Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Suku Sikka dan Tradisi Turun Temurun

Suku Sikka dan Tradisi Turun Temurun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
  • visibility 301
  • comment 0 komentar

Loading

Suku Sikka merupakan bagian dari komunitas adat yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Populasinya diperkirakan mencapai lebih kurang 350.000 jiwa.

Mereka berasal terutama dari daerah Kecamatan Bola, Lela, Maumere, dan Kewapante. Kabupaten Sikka memiliki warisan sejarah yang kaya, terutama melalui masa kejayaan kerajaan kuno dan pengaruh luar yang memengaruhi budaya lokal.

Suku Sikka adalah sebuah kelompok etnis yang memiliki domain yang sebelumnya diperintah oleh Raja Sikka. Mereka memiliki bahasa dan budaya yang berbeda dengan suku Tana Ai.

Pada awal abad ke-17, masyarakat Sikka memiliki hubungan yang erat dengan Portugis, yang meninggalkan pengaruh budaya dan agama Katolik di wilayah tersebut.

Kerajaan Sikka, yang pusat pemerintahannya terletak di desa Sikka Natar di pantai selatan, dipimpin oleh Raja Sikka pertama, Mo’ang atau Don Alésu Ximenes da Silva, pada pertengahan abad ke-17. Selama masa pemerintahan Portugis, masyarakat Sikka mengadopsi nama marga Portugis, ‘da Silva’.

Selama beberapa abad berikutnya, Sikka berganti kepemimpinan. Hingga akhirnya pada tahun 1952, dengan berlalunya raja terakhir, Don Josephus Thomas Ximenes da Silva, aturan rumah kerajaan Sikka berakhir. Wilayah Sikka kemudian menjadi bagian dari negara Indonesia, meninggalkan jejak yang kaya dalam sejarah dan budaya suku Sikka.

Tradisi Suku Sikka

Orang Sikka memiliki tradisi kekerabatan yang berbasis pada kesadaran memiliki nenek moyang yang sama. Perkawinan ideal biasanya dengan sepupu silang tiga hingga empat lapis keturunan. Pemilihan pasangan hidup dipengaruhi oleh tingkat kedudukan dan kepribadian, serta nilai mas kawin yang tinggi sering kali menandakan kehormatan dan perilaku yang baik. Dan pada umumnya anak sulung laki-laki lah yang mendapat warisan dengan bagian paling banyak.

Bahasa yang digunakan oleh suku Sikka berbeda dengan suku lain di daerah tersebut, seperti suku Tana Ai. Bahasa Sikka memiliki 3 (tiga) dialek utama, yaitu dialek Sokka, Nita, dan Kange. Jumlah penuturnya sekitar 150.000 jiwa, tersebar pada berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka.

Ritual adat, terdapat ritual adat yang dilakukan terhadap rumah adat dari suku Sikka in sendiri, yakni memberi sesajen kepada leluhur, dilakukan di Ulu Higun, ruangan yang terletak di sudut kanan lepo. Ulu Higun juga menjadi tempat untuk menyimpan benda pusaka atau warisan leluhur. Tempat ini sangat eksklusif, hanya dapat dimasuki oleh penjaga atau penghuni lepo, dan pihak luar memerlukan izin khusus untuk masuk.

Tradisi Tenun Sikka

Tradisi tenun Sikka menjadi salah satu kekhasan daerah Sikka di Nusa Tenggara Timur. Kain tenun ini memiliki fungsi sebagai pakaian sehari-hari, mas kawin, dan juga digunakan dalam upacara adat orang Sikka. Motif-motif pada kain tenun ini juga memiliki pesan moral dan simbolik tersendiri bagi penenunnya.

Kesenian tenun ikat menjadi bagian penting dalam kehidupan suku Sikka, khususnya dilakukan oleh kaum wanita. Kain tenun Sikka memiliki motif khas dengan warna dasar yang gelap, seperti hitam, coklat, biru, dan biru-hitam. Motif-motif yang dihasilkan terinspirasi dari cerita nenek moyang, seperti motif okukire dan mawarani.

