Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » 1 Tahun Pandemi di Indonesia, Momentum “Refocusing’ Kebijakan Dunia Usaha

1 Tahun Pandemi di Indonesia, Momentum “Refocusing’ Kebijakan Dunia Usaha

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | 1 (satu) tahun lalu tepatnya pada Senin, 2 Maret 2020, Indonesia pertama kali mengonfirmasi kasus Covid-19. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit corona virus disease (Covid-19) yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kemudian, pandemi pun menyebar ke berbagai provinsi di Indonesia, dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali dilakukan sejak 10 April 2020 di Jakarta.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sangat banyak dampak negatif yang dirasakan, selain meningkatnya kasus positif dan korban meninggal dunia. Salah satu yang sangat berdampak adalah sektor dunia usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meskipun awal Maret 2020, pandemi Covid-19 masuk Indonesia, namun dunia usaha sudah merasakannya sejak Desember 2019, saat pandemi melanda China dan berbagai negara lainnya dan semakin terpuruk di saat pandemi merebak masuk Indonesia.

Kadin Indonesia melakukan survei UMKM pada akhir April 2020, dengan salah satu kesimpulan menyatakan ada 83% pelaku UMKM berpotensi bangkrut. Seperti diketahui bahwa 99,99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM, dan 98,7% dari UMKM adalah Usaha Mikro.

Dengan berbagai pembatasan yang dilakukan, UMKM yang biasa berjualan di sekolah, di lokasi yang dilarang berkumpul, distribusi produk yang terkendala dan banyak hal lainnya, merupakan penyebab semakin terpuruknya UMKM.

“Di sisi lain pandemi Covid-19 memang berdampak pada banyak hal sehingga harus segera diatasi dengan berbagai pembatasan. UMKM pun mulai ambruk dan menjerit. Hasil survei Kadin Indonesia menyatakan 83% UMKM berpotensi Bangkrut, bukan hal mustahil dapat terjadi. Namun demikian, pemerintah cukup sigap melakukan berbagai antisipasi  dengan berbagai bantuan, kebijakan dan stimulus yang cukup membantu UMKM,” ujar Raden Tedy Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas, pada Senin, 1 Maret 2021 di Jakarta.

Namun, pada Juli 2020, saat era New Normal, terjadi perubahan kondisi yang cukup membuat UMKM bernafas lega, karena pembatasan yang dilakukan, mulai dibuka, dan UMKM mulai bisa berusaha meskipun belum bisa sepenuhnya seperti semula. “Ada beberapa UMKM yang bergerak dalam usaha yang menggunakan peralatan dan mesin, mengeluhkan kondisi mesin yang bermasalah, karena cukup lama tidak beroperasional dan kendala dengan permodalan saat era New Normal,” ungkap Raden Tedy

Ir. H. Eddy Ganefo, M.M. Ketua Umum Kadin Indonesia, menyampaikan bahwa  pada pertengahan Juli 2020, Kadin Indonesia kembali mengeluarkan hasil survei dengan responden UMKM. “Ya, kami melakukan survei kedua pada pertengahan Juli 2020, di mana salah satu hasil yang didapat adanya perbaikan data, dari sebelumnya 83% UMKM berpotensi Bangkrut, menjadi 43% UMKM berpotensi bangkrut. Hal ini bisa jadi dampak berbagai bantuan oleh pemerintah, juga era New Normal, yang membuka peluang UMKM untuk kembali beraktivitas. Kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan Modal Usaha kepada UMKM,” terangnya.

Selanjutnya, imbuh Eddy Ganefo, menjelang 1 tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, kami kembali melakukan survei sejak Januari 2021, di mana data yang kami dapatkan antara lain, ada 5,4% pelaku UMKM yang mengalami kebangkrutan sebagai dampak Pandemi Covid-19 di Indonesia, masih ada 35,6% UMKM yang berpotensi Bangkrut, ada 38,9% UMKM yang penjualannya menurun sampai dengan 50%, ada 12,8% UMKM yang selama Pandemi Covid-19, tidak mengalami perubahan, namun ada juga yang penjualannya meningkat di mana 4,7% UMKM meningkat mencapai 25% dan 2,6% UMKM penjualannya meningkat di atas 25%,” ungkap Ketua umum Kadin Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa Kadin Indonesia di bawah Ketua Umum Ir. H. Eddy Ganefo, M.M. sangat fokus pada pembinaan dan pengembangan UMKM, di mana terlihat juga selama masa Pandemi Covid-19 ini, cukup banyak peran Kadin Indonesia dalam merangkul pembinaan dan bantuan pada UMKM serta memberikan masukan kepada Pemerintah.

Kadin Indonesia juga secara rutin terus memberikan pembinaan dalam pelatihan setiap hari Rabu dalam wadah Bincang UMKM, dari materi yang memberikan motivasi dan semangat pada UMKM, agar dapat bertahan bahkan berpikir keras untuk berjuang agar UMKM tidak terpuruk, sampai pelatihan berbagai strategi agar UMKM tetap Bangkit.

