Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ikan Paus Terdampar di Pulau Sabu, Penyebab & Jadi Objek Wisata Dadakan

Ikan Paus Terdampar di Pulau Sabu, Penyebab & Jadi Objek Wisata Dadakan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
  • visibility 142
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh Yumi Ke Lele 

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hari ini Kamis, 10-10-2019 laman facebook saya dipenuhi oleh 2 (dua) peristiwa yang menurut saya penting, yang terjadi di negara Indonesia tercinta. Peristiwa rencana penikaman terhadap seorang Jenderal penjaga NKRI dan peristiwa terdamparnya sekelompok Ikan Paus di Pantai Kolouju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tetapi karena saya sadar, saya hanyalah seorang kaum minoritas, tidak punya pengaruh apa-apa, dan juga buta tentang hukum, maka saya tidak ingin berkomentar tentang rencana penikaman.

Yang bisa saya lakukan hanyalah mendoakan Bapak Presiden Joko Widodo sebagai pucuk pimpinan NKRI, agar diberi kekuatan, kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin negara demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang damai sejahtera.

Saya tertarik, dengan peristiwa langka yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, yang sangat jarang terjadi. Di mana hari ini, ada sekelompok ekor ikan Paus berjumlah 17 ekor, yang terdampar. 10 ekor, bisa diselamatkan warga dengan mendorong kembali ke laut, sedangkan 7 ekor tidak bisa diselamatkan.

Beberapa foto saya ambil dari beberapa teman yang menyebarkannya, baik lewat Whatsapp maupun facebook. Ada banyak komentar terkait penyebab terdamparnya sekelompok ikan paus ini. Dan diantara banyaknya komentar tersebut, ada yang sangat disayangkan, karena menurut saya sangat tidak masuk akal.

Paus Terdampar di Pantai Kolouju

Karena rasa penasaran saya, saya pun mencari tahu pada beberapa artikel Daring (online) terkait penyebab Lumba-Lumba dan Paus terdampar.

Dan inilah beberapa alasan yang saya temukan :

Pertama, Sakit atau Terluka
Mungkin ikan itu sedang diburu oleh predator ataupun sedang berkelahi, sehingga ketika ikan ini kalah mereka akan berlindung mencari tempat yang aman yaitu menuju pesisir dengan kondisi tempat yang dangkal. Kemudian ikan paus/hiu atau lumba-lumba terseret arus serta ditambah dengan surutnya air laut kemudian mereka terdampar.

Kedua, Ditinggal Gerombolan
Ditinggal oleh gerombolan sehingga mereka sendirian. Biasanya pada ikan lumba – lumba. Tetapi jika paus, sering terdampar secara gerombolan. Hewan yang sering terdampar secara masal adalah tipikal hewan yang memiliki pemimpin dalam kelompoknya dan memiliki ikatan sosial juga kesetiaan yang tinggi. Paus pilot adalah contohnya. Inilah kenapa paus pilot lebih sering terdampar dari pada hewan laut lainnya.

Biasanya alasan mereka terdampar karena pemimpin kelompok telah membuat kesalahan navigasi. Atau karena salah satu dari mereka sakit maupun terluka kemudian mencari perairan yang lebih dangkal sehingga lebih mudah bernafas ke permukaan dan membuat yang lainnya untuk mengikutinya. Melihat ciri paus yang terdampar di sabu, cirinya seperti Paus Pilot, yang sering diburu.

Ketiga, Sistem Navigasi Paus Terganggu
Hewan laut seperti paus dan lumba-lumba memiliki sistem navigasinya sendiri sebagai penunjuk arah. Ketika penunjuk arah ini mengalami gangguan atau tidak berfungsi, ini menyebabkan kesalahan navigasi dan pada akhirnya membuat mereka sampai ke perairan dangkal dan terdampar di pantai.

Gangguan navigasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Efek sonar adalah hal umum penyebab dari gangguan ini. Penggunaan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipancarkan di dalam laut untuk mencari kapal selam atau benda-benda lain yang tidak kelihatan oleh Angkatan Laut, mengakibatkan kerusakan pada otak dan sistem pendengaran paus dan lumba-lumba.

Keempat, Gejala alam
Gejala Alam ini bisa karena Gempa bumi akibat gunung meletus, sehingga terjadi aktivitas seismik bawah laut (Gempa bawah laut) atau undersea quake. Hewan laut juga memiliki insting seperti hewan darat, ketika akan terjadi sesuatu yang bahaya mereka akan mencari tempat aman untuk berlindung.

Kelima, Oksigen Menipis
Oksigen bawah laut yang rendah bisa jadi pemicu karena oksigen adalah sumber udara bersih untuk makhluk hidup. Penyebab dari oksigen rendah karena kenaikan suhu bawah air laut sehingga kualitas air yang terangkat memiliki oksigen rendah.

