Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pupuk Bersubsidi Langkah di Manggarai, LPPKPD Siap Tempuh Jalur Hukum

Pupuk Bersubsidi Langkah di Manggarai, LPPKPD Siap Tempuh Jalur Hukum

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 25 Jan 2021
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Loading

Manggarai, Garda Indonesia | Di tengah usaha memerangi pandemi virus corona yang cukup membebankan, tampaknya masyarakat Manggarai, khususnya para petani juga dihadapkan dengan salah satu persoalan serius lainnya yaitu soal kelangkaan pupuk bersubsidi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua umum sekaligus pendiri Lembaga Pusat Pengkajian Kebijakan Pembangunan Daerah (LPPKPD), Heribertus Erik San dalam siaran pers yang diterima media ini pada Senin, 25 Januari 2021.

Menurut Ketua LPPKPD, masalah ini mestinya juga menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai. “Masalah kelangkaan pupuk akan sangat mempengaruhi produksi dan produktivitas hasil tani menurun, yang mengakibatkan pendapatan usaha tani merugi. Dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum selesai, tentunya masalah ini akan semakin menambah beban para petani,” ungkap Erik San.

Lebih lanjut, Erik San mengatakan pemberian pupuk bersubsidi pada dasarnya sangat membantu dalam hal mendongkrak produksi dan produktivitas pertanian para petani di Kabupaten Manggarai. Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. “Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6 T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu,“ urainya.

Meski demikian, imbuh Heribertus, pada kenyataannya keenam prinsip ini belum dijalankan maksimal di wilayah Manggarai. Hal itu pun mencakup soal kendala tepat waktu distribusi ke kelompok tani. “Persoalan yang kerap dihadapi petani adalah kelangkaan pupuk bersubsidi dan juga soal pendistribusiannya yang tidak tepat waktu. Masalah ini hampir terus dialami pada setiap musim tanam,” ungkapnya.

Ketua umum sekaligus pendiri Lembaga Pusat Pengkajian Kebijakan Pembangunan Daerah (LPPKPD), Heribertus Erik San

Dibeberkan Heribertus, pada musim tanam Januari 2021 misalnya, para kelompok tani di wilayah Kecamatan Wae Ri’i mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi, terkhusus Pupuk Poska dan SP-36. Beberapa kelompok tani di Wilayah Kecamatan Wae Ri’i yang mengeluhkan kelangkaan ini di antaranya kelompok tani Wela Woja, Wae Nggori, dan beberapa kelompok tani di Wilayah Kecamatan Wae Ri’i lainnya.

“Masalah ini juga dikeluhkan oleh Asosiasi Petani Simantri Wae Ri’i yang diketuai oleh Robertus Jelahu,” tegas Heribertus.

Menyikapi persoalan tersebut, Heribertus Eriksan menegaskan, Lembaga LPPKPD tentunya tidak akan tinggal diam untuk mendorong dan mendesak pemerintah agar memberi respons cepat dan mengecek apakah jumlah pupuk bersubsidi tersebut memang kurang atau ada permainan sejumlah elite dibaliknya.

Pemerintah, imbau Heribertus, perlu bersikap tegas dengan memanggil para distributor dan pihak terkait lainnya yang bertanggung jawab dalam hal pengadaan pupuk bersubsidi tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa pengaturan penyaluran pupuk bersubsidi ini memang sudah tertuang dalam peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020. Kedua aturan tersebut menjelaskan syarat, tugas, dan tanggung jawab produsen, distributor serta penyalur atau pengecer.

Karena itu, Heribertus menegaskan bahwa Lembaga LPPKPD siap mengadvokasi masalah ini. “Sebagai LSM yang memiliki bidang kegiatan advokasi untuk peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan kepada masyarakat, Lembaga LPPKPD siap hadir mendampingi kelompok tani. Bahkan ke depan, Lembaga LPPKPD siap untuk menempuh jalur hukum dan melaporkan masalah ini ke aparat penegak hukum (APH) apabila ditemukan ada unsur penyelewengan dalam sistem distribusi pupuk bersubsidi ini,” tegasnya.

