Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Ubah Lahan Kering Jadi Produktif, LP2M Undana Bantu Petani di Kupang Barat

Ubah Lahan Kering Jadi Produktif, LP2M Undana Bantu Petani di Kupang Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 18 Agu 2020
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 85 persen lahan kering berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masih digarap secara sub sistim atau tradisional dan hanya mengandalkan curah hujan minimal yang berkisar sekitar 4—5 bulan dalam setahun, menjadi tantangan bagi para petani. Kondisi ini, harus dikelola secara profesional oleh petani, agar dapat memaksimalkan potensi yang terbatas agar memperoleh hasil.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/06/26/faperta-undana-edukasi-latih-petani-sayur-mayur-di-kupang-barat/

Seperti yang dialami oleh para petani sayur di Kelurahan Batakte dan Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Garda Indonesia pada Sabtu, 15 Agustus 2020, meninjau langsung kondisi petani di sana; saat mereka memperoleh pendampingan oleh Tim PKM Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Sejauh mata memandang hanya hutan belukar dan hamparan lahan kering dan gersang, namun di tengah hamparan tersebut, terdapat lahan pertanian berupa sayur-sayuran dan buah yang dikelola secara tradisional dan mengandalkan air sumur.

Lahan kering di Kelurahan Batakte yang diolah oleh Kelompok Tani Moen Feu

Ketua Kelompok Tani Moen Feu (Hidup Baru) Marthen Liutani di Kelurahan Batakte mengungkapkan, dari 3 (tiga) hektar lahan kering, pihaknya baru menggarap 50 are atau setengah hektar. “Per masing-masing lahan seluas 25 are dikelola oleh 10 petani dan ditanam sayur brokoli, sayur bunga kol, dan semangka,” urainya.

Ia pun menyampaikan, saat ini para petani mengandalkan kerja manual dengan menggunakan air tanah menggunakan mesin. “Saat ini, hanya tersedia air tanah dari sumur dengan menggunakan pompa. Kami sangat berharap, tersedia sumur bor agar dapat memaksimalkan kerja dan dapat meningkatkan produktivitas petani,” bebernya.

Terkait, distribusi hasil pertanian, imbuh Marthen, saat ini pihaknya telah memperoleh pendampingan dari LP2M Undana yang memberikan pelatihan mengenai kalender pasar. “Kelemahan kami tidak mengetahui kalender pasar, oleh karena itu, pihak LP2M Undana memberikan kami pemahaman tentang kalender pasar, terkadang kami hanya ikut saja menjual hasil pertanian di pasar tanpa memperhatikan kalender pasar,” tandasnya.

Ketua Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pemberdayaan Petani Sayur, Drs. Ignatius Sinu,MA (berbaju hijau dan berjaket) bersama kelompok tani Moen Feu

Serupa, dilakukan oleh Kelompok Tani Uimatkuli (Air Hidup), di Kelurahan Oenesu. Para petani di sana, mengelola lahan kering menjadi areal pertanian sub sistim dengan mengandalkan air tanah. Di lokasi ini, para petani menanam tomat, sayur brokoli, pepaya California, dan jagung.

Seprianus M Poto, selaku Ketua kelompok menyampaikan harga tomat menurun usai pandemi Covid-19. “Harga semula, per ember Rp.40.000,- namun saat ini hanya dapat dijual 25 ribu per ember,” ungkapnya seraya menyampaikan usai memperoleh pendampingan dari LP2M Undana, agar dapat memahami perencanaan usaha tani.

Penyerahan bantuan dari LP2M Undana kepada Kelompok Tani Binaan oleh Dosen Faperta Undana Jurusan Agribisnis, Santhy Chamdra, SP., M.Si.

Sementara itu, Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pemberdayaan Petani Sayur, Drs. Ignatius Sinu,MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan desa mitra menuju desa sentra holtikultura. “Kegiatan ini sebagai sosialisasi dari teman-teman dosen Faperta Undana kepada masyarakat yang merupakan tahap kedua, sebelumnya berupa pelatihan pembuatan pupuk bokashi padat dan cair, namun tak dilanjutkan,” ujarnya.

