Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » SPK Berbagi Ilmu dengan Ratusan Kader GMKI Kupang

SPK Berbagi Ilmu dengan Ratusan Kader GMKI Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 10 Okt 2024
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang | Calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) mengatakan, ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pertama, seorang pemimpin harus mudah dipimpin, kedua harus mudah diakses dan ketiga harus bisa membaca tulisan di punggung orang.

Hal ini disampaikan Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi kepada ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, di sekretariat mereka, Selasa malam, 8 Oktober 2024.

“Kalau mau menjadi seorang pemimpin itu dia harus memiliki tiga kriteria yakni dia bisa dipimpin. Jangan sampai dia hanya mau memimpin lalu tidak mau dipimpin. Yang kedua dia harus bisa diakses. Jangan sampai dia sulit diakses oleh rakyat. Yang ketiga dia harus bisa membaca tulisan di punggung orang lain karena dia harus peka terhadap apa yang menjadi keinginan rakyat,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

Membangun NTT ke depan, kata Simon Petrus Kamlasi, harus melibatkan semua komponen yang ada termasuk mahasiswa di dalamnya. Mahasiswa harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menemukan ide-ide cemerlang.

“Mahasiswa yang tergabung dalam GMKI harus bisa memberi warna dalam derap pembangunan bangsa dan NTT pada khususnya. Karena itu jadilah teladan dalam berbagai hal, minimal hindari menjadi masalah bagi pembangunan daerah. Belajarlah memutuskan sesuatu yang strategis dari hal kecil yang kalian kerjakan,” ujarnya.

Simon Petrus Kamlasi menyampaikan apa yang hendak dia lakukan ketika nanti jadi gubernur NTT. Dia ingin petani harus panen dua kali dalam setahun. Dia ingin masa produksi petani bertambah. Bagaimana petani bisa memperoleh penghasilan yang membuat hidupnya sejahtera lewat pertanian maupun peternakan. Itu semua bisa terwujud jika persoalan air bisa diselesaikan. Dia juga ingin agar di setiap 60 hektar lahan pertanian akan ada satu industri olahan untuk pakan ternak sehingga hasil pertanian dari masyarakat telah memiliki pasar tetap.

“Persoalan utama kita sebenarnya adalah air. Kita punya sumber air tapi itu ada di bawah lembah dan di bawah tanah. Bagaimana air itu sampai ke kebun masyarakat, saya ahlinya. Kita kuasai teknologi itu. Kalau petani hanya menunggu musim hujan maka tahun depan saat saya sudah jadi gubernur, kita mulai tanam dua kali. Musim panas kita tanam dengan sistem irigasi tetes. Nanti kita upayakan agar air hujan tidak semua masuk laut. Kita buat banyak embung untuk menahan air supaya tidak langsung masuk ke laut dan tidak banjir. Saya pikir, ikan di laut juga tidak butuh air tawar. Kita bicara banyak tentang pertanian dengan peralatan yang modern tapi kalau tidak ada air maka kita tidak bisa menanam. Demikian juga, kita bicara banyak tentang kesehatan, kalau ibu dan anak saja masih sulit mengakses air bersih maka stunting akan tetap menghantui generasi masa depan,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

Dia juga mengatakan, NTT memiliki komoditi lokal yang bisa dikelola untuk meningkatkan pendapatan rakyat dan peningkatan PAD bagi daerah. Dia mengatakan ada 4 (empat) komoditi lokal yang akan dikelola secara baik yakni Jeruk Keprok TTS, Mangga Kelapa dari Alor, Pisang Barangan dari Ende dan Alpukat dari Maumere dan TTS. Semua komoditi ini belum dikelola secara maksimal, padahal memiliki potensi luar biasa bagi peningkatan ekonomi bagi NTT. Untuk itu sentuhan teknologi akan dilakukan sehingga komoditi lokal yang ada, tidak terbuang sia-sia.

“Kita mau ada pabrik untuk kita buat minuman kaleng dari jeruk di TTS. Kita mau ada pabrik olahan untuk pisang barangan dari Ende. Apakah itu untuk minuman atau olahan lain yang punya nilai ekonomi tinggi. Demikian juga dengan mangga kelapa dari Alor. Coba bayangkan, jika di masing-masing wilayah ada pabrik olahannya maka di situ terbuka lapangan kerja yang banyak untuk anak-anak kita. Mereka tidak perlu lagi harus pergi jadi TKW di luar negeri atau jadi pekerja di luar NTT. Kalau di setiap 60 hektar lahan pertanian ada industri olahan untuk kita bikin pakan ternak. Ada industri olahan untuk Jeruk Keprok, Alpukat, Mangga Kelapa, Pisang barang dan lain-lain, bisa dibayangkan efek dominonya luar biasa bagi peningkatan ekonomi NTT. Kita belum bicara tentang potensi kelautan kita. Kita akan bangun tambak garam yang bisa berkontribusi untuk pemenuhan kebutuhan garam nasional dan itu akan membuka peluang kerja bagi puluhan ribu orang. PAD kita juga tentu akan meningkat tajam,” pungkas Simon Petrus Kamlasi.

