Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Menghidupkan Asa UMKM di Indonesia

Menghidupkan Asa UMKM di Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 31 Mei 2021
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Yucundianus Lepa

Pandemi Corona yang tak kunjung berakhir, telah menjadi bencana yang merontokkan  Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) nasional. Banyak perusahaan yang terpaksa merasionalisasi tenaga kerja, menekan produksi  sebagai akibat kelesuan pasar, untuk sekadar bertahan hidup. Akibatnya  terjadi eskalasi jumlah pengangguran yang berbuntut pada rendahnya daya beli dan ambruknya kesejahteraan.

Tanpa berniat mengabaikan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), pemerintah terlihat memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap UMKM. Perhatian tersebut sangat beralasan. Berdasarkan Data Pusat Statistik tahun 2020, jumlah sektor ini mencapai sekitar 64 juta pelaku usaha. Secara kuantitatif, jumlah ini berkontribusi sangat signifikan pada denyut perekonomian nasional untuk bertahan di masa pandemi. Banyak pelaku usaha UMKM yang mampu bertahan, terutama yang bergerak di sektor konsumsi, perdagangan di marketplace, demikian pula pusat-pusat wisata lokal yang masih mampu meraih pengunjung lokal.

Langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah meluncurkan sejumlah paket kebijakan. Khusus UMKM  pemerintah memberi stimulasi permodalan dalam bentuk Banpres Produktif untuk usaha mikro, kemudian program-bantuan permodalan dalam bentuk tunai,  menyelenggarakan Program-program pelatihan dan pendampingan yang terus dilakukan Kementerian Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan berbagai marketplace besar seperti Shopee, Blibli, Tokopedia, Grab dan lainnya.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat sejak pandemi terjadi, penjualan di e-commerce naik hingga 26 persen atau mencapai 3,1 juta transaksi per hari. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong dan mempercepat UMKM agar go digital. (Liputan6.com, 6/8/2020).

Respons pemerintah terhadap masalah yang dihadapi UMKM nasional menjadi penting artinya apabila pelaku usaha di daerah mampu melahirkan kreativitas melalui produk-produk lokal yang memiliki daya saing baik regional maupun nasional. Membaca Sajian Utama Harian Umum Pos Kupang edisi Sabtu, 22 Mei 2021, yang memberitakan tentang capaian Provinsi NTT sebagai Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020, dalam dunia usaha khusus UMKM dan sektor pariwisata layak menjadi sandaran harapan.

Capaian yang menggembirakan tersebut tidak terlepas dari kesungguhan para pelaku usaha, dorongan pemerintah, yang terus menjelajahi setiap sudut wilayah ini yang memiliki keunggulan komparatif dalam pariwisata dan kreasi budaya, kekhasan  motif tenunan daerah, serta promosi cita rasa kuliner daerah dalam menampilkan pangan lokal khas NTT.

Dalam kerangka menggerakkan roda perekonomian daerah, sektor-sektor potensial tersebut (pariwisata, industri kerajinan dan kuliner) dapat menjadi pemicu atau trigger dalam hubungan komplementer, sepanjang dapat dipacu secara terpadu, terarah dan berkesinambungan. Sektor Pertanian yang menghasilkan pangan (pertanian, perkebunan dan peternakan) yang lahir dari kolektivitas ekonomi masyarakat NTT harus bisa masuk ke sektor pariwisata.

Substitusi Nilai

Kembali pada API tahun 2020, sebagaimana dilaporkan Harian ini, keunggulan yang diraih NTT adalah sektor pariwisata (destinasi wisata alam dan destinasi budaya), sektor industri kecil berupa tenun ikat, dan sektor kuliner. API adalah pengakuan atas semua keunggulan itu. Pengakuan ini menjadi bermakna apabila masuk dalam kebijakan pemerintah daerah terkait dukungan permodalan, pembangunan sarana prasarana penunjang serta promosi.