Langkah seperti ini, tandas Heribertus, memang terpaksa dilakukan agar persoalan yang ada bisa menemui titik terang yang pasti dan sedapat mungkin menjawab keresahan masyarakat dibalik kelangkaan yang terjadi. “Karena masalah ini terkait hajat hidup orang banyak. Apalagi hampir 80 persen masyarakat Manggarai itu petani semua. Jadi kalau pupuknya tidak tersedia tentunya juga mempengaruhi produktivitas hasil tani dan petani pasti rugi. Hal ini tentunya sangat penting dan mesti diwaspadai,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis media ini dari Heribertus Erik San, pada tahun 2020, Lembaga LPPKPD ini telah menerbitkan buku Kajian Program Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) Pemerintah Daerah Manggarai yang diluncurkan secara resmi di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai pada tanggal 27 Juli 2020. Buku ini secara khusus membahas  implementasi program pertanian Simantri di Manggarai dan strategi inovasi, termasuk masalah pupuk.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/jivan)

Foto utama oleh serayunews.com

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persarai Sabu Raijua vs Persim Manggarai, Siapa Pulang Kampung?

    Persarai Sabu Raijua vs Persim Manggarai, Siapa Pulang Kampung?

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | 8 (delapan) tim Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI akan berjuang maksimal meraih tiket 4 (empat) besar atau semifinal. Sebelumnya, pada Liga 3 ETMC tahun 2019 di Malaka, tuan rumah PS Malaka menempati posisi pertama diikuti Persamba Manggarai Barat di posisi kedua. 8 tim liga 3 ETMC XXXI 2022 […]

  • Kementerian PPPA Perkuat Fungsi UPTD PPA Guna Tangani Kasus Kekerasan

    Kementerian PPPA Perkuat Fungsi UPTD PPA Guna Tangani Kasus Kekerasan

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian PPPA mendapat tambahan fungsi sebagai penyedia layanan rujukan akhir bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Sedangkan penyedia layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di daerah dilakukan oleh Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang merupakan bentukan pemerintah daerah sebagai amanat UU No. 23 Tahun 2014 […]

  • JNE Kupang Vaksinasi Karyawan & Masyarakat, Lurah Merdeka Apresiasi

    JNE Kupang Vaksinasi Karyawan & Masyarakat, Lurah Merdeka Apresiasi

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Salah satu warga Sumba Barat Daya, Merlis Ratu Edo berkesempatan mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dihelat oleh JNE Kupang pada Jumat, 27 Agustus 2021. Perempuan muda berprofesi sebagai PNS di Dinas PUPR Sumba Barat Daya ini memperoleh informasi dari temannya yang bekerja JNE. “Kebetulan saya sementara mengambil cuti dan berada di Kota […]

  • Anugerah ASN 2020 Dihelat dengan Tiga Kategori

    Anugerah ASN 2020 Dihelat dengan Tiga Kategori

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali dihelat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di tahun 2020. Pelaksanaannya ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 131/2020 tentang Anugerah ASN Tahun 2020. Ajang Anugerah ASN merupakan penghargaan bagi ASN sebagai individu maupun organisasi yang telah memberikan kontribusi luar biasa dan secara […]

  • Dialog Kebangsaan IMO Indonesia ‘Pers Pemersatu Bangsa’

    Dialog Kebangsaan IMO Indonesia ‘Pers Pemersatu Bangsa’

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia pada Sabtu siang, 16 November 2019 menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Pers Pemersatu Bangsa” di Gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Jakarta. Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail mengatakan tujuan diadakannya dialog tersebut tiada lain untuk meneguhkan peran dan fungsi pers sebagai perekat bangsa. “Sesuai dengan tema dialog […]

  • Warga Empat Desa di Manggarai Demonstrasi Bisu Jalan Rusak

    Warga Empat Desa di Manggarai Demonstrasi Bisu Jalan Rusak

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Loading

    Kerusakan jalan ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga kesulitan mengakses ke kota untuk menjual hasil pertanian seperti kopi, kemiri, dan kakao.   Manggarai | Demonstrasi sebagai bentuk ekspresi politik dan sosial merupakan fenomena penting dalam dinamika masyarakat modern. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, peran partisipasi masyarakat sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan dan […]

expand_less