Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

Loading

Sumba Barat Daya, Garda Indonesia | Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diinisiasi para peneliti handal yang dijalankan di 7 (tujuh) kabupaten yakni di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya (SBD) berjalan dan mulai membuahkan hasil.

Panen Perdana Program TJPS dilaksanakan di Desa Weekombak, Kecamatan Webar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Sabtu, 14 Maret 2020, dihadiri oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Yohanes Oktavianus.

Untuk mengenal lebih detail tentang tujuan Program TJPS dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT, maka pada Sabtu, 14 Maret 2020 Sekitar pukul 15.11 WITA, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Miqdont Abola kepada media ini mengatakan bahwa Program TJPS dilaksanakan sejak tahun 2019 yang menyasar lahan kering seluas 2.400 hektar dan untuk meminimalkan angka kemiskinan.

“Konsep TJPS dilakukan sebagai implementasi atas hasil kajian tim ahli dari Balai Penelitian Terpadu Pertanian (BPTP) Provinsi NTT, Fakta di lapangan membuktikan bahwa saat petani mengikuti pendekatan TJPS maka hasil panen berbeda dengan pendekatan tradisional,” ungkap Miqdont.

Jagung Varietas Baru dan Unggul yang ditanam dalam Program TJPS

Mengenai tata kelola program TJPS, urai Miqdont, per petani harus mengelola luas lahan kering seluas 1 hektare (tak meski harus di satu lokasi) dengan menggunakan teknologi. “Secara manual, petani miskin di kantong-kantong kemiskinan hanya mengolah lahan kering maksimal seluas 20—25 are setahun. Dengan luas lahan tersebut maka hasil produksi jagung hanya berkisar 900 kg—1 ton saja, dan dengan kondisi tersebut (asumsi 1 rumah tangga terdapat 5 orang), data kita menunjukkan ketahanan pangan masih diragukan (tidak termasuk pendapatan yang harus disisihkan). Dari kondisi tersebut, maka diinisiasi konsep untuk mengintegrasikan produksi jagung dan sapi,” beber Miqdont.

Lanjut Miqdont, Mengapa Sapi? Karena Sapi merupakan bagian dari budaya petani Timor dan Sumba dan dari sisi ekonomi mempunyai peranan sangat penting untuk membangun ekonomi. Provinsi NTT memiliki banyak sapi, namun populasi dan distribusi kepemilikan hanya berada pada segelintir orang. “Sebagian besar petani memiliki banyak ternak sapi, namun semu, karena sapi tersebut kepunyaan orang lain,” ungkap Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

Bulir Jagung dari Varietas Baru dan Unggul

Tentang konsep TJPS, secara gamblang Miqdont menjelaskan, dalam 1 (satu) siklus panen, 1 Kepala Keluarga (KK) mengelola 1 (satu) hektar lahan kering yang mana biaya pengolahan tanah dari anggaran pemerintah dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk meringankan beban petani. “Kita patok produksi jagung harus sebanyak 5 (lima) ton per hektar. Dari 5 ton jagung, dialokasikan 1—1,5 ton untuk ketahanan pangan selama setahun, 3,5—4 ton dialokasikan untuk dijual kemudian dibelikan 1 (satu) ekor sapi dan masih menyisihkan dana tunai untuk simpanan petani,” urai Miqdont.

Dari kondisi tersebut, jelas Miqdont, dalam 1 (satu) siklus produksi, kita bisa merubah petani dari yang tidak aman pangan menjadi memiliki keamanan pangan, dan petani yang tidak memiliki sapi akhirnya memiliki sapi. “Ini yang mau terus kita lakukan, sehingga secara bertahap distribusi kepemilikan sapi bisa menjadi merata di tingkat masyarakat karena tidak mungkin pemerintah dapat membelikan sapi untuk masing-masing petani. Itulah konsep Tanam Jagung Panen Sapi,” ujar Miqdont seraya berkata jika lahan kering yang dimiliki petani memiliki sumber air, maka pemerintah membantu pompa air.

Foto bersama Pendamping dan Petani Program TJPS bersama hasil panen jagung

Sementara itu, Ketua Tim Ahli TJPS, Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si. menyampaikan bahwa tahapan penanaman jagung di Kabupaten Sumba Barat Daya dimulai pada November 2019 sehingga dapat memanen jagung pada Maret 2020. “Saat ini, di Kabupaten SBD melakukan panen perdana oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, namun sebelumnya dilaksanakan persiapan lahan, olah tanah termasuk pendampingan dan pelatihan, jadi harus ada internalisasi kepada petani sehingga petani paham tentang Program TJPS,” terang Tony Basuki.

Adi Rekrut Pendamping Program TJPS, jelas Tony, direkrut 800 orang pada Desember 2019 oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, dan terjaring 99 pendamping lalu dilatih dan mulai bekerja dengan langkah utama yakni “Calon Petani Calon Lahan (CPCL)” yang diarahkan oleh Dinas termasuk pendampingan non teknis termasuk dilatih ulang oleh Tim Ahli TJPS.

Adapun Tim ahli TJPS terdiri dari Ketua Tim dari BPTP NTT/Ahli Pertanian, Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si.; anggota, Dr. Ir. Evert Y. Hosang, M.Si (BPTP NTT/,Ahli Pertanian); Dr. Marten Mulik (Fapet Undana/ahli Peternakan); Dr. Ir. Twen Dami Dato (Fapet Undana/Ahli Ternak); Dr. Ir. Yohanis Ngongo, M.Sc (BPTP NTT/Ahli Sosial Ekonomi); Dr. Herry Kotta (Undana/Ahli Lingkungan); Ir. Debora KanaHau, M.Si (BPTP NTT/Ahli Peternakan); Ir. Bambang Permana, M.Si (Dinas Peternakan NTT); dan Dr. Bernard de Rosari, S.P., M.P. (BPTP NTT, Ahli Ekonomi Pertanian).