Saat ini, imbuh Ignas yang berprofesi sebagai peternak Babi ini, menyampaikan pihak Undana membawa teknologi kepada para petani. “Ini merupakan tahapan kedua berupa pelatihan manajemen usaha tani dengan melakukan pendampingan, agar petani dapat mencatat dan membukukan setiap kegiatan pertanian mereka,” urainya.

Selain itu, para petani juga diedukasi oleh Dosen Faperta Undana Jurusan Agribisnis, Santhy Chamdra, SP., M.Si. tentang pembukuan usaha tani. Mewakili LP2M Undana, Santhy menyerahkan bantuan berupa selang air dan terpal kepada dua kelompok tani yang menjadi binaan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Artinya Status WTP Kalau Masih Korupsi Juga?

    Apa Artinya Status WTP Kalau Masih Korupsi Juga?

    • calendar_month Sab, 8 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Dua fenomena menarik. Pertama, KPK baru saja mengeksekusi mantan Anggota BPK Rizal Djalil masuk penjara di Lapas Cibinong Bogor, pada Kamis 6 Mei 2021. Kedua, sementara itu, beberapa waktu terakhir ini, di berbagai pemda dan instansi pemerintahan ramai memamerkan hasil audit BPK terhadap instansinya yang dapat status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). […]

  • VBL Pinta Pengurus Kwartir Pramuka NTT Reformasi Karakter Anak Pramuka

    VBL Pinta Pengurus Kwartir Pramuka NTT Reformasi Karakter Anak Pramuka

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat bertatap muka dengan Pengurus Pramuka Kwartir Provinsi NTT, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak para pengurus agar mampu mereformasi karakter dari anak-anak Pramuka NTT. “Dengan tidak meninggalkan identitasnya sebagai Anggota Pramuka, mereka harus dibentuk melalui pola pembinaan yang baik, agar karakter mereka bisa dibentuk,” ujar VBL di ruang kerjanya pada […]

  • Megawati Bakal Dukung Ganjar Pranowo

    Megawati Bakal Dukung Ganjar Pranowo

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Asyari Usman Ujung pertarungan (sandiwara atau serius) antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi, sudah mulai terlihat makin jelas. Bu Mega akan terpojok. Dan tak berkutik. Beliau dan PDIP akhirnya akan mendukung Ganjar Pranowo menjadi capres 2024. Jokowi, yang di-backup Luhut Binsar Panjaitan dan oligarki, terlalu kuat untuk dilawan oleh Bu Mega. Dari […]

  • Ganjar : Megawati Dampingi Prabowo Untuk Kepentingan Bangsa

    Ganjar : Megawati Dampingi Prabowo Untuk Kepentingan Bangsa

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Ganjar juga menyoroti persoalan kebijakan insentif pejabat yang selama ini menimbulkan kegelisahan publik. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh, bukan hanya untuk anggota DPR, tetapi juga pejabat eksekutif.   Jakarta | Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-Perjuangan, menegaskan kehadiran Megawati Soekarnoputri di Istana Negara bersama Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 31 Agustus 2025, merupakan langkah untuk menjaga […]

  • GM PLN UIW NTT: Pulau Semau Bakal Jadi Pulau ‘Smart Green Energy’

    GM PLN UIW NTT: Pulau Semau Bakal Jadi Pulau ‘Smart Green Energy’

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketersediaan listrik di NTT, saat ini daya mampu sistem Timor 178 Mega Watt, beban puncak 90 Mega Watt sehingga sudah surplus 88 Mega Watt (MW). Demikian penyampaian General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat beraudiensi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa, 14 Juli 2020. Baca juga : […]

  • Bantuan Pemerintah Pusat, 7 Lokasi di Kota Kupang Bakal Jadi Indah & Nyaman

    Bantuan Pemerintah Pusat, 7 Lokasi di Kota Kupang Bakal Jadi Indah & Nyaman

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sehari sebelumnya pada Rabu, 24 Maret 2021, Wakil Gubernur (Wagub) Josef Nae Soi memimpin rapat tentang akselerasi pengembangan Kota Kupang tahap ke-2 di Kantor Gubernur NTT. Terdapat 7 (tujuh) lokasi yang bakal ditata yakni Bundaran El Tari, Patung Kirab dan Patung Tirosa, sementara 4 (empat) gerbang masuk kota yang bakal […]

expand_less