Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Suku Sikka dan Tradisi Turun Temurun

Suku Sikka dan Tradisi Turun Temurun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
  • visibility 497
  • comment 0 komentar

Loading

Suku Sikka merupakan bagian dari komunitas adat yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Populasinya diperkirakan mencapai lebih kurang 350.000 jiwa.

Mereka berasal terutama dari daerah Kecamatan Bola, Lela, Maumere, dan Kewapante. Kabupaten Sikka memiliki warisan sejarah yang kaya, terutama melalui masa kejayaan kerajaan kuno dan pengaruh luar yang memengaruhi budaya lokal.

Suku Sikka adalah sebuah kelompok etnis yang memiliki domain yang sebelumnya diperintah oleh Raja Sikka. Mereka memiliki bahasa dan budaya yang berbeda dengan suku Tana Ai.

Pada awal abad ke-17, masyarakat Sikka memiliki hubungan yang erat dengan Portugis, yang meninggalkan pengaruh budaya dan agama Katolik di wilayah tersebut.

Kerajaan Sikka, yang pusat pemerintahannya terletak di desa Sikka Natar di pantai selatan, dipimpin oleh Raja Sikka pertama, Mo’ang atau Don Alésu Ximenes da Silva, pada pertengahan abad ke-17. Selama masa pemerintahan Portugis, masyarakat Sikka mengadopsi nama marga Portugis, ‘da Silva’.

Selama beberapa abad berikutnya, Sikka berganti kepemimpinan. Hingga akhirnya pada tahun 1952, dengan berlalunya raja terakhir, Don Josephus Thomas Ximenes da Silva, aturan rumah kerajaan Sikka berakhir. Wilayah Sikka kemudian menjadi bagian dari negara Indonesia, meninggalkan jejak yang kaya dalam sejarah dan budaya suku Sikka.

Tradisi Suku Sikka

Orang Sikka memiliki tradisi kekerabatan yang berbasis pada kesadaran memiliki nenek moyang yang sama. Perkawinan ideal biasanya dengan sepupu silang tiga hingga empat lapis keturunan. Pemilihan pasangan hidup dipengaruhi oleh tingkat kedudukan dan kepribadian, serta nilai mas kawin yang tinggi sering kali menandakan kehormatan dan perilaku yang baik. Dan pada umumnya anak sulung laki-laki lah yang mendapat warisan dengan bagian paling banyak.

Bahasa yang digunakan oleh suku Sikka berbeda dengan suku lain di daerah tersebut, seperti suku Tana Ai. Bahasa Sikka memiliki 3 (tiga) dialek utama, yaitu dialek Sokka, Nita, dan Kange. Jumlah penuturnya sekitar 150.000 jiwa, tersebar pada berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka.

Ritual adat, terdapat ritual adat yang dilakukan terhadap rumah adat dari suku Sikka in sendiri, yakni memberi sesajen kepada leluhur, dilakukan di Ulu Higun, ruangan yang terletak di sudut kanan lepo. Ulu Higun juga menjadi tempat untuk menyimpan benda pusaka atau warisan leluhur. Tempat ini sangat eksklusif, hanya dapat dimasuki oleh penjaga atau penghuni lepo, dan pihak luar memerlukan izin khusus untuk masuk.

Tradisi Tenun Sikka

Tradisi tenun Sikka menjadi salah satu kekhasan daerah Sikka di Nusa Tenggara Timur. Kain tenun ini memiliki fungsi sebagai pakaian sehari-hari, mas kawin, dan juga digunakan dalam upacara adat orang Sikka. Motif-motif pada kain tenun ini juga memiliki pesan moral dan simbolik tersendiri bagi penenunnya.

Kesenian tenun ikat menjadi bagian penting dalam kehidupan suku Sikka, khususnya dilakukan oleh kaum wanita. Kain tenun Sikka memiliki motif khas dengan warna dasar yang gelap, seperti hitam, coklat, biru, dan biru-hitam. Motif-motif yang dihasilkan terinspirasi dari cerita nenek moyang, seperti motif okukire dan mawarani.

Pemda Sikka telah memberikan dukungan yang kuat dalam pelestarian dan pengembangan tradisi ini. Seperti dengan menggelar Event Rekor Muri Seni Ikat Tenun dan mengakui nilai tinggi dari kain tenun sebagai bagian dari warisan budaya leluhur Sikka.

