Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » “Reshuffle Kabinet” Prabowo Ngamuk dan Direksi BUMN, Apa Relevansinya?

“Reshuffle Kabinet” Prabowo Ngamuk dan Direksi BUMN, Apa Relevansinya?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 28 Apr 2021
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Kabarnya usulan eksekutif tentang perubahan nomenklatur Kemenristek dan Kemendikbud serta Kementerian Investasi sudah disetujui oleh DPR. Lalu sempat ada “keramaian” berturut-turut soal jajaran direksi dan komisaris di BUMN. Bahkan beritanya heboh soal sampai Prabowo ngamuk-ngamuk, katanya. Hmm…

Aroma reshuffle kabinet makin tercium jelas. Kapan dan siapa jadi isu utamanya. Perbincangan publik soal itu pun ramai, dan tentu saja tak kalah ramai adalah lobi-lobi politik di kamar terang maupun di ruang-ruang gelap.

Ya, tak salah lagi, semua aktor dan kekuatan politik sudah bergerak menyiapkan kuda-kudanya masing-masing, untuk apa? untuk apa lagi kalau bukan menyongsong Pemilu 2024 yang “cuma” tinggal 3 tahun lagi.

Jangan lupa juga bahwa pra Pemilu 2024 ada even politik besar di tahun 2022 (tahun depan). Ada apa memangnya? Tahun 2022—2023 adalah tahun di mana sekitar 200-an kepala daerah akan habis masa tugasnya dan bakal digantikan oleh para Pelaksana Tugas (Plt) atau Pejabat (Pj) yang ditunjuk langsung oleh Presiden via Kemendagri.

Konstelasi politik Indonesia akan tetap dinamis dan cenderung panas. Tentang siapa pengganti Presiden Joko Widodo menjadi tema sentral. Plus isu derivatifnya, siapa menteri yang diganti? diganti oleh siapa? Siapa dirjen baru? Siapa Direktur dan Komisaris yang baru di BUMN yang strategis? Dan seterusnya. Itu semua jadi “rebutan” para aktor politik.

Kita semua maklum bahwa kontestasi Pilpres, Pileg maupun Pilkada tentu membutuhkan Pil Kuat (amunisi finansial) yang tidak kecil dosisnya. Itu penting bagi semua aktor politik yang mengincar kursi-kursi jabatan. Kursi jabatan itu berarti pemegang mandat kekuasaan.

Tinggal pertanyaannya adalah, kekuasaan itu bakal dipakai untuk apa? Pertanyaan inilah yang mesti jadi titik acuan semua konstituen (pemilih) di seluruh Indonesia.

Ingatlah, setiap kita sebagai pemilih saat memasuki bilik suara adalah pemegang mandat kekuasaan itu. Saat memasuki bilik suara kekuasaan itu masih ada di tangan kita masing-masing. Namun, begitu kita keluar dari bilik suara, kekuasaan itu sudah berpindah ke tangan mereka yang menang dalam penghitungan suara.

Ada dua arus besar. Pertama, mereka yang berkontestasi dalam pemilu dengan orientasi kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Sebut saja kontestan egois. Pewaris nilai-nilai orba.

Atau yang kedua, mereka yang ikut kontestasi lantaran memang murni demi tujuan memperbaiki sistem politik, artinya demi kesejahteraan rakyat banyak. Kontestan altruis. Reformis sejati.

Kontestan egois akan senantiasa berisik dengan mengklaim dirinya sebagai praktisi politik yang paling berpengalaman dan paling realistis, begitu klaimnya. Sekaligus mereka menuduh kontestan altruis sebagai politikus idealis, masih hijau dan naif.

Voters (pemilih) bisa mulai membaca perilaku politik dari para aktor politik seperti itu dari sejak sekarang. Lihat dan perhatikan rekam jejak mereka. Mana yang selama ini sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat? Contoh paling nyata adalah soal transparansi anggaran misalnya.

Mana politisi dan parpol yang telah diberi kepercayaan oleh rakyat dan secara konsisten mau memperjuangkan transparansi anggaran? Biasanya ia yang jadi bulan-bulanan politisi serta parpol gaek pewaris nilai-nilai orba. Mana politisi serta parpolnya yang pernah ngamuk-ngamuk, ngambek bahkan walk-out saat sidang di parlemen lantaran usulan bancakan anggaran jumbonya dikritisi terus oleh politisi atau parpol muda dan idealis itu?

Kemudian Pemda mana yang telah menayangkan rincian anggaran APBD di laman resmi pemda sampai detail harga satuan? Itu bukti paling sederhana dan sangat praktis. Kalau Pemda di tempat Anda belum menyajikan secara transparan pengelolaan APBD-nya secara detail (sampai satuan ketiga) di laman resminya, maka tagih terus. Sambil amati reaksi serta perilaku politik mereka. Apakah ada itikad baik, atau hanya berdalih menunda-nunda dengan motif yang licik?

Kita hanya mau mengajak masyarakat luas untuk tidak “buta-politik”.

Lantaran seperti kata Bertolt Brecht, buta terburuk adalah buta-politik. Di mana akibat tidak peduli pada politik yang terjadi adalah orang-orang jahat yang bakal terus berkuasa secara semena-mena.

