Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Prestasi Bupati Hary Nabit Diumbar, Rakyat Krisis Air Terabai

Prestasi Bupati Hary Nabit Diumbar, Rakyat Krisis Air Terabai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

Loading

Temuan media ini per Agustus 2025, kesulitan mengakses air bersih dirasakan oleh warga Kampung Pelas dan Lamba Desa Timbu dan Kampung Cia desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat.

 

Manggarai | Beberapa pekan yang lalu, Bupati Manggarai, Heribertus G. L Nabit, dengan lantang berpidato menyampaikan tentang pencapaiannya dalam memberikan akses layanan dasar bagi masyarakat Manggarai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber pada Senin, 22 Agustus 2025, Bupati Hery Nabit mengatakan bahwa akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti air bersih terus menunjukkan kemajuan karena cakupannya telah mencapai angka 86,08 persen.

Hal ini disampaikan Bupati dua periode tersebut dalam upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang berlangsung di Natas Labar Motang Rua, pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Namun, sayangnya pidato Bupati Hery Nabit tersebut justru tak selaras dengan jeritan warga Manggarai terhadap layanan air bersih yang masih menjadi masalah serius hingga saat ini.

Temuan media ini per Agustus 2025, kesulitan mengakses air bersih dirasakan oleh warga Kampung Pelas dan Lamba, Desa Timbu dan Kampung Cia Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat.

Kesulitan mengakses air bersih yang dialami warga tiga kampung dan dua desa di Kecamatan Cibal Barat tersebut dari indonesia merdeka hingga saat ini.

“Kami punya air PDAM ini sejak awal memang mengalir tidak stabil dan lancar. Terkadang satu kali dalam satu Minggu mengalirnya pada sore hari. Terkadang juga tidak mengalir,” ujar MS, ibu rumah tangga asal Kampung Pelas, Desa Timbu, yang enggan menyebutkan namanya.

Warga Kampung Pelas Kecamatan Cibal Barat saat menimba air bersih. Foto : Ferdy Daud

Untuk kebutuhan sehari-hari, ia dan anak gadisnya harus berjalan menempuh jarak kurang lebih satu setengah kilo meter menimba air di mata air yang ada sebalah selatan kampungnya dengan menggunakan jeriken berisi 5 liter.

“Kalau musim hujan tiba kami senang karena tidak pikir lagi setelah pulang kerja dari kebun harus pergi timba air lagi. Tetapi kalau musim kemarau seperti ini dengan rasa capenya kami setelah bekerja seharian di kebun harus pergi timba air lagi,” ucap MS.

“Ya, kalau airnya mengalir disyukuri, ya kalau pun tidak mau tidak mau harus pergi timba air di mata air sana. Saat ini saja air mengalir hanya pagi dan sore itu pun dalam satu Minggu terkadang satu atau dua kali saja jalanya,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan HM (31) seorang ibu rumah tangga di Kampung Pelas yang menyebutkan namanya mengatakan air PDAM di Kampung tersebut mengalir hanya pagi dan sore.

Ia menjelaskan, bahwa jika air berjalan pada pagi hari mereka tidak bisa menimba dikarenakan pada saat air mengalir mereka sudah berada di kebun.

“Ya, kami menimba air tunggu sore hari baru. Karena di pagi hari air mengalir sekitar pukul 08.00 atau pukul 09.00 Wita, itu kami sudah di kebun,” ungkap seorang ibu tiga anak itu.

Ia juga menyoroti keran air yang beberapa titik saja yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Jarak sekitar satu setengah kilometer. Sementara petugas, kata dia, enggan untuk menambahkan titik keran air.

“Satu keran air di bawah itu untuk beberapa rumah ini. Sekitar 6 atau 8 rumah karena dua rumah yang itu terkadang mereka timba air di keran yang ini terkadang di keran di sana,” terangnya.(*)

Sumber (*/Ragam + Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Potong Jari dan Awetkan Jenazah Suku Dani Papua

    Tradisi Potong Jari dan Awetkan Jenazah Suku Dani Papua

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Loading

    Tradisi Papua yang unik ini mungkin adalah satu – satunya tradisi yang hanya bisa kita jumpai di Papua dan tidak ada di wilayah Indonesia yang lain. Tradisi potong jari ini adalah tradisi yang biasanya dilakukan oleh suku Dani di Lembah Baliem. Pada tradisi ini, masyarakat suku Dani diharuskan untuk memotong salah satu jari tangan mereka […]

  • Serikat Pekerja PLN Gugat RUPTL 2025—2034, Terdapat Kesalahan Fundamental

    Serikat Pekerja PLN Gugat RUPTL 2025—2034, Terdapat Kesalahan Fundamental

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Loading

    Prof. Kamarullah juga menyoroti kelemahan prosedural dalam penyusunan RUPTL. Pemerintah masih menggunakan dasar hukum yang sudah kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki kekuatan mengikat.   Jakarta | Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034 sebagai tulang punggung energi nasional terancam batal pasca-pengajuan gugatan serius oleh Serikat Pekerja PLN (SP PLN). Dokumen krusial ini mendadak jadi sorotan […]

  • Festival Seni & Budaya TTS di Jakarta, Bupati Tahun Apresiasi Penyelenggara

    Festival Seni & Budaya TTS di Jakarta, Bupati Tahun Apresiasi Penyelenggara

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Lopo Billionaire Project menggelar Festival Seni & Budaya Timor Tengah Selatan (TTS), giat tersebut dihadiri oleh seluruh masyarakat TTS yang berada di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten; Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, M.T., M.M. turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut pada Minggu, 12 Januari 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/01/10/masyarakat-timor-di-jakarta-siap-helat-festival-budaya-tts/ Festival Seni […]

  • Moeldoko: “Tanpa Kaum Nasionalis, Negara Ini Bisa Ambruk”!

    Moeldoko: “Tanpa Kaum Nasionalis, Negara Ini Bisa Ambruk”!

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, tanpa peran dan keterlibatan kaum nasionalis, Negara Indonesia yang dibangun dengan susah payah bisa ambruk. Demikian dinyatakan Moeldoko dalam Dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam, dan TNI yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni GMNI di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Hadir sebagai narasumber selain Moeldoko antara lain adalah […]

  • Prabowo Setuju Iuran BPJS Naik, Pengeluaran Rakyat Membengkak!

    Prabowo Setuju Iuran BPJS Naik, Pengeluaran Rakyat Membengkak!

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Kebijakan kenaikan iuran ini juga mendapat dukungan pakar. Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai iuran memang harus naik bahkan sejak awal tahun 2025.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto memberi lampu hijau terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan dilakukan secara bertahap mulai 2026. Kebijakan ini tercantum dalam Buku II Nota Keuangan […]

  • Siapa Bermain Api di Omnibus Law?

    Siapa Bermain Api di Omnibus Law?

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Siapa bermain api di Omnibus Law? Sekarang lagi tren, hari ini, kemarin dan esok, semua sibuk membakar Omnibus Law. Omnibus, anda tahu? Itu adalah bus yang pertama kali diperkenalkan di Paris tahun 1820; itu bus yang bisa mengangkut begitu banyak orang, makanya disebut dengan Bus Omni atau Omni Bus. Kemudian, sejarahnya […]

expand_less