Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Petani Tanah Merah Binaan CIRMA Tanam Horti di Tengah Krisis Air

Petani Tanah Merah Binaan CIRMA Tanam Horti di Tengah Krisis Air

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Loading

Pada lahan yang telah disiapkan, 48 bedengan berjejer rapi menanti bibit sayuran. Bersama tim CIRMA, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, tokoh masyarakat, Ayub Titu Eki, dan para anggota kelompok melakukan penanaman perdana beberapa jenis hortikultura.

 

Kupang | Di tengah keterbatasan air yang sudah dialami bertahun-tahun, petani di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, kini mulai menggeluti budidaya hortikultura. Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air melakukan penanaman perdana berbagai jenis sayuran di lahan seluas 25 are, Sabtu, 27 September 2025.

“Kami di sini air sangat susah, pak. Untungnya ada CIRMA yang bantu kami satu sumur bor ini. Tapi ini juga masih kurang, karena sumur ini selama ini untuk kebutuhan rumah tangga. Kalau tambah untuk siram tanaman lagi apakah cukup?” ungkap Marselinus Seran, petani yang tergabung dalam kelompok tersebut.

Pada lahan yang telah disiapkan, 48 bedengan berjejer rapi menanti bibit sayuran. Bersama tim Yayasan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA), Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, tokoh masyarakat sekaligus mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki, serta para anggota kelompok melakukan penanaman perdana beberapa jenis sayuran seperti pakcoy, caisim, tomat dan cabai.

Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air baru dibentuk pada Agustus 2025. Pembentukan ini diinisiasi oleh Yayasan CIRMA, LSM yang fokus pada isu ketahanan dan keadilan iklim, kemandirian pangan, sanitasi dan akses air bersih serta pemberdayaan ekonomi petani kecil dengan kategori miskin dan miskin ekstrem di pedesaan.

Sejak pembentukan, mereka didampingi secara intensif mulai dari persiapan lahan, pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis eco enzyme, hingga manajemen kelompok.

“Pembentukan kelompok tani ini merupakan bagian dari program CIRMA di wilayah Timor yang namanya Pemberdayaan Timor Barat. Total sekitar 6000 petani di 60 desa yang kami dampingi,” ujar John Lajar, Direktur CIRMA.

John mengisahkan bahwa Yayasan CIRMA sudah masuk ke wilayah Tanah Merah sejak tahun 2019. Setelah melalui asesmen, pada tahun 2020 Yayasan CIRMA memberikan dukungan MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi hampir 100 rumah yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.

Dukungan Yayasan CIRMA berlanjut di tahun 2021 melalui pembangunan sumur bor dan instalasi jaringan perpipaan ke rumah-rumah warga. “Kalau sudah bangun MCK tapi tidak ada airnya kan sama saja,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, warga Tanah Merah juga menjadi salah satu wilayah kerja program Pemberdayaan Timor Barat. Melalui program itu diharapkan masyarakat bisa memperoleh sikap (attitude), akses dan aset yang diyakini CIRMA sebagai modal utama bagi para petani kecil untuk menata kehidupan menjadi lebih baik.

“Memang air ini masih menjadi kendala di sini. Bagaimanapun kebutuhan rumah tangga sekitar 100 rumah tangga bergantung pada satu sumur bor yang dibangun CIRMA. Tapi kami juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk merevitalisasi satu sumur bor yang sempat dibangun salah satu pihak tetapi kemudian tidak dilanjutkan,” jelas John.

Pose bersama usai penanaman hortikultura

Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, mengapresiasi dukungan yang diberikan CIRMA kepada Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air. Baginya, LSM adalah mitra pembangunan pemerintah yang telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kehidupan masyarakat terutama di wilayah pedesaan.

“Pemerintah tidak mungkin membangun sendiri. Karena itu kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada NGO seperti Yayasan CIRMA yang setia mendukung pembangunan terutama di wilayah-wilayah yang mungkin belum mendapat perhatian memadai dari pemerintah,” kata Aurum.

Ketua Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air, Maria Goreti Nango, berharap pemerintah dan Yayasan CIRMA tetap memberikan perhatian dalam perjalanan mereka memulai inisiatif yang termasuk baru bagi mereka.

“Jujur untuk budidaya hortikultura ini termasuk baru bagi kami. Bagaimana mau tanam, air untuk kebutuhan di rumah saja masih susah,” ujarnya.

Namun dengan pengetahuan yang sudah didapatkan melalui pendampingan tim CIRMA di Kabupaten Kupang, ia optimis Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air bisa memperoleh hasil yang baik untuk dikonsumsi dan dijual ke pasar.