Pemda Sikka telah memberikan dukungan yang kuat dalam pelestarian dan pengembangan tradisi ini. Seperti dengan menggelar Event Rekor Muri Seni Ikat Tenun dan mengakui nilai tinggi dari kain tenun sebagai bagian dari warisan budaya leluhur Sikka.

Tenun Sikka adalah warisan budaya asli Kabupaten Sikka yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini. Dikerjakan oleh para wanita menggunakan alat-alat tradisional, proses pembuatan ikat tenun ini melibatkan waktu yang cukup lama, mulai dari menyiapkan peralatan hingga proses pewarnaan alami.

Motif-motif yang dihasilkan sangat bervariasi, termasuk motif asli seperti Utan(g) Jentiu serta kreasi pengrajin sendiri. Kain Tenun Sikka memiliki nilai estetika dan filosofi yang tinggi, baik dari segi status sosial, budaya, maupun ekonomi. Pengakuan atas kekayaan budaya ini tercermin dalam 52 motif tenun Sikka yang mendapat pengakuan Indikasi Geografis sebagai hak kekayaan intelektual (HAKI). (*)

Sumber (*/ragam/faktasejarah)

 

 

 

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU: Delapan Kabupaten di NTT Bakal Pemilu Ulang

    KPU: Delapan Kabupaten di NTT Bakal Pemilu Ulang

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemilihan umum (Pemilu) pada Rabu, 14 Februari 2024 menyisihkan berbagai peristiwa. Perhelatan yang dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali itu di Nusa Tenggara Timur (NTT) pun sempat terhalang oleh peristiwa alam dan sumber daya manusia atau kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), namun dapat diatasi. Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara […]

  • Mengenal Ritual Ka Sa’o di Ngada Nusa Tenggara Timur

    Mengenal Ritual Ka Sa’o di Ngada Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Loading

    Rumah adat (Sa’o) memiliki nilai sakral dan menjadi pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Ngada.   Ngada | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena bersama rombongan menghadiri syukuran Ka Sa’o Jawa Radho Suku Gisi Azi di Kampung Doka, Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Kedatangan Gubernur Laka Lena bersama rombongan disambut hangat […]

  • Djemy Lassa Bermimpi Cetak “Pengusaha Baru“

    Djemy Lassa Bermimpi Cetak “Pengusaha Baru“

    • calendar_month Rab, 15 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Djemy Lassa, S.T., Pengusaha Muda asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), bermimpi mencetak Pengusaha Baru dari ribuan Mahasiswa Baru yang hadir memadati Aula Serba Guna Politeknik Negeri Kupang (PNK), Selesa/14 Agustus 2018 petang. Mimpi tersebut tercetus saat Djemy Lassa memaparkan materi tentang entrepreneur, Kewirausahaan & Masa Depan Era Digital bagi Mahasiswa Baru dalam Program […]

  • Hari Anak Nasional 2019—Kita Anak Indonesia, Kita Gembira

    Hari Anak Nasional 2019—Kita Anak Indonesia, Kita Gembira

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Disambut anak-anak Indonesia yang memutar-mutar alat permainan khas Makassar, katto’-katto’, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang akrab disapa Mama Yo datang ke Lapangan Karebosi, Makassar didampingi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial Republik Turki H.E. ZEHRA ZÜMRÜT SELCUK. Ribuan anak […]

  • Krisis Izin

    Krisis Izin

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dahlan Iskan Seandainya rakyat boleh bertepuk tangan, rasanya Presiden Jokowi langsung mendapat standing ovation: berani mencabut secara massal izin tambang di seluruh Indonesia. Jumlahnya sampai 2.078 izin. Ada tambang batu bara, lebih banyak lagi tambang mineral lainnya. Rasanya belum pernah ada seorang pun presiden republik ini yang seberani itu. Sampai ada yang menilai […]

  • 1.000 Formasi Lowongan CPNS 2018 dari Kementerian PUPR

    1.000 Formasi Lowongan CPNS 2018 dari Kementerian PUPR

    • calendar_month Sen, 24 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka kesempatan kepada seluruh putra-putri Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Dalam penerimaan tahun ini, Kementerian PUPR membuka formasi sebanyak 1.000 orang yang terbagi dalam 16 jabatan dan akan ditempatkan di unit-unit kerja yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan […]

expand_less