Tenun Sikka adalah warisan budaya asli Kabupaten Sikka yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini. Dikerjakan oleh para wanita menggunakan alat-alat tradisional, proses pembuatan ikat tenun ini melibatkan waktu yang cukup lama, mulai dari menyiapkan peralatan hingga proses pewarnaan alami.

Motif-motif yang dihasilkan sangat bervariasi, termasuk motif asli seperti Utan(g) Jentiu serta kreasi pengrajin sendiri. Kain Tenun Sikka memiliki nilai estetika dan filosofi yang tinggi, baik dari segi status sosial, budaya, maupun ekonomi. Pengakuan atas kekayaan budaya ini tercermin dalam 52 motif tenun Sikka yang mendapat pengakuan Indikasi Geografis sebagai hak kekayaan intelektual (HAKI). (*)

Sumber (*/ragam/faktasejarah)

 

 

 

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Melistriki 39 Desa di NTT, Rasio Desa Berlistrik Capai 95,47 Persen

    PLN Melistriki 39 Desa di NTT, Rasio Desa Berlistrik Capai 95,47 Persen

    • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mengawali tahun 2021 (sejak Desember 2020 hingga Januari 2021), PLN berhasil melistriki 39 Desa terpencil yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan keberhasilan ini, rasio desa berlistrik di NTT mencapai 95,47%. Sebelum dilistriki oleh PLN, masyarakat di 39 desa tersebut hanya menikmati penerangan melalui generator set (genset). Kini, dengan […]

  • Jokowi Berdiri di antara Alarm Pengingat dan Rintihan Rakyat

    Jokowi Berdiri di antara Alarm Pengingat dan Rintihan Rakyat

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Prihati Utami Kamu dibesarkan dengan kasih dan sayang ibumu, tapi kenapa kamu justru memilih hasutan orang lain demi melanggengkan kekuasaan? Ibumu sudah berpesan untuk mengendalikan diri, tetap memprioritaskan tujuan pertama dan utama sebab jabatan ada karena sebuah kepercayaan untuk mencapai tujuan tadi. Apa itu? Motivasi hidup? Ya, seperti alarm pengingat, bahwa ada amanah […]

  • Listrik Masuk ke Desa Balus Permai Manggarai Timur dan di Pulau Lembata

    Listrik Masuk ke Desa Balus Permai Manggarai Timur dan di Pulau Lembata

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Flores, Garda Indonesia | Pembangunan listrik ke darah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) terus diupayakan demi mewujudkan energi berkeadilan hingga pelosok nusantara. Di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, PLN berhasil melistriki Desa Belobatang, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dan Desa Balus Permai, Borong, Kabupaten Manggarai Timur; usai membangun jaringan listrik ke desa – desa tersebut […]

  • Mau Geser Meteran Listrik? Ini Prosedurnya

    Mau Geser Meteran Listrik? Ini Prosedurnya

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Meteran listrik atau kWh meter merupakan salah satu perangkat penting dalam menunjang aktivitas di rumah. Perangkat milik PLN yang dititipkan di rumah konsumen ini berfungsi untuk mengukur pemakaian energi listrik di rumah. Meteran listrik biasanya terletak di bagian dinding depan atau luar rumah untuk memudahkan petugas PLN ketika akan mengecek dan […]

  • Lantamal VII Peringati Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M

    Lantamal VII Peringati Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M

    • calendar_month Sel, 18 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang menggelar tausiah (pesan & nasihat) dalam peringatan Tahun Baru Islam 1440 H/ 2018 M, di Masjid AL Mahdi Komplek TNI AL Osmok, Selasa (18/09/2018); dengan peringatan Tahun Baru Islam diharapkan dapat menjadikan prajurit TNI AL semakin militan dan profesional dalam menjalankan tugas. Komandan Lantamal VII Brigjen […]

  • Tanah Bergerak di Nusalaut, Tim TRC BPBD Maluku Masih Kaji Lebih Lanjut

    Tanah Bergerak di Nusalaut, Tim TRC BPBD Maluku Masih Kaji Lebih Lanjut

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku, Garda Indonesia | Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku telah melakukan peninjauan lapangan atas fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Jumat, 8 November 2019. Dari hasil peninjauan tersebut ditemukan data penurunan tanah dari 1,5 meter menjadi 9 meter dengan ukuran […]

expand_less