Paulus, salah satu anggota kelompok tani Komunitas Lumbung Air mengatakan bahwa dukungan dari CIRMA memberikan mereka harapan di tengah tantangan alam dan keterbatasan air yang sudah mereka alami sejak bertahun-tahun. Ia berharap pemerintah juga menaruh perhatian kepada mereka terutama dalam hal sarana prasarana pertanian untuk bisa mengolah lahan dengan lebih baik.

Harapan itu disambut baik oleh Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki. Menurutnya salah satu program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo adalah ketahanan pangan. Karena itu, ia berjanji akan mengawal permohonan dari Kelompok Tani Komunitas Lumbung Air.

“Kalau proposal sudah dimasukkan ke dinas infokan biar kita kawal sama-sama,” ujarnya.

Kepada para anggota kelompok tani Komunitas Lumbung Air, Ayub Titu Eki berpesan agar bisa mengolah lahan sebaik mungkin untuk menghasilkan panenan yang berlimpah.

“Kalau Bapa Mama bisa olah ini dengan baik dan berlanjut terus, nanti saya bisa bantu fasilitasi agar tanah-tanah lain yang tidak diolah bisa Bapa Mama olah juga. Asalkan tunjukkan bahwa di sini berhasil dulu,” ujar Ayub Titu Eki.(*)

Penulis (*/Eman Nara Sura)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi Covid-19 di NTT, Tularkan Virus Kemanusiaan Bukan ‘Bullying’

    Pandemi Covid-19 di NTT, Tularkan Virus Kemanusiaan Bukan ‘Bullying’

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru bicara percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengajak masyarakat untuk menebar dan menularkan virus kemanusiaan di tengah situasi pandemi Covid-19. Hingga kini terpapar satu orang positif virus corona dan sedang […]

  • Menkominfo Pastikan Pemerintah Tak Intervensi UU Pers

    Menkominfo Pastikan Pemerintah Tak Intervensi UU Pers

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers merupakan acuan mendasar bagi insan pers di Tanah Air. Undang-Undang tersebut lahir sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mewujudkan pers yang independen dan berkualitas. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi sedikit pun terkait aturan-aturan dalam beleid tersebut. Baik melalui Peraturan […]

  • Hari Perempuan Internasional Ke-109, DPPPA NTT Helat Aksi Kemanusiaan

    Hari Perempuan Internasional Ke-109, DPPPA NTT Helat Aksi Kemanusiaan

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional ke-109 pada Jumat, 8 Maret 2019; Pemprov NTT melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan aksi kemanusiaan berupa Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (IVA dan PAP SMEAR), dan Demo Kecantikan. Aksi Kemanusiaan tersebut diikuti oleh Ibu-Ibu Bahyangkari Polda NTT, […]

  • Ombudsman Ungkap Alasan LLDIKTI Tak Validasi Ribuan Beasiswa PIP

    Ombudsman Ungkap Alasan LLDIKTI Tak Validasi Ribuan Beasiswa PIP

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    LLDIKTI hanya mengurus PIP Perguruan Tinggi yang dibiayai APBN. Sedangkan kabupaten yang hendak memberikan beasiswa kuliah seperti Kabupaten TTU sepenuhnya tanggung jawab daerah masing-masing.   Kupang | LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang bertugas menyelenggarakan layanan administratif dan dukungan teknis bagi perguruan tinggi. […]

  • Gubernur Bali Paparkan Kebijakan  Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

    Gubernur Bali Paparkan Kebijakan Pariwisata Bali ke Konjen Tiongkok

    • calendar_month Jum, 23 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id | I Wayan Koster, Gubernur Bali menerima kunjungan Konjen Tiongkok, Gou Haodong yang didampingi dua orang stafnya di kediamannya ,Jayasaba Denpasar, Jumat (23/11/18). Gubernur Koster yang didampingi oleh Wakil Gubernur Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata A.A.Gd. Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya pada kesempatan tersebut […]

  • Ini Alasannya; FIM Asia SuperMoto Pilih Kota Kupang

    Ini Alasannya; FIM Asia SuperMoto Pilih Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 3 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kota Kupang patut berbangga karena dipilih oleh (Fédération Internationale Dear Motocyclisme) FIM Asia SuperMoto 2018 menjadi Tuan Rumah Putaran Ketiga Kejuaraan Asia SuperMoto yang akan dihelat dari 26—28 Oktober 2018; dibelakang Transmart Kupang, tepatnya di areal tanah milik Senator asal NTT, Paul Liyanto. Sejak Kota Kupang berdiri hingga sekarang; untuk pertama kalinya […]

expand_less