Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kominfo & Dewan Pers Bentuk Satgas Penanganan Berita Bohong

Kominfo & Dewan Pers Bentuk Satgas Penanganan Berita Bohong

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Dewan Pers melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk membentuk satgas dalam menangani berbagai konten negatif dalam bentuk berita bohong agar tidak beredar luas di jaringan internet dan mudah diakses masyarakat.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan peran Kementerian Kominfo dalam satuan tugas (satgas) ini adalah sebagai pihak yang berwenang untuk mengendalikan konten.

“Pers adalah suatu profesi yang sangat kredibel, pilar demokrasi keempat. Kami dan Dewan Pers membentuk satgas ini untuk melaksanakan fungsi sebagai pengendali konten negatif yang bertentangan dengan perundangan”, kata Semuel dalam jumpa pers di Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (12/04/2019).

Menurut Semuel, beberapa konten negatif yang beredar selama ini tidak semuanya dapat dihapus karena ada konten-konten jurnalistik yang telah dilindungi keberadaannya oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Tidak semua konten bisa di-take down khususnya yang memiliki value jurnalistik. Dengan satgas maka (proses) take downn-ya cepat. Begitu melanggar perundangan ya di-takedown. Meskipun terlambat daripada tidak sama sekali”, katanya.

Melalui nota kesepahaman itu, secara resmi akan terbentuk sebuah satgas yang bertugas mengecek dugaan konten negatif sekaligus memilah konten yang termasuk ke dalam konten jurnalistik dan yang bukan produk jurnalistik.

“Kami tidak mau melakukan kesalahan take down karena itu adalah produk jurnalistik. Kami tidak akan melakukan pemblokiran kepada media resmi karena dilindungi oleh undang-undang”,tandasnya.

Dirjen Aptika mengatakan bahwa satgas ini sudah ada dan sudah bekerja sejak dua tahun lalu, namun belum dirumuskan secara formal. “Satgas sudah bekerja sejak 2 tahun lalu ini hanya formalnya”, ujarnya.

Dirjen Semuel mengharapkan adanya peresmian secara formal dapat meningkatkan kinerja satgas tersebut. Ia pun meminta masyarakat yang menemukan adanya konten negatif dapat segera melaporkan kepada Aduan Konten Kominfo atau Dewan Pers agar dapat segera ditindaklanjuti.

Blokir “Media” yang Sebar Berita Bohong

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan saat ini banyak terdapat media yang mengaku resmi namun kenyataannya tidak terdaftar di Dewan Pers. Lebih parah lagi, menurut Stanley, oknum media itu menyebarkan berita bohong dan melakukan tindak pemerasan terhadap pihak-pihak tertentu.

“Ada media-media yang memeras sekolah atau kantor-kantor kepala desa”, kata Stanley.

Ketua Dewan Pers menjelaskan penanganan hukum untuk para oknum media ini memakan waktu sangat lama karena membutuhkan klarifikasi ke banyak pihak. Dan selama proses tersebut belum selesai, berita bohong tersebut semakin tersebar luas di masyarakat.

Menurut Stanley, keberadaan satgas itu akan dapat melakukan tindakan pemblokiran terhadap oknum media seperti ini sembari menunggu klarifikasi lebih lanjut untuk menghindarkan penyebaran berita bohong.

“Agar dapat segera dilakukan oleh Kominfo sambil menunggu klarifikasi lebih lanjut. Kalau terbukti itu adalah media peras, abal-abal, bukan berdasarkan fakta, gugus tugas akan menindaklanjuti”,katanya.

Ketua Dewan Pers menjelaskan pentingnya pembentukan satgas ini untuk mengembalikan marwah wartawan sesungguhnya yang menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip jurnalistik.

“Kita harus kembalikan marwah kehormatan jatidiri pers kepada wartawan yang bekerja profesional dan sesuai prinsip jurnalistik”,ujarnya.

Saat ini Kementerian Kominfo bersama pemangku kepentngan telah membentuk satgas untuk kepentingan pemblokiran konten negatif di internet. Bersama Otoritas Jasa Keuangan ada Satgas OJK untuk mengawasi fintech ilegal. Dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, satgas untuk mengawasan peredaran makanan dan obat-obatan. (*)

Sumber berita (*/ Biro Humas Kementerian Kominfo)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hutan Pantai Dapat Kurangi Risiko Bahaya Tsunami

    Hutan Pantai Dapat Kurangi Risiko Bahaya Tsunami

    • calendar_month Ming, 13 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Pandeglang, gardaindonesia.id | Hutan pantai menjadi salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bahaya tsunami di masa depan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo melihat manfaat dari hutan pantai bagi masyarakat yang berada di sepanjang pantai yang termasuk dalam zona merah bahaya gempa bumi dan tsunami. Doni mencontohkan beberapa jenis […]

  • KPK OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Ini Profilnya

    KPK OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Ini Profilnya

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Ragam
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Loading

    Sugiri Sancoko dikenal dengan panggilan akrab “Kang Giri”. Sebelum terjun ke politik, Sugiri berprofesi sebagai wartawan dan pengusaha reklame.   Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (7/11/2025). Kabar operasi senyap ini dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” kata Fitroh saat dikonfirmasi […]

  • KKN LIK di TTS, Elaborasi OJK NTT & Unwira Kupang

    KKN LIK di TTS, Elaborasi OJK NTT & Unwira Kupang

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Guna meningkatkan literasi masyarakat terkait produk dan jasa keuangan, maka OJK Provinsi NTT bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang melaksanakan kuliah kerja nyata literasi dan inklusi keuangan (KKN LIK) pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2024 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sebelum turun dan melakukan edukasi keuangan […]

  • Bantu 160 Warga Fatufeto Terdampak Covid-19, Anita Gah Imbau Konsumsi Kelor

    Bantu 160 Warga Fatufeto Terdampak Covid-19, Anita Gah Imbau Konsumsi Kelor

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya juga membagikan masker dan sabun detol. Saya berharap mama-mama bisa memakai itu di rumah dan kalau tidak terlalu penting untuk keluar rumah, jangan keluar rumah. Ingat kita sudah 12 kasus positif Covid-19,” pesan Anita Jacoba Gah kepada para lansia, kaum difabel, dan pekerja lepas di Aula Serba Guna Mosez Fatufeto, […]

  • Mayor Teddy Wijaya Jadi Sekretaris Kabinet Prabowo Gibran

    Mayor Teddy Wijaya Jadi Sekretaris Kabinet Prabowo Gibran

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan susunan kabinet pemerintahan periode 2024—2029. Kabinet Prabowo mencakup tujuh kementerian koordinator dan 41 kementerian teknis pada Sabtu malam, 20 Oktober 2024. Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Selain kementerian koordinator dan kementerian teknis, kepala badan yang tidak di […]

  • Alokasi KUR Sektor Pertanian Rp.50 Triliun, Presiden Pinta Tingkatkan Produktivitas

    Alokasi KUR Sektor Pertanian Rp.50 Triliun, Presiden Pinta Tingkatkan Produktivitas

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Transformasi sektor pertanian di Indonesia sulit dilakukan tanpa adanya perubahan dalam manajemen pembangunan pertanian. Kebijakan dan program pembangunan pertanian harus dijalankan mulai dari hulu hingga hilirnya agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka The 2nd Asian Agriculture […]

expand_less