nusa Tenggara Timur merupakan tempat terindah di dunia, the one and only karena memiliki binatang purba yakni Komodo. “Karena saya sudah keliling dunia, tapi ini tempat terindah di dunia. Bukannya karena saya gubernur, makanya saya bilang begitu. Oleh karena itu, kita patut berbangga karna banyak hal eksotis dan itu juga yang dimiliki Indonesia,” urainya.

Karena itu, imbuh VBL, kita patut berbangga dalam keberagaman kita, karena dalam keindahan itu tak perlu kita ribut tentang asal usul, bahasa, kulit, bahasa, suku, dan agama kita. “Makanya, saya bingung jika orang pariwisata ribut tentang agama, ribut tentang keyakinan. Apalagi barusan Bapak Presiden (Jokowi, red) bicara tentang kuliner saja dipersoalkan. Bangsa macam apa, jika Presiden bicara kok ribut,” ulas VBL.

Menurut Gubernur NTT, perbedaan itu harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. “Bila kita ingin agar Pariwisata Indonesia maju, maka keragaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan dari diri kita sendiri. Maka, saya selalu bilang, apa itu toleransi? Toleransi itu orang yang hidup dalam keragaman, dalam perbedaan tetapi rileks, kalau pun bercanda dalam keragaman dan perbedaan, ya biasa saja. Itulah Indonesia,” tegasnya.

Gubernur VBL yang konsen menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat NTT ini pun berharap agar momentum API Awards agar terus didorong bukan saja terhadap tempat-tempat pariwisata tetapi terhadap akomodasi, destinasi, amenitis. “Ke depan, diharapkan API juga mengumumkan restoran dan kuliner terbaik di Indonesia, itu akan sangat membantu. Jadi, jika tiba-tiba keluar ada Babi, maka itu bukan persoalan haram dan halal. Itu milik Indonesia,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur VBL yang terus mendorong geliat pariwisata di provinsi kepulauan yang memiliki 72 bahasa daerah ini menegaskan bahwa di dalam pariwisata tak mengenal haram dan halal. “Menyebabkan satu-satunya sektor yang bertumbuh eksponensil adalah pariwisata. Jadi, kalau mengerti pariwisata hanya pasir yang indah, tarian bagus, eksotik alamnya, no. Pariwisata itu berbicara seluruh kehidupan dan kegiatan manusia,” urainya.

Berbicara tentang pariwisata, lanjut Gubernur NTT yang menyelesaikan disertasi doktor dari Program Studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana, berjudul Tranformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Inclusive, Local Resources Based, Sustainable ini menegaskan bahwa berbicara tentang pariwisata itu berbicara mengenai budaya kuliner, bicara, berpakaian, hospitality, kesehatan, pendidikan, peternakan, pertanian, dan budaya kesehatan.

“Itulah pariwisata!, tegasnya sembari menyampaikan pesan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 dapat memberikan kita kesempatan untuk menatap dunia dan dalam persaingan tanpa batas.

Suami dari Julie Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Dekranasda NTT yang terus berupaya menggagas dan mendorong pelaku UMKM mengelola Kopi, Madu, dan Kelor ini menandaskan pariwisata dalam momentum saat dengan teknologi informasi, kita sedang bersaing dengan dunia. “Sebagai gubernur, saya sangat bangga Nusa Tenggara Timur dipilih sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia,” pungkasnya.

NTT dalam perhelatan Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 meraih Juara Umum API Awards 2020 atau The Most Favourite Tourism 2020 yang memenangkan 8 kategori termasuk Makanan Tradisional Terpopuler Daging Se’i (olahan daging asap dari daging Babi atau daging Sapi khas Kota Kupang, red).

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/tangkapan layar youtube)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unwira Kupang Helat Pekan Ilmiah & Seni Mahasiswa Sedaratan Timor

    Unwira Kupang Helat Pekan Ilmiah & Seni Mahasiswa Sedaratan Timor

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menghelat Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) 4, yang resmi dibuka pada Kamis, 3 Oktober 2019 bertempat di Aula Informatika Unwira Kupang. Kegiatan yang mengangkat tema ‘Urgensitas Eksistensi Mahasiswa Milenial Dalam Menjaga Keutuhan Kebinekaan’, dibuka oleh Rektor Unwira, Pater Dr. Philipus Tule, SVD. Kegiatan PISMA […]

  • Tunjangan Sertifikasi Dipangkas, Dua Guru Mengadu Ke DPRD Belu

    Tunjangan Sertifikasi Dipangkas, Dua Guru Mengadu Ke DPRD Belu

    • calendar_month Rab, 30 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tunjangan sertifikasi guru triwulan IV dipangkas sebulan, dua orang guru di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), atas nama Yovita Klau (Kepala Sekolah SD Tanah Merah 1 Atambua) dan Fransiska Neolaka mengadu ke Kantor DPRD Belu, pada Senin, 28 Desember 2020. “Pemotongan ini dialami oleh 600 lebih guru di Belu. […]

  • Kosmas Lana Sekda NTT Ke-13 Dilantik Gubernur Viktor Laiskodat

    Kosmas Lana Sekda NTT Ke-13 Dilantik Gubernur Viktor Laiskodat

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melantik dan mengambil janji jabatan Kosmas Damianus Lana sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Sekda NTT) pada Kamis pagi, 25 Mei 2023 di aula El Tari, Kantor Gubernur NTT. Dan menjadi saksi pelantikan yakni Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. […]

  • Dalil Antar Ponakan di Masa Tenang, Warga Renrua Amankan Mobil Dinas Kominfo Belu

    Dalil Antar Ponakan di Masa Tenang, Warga Renrua Amankan Mobil Dinas Kominfo Belu

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kominfo Pemerintah Daerah Belu, Stefen Bele Bau (SBB) berdalil menghantar keponakan lima orang mahasiswa menggunakan mobil dinas plat merah, dengan nomor polisi DH 1072 WF ke Dusun Lalere, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa sore, 8 Desember 2020. […]

  • Cara Lebah Madu Produksi Madu Alami

    Cara Lebah Madu Produksi Madu Alami

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Lebah madu mencakup sekitar 7 (tujuh) spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies yang mana mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu, mereka juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu. Madu dikatakan asli apabila sepenuhnya dibuat oleh lebah madu tanpa campur tangan manusia. Serangga ini menggunakan lidah atau […]

  • CIRMA Bangun 65 Kakus Sehat di Desa Kabuna Perbatasan Indonesia-Timor Leste

    CIRMA Bangun 65 Kakus Sehat di Desa Kabuna Perbatasan Indonesia-Timor Leste

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar, Senin, 12 Januari 2026, mengungkapkan para warga Desa Kabuna tersebut dengan kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka tidak bisa membangun kakus yang sehat.   Belu | Warga prasejahtera di perbatasan Indonesia – Timor Leste beruntung mendapat perhatian dari Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA). Warga yang selama puluhan tahun ini dengan […]

expand_less