Baiknya kita memahami bahwa kekhasan budaya, kenikmatan cita rasa kuliner, keindahan alam yang dijuluki dengan bahasa apa pun adalah properti. Alam dengan segala keindahannya adalah kenyataan terberi dan properti yang berharga ini akan menjadi bermakna untuk mengubah NTT menjadi kekayaan bernilai ekonomis, manakala setiap dicarikan jalan untuk mendapatkan nilai substitusi ekonomis.

Kita hendaknya belajar banyak dari keunggulan negeri kita yang diberi predikat  negara dengan ratna mutu manikam, tetapi mengurung kita dalam kemiskinan karena properti yang bernilai  tersebut tidak dikelola dan memiliki nilai substitusi secara ekonomis. Kekayaan alam dan keunggulan kebudayaan hanya menjadi barang antik yang dibanggakan, tetapi tidak menghidupi.

Respons positif terhadap keunggulan dalam dunia kepariwisataan, industri kreatif dan kuliner ini harus disusul dengan kebijakan pemerintah yang fokus dan terarah. Bukan waktunya untuk mewacanakan turis dengan perbedaan status sosial : kaya-miskin. Obyek wisata tidak harus dipatok harga selangit karena yang berkunjung itu hanya melihat, menikmati, tetapi tidak memiliki atau membawa pulang. Implikasi dari kunjungan ini yang kita harapan memberi keuntungan ekonomis pada pelaku sektor jasa, entah akomodasi atau transportasi dan industri kerajinan dan kuliner.

Aktivitas menjadikan properti daerah ini untuk menjadi kekayaan daerah yang bernilai ekonomis dan menghidupi masyarakat NTT sebagai pemilik  adalah promosi yang intensif pengerjaannya dan luas jangkauannya. Untuk kepentingan tersebut, pemerintah daerah bisa membangun kerja sama dengan penyedia jasa perjalanan dalam kerangka memperkenalkan keanekaragaman destinasi wisata itu dalam bentuk majalah yang mudah diakses oleh para pelaku perjalanan.

Promosi tidak hanya menampilkan keindahan alam sebagai destinasi wisata baru, tetapi juga rancangan paket wisata yang saling terkoneksi misalnya “Lomba Perahu Layar Kupang-Semau” yang benar diselenggarakan secara reguler yang tentu memiliki implikasi ekonomis pada promosi kuliner, industri kecil dan lain-lain. Di samping mempromosikan tempat wisata  sekaligus mempopulerkan pangan lokal yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sehingga ada keuntungan ganda.

Kegiatan promotif seperti Lomba Perahu Layar Darwin-Kupang, Lomba Mancing, perlu dihidupkan kembali dengan paket-paket wisata yang menarik. Kegiatan expo yang tidak memiliki dampak langsung pada geliat ekonomi lokal dikurangi. Perlu dialokasikan dana daerah untuk kegiatan promosi secara masif dan berkesinambungan.

Promosi dapat juga dilakukan dengan para penyedia jasa akomodasi, dan transportasi lokal. Selain media yang disediakan, para pengemudi atau driver misalnya dibekali dengan kemampuan untuk melakukan promosi wisata bagi setiap penumpang yang menggunakan jasanya.

Kemasan-kemasan seperti ini bahkan lebih baik dan menarik dapat dilakukan para profesional sehingga pengenalan terhadap keunggulan lokal baik wisata kuliner, budaya dan produk kreatif dan estetik di bidang industri kecil lebih mudah dikenal luas.

Promosi wisata tidak harus terobsesi dengan turis mancanegara. Wisatawan lokal pun harus diperkenalkan dengan semua kekhasan daerah, karena sasaran akhir yang dicapai adalah seberapa besar sebuah keunggulan daerah entah itu potensi alam atau kreasi manusia dapat menjadi sumber baru yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pemiliknya.

Digitalisasi Produk

Pemanfaatan media sosial sebagai pasar penjualan produk sudah menjadi tren yang akan sangat mendukung pemasaran produk-produk lokal yang unggul dan memiliki nilai jual.

