Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Peta Koalisi 2024 : dari Gerak Sentripetal Menuju Sentrifugal ke Arah Tiga Poros?

Peta Koalisi 2024 : dari Gerak Sentripetal Menuju Sentrifugal ke Arah Tiga Poros?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Setelah bilang tidak mau koalisi dengan yang ini atau yang itu (gerak sentripetal), dinamika politik nasional mulai bergeser jadi gerak sentrifugal (mengarah ke pusat). Ada berapa pusat? Sementara ini terpola jadi tiga.

Puan Maharani menyambangi NasDem, maka Puan pun jadi dipertimbangkan juga oleh Surya Paloh. Apakah Anies bakal mendampingi Puan atau sebaliknya? Proses negosiasi politik belumlah usai. Malah baru mulai (lagi). NasDem masih menyimpan dua nama selain Anies Baswedan, ada Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo sebagai ‘pemain cadangan’. Atau malah bisa jadi kartu Joker yang bisa menganulir Anies Baswedan? Let’s see…

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB): Golkar, PAN dan PPP mendaftar di hari baik (Rabu Pon) dan tanggal baik (tanggal 10 Agustus) sesaat setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selesai urusan pendaftarannya dengan KPU. Bahkan Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni, mengaitkan fenomena itu sebagai “tanda-tanda alam”.

Tak sampai dua minggu, Selasa malam, 23 Agustus 2022, Giring Ganesha beserta Sekjen Dea Tunggaesti, Ketua Isyana Bagoes Oka dan Bendahara Umum Suci Mayang Sari didampingi pasukan Juru Bicara DPP PSI bersilaturahmi ke kantor DPP Golkar. Diterima jajaran elit Partai Golkar yang dipimpin langsung Ketum Airlangga Hartarto. Apakah ‘tanda-tanda alam’ itu sudah jadi ‘sabda-alam’?

“Kicau burung bernyanyi. Tanda buana membuka hari…” begitu lirik pembuka lagu ‘Sabda Alam’ ciptaan Chrisye yang legendaris.

Sebelumnya Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar sudah saling “pamer bojo anyar neng ngarepe pacar lama”. Retaknya Batutulis serta gosongnya Nasi Goreng sudah dijawab lewat pameran kencan daftar bareng ke KPU oleh Gerindra dan PKB.

Kabar terus bertiup, dari beberapa pertemuan para petinggi mereka, PKS dan Perindo gerak cepat saling menjajaki untuk jadi pendamping Gerindra dan PKB menuju ke pelaminan politik nanti. Walahuallam. Kita doakan yang terbaik buat mereka.

Jadi, poros pertama tentu berpusat ke PDIP, yang kalau “didampingi” oleh NasDem bakal punya kekuatan politik yang patut diperhitungkan. Tinggal siapa capres dan cawapresnya? Ini persoalan yang masih perlu dinegosiasikan.

Faktanya PDIP adalah parpol besar yang “menguasai” parlemen (lebih dari 20%) dan mendominasi eksekutif. Wajarlah kalau ‘daya tawarnya’ (sebagai parpol) lebih kuat dibanding NasDem. Tinggallah figur (tokoh) yang bakal diajukan sebagai capres dan cawapresnya.

Ibu Megawati sementara ini masih sebagai tokoh sentral di PDIP, pastilah beliau bakal kerja keras membangun figur (ketokohan) dari Puan Maharani, putri tercintanya. Paling tidak agar jadi sekaliber Ibu Mega sendiri yang mantan wapres dan mantan presiden. Obyektifnya tentu agar Puan bisa mengimbangi aura politik Prabowo Subianto (yang sudah beberapa kali bertempur dalam kancah kontestasi pilpres).

Rencana besar politik PDIP ini mesti dimulai dari sekarang, yaitu dengan men-capres-kan Puan Maharani. Mungkin ada semacam semangat ‘kejar tayang’ mumpung Ibu Mega masih menjadi tokoh sentral di PDIP. Ini sebuah ‘long-term plan’ yang strategis juga sebetulnya. Sangat bisa dipahami.

Lagi pula, mesin politik PDIP yang tentakelnya sudah merambah kemana-mana tak bisa diremehkan untuk kerja ‘profiling’ figur Puan Maharani dalam setahun ke depan ini.

Karenanya NasDem, dalam koalisinya dengan PDIP mesti “agak tahu diri”. Walau gacoannya punya elektabilitas yang – sementara ini – lebih tinggi, namun Surya Paloh tetap mesti memperhitungkan kemampuan mesin politik PDIP itu.

Lalu KIB – PSI sebagai poros kedua nampaknya lebih sederhana peta politiknya. PSI sudah punya program ‘Rembuk Rakyat PSI’ yang mengusung sembilan (9) kandidat penerus kerja Presiden Joko Widodo, yaitu: Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Mahfud MD, Ridwan Kamil, Andika Perkasa, Emil Dardak, Najwa Shihab, Sri Mulyani Indrawati dan Tito Karnavian. Santer terdengar di publik bahwa “pilihan Pak Jokowi” ada di dalam daftar itu. Begitu kabar burung yang ramai berkicau di Twitter.

