Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » ‘Woven Speech Book’: Tenun sebagai Pengetahuan, Menyurat yang Tersirat

‘Woven Speech Book’: Tenun sebagai Pengetahuan, Menyurat yang Tersirat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jes Therik, pria kelahiran Atambua, 14 Juni 1942, kembali menghasilkan karya sebuah buku bertajuk ‘Woven Speech’ yang mengisahkan kekayaan dan beragam karya tenun yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya di Jakarta, pada tahun 1989, Jes Therik melahirkan Buku perdana tentang tenun yang berjudul ‘Tenun Ikat dari Timur (Ikat In Eastern Archipelago : An Esoteric Beauty of Ancestral Entity) dengan penerbit Pustaka Sinar Harapan.

Foto zaman dahulu, Jes Therik berpose bersama para saudaranya (berdiri di depan nomor ketiga dari kiri)

Buku Woven Speech hanya diterjemahkan dalam Bahasa Inggris setebal 320 halaman dan diterbitkan oleh PT. Selaras Bintang Media ini dibandrol dengan harga Rp.1,5 juta rupiah, diluncurkan ke publik pada Sabtu, 31 Agustus 2019 pukul 19.00 WITA—selesai di Restoran Nelayan Kupang.

Jes Therik dan istrinya bersama karya buku Woven Speech saat peluncuran, Sabtu, 31 Agustus 2019 di Restoran Nelayan Kupang

Peluncuran buku Woven Speech dihadiri oleh mantan Wakil Gubernur NTT, Esthon Funay; Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Wayan Dharmawa; Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat; Dr. Eben Nuban Timo; dan tamu undangan lainnya.

Jes Therik, isteri dan dua anaknya, berpose bersama Julie Sutrisno Laiskodat (memegang buku Woven Speech) dan Mantab Wagub NTT, Esthon Funay (memegang buku sambil dibuka)

Jes Therik saat dikonfirmasi oleh pemandu acara, Fera Therik; menyampaikan bahwa karyanya Woven Speech menghabiskan waktu lebih dari 20 (dua puluh) tahun hingga rampung dan dapat diluncurkan. Woven Speech didesain oleh Helmy Therik dan Rio Therik sebagai salah satu translater dan para profesor di Amerika Serikat dari teman Jes Therik.

Pria 73 tahun yang sempat menjabat sebagai Kadis Pendapatan Daerah Provinsi NTT kemudian hijrah ke Jakarta pada Januari 1981 dan menjabat sebagai Kepala Pemerintah Provinsi NTT ini memiliki 3 (tiga) orang anak, 1 perempuan dan 2 laki-laki (anak pertama Bety Therik, kedua Rio Therik dan ketiga Helmy Therik).

Jes Therik saat menuturkan keberagaman tenun ikat Nusa Tenggara Timur, mengatakan bahwa para leluhur menyampaikan pesan-pesan dalam bahasa spiritual secara simbolis melalui media tenunan.

“Aneka lambang di tenun ikat yang terdapat dalam tradisi tiap etnik, tradisi tiap kerajaan, tradisi tiap suku tentunya mengandung makna yang hanya dipahami oleh anggota suku itu sendiri. Karena itu dalam buku Woven Speech terdapat macam-macam etnik,” ungkap Jes Therik sambil bertutur tentunya proses produksi tenun harus terampil dan memakan waktu cukup lama.

“Berawal dari ungkapan simbolik dalam tradisi lisan dalam kebudayaan kita, saya menyurat sesuatu yang tersirat dalam perikehidupan nenek moyang kami semua di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan tenun hias sebagai obyek pengamatan,” ungkapnya mengapa buku Woven Speech ditulis.

“Tenunan bukan sekadar sebuah kegemaran namun sebuah pengetahuan,” jelas Jes Therik dan menyampaikan bahwa tema tenun hias telah menjadi tema para peneliti dan pakar antropologi yang menelusuri tenun dari berbagai sudut.

Foto bersama Keluarga Besar Jes Therik

Selain itu, menurut Jes Therik, seorang wanita akan disebut sebagai wanita idaman di kampung jika dia pandai menenun. “Jika pandai menenun, sang wanita akan berbicara kepada keluarganya bahwa dirinya bukan anak-anak dan sudah dapat menentukan masa depan dengan menenenun. Menenun merupakan sebuah akta aktualitas bagi dirinya,” bebernya.

Tenunan indah, kata Jes Therik, dapat meningkatkan martabat pemakainya. “Maka, pakailah tenun yang indah sebagai koleksi fashion zaman now,” pintanya dan menyampaikan

Kepada Garda Indonesia, Jes Therik juga menyampaikan pesan moral untuk bekerja dengan baik dan sepenuh hati maka produk akan mewangi seperti mawar bukan dengan paksaan dan bukan karena kebutuhan akan uang, semua orang memang membutuhkan uang tetapi dikerjakan dengan hasrat yang baik maka akan peroleh hasil maksimal (Action speaks louder than words).