Melihat besarnya kontribusi media digital dalam peningkatan pemasaran produk UMKM, maka Presiden Joko Widodo dalam peluncuran program Literasi Digitalisasi Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital”: berpesan agar internet harus dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas, perbanyak UMKM on boarding ke plafform ecommerce sehingga internet dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat (Kompas, 22 Mei 2021).

Dukungan dan promosi usaha kuliner nusantara yang dilakukan melalui penyelenggaraan Hari Kuliner Nasional GO-FOOD di sejumlah kota, melibatkan GO-JEK, sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi menunjukkan hasil yang signifikan. Gebrakan seperti ini dalam skala regional dan lokal dapat dilakukan. Karena hanya dengan terobosan-terobosan berbasis teknologi, kreasi masyarakat dapat menjadi sumber penghasilan yang memberi kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan juga menjadi stimulasi bagi pengembangan kreasi itu sendiri. (*)

Penulis merupakan Sekretaris Bidang UMKM DPP PKB

Foto utama (*/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

    Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Loading

    Anak tidak butuh mainan mahal, sekolah mewah, atau kamar yang penuh gawai untuk tumbuh menjadi manusia hebat. Ia hanya butuh arah. Ironisnya, banyak orang tua modern justru beranggapan bahwa kasih sayang diukur dari seberapa banyak hal yang bisa diberikan. Padahal, data dari Journal of Child Development menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pola […]

  • Dalang Penculikan Pembunuhan Kacab Bank di Bekasi Diciduk Aparat

    Dalang Penculikan Pembunuhan Kacab Bank di Bekasi Diciduk Aparat

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Loading

    Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah muncul dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan pelaku. Sejumlah tersangka bahkan dikabarkan sempat meminta perlindungan langsung kepada Kapolri agar mendapatkan jaminan keselamatan setelah identitas mereka terungkap.   Jakarta | Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37) di Bekasi kian […]

  • Panen Padi Ciherang di Takari, VBL : Jangan Lelah Membangun Nusa Tenggara Timur

    Panen Padi Ciherang di Takari, VBL : Jangan Lelah Membangun Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para pemimpin wilayah agar jangan pernah lelah membangun Nusa Tenggara Timur. Para Bupati, Para Camat dan Para Kepala Desa dapat berkontribusi dari wilayahnya masing-masing untuk menyejahterakan rakyat Nusa Tenggara Timur. “Kita mesti bekerja dengan cara-cara yang luar biasa, jangan dengan cara-cara yang biasa,” kata Gubernur […]

  • Rotary Kupang Central Helat Pelatihan P3K via Webinar di Era Normal Baru

    Rotary Kupang Central Helat Pelatihan P3K via Webinar di Era Normal Baru

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pertama kali sejak berdirinya Rotary Club Kupang Central, diinisiasi pelatihan Pengenalan Dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan telah diselenggarakan bersama Rotaract (Rotary in Action) Kupang Fortuna pada Sabtu, 5 September 2020. Pelatihan yang dilaksanakan melalui webinar ini bertujuan mendorong masyarakat umum untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K […]

  • Kasad & 4 Mantan Kasad Antar Jenazah Jend.(Purn) TNI Pramono Edhi Wibowo

    Kasad & 4 Mantan Kasad Antar Jenazah Jend.(Purn) TNI Pramono Edhi Wibowo

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Inspektur upacara pada pemakaman jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat Alm Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo di TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu, 14 Juni 2020. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam keterangan persnya. Sebelum […]

  • Presiden Jokowi Tanam Jagung Bersama Petani Sorong di Papua Barat

    Presiden Jokowi Tanam Jagung Bersama Petani Sorong di Papua Barat

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Papua Barat, Garda Indonesia | Usai membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021, pada Sabtu, 2 Oktober 2021 dan turun ke lapangan untuk bermain bola dengan legenda sepak bola Indonesia Jack Komboy dan tiga anak muda Papua di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura; selanjutnya pada Senin, 4 Oktober 2021; Presiden Joko Widodo mengawali […]

expand_less