Keenam, Kondisi perairan, ada perubahan secara kimiawi maupun fisik, kemudian bisa saja dia mencari tempat yang lebih aman jadi terdampar. Pencemaran laut, perubahan suhu didasar laut dll, dapat menyebabkan paus/lumba – lumba terdampar.

Peristiwa terdamparnya 17 ekor paus ini, membuat Pantai Kolouju, seketika menjadi ramai. Karena begitu banyak saudara-saudara dan teman – teman saya, yang ingin menyaksikannya. Saya bersyukur, semua punya rasa belas kasihan yang tinggi, sehingga melakukan upaya penyelamatan paus dengan cara mendorong Paus yang terdampar ke laut. Meskipun upaya tersebut, berhasil dilakukan pada 10 ekor saja. Sedangkan 7 ekor lainnya mati.

Kita tidak tahu persis, apa alasan terdamparnya 17 ekor ikan paus ini?. Apakah merupakan gejala alam sebagai tanda akan terjadinya bencana alam atau karena faktor apa? Saya berharap, terdamparnya Paus ini, adalah karena salah satu mengalami gangguan navigasi, sedangkan lainnya ikut terdampar karena faktor kesetiaan terhadap kawan.

Dan ada hal menarik yang sangat berarti bagi saya, di mana Ikan Paus yang merupakan kelompok hewan mamalia air saja, bisa punya sifat kesetiaan yang tinggi terhadap kelompoknya.

Tetapi sayang sekali, kita manusia. Yang katanya makhluk sosial, makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna karena diberi hikmat dan kebijaksanaan, justru sering kali tidak punya sifat kesetiaan seperti kelompok ikan Paus. Justru sering kita temui di mana saling menjual antar teman, saling menjatuhkan antar teman hanya untuk kesenangan pribadi.

Marilah kita belajar pada Paus. Kita tiru semangat kesetiaannya. Masa Paus saja, bisa setia, kita manusia tidak. Tugas kita semua, marilah kita mendoakan NKRI tercinta, khususnya NTT terlebih khusus Pulau Sabu tercinta agar diluputkan dari bencana. (*)

Penulis merupakan salah satu ASN di Pemkot Kupang
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri Ajak Kepala Daerah untuk  Berinovasi dalam Pelayanan Publik

    Mendagri Ajak Kepala Daerah untuk Berinovasi dalam Pelayanan Publik

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan kesiapannya dalam menjalankan perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun sinergi dan menciptakan inovasi dalam pelayanan publik di sela acara Opening Ceremony International Public Service Forum 2018 di Jakarta Convention Center Senayan, (Rabu,7/11/18). “Saya kira bagaimana tadi arahan bapak Wapres bahwa kunci suatu keberhasilan pemerintahan […]

  • Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Erupsi Capai 2 Ribu Meter

    Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Erupsi Capai 2 Ribu Meter

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Karo–Sumut, Garda Indonesia | Gunung Api Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara kembali mengalami erupsi pada Selasa, 7 Mei 2019 pukul 07.48 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 2.000 meter. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur […]

  • Tahun 2019, Bujet Kemen PUPR 110,73 Triliun; Menteri Basuki: Percepat Lelang

    Tahun 2019, Bujet Kemen PUPR 110,73 Triliun; Menteri Basuki: Percepat Lelang

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, terutama para satuan kerja Kementerian PUPR untuk mempercepat pelelangan tahun 2019; agar bisa segera dimulai dan diselesaikan pekerjaan fisiknya sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Pada tahun 2019, Kementerian PUPR mendapat amanah untuk membelanjakan anggaran sebesar Rp 110,73 triliun […]

  • Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

    Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna menyukseskan dan melindungi lokasi food estate dari berbagai gangguan seperti gangguan hama, ternak, dan lainnya, maka pemerintah daerah bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat melakukan ritual adat ukun badu ‘pembatasan/pelarangan’ di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada […]

  • Rakor Hybrid Kominfo se-NTT di Belu, Tingkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

    Rakor Hybrid Kominfo se-NTT di Belu, Tingkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

    • calendar_month Ming, 27 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Seiring  pembangunan bidang komunikasi dan informatika yang mengalami perkembangan cukup pesat dengan tuntutan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat secara efektif, cepat dan mudah, maka diselenggarakan rapat koordinasi (Rakor) Bidang Komunikasi dan Informatika se – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di aula Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu, pada 23—25 Februari 2022. Rakor dibuka […]

  • IMO-Indonesia Dorong Masyarakat Pers Ikut Seleksi KPK Periode 2024—2029

    IMO-Indonesia Dorong Masyarakat Pers Ikut Seleksi KPK Periode 2024—2029

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dewan pengawas (Dewas) periode jabatan 2024—2029, mengundang Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar sebagai calon pimpinan dan Dewas KPK periode 2024—2029. Keterangan tersebut disampaikan Ketua merangkap Anggota Pansel, Muhammad Yusuf Ateh, di lobi gedung utama, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada […]

expand_less