Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Ahmad Sururi

Melihat Gus Yahya membawa NU ke dalam pusaran politik membuat kita, nahdliyin akar rumput ini mengelus dada. Bukan bermaksud su’ul adab atau kumeruah. Tapi manuver politik Gus Yahya memang membahayakan NU. Dengan asas kecintaan inilah, semoga saja pendapat dari orang daif ini tak salah dipahami.

Saya Ahmad Sururi, bukan ulama kondang atau tokoh besar dalam struktur NU. Hanya orang kecil, ilmunya sedikit. Satu kalimat saja ndak penuh.

Kegelisahan saya ini adalah juga kegelisahan orang banyak. Mereka yang tumbuh dan hidup dalam napas ke-NU-an. Tidak mencari hidup dari NU. Tapi berupaya sebisa mungkin menghidupkan NU.

Orang-orang kecil yang memiliki daya upaya kecil. Modalnya ikhlas dan telaten.

Melihat NU hari ini, saya sampai malu dan terpaksa menyebutnya sudah seperti perusahaannya Jokowi. Gus Yahya menjadi CEO dan Jokowi menjadi komisarisnya.

Apa pun perintah komisaris, CEO harus patuh. Karena komisaris punya saham cukup besar. Dia bisa melengserkan CEO dengan hanya bersiul kecil. Setidaknya sampai Oktober 2024.

Jokowi memang punya andil besar menempatkan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. Tapi yang harus disadari, NU itu bukan lagi partai politik. Tidak pantas ikut bermain politik dagang sapi.

NU ya jam’iyyah. Tugasnya menjadi jembatan antara pemerintah dan umat. Bukan menjadi perpanjangan tangan penguasa. Atau amit-amit, malah jadi pesuruhnya penguasa.

Ada banyak kabar yang masuk ke telinga saya. Tentang mobilisasi struktural NU. Ada nama Khofifah disebut. Dasarnya, dia diancam dengan kasus hukum. Khofifah tinggal dorong sedikit sudah pasti masuk.

Maka dia terpaksa bergerak. Tapi itu kan urusan pribadi. Jangan bawa-bawa NU. Salah sendiri terperosok.

Kalau Gus Ipul dasarnya kesepakatan dengan komisaris tadi. Makanya suara Gus Ipul keras sekali kampanyenya. Kalau tidak membawa nama NU ndak masalah. Tapi “nyales” begitu pakai embel-embel NU kok ya ndak pantes rasanya.

Memang sudah dibantah PBNU, katanya itu pernyataan pribadi. Lah kok bisa? Bagaimana bedainnya? Wong dia ndak cuti kok dari struktur.

Kecuali mau non-aktif dulu sebelum ngomong begitu ya monggo.

Orang-orang ini harus diingatkan. Jangan nyari makan dari NU. Karena malati. Mbebayani. Apalagi sampai merugikan NU. Ini soalnya doa wali Mbah Kholil Bangkalan, “ya Jabbar, ya Qohhar…”

Belakangan memang, beberapa orang non-aktif dari NU. Tapi itu dilakukan sesudah kegelisahan orang memuncak. Sesudah ada banyak protes. Sesudah memobilisasi massa.

Lah kok enak banget?

Kondisi inilah yang harus segera dihentikan. Gus Yahya harus diingatkan, langkah politiknya berbahaya. Sebesar apa pun jasa Jokowi, dia tidak pantas menyetir NU.

Dan menurut hemat saya, dalam hal ini hanya Gus Mus yang bisa memberikan nasehat. Karena yang lain mungkin ndak bakal didengar.

Sampai hari ini saya menganggap Gus Mus salah satu pasak bumi Indonesia yang masih tersisa.

Contoh dari Gus Mus terang dan patut ditiru. Ketika beliau menolak jabatan Rois Aam NU. Bukan karena tak pantas, tapi karena akhlak beliau yang luhur, seperti yang dicontohkan gurunya, Kyai Ali Maksum. Meskipun akhirnya Kyai Ali akhirnya dipaksa oleh banyak ulama dan menerimanya.

Ulama dulu begitu tinggi akhlaknya. Mereka menolak jabatan, karena tanggung jawabnya berat. Bukan seperti ulama sekarang yang berebut jabatan. Bahkan sampai-sampai disponsori penguasa. Dan memakai politik uang.

Itu aib. Tapi dilakukan dengan tanpa merasa berdosa. Maka ketika menjabat, perintah pemodal jadi agenda utama. Padahal NU bukan perusahaan.

