Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-perhelatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 27 Agustus 2021 di Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dan dihelat sesi entertaint & dinner yang mana tampak kerumunan orang tak mengindahkan protokol kesehatan (menjaga jarak dan memakai masker, red) dengan hiburan musik di Pantai Otan, maka bermunculan berbagai respons masyarakat berupa kritikan bahkan hujatan memenuhi ruang media sosial.

Simak Video “Pesta di Pulau Semau” di link ini : https://youtu.be/RtP0UReuwrQ

Sepertu akun Ningsih Lema menuliskan di dinding status facebook: “Sangat memalukan. Rakyat kecil, yang makan dari berjualan di suruh tetap di rumah. Keluarga meninggal di beri status Covid dan dikubur tanpa ada jeda bagi keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir. Tapi dong (mereka, red) pesta seperti orang gila. Terlalu he lalu kasih keluar zona hijau. Bebal sekali.” Postingan ini telah dibagikan lebih kurang 19 kali.

Serupa, akun Tommy Aquino menuliskan, “Pintar Berkelit. Saat kita mengkritisi acara kumpul-kumpul di Semau, ada yang mulai sodor lampiran Instruksi Mendagri Nomor 36 tahun 2021 mengenai PPKM. Katanya, hanya Kota Kupang dan Sumba Timur yang masih terapkan PPKM Level 4. Tapi perlu kalian ingat, semua level PPKM (level 1—4), yang berbeda cuma soal metode kerja, kapasitas peserta/pengunjung, waktu operasional, dsb. Sedangkan protokol kesehatan (jaga jarak, pakai masker, tidak berkerumun, dsb) tidak pernah berubah untuk semua level PPKM. Jadi entah itu level 1,2,3 atau 4, prokes harus tetap dijaga.”

“Coba lihat yang terjadi di Semau. Apakah prokes benar-benar dijaga? Faktanya, ada yang bagaya lepas masker, tidak jaga jarak (ini yang paling fatal), dll. Dan perlu diingat juga bahwa acara di semau itu bukan acaranya Pemkab Kupang semata. Di situ hadir Gubernur, Wagub, anggota DPRD NTT, pejabat pemprov, serta kepala daerah/perwakilan kepala daerah se-NTT. Sponsor utama kegiatan adalah Bank NTT. Jadi yang dari provinsi harusnya jadi contoh karena masih ada daerah di NTT yang terapkan PPKM level 4. Bupati yang daerahnya tidak lagi terapkan PPKM level 4 juga harus jadi contoh karena di desa-desa, aparat desa masih terapkan PPKM yang sangat ketat.”

Akhir kata, tulis Tommy Aquino di dinding status facebook, saya ucapkan terima kasih untuk kalian semua para pejabat (termasuk anggota DPRD NTT) yang sudah berpesta di atas penderitaan rakyat. Postingan ini per Minggu malam, 29 Agustus 2021 pukul 00.05 WITA  telah direspons oleh 274 orang dengan 127 komentar dan 80 kali dibagikan.

Pelatihan Tenun Ikat dan Pemanfaatan Layanan Perbankan oleh Bank NTT kepada masyarakat di Pulau Semau

Dan masih banyak lagi pergunjingan terkait “Pesta di Pulau Semau” tersebut dibicarakan di berbagai grup Whatsapp dan viral di media sosial hingga dipublikasikan oleh media mainstream.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho (sebagai salah satu pihak penyelenggara di antara OJK, Pemprov NTT, dan Pemda Kupang) kepada Garda Indonesia pada Minggu siang, 29 Agustus 2021 menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan ketat wajib dan telah diterapkan kepada peserta pengukuhan TPAKD di Pulau Semau. “Semua undangan wajib dites antigen dan difasilitasi panitia (wajib negatif Covid-19, red),” ungkapnya seraya menandaskan bahwa semua izin lengkap.

Selain itu, imbuh Alex Riwu Kaho, terdapat  pergerakan kesehatan dan ekonomi yang terjadi (H-1 Pengukuhan TPKAD), kegiatan itu dapat berjalan karena banyak hal misalnya ada sektor jasa transportasi darat, konsumsi, UMKN yang produknya langsung dikontrak oleh offtaker.

Di samping itu, terang Alex Riwu Kaho, ada kehadiran pihak Pelindo, PLN, Pertamina, yang memberikan langkah-langkah maju peningkatan kapasitas pelabuhan, jejaring perdagangan untuk ekspor. “PLN memberikan kerja sama dengan para petani untuk penyediaan jaringan dan daya  listrik langsung ke lahan-lahan pertanian milik petani secara bertahap. Pertamina juga menawarkan produk Langit Biru dan Perta Shop bagi Desa dan BumDes dan masih banyak lagi kegiatan positif yang terjadi saat itu,” ungkap Alex Riwu Kaho.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Bank NTT saat acara pengukuhan TPAKD oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat, 27 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA—selesai antara lain : Penyerahan beasiswa Simpanan Pelajar kepada Siswa SD, SMP, dan SMA (KEJAR); Penyerahan Kredit Mikro Merdeka; Penyerahan Sertifikat Capacity Building Homestay, Petani Rumput Laut dan Tenun Ikat; Penyerahan BAST Kegiatan Pembangunan Jaringan Irigasi Perpompaan Peternakan Sapi; Penyerahan 500 Paket Sembako Bantuan Presiden RI untuk PPKM Level 4 Pemprov NTT dan 250 paket sembako dari BMPD; dan Peluncuran Aplikasi Marketplace kerja sama BPD NTT dan PT Telkom.