Hasil panen jagung varietas baru dan unggul dari Program TJPS di Kabupaten Sumba Barat Daya

“Kabupaten SBD dan Sumba Timur mulai menanam jagung pada November 2019, sedangkan sebagian besar kabupaten lain menanam pada awal Januari 2020 dan bakal memanen pada awal April 2020,” tutur Tony Basuki seraya berharap agar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dapat hadir saat panen pada di Kabupaten berikutnya karena merupakan salah satu program andalannya.

Sekitar 70 desa dilibatkan dalam Program TJPS di 7 (tujuh) kabupaten di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, urai Tony, merupakan komoditas kebanggaan orang NTT yakni jagung dan ternak sapi, namun saat ini bukan lagi menjadi komoditas komersial, namun hanya sekadar keamanan pangan (food security) petani NTT.

“Kondisi saat ini yang mana petani hanya asal tanam jagung saja dan tidak punya kebanggaan akan ternak sapi, maka kami membuat komitmen dengan petani yang mau menjalankan Program TJPS karena harus memproduksi 5 (lima) ton jagung hasil panen per 1 (satu) hektar lahan kering dengan menyiasati pola tanam sistem double track dan menggunakan varietas unggul baru yang dapat meningkatkan produksi di atas 30 persen,” ungkapnya.

“Awalnya banyak orang ragu terhadap Program TJPS, namun saat ini mulai menampakkan hasil layaknya panen di Kabupaten SBD,” pungkas Tony Basuki, Ketua Tim Ahli TJPS.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Tahun Program Kemitraan Wilayah di Poktan Kaifo Ingu, Ini Capaiannya

    Tiga Tahun Program Kemitraan Wilayah di Poktan Kaifo Ingu, Ini Capaiannya

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Kemitraan Wilayah (PKW) di Kelompok Kaifo Ingu dimulai pada tahun 2018 dan akan berakhir di Desember 2020, dengan sumber dana dari DIKTI dan PEMDA Kabupaten Kupang masing-masing sebesar Rp.300 juta dan Rp.600 juta. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/03/04/program-kemitraan-wilayah-wujudkan-agroeduwisata-di-kab-kupang/ Program Kemitraan Wilayah (PKW) dengan tema Membangun Model Agroeduwisata di Kabupaten Kupang merupakan […]

  • Anggaran Kemen PPPA Minim, Menteri Yohana:’Kerja Maksimal!’

    Anggaran Kemen PPPA Minim, Menteri Yohana:’Kerja Maksimal!’

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Komisi VIII DPR RI mengapresiaasi kinerja dan capaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) selama tahun 2018 mencapai 91%. Dalam rapat evaluasi pelaksanaan program /kegiatan dan anggaran tahun 2018 (Selasa,8/1/2019); berbagai isu terkini seputar perempuan dan anak juga disoroti anggota Komisi VIII DPR RI yang hadir, seperti perdagangan orang, kekerasan […]

  • Bupati Belu Bangga, KSP Kopdit Cendana Timor Lahir dari Rahim Kimbana

    Bupati Belu Bangga, KSP Kopdit Cendana Timor Lahir dari Rahim Kimbana

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 1Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH,Finasim menyatakan rasa bangga terhadap lahirnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Kredit (Kopdit) Cendana Timor Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Sebagai orang yang lahir di Halilulik, Naitimu, Tasifeto Barat, saya bangga, hari ini kita berdiri di sini, sudah […]

  • 11 Ribu Pejuang Eks Timtim Gapai Piagam Penghargaan & Pin Patriot Bela Negara dari Kementerian Pertahanan

    11 Ribu Pejuang Eks Timtim Gapai Piagam Penghargaan & Pin Patriot Bela Negara dari Kementerian Pertahanan

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) secara simbolis memberikan piagam penghargaan dan menyematkan pin patriot bela negara kepada 23 perwakilan eks pejuang Timtim di Stadion Haliwen, Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 4 November 2021; turut menyaksikan, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM, Sekda […]

  • Empat Alat Cuci Darah di RSUD Atambua Tak Terpakai, Manajemen Mengakui

    Empat Alat Cuci Darah di RSUD Atambua Tak Terpakai, Manajemen Mengakui

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gabriel Manek Atambua membenarkan empat unit Alat Cuci Darah (ACD) tidak terpakai sejak kurang lebih empat tahun. ACD tersebut belum bisa beroperasi lantaran adanya beberapa alasan teknis. Demikian diungkapkan Direktris dr. Batsheba Elena Corputty, MARS melalui Kepala bidang Pelayanan, Sipri Mali kepada Garda Indonesia saat ditemui […]

  • PLN Terus Hadirkan Listrik Andal Ramah Lingkungan di Nusa Tenggara

    PLN Terus Hadirkan Listrik Andal Ramah Lingkungan di Nusa Tenggara

    • calendar_month Sen, 16 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) terus tingkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah kerja provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melaksanakan proses pembangunan infrastruktur kelistrikan seperti saluran udara tegangan tinggi (SUTT), gardu induk, dan pembangunan pembangkit listrik. Pada tahun 2022, melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, PLN berhasil merealisasikan […]

expand_less