Gus Mus, Panjenengan harus turun gunung. Situasinya sudah gawat. Jewer kupingnya Gus Yahya. NU lebih penting untuk diselamatkan. Jangan mengekor perintahnya Jokowi.

Mohon ingatkan Gus Yahya terhadap wejangan Gus Dur, “Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian.”

Kalau nanti Gus Yahya melawan perintah Jokowi dan dilengserkan, ya ndak apa-apa. Daripada kualat sama NU.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layak Jadi Kapolri, Komjen Listyo Prabowo Gapai Dukungan Oji AMS Banten

    Layak Jadi Kapolri, Komjen Listyo Prabowo Gapai Dukungan Oji AMS Banten

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Pandeglang, Garda Indonesia | “Estafet kepemimpinan di institusi Polri, beralih saat Jenderal Polisi Drs Idham Ajis,M.Si memasuki masa pensiun dan  Presiden Jokowi telah memilih mantan Kapolda Banten yang sekarang menjabat Kabareskrim Polri, Komjenpol Listyo Sigit Prabowo sebagai penggantinya, tentunya ini sangat membanggakan bagi kami khususnya pemuda Banten,“ ungkap Koordinator perwakilan AMS Banten Oji Fachruroji, S.H., […]

  • Persara Sabu Raijua Lolos 8 Besar Liga ETMC XXXI Lembata

    Persara Sabu Raijua Lolos 8 Besar Liga ETMC XXXI Lembata

    • calendar_month Sel, 20 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | Tim sepakbola Persara Sabu Raijua dipastikan lolos ke babak 8 besar Liga 3 El Tari  Memorial Cup (ETMC) XXXI tahun 2022, di kabupaten Lembata, usai unggul atas Tim Platina FC 1:0 pada Selasa sore, 20 September 2022 di lapangan Polres Lembata. Adapun 8 (delapan) tim yang melaju ke babak 8 besar […]

  • Bupati Mandailing Natal Undur Diri, Kemendagri Akan Pelajari Alasannya

    Bupati Mandailing Natal Undur Diri, Kemendagri Akan Pelajari Alasannya

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Dalam Negeri akan mempelajari surat pengunduran diri Dahlan Hasan Nasution dalam jabatannya sebagai Bupati Mandailing Natal. Komunikasi juga akan terus dijalin dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan melakukan pemanggilan dalam hal alasan mundur yang kurang tepat. “Kita pelajari dan panggil yang bersangkutan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami akan Komunikasikan […]

  • Heroik Lomba Gerak Jalan 17 Kilometer di Batas RI—Timor Leste

    Heroik Lomba Gerak Jalan 17 Kilometer di Batas RI—Timor Leste

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Semangat pun terpancar dari wajah-wajah peserta lomba gerak jalan 17 kilometer, barisan berdiri tegap rapi sembari dilepas Bupati Belu pada siang pukul 13:00 Wita (1 siang) hingga finis pada pukul 21:00 Wita (9 malam).   Atambua l Bupati Belu,  Wilibrodus Lay, S.H. didampingi istri Ny. Vivi Lay, membuka serempak gerak jalan sejauh 17 kilometer untuk […]

  • Kisah Putri Keluarga Kaya Raya Bos Djarum Pilih Jadi Biarawati

    Kisah Putri Keluarga Kaya Raya Bos Djarum Pilih Jadi Biarawati

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Loading

    Harta berkelimpahan dari usaha rokok Djarum dan Bank Central Asia (BCA), bergeming keputusan cucu keluarga bos Djarum Robert Budi Hartono ini untuk hidup membiara, menjadi biarawati Katolik.   Jakarta | Menjadi biarawati Katolik, berarti mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Tidak menikah, dan meninggalkan harta benda. Biasanya, seseorang yang lahir dari keluarga dengan kekayaan melimpah akan […]

  • Kado HUT Ke-78 RI, PLN Resmikan Listrik 4 Desa & 14 Dusun di NTT

    Kado HUT Ke-78 RI, PLN Resmikan Listrik 4 Desa & 14 Dusun di NTT

    • calendar_month Kam, 17 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Golo Mori, Garda Indonesia | Memperingati Hari Kemerdekaan ke–78 Republik Indonesia, PLN meresmikan listrik di 4 desa dan 14 dusun tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian tersebut terpusat di Golo Mori, sebuah desa yang terletak di ujung terluar ke arah selatan Kota Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat dengan luas wilayah 14.243 kilometer […]

expand_less