“Selama 20 tahun terakhir, UMKM tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, di mana data hasil survei menyatakan bahwa Dominan UMKM telah mendapat pembinaan oleh Pemerintah. Tentu harus dilakukan evaluasi, apa yang salah. Harusnya dengan pembinaan yang diberikan pemerintah yang telah dirasakan oleh dominan UMKM, berdampak pada perkembangan UMKM, namun kenyataannya tidak. Salah satunya tidak berkesinambungannya pembinaan yang dilakukan,” jelas Ketua Umum Kadin Indonesia.

Kadin Indonesia juga menyampaikan bahwa data hasil survei menyatakan 54,6% UMKM pernah mendapatkan pembinaan dan pelatihan oleh Pemerintah, dan 33,5% UMKM pernah mengikuti pameran baik yang diselenggarakan swasta maupun melalui Pemerintah. Data survei juga menyatakan bahwa 40,7% UMKM dengan area penjualan sebatas tingkat kecamatan saja, 42% dengan area kota dan provinsi, 11,6% area penjualan antara provinsi dan ekspor dan 0,3% produk UMKM berorientasi ekspor.

“Maka, jika melihat data survei yang kami lakukan, ada 0,3% UMKM berorientasi ekspor saja, setidaknya ada lebih dari 180 ribu UMKM yang bergerak dibidang ekspor, namun data menyatakan kontribusi UMKM terhadap ekspor masih di bawah 15%, yang kemungkinan banyak produk UMKM diekspor melalui usaha besar. Sinergi UMKM dengan usaha besar tentunya perlu terus dikembangkan,” tegas Eddy Ganefo.

Kemudian, Bantuan Presiden sebesar Rp 2,4 juta per Usaha Mikro, urai Eddy Ganefo, sangat membantu dan mendapat banyak apresiasi dari mereka, yang perlu dilanjutkan di tahun 2021 ini, karena masih banyak Usaha Mikro yang belum mendapatkannya, yang tentu harus dilakukan evaluasi.

“Sebagai contoh, ada laporan di mana Koperasi Karyawan yang anggotanya mendapatkan bantuan presiden (Banpres), yang menurut hemat saya, tidak sesuai tujuan dari Banpres yang ke Usaha Mikro, bukan karyawan. Ada juga laporan dari usaha Mikro yang telah mendapatkan Banpres pada November 2020, di mana dananya sudah diambil, namun pada Januari 2021, ada dana usahanya yang diblokir, di mana penjelasan pihak Bank, ada kesalahan dalam pemberian Banpres. Hal ini sangat aneh dan sangat merugikan penerima yang notabenenya Usaha Mikro,” jelas Eddy.

“Bahwasannya terpuruknya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sangat terpukul selama Pandemi Covid-19, terutama di tahun 2020 harus menjadi atensi semua pihak dan Pemerintah agar lebih fokus pada penyelamatan UMKM Indonesia,” tutup Eddy Ganefo. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Kunjungan Kerja di Labuan Bajo, Ini Agendanya

    Presiden Jokowi Kunjungan Kerja di Labuan Bajo, Ini Agendanya

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo bersama Ibu Negara, Hj. Iriana melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT pada Kamis, 13 Oktober 2021. Saat tiba di Labuan Bajo, Presiden disambut oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Ibu Julie Sutrisno Laiskodat juga Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI […]

  • Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WITA, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang […]

  • Taklukkan Sumsel & Aceh, NTT Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

    Taklukkan Sumsel & Aceh, NTT Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

    • calendar_month Jum, 21 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), tanggal 20 Mei 2021 digunakan oleh Panitia Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 sebagai momentum kebangkitan pariwisata nasional di tengah pandemi Covid-19, dan sebagai ajang Malam Anugerah Pesona Indonesia ke-5 Tahun 2020. Diselenggarakan sejak tahun 2016, pada perhelatan kelima, Provinsi NTT memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah […]

  • Richard Riwoe Tegaskan Langkah Bangun NTT

    Richard Riwoe Tegaskan Langkah Bangun NTT

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 4Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pengacara andal yang bermukim bilangan Cawang Baru, Jatinegara, Jakarta Timur dan berkantor di Law Office Richard Riwoe & Partner, Advocates and Legal Consultants beralamat di Contennial Tower lantai 29 unit D & E Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 24—25 Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan; menegaskan langkahnya membangun Nusa Tenggara Timur (NTT). […]

  • Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 1Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Sebagai bagian dari Rotary International, dan secara  administratif, Rotary Kupang Central dibentuk sejak 2018 berada di bawah koordinasi District 3420; konsisten menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan dukungan relawan yang tergabung dalam Rotary Community Corps (RCC) di bawah koordinasi Agnes Bunga. Telisik […]

  • HUT Ke-65 NTT, Bank NTT ‘Kick off’ Bank Devisa

    HUT Ke-65 NTT, Bank NTT ‘Kick off’ Bank Devisa

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada momentum HUT ke-65 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 20 Desember 2023, maka Bank Pembangunan Daerah atau Bank NTT mempersembahkan kado istimewa bagi pemerintah dan seluruh masyarakat NTT. Usai tahapan uji coba pelayanan di 11 (sebelas) kantor pada tanggal 15 Desember 2023, dilakukanlah kick off layanan sebagai Bank Devisa. […]

expand_less