Pengukuhan TPKAD oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

Sementara itu, giat pendahuluan oleh Bank NTT sebelum hari pengukuhan TPKAD di Pantau Otan Semau yakni memberikan Vaksinasi Covid-19 kepada 1.250 warga di 2 (dua) kecamatan yakni di Semau dan Semau Selatan.

Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Garda Indonesia pada Sabtu malam, 28 Agustus 2021 pukul 22.41 WITA menyampaikan bahwa pengukuhan TPAKD di Pulau Semau telah mendapat persetujuan dari Gugus Tugas Covid-19.

“Acara tersebut sudah mendapat persetujuan dari gugus tugas. Dan menggunakan protokol kesehatan. Kita semua menggunakan antigen sebelum menghadiri acara tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, pada konferensi pers bersama awak media pada Selasa, 24 Agustus 2021 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Lery Rupidara menjelaskan TPAKD dibentuk untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong akses keuangan yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi. “Pengukuhan TPAKD ini akan dilakukan pada minggu ini yang akan dikukuhkan langsung oleh Gubernur NTT di Pulau Semau pada Jumat, 27 Agustus,” ujar Lery.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengungkapkan ditunjuknya Pulau Semau menjadi lokasi pengukuhan TPAKD karena pulau tersebut memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar seperti budidaya rumput laut, bawang merah, mangga, dan alpukat serta perairannya mulai dimanfaatkan untuk budidaya ikan Kerapu.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Humas Bank NTT & Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padang Sabana Mausui, Lanskap Memesona di Pelosok NTT

    Padang Sabana Mausui, Lanskap Memesona di Pelosok NTT

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Loading

    Meskipun Padang Mausui ini tergolong terpencil dan membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih 2—3 jam dari Kota Borong untuk bisa tiba di sana. Namun, hal tersebut tidak mengalahkan semangat wisatawan yang mengunjunginya.   Manggarai | Pesona hamparan rerumputan yang berada di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini menjadi sorotan para wisatawan. Hamparan rerumputan […]

  • 19 Ekor Sapi Dicuri di Belu, Polisi Minta Pemilik Cari Sendiri

    19 Ekor Sapi Dicuri di Belu, Polisi Minta Pemilik Cari Sendiri

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Nasib sial (nahas) menimpa Andreas Fahik, Cs, warga Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua minggu lalu, 19 ekor sapi miliknya dan beberapa warga lainnya hilang dicuri orang tak dikenal. Kejadian itu, lantas dilaporkan para pemilik sapi ke pihak Polsek Tasifeto Barat. Akan tetapi, jawaban […]

  • Indonesia-Korea Jalin Kerja Sama, Sekoper Cinta di Jawa Barat Jadi ‘Pilot Project’

    Indonesia-Korea Jalin Kerja Sama, Sekoper Cinta di Jawa Barat Jadi ‘Pilot Project’

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat melakukan kerja sama di bidang pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Melalui Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, Proyek Bantuan Pembangunan Pemerintah Korea Untuk Mendukung Pemberdayaan Perempuan di Indonesia akan dilakukan. Kedua […]

  • Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB)  Mengawal Kupang Menuju Kota Layak Anak

    Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) Mengawal Kupang Menuju Kota Layak Anak

    • calendar_month Sab, 7 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) bekerja secara nasional dan punya panduan nasional dan menjadi kontributor dengan mengajak para mitra dan stakeholder untuk berkontribusi kepada pemerintah agar terciptanya Kota Layak Anak (KLA). Program Gerakan Ramah Anak yang menyasar di 3 (tiga) pilar yakni Gereja, Sekolah dan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial) /Panti Asuhan […]

  • Kantor Bahasa NTT Helat Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Abui

    Kantor Bahasa NTT Helat Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Abui

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Alor, Garda Indonesia | Upaya menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa dan sastra daerah NTT terus digalakkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi NTT menghelat Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Destinasi Wisata Kota (Deswita) Kalabahi, Alor. FTBI Bahasa Abui ini dihelat […]

  • Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

    Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Loading

    “Etika, kedisiplinan, dan transparansi merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai”. Plh. Sekda Kabupaten, Lambertus Paput, S.Sos.   Ruteng | Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berupaya memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), agar lebih disiplin dan berintegritas melalui jurnal harian dan buku pamit. Hal ini […]

expand_less