Sekadar info, sementara ini Ganjar Pranowo masih memimpin dalam jajak Rembuk Rakyat PSI itu. Disusul Erick Thohir di posisi kedua dan Mahfud MD di posisi ketiga.

Bagaimana dengan Airlangga Hartarto yang Ketum Golkar? Walau tidak termasuk dalam daftar Rembuk Rakyat PSI, namun kita semua paham bahwa Golkar dengan segudang pengalaman politiknya tahu persis tombol-tombol politik mana yang mesti mereka tekan. Bagaimana supaya bisa “tetap berkuasa” walau tidak juara dalam pemilu. Kepiawaian Golkar dalam hal ini tak perlu diragukan.

Dalam hampir setiap periode pasca-orba, walau presiden dan wakil presidennya bukan dari Golkar, namun Golkar selalu ada di dalam kabinet maupun di parlemen. Dan peran politiknya pun selalu signifikan. Itu fakta dalam sejarah politik Indonesia kontemporer yang tak terbantahkan.

Lagi pula, mitra koalisinya di KIB (PAN dan PPP) masing-masing Ketumnya juga duduk sebagai anggota Kabinetnya Pak Jokowi. Dengan KIB mendeklarasikan koalisi itu sebagai penerus legacy Presiden Joko Widodo, maka PSI yang kerap dipersepsi oleh sementara publik sebagai Parpol “bayangan” Pak Jokowi pun jadi melirik. Seperti pepatah bijak yang bilang ‘Birds of same feathers flock together’.

Poros ketiga adalah Gerindra dan PKB yang kabarnya bakal didampingi PKS dan Perindo. Foto spanduk “Prabowo Subianto – Muhaiminin Iskandar For 2024” sudah ada, sehingga PKS dan Perindo tinggal tawar-menawar soal derivatifnya saja.

Begitulah tripolarisasi akibat gerak sentrifugal politik menuju 2024 yang sementara ini sedang berproses. Sketsanya belum selesai memang, tapi lumayanlah.

Sebagai penutup, ada beberapa pertanyaan terakhir.

Di mana Partai Demokrat? Siapa mau terima AHY sebagai cawapres? Ada yang bisa bantu jawab?

Rabu, 24 Agustus 2022

Penulis Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Tektonik 6,6M di Kupang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

    Gempa Tektonik 6,6M di Kupang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada Kamis, 2 November 2023 pukul 04.04 WIB atau 05.04 WITA, wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,26° LS ; 123,72° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 […]

  • Sesat Pikir ‘Slippery-Slope’ Cegah Kekerasan Seksual, Bukan Legalisasi Seks Bebas!

    Sesat Pikir ‘Slippery-Slope’ Cegah Kekerasan Seksual, Bukan Legalisasi Seks Bebas!

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ini soal sesat pikir ala Mardani Ali Sera (PKS) yang bilang bahwa Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021) berisi ‘pelegalan’ kebebasan seks. Ini jelas ngawur! Lereng yang licin, atau ‘Slippery Slope’ memang bikin orang gampang terpeleset. Begitu pula dalam logika, ada yang dikenal dengan sesat logika ala ‘slippery-slope’, lereng yang licin. Karenanya […]

  • Diskon Tambah Daya “Super Merdeka” Diperpanjang Hingga 31 Oktober 2020

    Diskon Tambah Daya “Super Merdeka” Diperpanjang Hingga 31 Oktober 2020

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PLN memperpanjang program tambah daya listrik “Super Merdeka” hingga 31 Oktober 2020. Perpanjangan ini dilakukan melihat tingginya animo pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)/Industri Kecil Menengah (IKM) pada program tersebut. Hingga 4 Oktober 2020, total 30 ribu pelanggan telah mendaftar untuk memanfaatkan program ini. “Kami bersyukur program ini mendapatkan sambutan luar […]

  • Ungkap Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar, Polri : Mereka Suami Istri

    Ungkap Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar, Polri : Mereka Suami Istri

    • calendar_month Sen, 29 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri telah mengantongi identitas pelaku wanita bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Pelaku wanita tersebut berinisal YSF. “Identitas laki-laki tersebut diketahui berinisial L, sementara wanita yang L bonceng bernama YSF,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Senin 29 Maret 2021. Irjen Argo mengatakan, YSF bekerja sebagai pegawai […]

  • Deklarasi 2 Desa Sanitasi, Wabup Belu Harap Masyarakat Terapkan Ikrar

    Deklarasi 2 Desa Sanitasi, Wabup Belu Harap Masyarakat Terapkan Ikrar

    • calendar_month Jum, 25 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. mendeklarasikan Desa Halimodok dan Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di halaman Kantor Desa Halimodok pada Kamis, 24 Juni 2021. Deklarasi Desa STBM itu merujuk pada 5 (lima) Pilar STBM, yakni […]

  • Danlantamal VII Dukung Gerakan Nasional Tanam Sorgum

    Danlantamal VII Dukung Gerakan Nasional Tanam Sorgum

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Heribertus Yudho Warsono, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CIQnR., CIQaR., CRMP., dan Ketua Korcab VII DJA II Ny. Arie Yudho Warsono menghadiri kick off “Gerakan Nasional Penanaman Sorgum” via video conference (vicon), bertempat di Lahan Ketahanan Pangan Lantamal VII, […]

expand_less