Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Wacana Penggabungan Kadin, Berkah atau Bencana Bagi UMKM Indonesia?

Wacana Penggabungan Kadin, Berkah atau Bencana Bagi UMKM Indonesia?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Sebagaimana diketahui awal terjadinya perpecahan di Kadin Indonesia pada awal tahun 2013 merupakan bagian permasalahan yang belum dapat diselesaikan sebagai dampak bahwa selama Kadin Indonesia berdiri tidak berhasil mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara signifikan.

Bahkan Kadin Indonesia tidak memprioritaskan pembinaan kepada UMKM sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987, di mana pada Pasal 7 butir D yang menyatakan “penyelenggaraan pendidikan, latihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat dalam rangka pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia,” di mana dalam penjelasan pasal tersebut bahwa “Pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia ditujukan terutama kepada pengusaha menengah, kecil dan pengusaha sektor informal” dalam hal ini jelas fokus pada UMKM.

Bahwasanya, dualisme diawali dengan pertama kali terjadinya Musyawarah Nasional Luar Biasa, sebagai bentuk tidak puas berbagai Kadin daerah dan asosiasi terhadap Kadin Indonesia, di mana pelaksanaan Munas Luar Biasa Kadin Indonesia tersebut telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin Indonesia. Demikian dituturkan oleh RM Tedy Aliudin, S.Si, M.M. – Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas dalam pres rilis yang diterima redaksi, pada Selasa pagi, 13 Juli 2021.

Tedy juga mengungkap bahwa dalam Munas Luar Biasa Kadin Indonesia tersebut secara aklamasi memilih dan menetapkan Rizal Ramli sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia dan Dr. Oesman Sapta sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, yang dalam perjalanannya Rizal Ramli ditunjuk sebagai Menteri di Kabinet Jokowi (kabinet kerja jilid I).

Eddy Ganefo sebagai estafet Kadin Indonesia menggantikan Rizal Ramli secara aklamasi yang mana pelantikan Eddy Ganefo disaksikan Yasonna Laoly Menteri Hukum dan Ham, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Panglima TNI serta Ketua DPD RI Dr. Oesman Sapta dan masih banyak lainnya.

Selanjutnya tidak lama dari pelantikan, Eddy Ganefo dan para pengurus Kadin Indonesia lainnya melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia. Dalam kesempatan audiensi Presiden Jokowi meminta agar Eddy Ganefo dan pengurus lainnya fokus pada pembinaan UMKM.

Dan sejak Eddy Ganefo sebagai ketua umum Kadin Indonesia, berbagai program dan kegiatan berfokus pada pengembangan UMKM, yang dirasakan cukup berhasil dan mendapat banyak simpati dan apresiasi berbagai pihak, termasuk Komunitas UMKM Naik kelas, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Eddy Ganefo tidak pernah lelah untuk hadir dan memberikan berbagai materi pembinaan dan memberikan semangat pada UMKM, termasuk di saat Pandemi Covid-19, secara rutin ia berupaya dengan banyak cara, agar UMKM dapat bertahan, bahkana berkembang di tengah kondisi UMKM terpuruk,” ungkap Tedy.

Tidak banyak UMKM yang tahu kondisi dualisme Kadin Indonesia, beber Tedy, namun pada beberapa waktu terakhir berbagai media menyatakan bahwa telah berlangsung Musyawarah Nasional Kadin Indonesia dengan Ketua Umum terpilih adalah Arsyad Rasyid.

“Tidak sedikit UMKM mempertanyakan kenapa Eddy Ganefo diganti ? ada juga yang bingung, karena yang mereka tahu Kadin Indonesia pada Desember 2020 telah melakukan Munas tepat waktu dalam pemilihan Ketua Umum Kadin, di mana Eddy Ganefo kembali terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia untuk periode 2020—2025,” terangnya.

Adapun, setelah Arsyad Rasyid, terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia yang menyatakan akan kembali menyatukan Kadin Indonesia, hal ini membuat banyak pelaku UMKM merasa was-was, khawatir kalau Kadin Indonesia kembali satu, maka konsentrasi pembinaan kepada pelaku UMKM kembali bubar, Kadin akan seperti dulu, fokus pada kepentingan pribadi dan kelompok usaha besar saja.

“Riak suara kekhawatiran ini sedang bergema pada pelaku UMKM secara nasional, karena secara nyata, Eddy Ganefo sangat peduli dan hanya fokus pada UMKM, terlebih di saat Pandemi Covid-19, bahkan Eddy Ganefo membentuk tim khusus penyelamatan UMKM,” urai Tedy.

Pelaku UMKM dominan berharap tetap ada 2 Kadin, di mana satu Kadin berfokus pada UMKM saja, seperti beberapa negara juga memiliki lebih dari satu Kadin, semisal negara Jepang yang cukup berhasil mengelola UMKM karena ada Kadin yang fokus pada UMKM. Bahkan dalam suatu media di mana Ketua MPR RI Bapak Bambang S menyatakan, “bila perlu ada 10 Kadin di Indonesia, agar semua kerja untuk meningkatkan dunia usaha di Indonesia” adalah suatu pemikiran yang patut dipertimbangkan.