Julie Sutrisno Laiskodat (berbaju putih dan bersarung tenun) berswafoto dengan Keluarga Besar Jes Therik

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan bahwa tenun NTT mempunyai nilai yang luar biasa dan menyampaikan bahwa Pemprov NTT akan membantu biaya cetak buku dalam Bahasa Indonesia.

“Saya bangga sekali dapat hadir di sini dan menyampaikan permohonan maaf karena Pak Viktor Laiskodat tidak dapat hadir karena harus memenuhi panggilan Presiden Jokowi. Karena itu, saya mohon Bapa Jes Therik untuk menandatangani buku Woven Speech untuk saya serahkan ke beliau,” ujar Ketua Dekranasda NTT yang mengenakan balutan tenunan.

Julie Laiskodat juga memaparkan bahwa tidak ada di dunia ini yang memiliki budaya sekaya Nusa Tenggara Timur, Alor memiliki 54 bahasa daerah, Timor Tengah Selatan memiliki 147 motif tenun dan masih banyak kaya ragam budaya daerah lain.

“Tetapi sedihnya banyak orang yang tidak mengetahui sejarah atau cerita dari budaya NTT,” ungkap Pemilik Butik Tenun LeVico di Jakarta.

Julie Laiskodat juga berkata telah berupaya mencari berbagai informasi tentang kekayaan budaya tenun ikat. “Saya sempat bersungut dan waspada karena ilmu kurang tentang tenun ikat namun saya bersyukur karena hari ini ada buku Woven Speech yang dapat membekali saya saat perang di luar negeri,” tutur isteri Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang aktif mempromosikan Tenun NTT ke luar negeri.

“Malam ini Pemprov NTT akan mengambil 50 (lima puluh) buku Woven Speech dan meminta Bapa Jes Therik untuk menerbitkan dalam Bahasa Indonesia,” tandas Julie Sutrisno Laiskodat.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 375 Calon Mahasiswa Baru Ikut Seleksi PMB UPG 1945 NTT

    375 Calon Mahasiswa Baru Ikut Seleksi PMB UPG 1945 NTT

    • calendar_month Jum, 14 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, kembali mengadakan seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) gelombang pertama tahun akademik 2019/2020, pada Jumat, 14 Juni 2019 di Kampus UPG 1945 NTT. Seleksi ini berlangsung dalam 3 tahap yaitu Tes Akademik, Wawancara, dan Tes Kesehatan untuk calon mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. […]

  • Kadis Dukcapil TTS Apris Manafe Jebol Dokumen Penduduk Hingga ke Desa

    Kadis Dukcapil TTS Apris Manafe Jebol Dokumen Penduduk Hingga ke Desa

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apris Manafe yang baru saja dilantik beberapa bulan yang lalu, punya banyak gebrakan dengan sistem jemput bola (Jebol) ke desa. Untuk diketahui, Apris Manafe juga melarang stafnya agar tidak membiarkan masyarakat pulang dengan alasan apa pun terkait syarat […]

  • Usia 18 Tahun, Generasi Digital Jadi Tantangan Persekutuan Doa GMIT

    Usia 18 Tahun, Generasi Digital Jadi Tantangan Persekutuan Doa GMIT

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, Persekutuan Doa GMIT genap berusia 18 tahun pada tanggal 17 Juni 2019; sejak secara resmi diterima dan ditetapkan sebagai sebuah wadah organisasi Unit Pembantu Pelayanan (UPP) dalam Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) saat Sidang Raya Sinode GMIT XXXII di Jemaat Elim Naibonat Klasis Kupang Timur pada tanggal 17 Juni […]

  • Etape Perdana Tour De EnTeTe, Kantor Gubernur NTT—Kantor Bupati TTU

    Etape Perdana Tour De EnTeTe, Kantor Gubernur NTT—Kantor Bupati TTU

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kepada para peserta Tour De EnTeTe, Gubernur Laka Lena menyampaikan selamat berlomba, sembari berharap semuanya bisa tiba di titik finish, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Pulau Flores.   Kupang | Tour De EnTeTe 2025 resmi dimulai dengan Flag-off dari Halaman Depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur NTT, Melki Laka […]

  • Menkes Budi Gunadi Sadikin Akan Perkuat Sistem Hadapi Ancaman Virus

    Menkes Budi Gunadi Sadikin Akan Perkuat Sistem Hadapi Ancaman Virus

    • calendar_month Ming, 27 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dirinya mendapatkan tugas untuk mengatasi masalah kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang saat ini melanda Indonesia. “Kami ditugasi salah satunya adalah untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh virus SARS COV-2 ini,” ujar Budi usai diumumkan menjadi calon Menkes oleh Presiden Joko Widodo di beranda belakang […]

  • Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 1Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Sebagai bagian dari Rotary International, dan secara  administratif, Rotary Kupang Central dibentuk sejak 2018 berada di bawah koordinasi District 3420; konsisten menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan dukungan relawan yang tergabung dalam Rotary Community Corps (RCC) di bawah koordinasi Agnes Bunga. Telisik […]

expand_less