Ketua GMKI Cabang Kupang, Florit Tae, pada kesempatan tersebut memaparkan apa saja yang menjadi kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa. Ia menyoroti pentingnya kampus menyediakan fasilitas dan ruang yang memadai untuk pengembangan diri mahasiswa. Florit juga menekankan bahwa sebagian besar mahasiswa yang bergabung dalam GMKI Cabang Kupang berasal dari latar belakang ekonomi lemah dan wilayah pedesaan sehingga sangat membutuhkan perhatian pemimpin daerah.

“Mahasiswa memerlukan perhatian lebih dari pemimpin daerah agar mereka merasakan dukungan yang nyata untuk masa depan mereka. Karena itu kami menitipkan banyak harapan agar ketika bapak memimpin NTT ada kemudahan yang diperolah mahasiswa. Banyak hal yang ingin kami sampaikan tapi itu semua sudah kami isi dalam map ini dan izinkan kami menyerahkannya kepada bapak,” tutup Florit. (*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Flores Makin Andal, PLN Tambah Kapasitas PLTD Mautapaga Ende

    Listrik Flores Makin Andal, PLN Tambah Kapasitas PLTD Mautapaga Ende

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Flores, seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan energi.   Ende | Komitmen PT PLN (Persero) untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan listrik bagi masyarakat di Pulau Flores semakin nyata. Melalui Unit Induk Wilayah NTT, PLN menambah kapasitas pembangkit sebesar 5,5 MW (Megawatt) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel […]

  • Gubernur Viktor: ‘Pendidikan Berkarakter Kristus Lebih Penting!’

    Gubernur Viktor: ‘Pendidikan Berkarakter Kristus Lebih Penting!’

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat – Gubernur NTT menegaskan bahwa kekuatan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja yang adalah sumber hikmat penuh inovatif dan progresif harus selalu menjadi inspirasi utama dalam diri setiap jemaatNya. Termasuk dalam pembangunan fisik rumah ibadah. “Diperlukan landasan iman yang kokoh berdasarkan pengetahuan dan pengenalan yang benar terhadap karakter dan […]

  • Kompor Listrik Praktis, Testimoni dari Bhayangkari Sumba Timur

    Kompor Listrik Praktis, Testimoni dari Bhayangkari Sumba Timur

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Ketua Bhayangkari Cabang Sumba Timur, Ny. Dayu Gede Harimbawa, mengapresiasi inisiatif PLN, mengenalkan kepada ibu-ibu Bhayangkari praktisnya kompor listrik.   Waingapu | PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang electrifying lifestyle, gaya hidup modern yang memanfaatkan listrik dalam kegiatan sehari-hari. Kali ini, PLN menyasar para Ibu Bhayangkari Cabang […]

  • Status Warga Negara Agnes Mo? Ditjen Imigrasi Perlu Lakukan Pengecekan

    Status Warga Negara Agnes Mo? Ditjen Imigrasi Perlu Lakukan Pengecekan

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Hikmahanto Juwana “Karena saya sebenarnya tidak memiliki darah Indonesia sama sekali. Jadi saya sebenarnya adalah orang Jerman, Jepang dan China. Saya hanya lahir di Indonesia,” ungkap Agnez Mo yang mengejutkan khalayak publik saat Agnez Mo menjalani wawancara eksklusif bersama Kevan Kenney diundang di studio BUILD Series. (Kutipan dari laman m.merdeka.com) Ungkapan wawancara Agnes Monica […]

  • Menteri Bintang Ajak Wujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Ramah Anak

    Menteri Bintang Ajak Wujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Ramah Anak

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu); pada Jumat, 11 September 2020, melaksanakan Penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tahun 2020 yang Ramah Anak. Menteri PPPA, Bintang Puspayoga […]

  • Cuaca Hambat Suplai BBM di Labuan Bajo, Pertamina Tambah Titik Suplai

    Cuaca Hambat Suplai BBM di Labuan Bajo, Pertamina Tambah Titik Suplai

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Kendala distribusi BBM ini sebagaimana diinformasikan sebelumnya disebabkan oleh keterlambatan kapal tanker pengangkut BBM yang disinyalir adanya kendala cuaca ekstrem.   Labuan Bajo | Beberapa pekan terakhir terjadi kendala distribusi BBM di Labuan Bajo dan beberapa daerah sekitarnya. Atas kendala ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah melaksanakan mitigasi dengan melaksanakan penambahan titik alih suplai yang […]

expand_less