Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan terbaru terkait pandemi virus korona atau Covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020. Arahan Presiden tersebut yakni :

Pertama, terkait evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah berlangsung di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota.

“Saya ingin memastikan bahwa ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif dan saya melihat beberapa kabupaten dan kota telah melewati tahap pertama dan akan masuk ke tahap kedua. Ini perlu evaluasi, mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendur. Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB,” jelas Presiden.

Kedua, Presiden meminta agar setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur. Misalnya, berapa jumlah pengujian sampel dan tes PCR (polymerase chain reaction) yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan, serta berapa kontak yang telah ditelusuri setiap hari.

“Betul-betul ini harus dikerjakan. Kemudian juga apakah isolasi yang ketat juga dilakukan, karena saya melihat ada yang sudah positif saja masih bisa lari dari rumah sakit, yang PDP (pasien dalam pengawasan) masih beraktivitas ke sana ke mari. Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula (manusia usia lanjut), yang memiliki riwayat penyakit, riwayat komorbid (penyakit penyerta), ini sudah diproteksi betul. Evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan,” paparnya.

Ketiga, Kepala Negara meminta agar dilakukan monitor secara ketat terkait potensi penyebaran di beberapa klaster seperti klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, hingga klaster industri. Menurutnya, pengawasan klaster harus dilakukan secara baik guna mengantisipasi munculnya gelombang kedua.

“Kita lihat bahwa Pekerja Migran Indonesia, laporan yang saya terima, sudah 89 ribu (pekerja) yang sudah kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu (pekerja), ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua. Yang lain juga klaster industri, kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi itu yang mana, harus dicek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” ungkapnya.

Keempat, yang berkaitan dengan program jaring pengaman sosial yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), hingga Dana Desa yang semuanya telah berjalan. Meski demikian, Presiden ingin agar seluruh program tersebut bisa sampai di tangan keluarga penerima secepatnya pada pekan ini.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta Menteri Sosial Juliari P. Batubara, para gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa untuk turun langsung menyisir ke lapangan. Di samping itu, Presiden juga meminta agar para kepala daerah bisa fleksibel dalam mencari solusi bagi warga miskin yang belum mendapatkan bansos.

“Saya juga minta data penerima bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa melakukan segera, koreksi di lapangan. Tadi sudah saya sampaikan mengenai persoalan timing, betul-betul harus di-manage secara baik karena ada bantuan dari pusat, dari daerah, kemudian juga dari desa,” ujarnya.

“Yang terakhir, saya minta dibuat hotline untuk pengaduan sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan, kita bisa ketahui secara cepat,” tandasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasien di Belu Meninggal Akibat Covid-19, Dimakamkan Tata Cara Covid

    Pasien di Belu Meninggal Akibat Covid-19, Dimakamkan Tata Cara Covid

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Berdasarkan data dari tim dokter bahwa Almarhum YSM ada gangguan pada jantung dan setelah melalui tes antigen hasilnya menunjukkan Positif Covid-19. Demikian penjelasan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, dan Kasatpol PP, saat menemui keluarga Almarhum YSM di kamar jenazah RSUD Mgr. […]

  • Cairan Pembersih Toilet Dipelesetkan, Polri: Itu Bahan Baku Peledak TATP

    Cairan Pembersih Toilet Dipelesetkan, Polri: Itu Bahan Baku Peledak TATP

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah melakukan identifikasi atau memeriksa terkait serbuk dan cairan asil penggeledahan di bekas Sekretariat Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Petamburan, Jakarta Pusat pada Selasa malam, 27 April 2021. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/28/geledah-eks-sekretariat-fpi-densus-88-temukan-bahan-peledak/ Kabag Penum Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa barang kimia yang ditemukan berpotensi […]

  • Bertukar Informasi, Bupati Belu Diskusi Bersama Uskup Atambua

    Bertukar Informasi, Bupati Belu Diskusi Bersama Uskup Atambua

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna membangun sinergi dan penyelarasan program kerja antara Pemerintah dan Gereja, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. berdiskusi bersama Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. dan para pastor di aula Emaus Keuskupan Atambua, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa […]

  • TERJEBAK UNDIAN PALSU! Uang Nasabah Bank NTT Lewoleba Lenyap

    TERJEBAK UNDIAN PALSU! Uang Nasabah Bank NTT Lewoleba Lenyap

    • calendar_month Sen, 25 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Seorang nasabah Bank NTT Lewoleba mengaku bahwa sejumlah uang raib atau hilang di rekening tabungan nomor: 100553XXXX/ 010206004XXXX. Nasabah naas bernama Rosy Leonardus juga menyampaikan telah datang mengadu dan bertemu wakil pemimpin cabang pada Jumat, 22 September 2023. Bank NTT pun memberikan klarifikasi perihal kejadian uang raib di tabungan nasabah tersebut. […]

  • Sekolah Lapang Iklim Tematik BMKG, Jaga Stabilitas Pangan

    Sekolah Lapang Iklim Tematik BMKG, Jaga Stabilitas Pangan

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi (Staklim) Nusa Tenggara Timur kembali mengolaborasi Sekolah lapang iklim (SLI) tematik bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bertema “Gerakan Petani Sadar Iklim, untuk Ketahanan Pangan Nasional”. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu lokasi mitra binaan Bank Indonesia yaitu GS […]

  • CIS Timor & SIAP SIAGA Simulasi Tanggap Bencana di Kupang

    CIS Timor & SIAP SIAGA Simulasi Tanggap Bencana di Kupang

    • calendar_month Sab, 7 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 1Komentar

    Loading

    Kabupaten Kupang adalah salah satu Kabupaten di Provinsi NTT, sebagai salah satu daerah yang memiliki topografi dataran tinggi, rendah dan pesisir yang sangat rentan terhadap beberapa jenis ancaman. Hal ini diperparah dengan fenomena perubahan iklim.   Kupang | Berdasarkan data dan informasi bencana Indonesia (DIBI) BNPB, dari tahun 2000 – 2022 terdapat 38.660 kejadian bencana […]

expand_less