“Komunitas UMKM Naik Kelas, yang terbentuk berdasarkan akta pendirian dan telah disahkan oleh Kemenkumham, dengan tegas menyatakan menolak wacana penggabungan kembali Kadin menjadi satu. Pernyataan kami ini melihat kenyataan yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dimana UMKM telah mendapat tempat yang layak dalam Kadin Indonesia dibawah Ketua Umum Eddy Ganefo,” tegas Tedy sembari menekankan, “Kami khawatir, bila Kadin bergabung kembali menjadi satu, maka akan seperti dulu, di mana kami UMKM tidak mendapat perhatian khusus oleh Kadin Indonesia.”

Tedy berharap Presiden Republik Indonesia mengambil langkah bijak, memutuskan dualisme Kadin Indonesia, agar keduanya bisa diakomodir dengan pembagian tugas yang jelas. Apalagi menyambut Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia butuh 500 ribu pelaku usaha besar, agar setidaknya sama dengan negara maju lainnya, yang 0,5% pelaku usahanya adalah pengusaha besar, sementara Indonesia baru 0,01% saja.

“Kami solid dan UMKM Bersatu di bawah Kadin Indonesia kepemimpinan Eddy Ganefo sebagai sosok panutan UMKM, yang senantiasa hadir dan peduli pada UMKM Indonesia,” tandas Tedy Aliudin. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTU Ropa Ende Pecut Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

    PLTU Ropa Ende Pecut Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Teknologi co-firing, yang melibatkan pencampuran biomassa dalam bentuk woodchip (serpihan kayu) ke dalam bahan bakar utama batu bara, menunjukkan hasil yang sangat positif.   Ende | PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Pembangkitan (PLN UPK) Flores bersama PT PLN Nusantara Power Services PLTU Ropa berhasil mencatatkan tonggak penting dalam transisi energi nasional. Melalui kolaborasi strategis, uji […]

  • Rumah Wartawan Binjai Dibakar, Yakub Ismail : Polisi Kejar & Tangkap Pelaku!

    Rumah Wartawan Binjai Dibakar, Yakub Ismail : Polisi Kejar & Tangkap Pelaku!

    • calendar_month Sen, 14 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub Ismail, mengecam keras aksi pembakaran rumah milik Sabarsyah (65 tahun), wartawan di Binjai Sumatra Utara, yang ditengarai dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Atas perbuatan melawan hukum ini, dia meminta agar Kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku. “Kami mendesak agar Kepolisian bisa bertindak cepat menangani […]

  • Ratusan Ribu Tenaga Kerja Asosiasi Jasa Konstruksi Terancam PHK

    Ratusan Ribu Tenaga Kerja Asosiasi Jasa Konstruksi Terancam PHK

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian PUPR telah menerbitkan Surat Keputusan No 1410/KPTS/M/2020 tertanggal 4 September 2020 tentang asosiasi badan usaha jasa konstruksi, asosiasi jasa konstruksi dan asosiasi terkait rantai pasok jasa konstruksi terakreditasi. Surat keputusan hasil kerja tim akreditasi Ditjen Bina Konstruksi kementerian PUPR tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat jasa konstruksi Indonesia, atas kondisi […]

  • SIAGA Deklarasi di TTS Bertaburan Orang, Hadiah, dan Hiburan

    SIAGA Deklarasi di TTS Bertaburan Orang, Hadiah, dan Hiburan

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    SoE | Tanah Timor mempersembahkan salah satu putra terbaiknya Simon Petrus Kamlasi (SPK) untuk maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2024—2029, dengan menggandeng Adrianus Garu (AG), putra Manggarai, Flores, untuk mendampinginya sebagai calon wakil gubernur. SPK maupun AG, memiliki sepak terjang yang berbeda. SPK merupakan seorang tentara dengan pangkat Jendral Bintang Satu, atau Brigadir […]

  • Cerita Betrand Peto Larang Ruben Onsu ke Rumah di Manggarai NTT

    Cerita Betrand Peto Larang Ruben Onsu ke Rumah di Manggarai NTT

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Betrand Peto semakin terkenal sebagai model, penyanyi dan juga anak asuh pasangan artis Ruben Onsu dan Sarwendah. Betrand kerap terlihat berada dekat dengan keluarga Ruben, seperti pada perilisan album Sarwendah di Taman Kajoe, Ampera Raya, Jakarta Selatan. Kini, Betrand pun langsung menjadi target yang diserbu wartawan. Simak beberapa cerita Betrand : Pertama, Betrand ingin sekolah […]

  • Penghargaan KPK ke Bank NTT, Dirut Alex: Terima Kasih & Apresiasi ke Masyarakat

    Penghargaan KPK ke Bank NTT, Dirut Alex: Terima Kasih & Apresiasi ke Masyarakat

    • calendar_month Rab, 18 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), memberikan penghargaan atau award kepada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT). Dalam surat penghargaan yang ditandatangani oleh Ketua KPK, Drs. Firli Bahuri, M.Si tersebut, menyebutkan bahwa Bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, Bank NTT, diberi penghargaan atas peran serta dan […]

expand_less