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (perkoncoan, politik dinasti) tak putus-putusnya dilakoni tanpa rasa malu dan tanpa sungkan-sungkan lagi. Para politisi busuk seperti ini memang sudah putus urat malunya. Aji mumpung jadi mantra ilmu hitam mereka. Misalnya saja, kita sempat dengar kabar tentang sebuah RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah, milik pemerintah!) yang seenak udelnya diganti namanya dengan abreviasi (singkatan) dari nama kepala daerahnya yang sedang berkuasa.

Bukannya dengan mengangkat nama pahlawan daerahnya yang lebih layak dan lebih lazim. Ini malahan mau bikin tugu (monumen) jasa palsu yang mengumbar namanya sendiri. Benar-benar sudah tidak tahu malu lagi! Soal ini tentu saja para kroni pejabat itu akan seperti anjing herder yang akan terus menggonggong membela juragannya. Right or wrong he is my juragan. Memang herder selalu lebih galak dari pada tuannya. Hiks!

Presiden Joko Widodo pernah bilang bahwa beliau – dalam masa jabatan di periode keduanya – sudah tidak punya beban lagi. Tentu kita membacanya bahwa yang dimaksud dengan “beban” itu adalah semacam tekanan-tekanan politik dari para aktor politik lainnya yang bisa mendistorsi keputusan politiknya sebagai pemegang mandat eksekutif tertinggi.

Waktunya sudah tidak panjang lagi, sisa tiga tahun saja. Sisa waktu yang bisa dimanfaatkannya untuk menanamkan suatu tradisi politik baru. Politik yang bersih, politik yang bebas aroma dagang sapi (transaksional).

Reshuffle Kabinet adalah salah satu tonggak penting untuk menorehkan legacy tentang politik baik itu. Kocok ulang (reshuffle) saja! Tak usah pedulikan mereka yang ngamuk-ngamuk, atau mereka yang dengan licik memainkan peran musuh dalam selimut.

Sikat saja Pak!

Senin, 26 April 2021

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama (*/ilustrasi/sindonews)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teman Sejatiku Kembali Pulang Berkat AFRO Farm Ayam KUB

    Teman Sejatiku Kembali Pulang Berkat AFRO Farm Ayam KUB

    • calendar_month Sel, 10 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Kisah sederhana, namun bermakna ini tak luput dari bayang respons naluri menulisku. Tak hanya hal luar biasa yang bisa kita torehkan dalam sebuah tulisan, namun sebuah penggalan kisah sederhana pun patutnya kita toreh lalu isi dalam ruang tulisan digital yang menghabiskan 2/3 waktu kita setiap hari (termasuk waktu tidur). Kisah ini […]

  • SURYANATA Desak Copot Kasatpol PP Samarinda, Dampak Keroyok 8 Mahasiswa

    SURYANATA Desak Copot Kasatpol PP Samarinda, Dampak Keroyok 8 Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Samarinda, Garda Indonesia | Bermula dari aksi brutalisme ratusan Satpol PP menyerbu 8 aktivis saat diskusi dan ngopi, Aliansi Suara Rakyat Nusantara (SURYANATA) mendesak agar segera mencopot Kepala Satpol PP Samarinda dari Jabatannya serta oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut. “Kami tidak membenarkan tindakan kejahatan tidak berperi kemanusiaan tersebut, karena telah melanggar dari norma […]

  • Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025—2034, PLN Siap Laksanakan

    Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025—2034, PLN Siap Laksanakan

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Diproyeksikan sebanyak 1,7 juta lapangan kerja baru akan tercipta melalui RUPTL terbaru ini, yang terdiri dari 836 ribu tenaga kerja di sektor pembangkitan dan 881 ribu di sektor transmisi serta gardu induk.   Jakarta | PT PLN (Persero) siap melaksanakan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2025—2034 demi meningkatkan investasi, menyerap tenaga kerja dan memperkuat […]

  • Kejagung Tembak Jatuh Drone Melintasi Gedung Bundar JAM Pidsus

    Kejagung Tembak Jatuh Drone Melintasi Gedung Bundar JAM Pidsus

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Sehubungan adanya informasi sebuah drone yang melintas area Kantor Kejaksaan Agung pada Rabu malam, 5 Juni 2024, Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengonfirmasikan bahwa kejadian itu fakta atau benar adanya dan bukan yang pertama kalinya terjadi. “Sebagai informasi, tim keamanan dalam (Kamdal) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan dengan menembak jatuh drone yang terbang liar atau […]

  • Enam Dubes Negara Sahabat Ingin Kerja Sama Majukan Indonesia

    Enam Dubes Negara Sahabat Ingin Kerja Sama Majukan Indonesia

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Enam duta besar (dubes) luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara-negara sahabat menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 2 Maret 2022. Para dubes pun menyampaikan keinginan dan rencana mereka untuk meningkatkan lebih jauh hubungan bilateral antara negaranya dengan Indonesia. Duta Besar LBBP Kerajaan […]

  • PLN UPK Flores Tanam Ratusan Pohon Perindang di Pusat Pembangkit Listrik

    PLN UPK Flores Tanam Ratusan Pohon Perindang di Pusat Pembangkit Listrik

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-NTT, Garda Indonesia | Aksi nyata peduli lingkungan sekitar dibuktikan dengan penanaman pohon oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Flores dengan melibatkan seluruh pegawai di Unit Pusat Listrik Maumere–Wolomarang selama bulan Juni 2020. Aksi yang digelar dengan tajuk “Jumat Bersih” tersebut bertujuan untuk mewujudkan kawasan hijau (Go Green) di sekitar kawasan pembangkit tersebut ditanami […]

expand_less